Perjodohan yang dilakukan orang tua ku dan teman mereka membuatku terjebak dengan seorang Dosen killer. Dia meninggalkan aku di sebuah rumah besar miliknya, namun dia terus menafkahiku. Pria itu berjanji akan menceraikan aku setelah ia kembali.
Setelah 5 tahun, dia kembali dan meminta diriku untuk tetap bersamanya. Setelah aku menyanggupinya, tiba-tiba saja ada wanita yang datang dalam kehidupan kami dan mengaku sebagai istrinya.
Siapa wanita itu sebenarnya? Dapatkah kami mempertahankan rumah tangga ini hingga akhir?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Secarik rindu di senja hari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10. Godaan
Nathaline perlahan membuka kedua matanya dan tampak sesekali ia mengedipkan matanya agar bisa melihat dengan jelas keadaan sekitarnya.
Matanya menelusuri ke seluruh sudut ruangan kamar itu, seperti ada sesuatu yang telah dia lupakan. Matanya tidak sengaja melirik ke arah samping tempat tidurnya, tempat Reyhans tidur bersama dengan dirinya tadi malam.
"Apakah Pak Rey sudah pergi? selamat tinggal Pak, semoga kau bisa segara menemukan wanita yang lebih baik di sana." Gadis itu menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan.
Kebanyakan wanita, berharap supaya suaminya tidak tergoda oleh wanita lain, tapi tidak dengan Nathaline.
Gadis muda itu, malah berharap supaya sang suami bisa segera mendapatkan pengganti yang lebih baik dari dirinya.
...***...
3 tahun telah berlalu. Nathaline sudah lulus dari kampus Dwikara, ia sekarang telah bekerja dan dipercayai untuk menjadi CEO di salah satu perusahaan yang di berikan oleh Reyhans.
Gadis ini sudah genap berumur 22 tahun sekarang, Ia juga terlihat semakin cantik saja, tubuhnya juga sedikit berisi saat ini, mungkin karena ia terlalu bahagia sehingga nafsu makannya meningkat.
Gadis itu juga berhasil bangkit dari keterpurukan dan trauma masa lalunya. Ia menjalani hidup lebih santai, sekarang. Gadis itu juga sudah memaafkan orang-orang yang menyakiti dirinya di masa lalu.
Reza? dia sudah menikah sekarang. Ada seorang wanita yang mampu membuatnya bangkit dari keterpurukan dan berhasil move on dari Nathaline
Hidupnya baik-baik saja, bahkan terlihat jauh lebih bahagia daripada sebelumnya. Reza dan Nathaline masih berhubungan sangat baik dan sesekali mereka juga bertemu jika ada waktu luang.
Soal Nathaline dan Ayahnya? mereka sudah sangat lama tidak bertemu.
Bahkan, gadis itu juga mendengar kabar bahwa Ayahnya sudah menikah dengan wanita yang hampir seumuran dengan dirinya, tentu saja tanpa persetujuan dari dirinya.
Hubungannya dengan Reyhans juga baik-baik saja. Mereka masih berhubungan lewat aplikasi Chat di media sosial, meskipun sangat jarang.
Sesuai dengan janji Reyhans, ia akan tetap menafkahi Nathaline dan ia juga meminta agar Nathaline menempati rumahnya untuk sementara waktu. Setidaknya, hingga ia kembali ke Indonesia.
Ada seorang pria yang sedang tergila-gila kepada kecantikan Nathaline sekarang, ia bekerja sebagai Direktur utama di perusahaan Nathaline.
Sementara Reyhans, pria tampan ini sekarang genap berusia 30 tahun.
Ia juga sudah berhasil membawa perusahaannya menuju Kejayaan dan menjadi salah satu orang terkaya di sana.
Reyhans juga menjadi Dosen di salah satu sekolah terkenal di AS.
Tentu saja masih dengan imagenya sebagai Dosen Killer yang tidak kenal ampun dalam menghukum setiap mahasiswanya yang bersalah.
Pria ini juga masih tetap menjadi idola bagi para mahasiswi wanita di kampus yang di ajarnya.
Bagaimana tidak? Wajahnya semakin tampan dan terlihat sangat cool, meski di umur yang bisa terbilang sudah tidak lagi muda.
"Mister, saya membuatkan bekal makan siang untuk mister. Mohon anda jangan menolaknya," ucap gadis muda yang baru saja menghampiri Reyhans.
Ada seorang gadis muda sekitar 19 tahunan yang sangat berani untuk bicara langsung kepada Dosen killer itu.
Ini adalah orang yang ke-20 pada 3 hari terakhir, yang membawakan bekal makan siang untuk Reyhans.
Sejujurny, ia merasa sangat risih, bila harus menghadapi bocah-bocah bau kencur yang baru saja mengenal cinta dan selalu mengincar dirinya.
"Maaf, tapi saya sudah makan siang," jawabnya berusaha menolak, dengan lembut.
Reyhans bergegas pergi meninggalkan siswi yang tertunduk malu karena baru saja di tolak mentah-mentah oleh Reyhans barusan.
"Apakah tidak ada orang yang lebih muda untuk mereka goda?" Reyhans mendengus kesal, sembari menjauhi gadis itu. Pria itu merasa sangat bosan dengan sikap berlebihan para mahasiswinya.
"Kau kenapa lagi Rey? Selalu saja tiba di kantor dengan wajah kusut." Wanita berumur sekitar 28 tahunan itu menghampiri Reyhans.
Reyhans tidak menggubrisnya, kepalanya sudah pusing urusan kantor di tambah harus meladeni wanita-wanita yang terus saja menggoda dirinya.
"Singkirkan tanganmu, apa kau tidak punya malu menggoda pria beristri?" Pria itu menghempas dengan kasar tangan wanita yang mulai menyusuri dada bidangnya.
Wanita itu adalah Sekertaris yang ikut bersama Reyhans ke AS pada 3 tahun lalu. Entah karena apa sekarang wanita itu mulai tergila-gila pada Reyhans.
Mungkin karena mereka terlalu sering bersama kemanapun. Jadi wanita itu, menaruh harapan lebih kepada Reyhans.
"Apa yang telah di berikan oleh wanita itu kepadamu, hingga kau tergila-gila kepadanya?" bentak wanita itu, sembari menarik kerah baju milik Reyhans.
Terlihat sekali dari ekspresi wajahnya, wanita itu sedang sangat marah kepada Reyhans yang selalu saja menolak dirinya.
"Aku bisa memberikanmu segalanya, Rey? Bahkan, pelayanan ranjang akan aku berikan," sambungnya. Wanita itu mulai membuka satu per satu kancing kemeja Reyhans.
Secara refleks, Reyhans langsung mendorong wanita itu hingga tersungkur di lantai.
"Maaf Sellyn, Tapi kau tidak berhak menggodaku seperti itu." Reyhans yang merasa bersalah itu, mengulurkan tangan untuk membantu wanita itu berdiri.
Namun, wanita itu menepis dengan kasar tangan Reyhans dan segera bangkit kemudian pergi meninggalkan ruangan reyhans dengan sangat malu dan hati yang membara.
"Ck! Apakah pria itu tidak normal? Aku sudah berpakaian seminim mungkin, tapi dia tidak tergoda? Aku jadi curiga dia seorang homo," batin wanita itu terus mengoceh tanpa henti setelah keluar dari ruangan Reyhans.
Sementara itu, di Kantor Nathaline, seseorang terus saja menggedor-gedor pintu di dalam ruangan milik gadis itu, saat ia tidak menggubrisnya.
"Masuklah!" bentak Nathaline yang merasa sangat kesal, karena orang tersebut terus-menerus mengganggu konsentrasinya.
Beberapa saat kemudian, tampak seorang pria tampan blasteran Turki-Indonesia memasuki ruangan kerja Nathaline.
Namanya adalah Abidzar, seorang direktur utama sekaligus teman Nathaline yang di perkenalkan oleh Reza.
Abidzar memiliki wajah yang sangat tampan karena wajah blasterannya dan dia juga seorang pria yang terkenal karena kepintaran dan kecerdasannya.
"Selamat siang, bos cantik." Nathaline memutar bola matanya, lagi-lagi Direktur genit itu menggoda dirinya.
Gadis itu tidak menggubris perkataan Abidzar dan lebih memilih untuk memeriksa setumpuk kertas yang hampir saja memenuhi mejanya.
Pria itu tampaknya pantang menyerah. Ia dengan segera menghampiri Nathaline dan memijat-mijat bahu Nathaline.
"Lepaskan, menyingkirlah dariku! Apakah pekerjaanmu kurang banyak, sampai kau sempat-sempatnya untuk menggangguku?" bentak Nathaline, karena kesal.
Nathaline yang kesal karena Abidzar tidak mau menyingkir darinya langsung memukul perut pria itu cukup keras, hingga membuat pria itu mundur beberapa langkah.
"Argh, kau sebenarnya wanita atau pria? tenagamu besar sekali!" rintih Abidzar. Pria malang itu masih meringis sambil memegangi perutnya.
"Aku kesal sekali denganmu. Untung saja kau pintar, jika tidak, kau sudah ku buang ke laut!" Nathaline berdiri di hadapan Abidzar yang tengah kesakitan.
"Aku hanya ingin dekat dengan mu, tapi kau tak pernah membuka hatimu untukku, apa yang kurang dariku atau apa yang tidak kau sukai dariku? Aku akan merubahnya," balas Abidzar.
Pria itu sudah cukup lama menyukai Nathaline dan sempat mengungkapkan perasaannya. Namun, Nathaline menolak mentah-mentah perasaan Abidzar.
"Sudah kubilang, aku sedang tidak ingin menjalin asmara," jawab Nathaline, berbohong.
Nathaline memang merahasiakan masalah pernikahannya terhadap semua orang, hingga tidak banyak yang tahu mengenai pernikahannya melainkan hanya sahabat dekat dan keluarganya saja yang tahu.
"Setidaknya, biarkan aku berusaha membuka tempat di hatimu, jangan melarangku untuk mencintaimu." Pria itu menatap sendu mata Nathaline.
Ada raut wajah bersalah yang tergambar jelas di wajah Nathaline. Bagaimanapun, pria itu sudah membantunya dalam mendirikan dan memajukan perusahaannya, pria itu juga selalu menemani Nathaline di saat dirinya terpuruk dan mengalami kesusahan.
"Maafkan aku, aku hanya tidak bisa membalas perasaanmu." Gadis itu memegang lengan Abidzar dan menuntunnya duduk di sebuah sofa.
"Mengapa? Tolong berikan aku penjelasan," ucap Abidzar. Nathaline hanya menatap sendu, ke arah pria yang tengah berada di hadapannya.
Gadis itu hanya terdiam saja mendengar pertanyaan Abidzar barusan dan entah mengapa hatinya tidak mau untuk jatuh hati kepada pria lain, semenjak kepergian Reyhans.
Mungkin karena ia sudah punya suami, atau malah karna sudah ada yang berhasil merenggut tempat khusus di hatinya.
"Kau orang baik Abi, aku yakin kau akan medapatkan wanita yang lebih baik dari pada diriku." Nathaline mulai kembali angkat bicara.
Pria itu hanya menunduk setelah Nathaline mengucapkan itu, dia sudah tidak tau bagaimana lagi caranya untuk menaklukkan hati Nathaline.
"Baiklah, tapi kau tidak akan pernah bisa memaksaku untuk berhenti mencintai dirimu," ucap Abidzar sembari beranjak dari duduknya.
Pria itu kemudian menyunggingkan senyum kepada Nathaline sebelum akhirnya pergi meninggalkan ruangan Nathaline.
"Maafkan aku Abi, aku masih menunggu Pak Reyhans. Entah mengapa hatiku sangat merindukan dirinya." Gadis itu berkata lirih kepada dirinya sendiri setelah kepergian Abidzar.
...Next......
...Comment dong, jadi sedih gak ada yang respon tulisan Author😞...
Terima kasih atas kritik dan sarannya.
benci aku sama Reyhans
ko jdi gini si, uda ngga seruh lgi