sakit, perih, air mata yang terus di tahan oleh seorang gadis cantik, yang memutus kan untuk tinggal sendiri jauh dari keluarga nya.
kelina adalah seorang gadis cantik, yang cerdas, kelina mempunyai orang tua yang begitu menyayangi nya dan mencintai nya, namun setelah adik nya lahir, kelina Tidak pernah lagi merasakan kasih syang itu.
apa kah penyebab orang tua kelina menjadi seperti itu, dan kenapa rasa sayang nya menghilang setelah kelina mempunyai adik.
ada mesteri apa kah di balik semua sikap orang tua kelina, marinkita saksikan cerita nya, dan tolong like, follow dan komen yah.
terimakasih semoga, novel ku bisa menghibur kalian☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Achlys_Bellona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 10
Mereka pun memakan hidangan yang mereka pesan, karna memikir kan untuk bagai mana pulang nya nanti, jadi mereka tidak terlalu banyak bicara.
mereka hanya pokus memakan hidangan nya, dan ingin cepat menyelesai kan makan nya.
15 menit berlalu mereka sudah menghabiskan makanan yang mereka pesan tadi.
" gimana mau langsung pulang? " tanya kelina.
" nanti deh Kel, baru juga masuk, belum turun ini makanan " ucap ziel
" iya Kel, kita ngobrol ngobrol dulu aja " ucap Vani
" kita juga kan harus banyak persiapan buat acara nanti di sekolah " ucap Vani
" eh iya, gimana kita pake apa ini, kan semua nya di harus kan memakai baju cantik " ucap ziel
" entah lah, kita pikirin aja dari sekarang " ucap Vani
" yaudah gue liat liat dulu yah di pinterest, siapa tau ada yang cocok, nanti kita tinggal minta ke butik buat di bikinin yang mirip" ucap ziel
" iya, yang bagus ya" ucap Vani
" siap Bro aman " ucap ziel
Ziel pun mencari cari, baju yang cocok untuk mereka bertiga, memang rencana nya baju yang akan mereka pakai itu sama hanya beda di warna saja.
Agak sulit sih, karna untuk menyesuaikan keinginan kelina, butuh banyak banyak ber sabar, karna kelina kurang suka di bagian dres,jadi mau gak mau harus teliti dalam keinginan kelina.
" Kel ini bagus nih " ucap ziel menunjukan foto dres tersebut.
" gak jelek, apaan kaya anak kecil " ucap kelina
sudah banyak yang di perlihatkan, namun Tidak ada satupun yang masuk, dan sesuai ke inginan kelina, karna memang kelina tidak pernah pakai dres.
" ah elah, trus yang mana yang Lu suka " ucap ziel frustasi
" cape gue, nyari Udah hampir setengah jam, tapi belum ada yang cocok juga di lu " ucap ziel
" yudah sini gue yang nyari" ucap kelina merebut hp ziel
Tak butuh waktu lama, kurang dari 3 menit kelina, menemukan dres yang cocok untuk nya.
" ini, ini aja simpel gak ribet, dan juga gak terlalu terbuka " ucap kelina meletakan hp ziel di meja agar terlihat oleh teman teman nya.
" cape cape gue nyari, yang lu pilih biasa aja " ucap ziel dengan wajah kesal nya
" ya lagian, lu ngasih Poto nya yang feminim, nih es batu mana mau zie " ucap Vani
" gimana setuju gak? " ucap kelina
" yaudah lah gak papa, di liat liat bagus juga, simpel jadi gak butuh waktu lama buat bikin nya" ucap ziel menyetujui
" nah itu lu pinter " ucap Vani
" emang gue selama ini bego " ucap ziel kesal
" emang baru sadar lu " ucap Vani
" SILVANIA ZEANNA!!!!! " teriak ziel kesal
" hahahaha..... " Vani tertawa melihat ziel yang kesal
" berisik..." ucap kelina dingin
_
Mereka terdiam membisu saat mendengar kelina yang mengeluarkan suara dingin nya.
" m-maaf Kel " ucal ziel dan Vani
" jadi kapan kita kebutik nya, dan di mana tempat nya " tanya kelina
" besok aja lah, gimana? " tanya ziel
" boleh tuh, di mana " ucap vani
" di butik langganan gue, nanti jam 9 pagi lah kita ke sana nya, biar gak terlalu ramai gimana setuju gak" ucap Vani
" ayoo " ucap Vani dan kelina
Mereka pun sempat terdiam beberapa saat, karna entah kenapa mereka sedikit canggung dengan, sikap kelina, karna Tidak biasa nya juga dia terdiam seperti itu.
ziel dan Vani saling tatap melihat kelina yang diam, dengan tatapan kosong melihat ombak ombak kecil di pesisir pantai.
" em Kel " ucap Vani
" iya " jawab Kelian dingin
" sebener nya lu ada Maslah apa sih " sambung Vani
" iya,gak biasa nya tau lu gini" ucap ziel