NovelToon NovelToon
Wanita Terakhir Sang Playboy

Wanita Terakhir Sang Playboy

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Playboy / Angst / Obsesi / Romantis / Harem
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Swan

Gavin adalah seorang playboy yang tak bisa hidup tanpa wanita, entah sudah berapa banyak wanita yang berakhir di ranjangnya, hingga akhirnya ia bertemu dengan Kanaya, seorang gadis suci yang menggetarkan hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Swan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertama Untuk Raihan

"Kanaya"

Kanaya menoleh ke belakang, untuk melihat siapa yang telah memanggil nya. Dan betapa terkejutnya Kanaya ketika melihat siapa orang yang telah memanggilnya. Kanaya bahkan sampai mundur beberapa langkah ke belakang, saat melihat pria yang kini berada di hadapannya.

Pria itu seolah tak melihat ekspresi Kanaya yang tampak terkejut sekaligus takut saat melihatnya, dia malah semakin mendekat dan mencoba merengkuh Kanaya ka dalam pelukannya.

Kanaya semakin di buat panik ketika melihat pria itu semakin mendekat, ia melihat sekeliling berharap seseorang dapat membantunya, namun sayang parkiran kampus hanya ada beberapa mahasiswi yang tidak di kenalnya, dan mereka juga tampak acuh tak mempedulikan apa yang terjadi antara Kanaya dan Rangga.

Ya... Pria yang membuat Kanaya terkejut sekaligus takut itu adalah Rangga.

"Ga... K-Kenapa kamu bisa ada di sini?"tanya Kanaya, berusaha bersikap biasa saja agar tak menimbulkan perhatian orang lain. Bukankah Kanaya memang harus bisa mengatasi semua masalahnya sendiri.

"Aku pindah kuliah juga Nay, demi kamu.."ucap Rangga tulus.

"A-Apa?"Kanaya terkejut, tak menyangka bahwa Rangga akan se effort itu untuk bisa kembali bersamanya.

"Nay, mungkin sekarang kamu belum bisa memaafkan aku, tapi aku yakin perasaan kamu masih sama seperti dulu, dan aku pasti kan, kamu akan kembali ke pelukanku."Ucap Rangga yakin.

Sementara Kanaya hanya bisa mematung, ada rasa sakit di hatinya melihat bagaimana perjuangan Rangga saat ini.

Rangga pernah manjadi seseorang yang amat sangat Kanaya sayangi, melihat Rangga memohon seperti ini jelas membuat hati Kanaya bimbang, walaupun di satu sisi Kanaya sangat membenci penghianatan Rangga, namun di sisi lain, Kanaya pun masih belum bisa melupakannya, rasa itu jelas masih ada walaupun tak lagi sebesar dulu.

"Nay..."Tiba-tiba suara seorang pria terdengar, dan menginterupsi perhatian Kanaya dan Rangga. Dan terlihat Gavin mendekat ke arah mereka.

"Gav..."Suara Kanaya bergetar, ada rasa senang di hatinya melihat kehadiran Gavin saat ini, setidaknya Kanaya tak lagi menghadapi Rangga sendirian sekarang.

"Oh... Lo disini juga?"tanya Gavin, pura-pura tak mengerti dengan keberadaan Rangga disini.

"Iya..gue kuliah disini juga, mulai sekarang."Jawab Rangga dengan mata tajam menatap Gavin.

"Oh... Oke deh." Gavin terlihat santai." Oya Nay, udah lama ya nungguin?"Lanjut Gavin, ia seketika bersandiwara, sedang Kanaya yang mengerti jalan pikiran Gavin, langsung mengangguk.

"Eh i-iya Gav... Yuk, masuk sekarang aja."Ajak Kanaya. Membuat wajah Rangga semakin muram melihat interaksi keduanya. Gavin dan Kanaya baru saja akan beranjak, sebelum sebuah suara menginterupsi mereka.

"Sayang..."panggil Raihan yang baru saja tiba dan langsung menghampiri Kanaya.

"Kamu udah lama disini?"Lanjut Raihan lembut sambil mengelus rambut Kanaya, membuat Kanaya menegang namun tak menolak perhatian Raihan. Raihan melihat ke arah dua pria yang kini bersama Kanaya, yang tentu saja Raihan sangat tau satu di antara nya, karena Gavin adalah sahabatnya. Namun untuk pria di sebelah kiri Kanaya, Raihan seperti baru kali ini melihatnya.

"Gav...sendirian, Alex mana?"tanya Raihan yang tak melihat kehadiran satu lagi sahabatnya.

"Tadi gue duluan, ada urusan dulu sebelum kesini."Jawab Gavin datar, raut wajahnya nampak berubah tak seperti sebelum kedatangan Raihan.

"Lo... Kenal Kanaya?"Tanya Raihan, ketika melihat ke arah Rangga.

Rangga balas menatap Raihan dalam, lalu mengangguk.

"Gue... Mantan Kanaya!"Jawab Rangga jelas, yang membuat ketiga orang di hadapannya, tampak terkejut, Kanaya memalingkan wajahnya tak menyangka Rangga akan mengatakan hubungannya sejujur itu, membuat Kanaya semakin tak nyaman dengan keberadaan mereka saat ini. Sedang Gavin terlihat biasa karena ia sudah mengetahui sebelumnya.

Ekspresi paling terkejut terlihat dari Raihan, yang sepertinya tak mengira bahwa pria di hadapannya adalah mantan pacar dari wanita yang dia cintai.

"Oh..." Raihan menjeda ucapannya." Gue Raihan!"Lanjut Raihan kemudian sambil, menatap pria di hadapannya intens.

"Dan gue, pacar Kanaya!"Jelas Raihan selanjutnya, yang membuat Rangga terlihat terkejut.

Ada hening beberapa saat, hingga Rangga kembali bersuara."Pacar?"Tanya-nya." Bukannya Lo yang pacarnya ya, waktu itu juga Lo kan, pria yang bareng sama Kanaya?"Lanjut Rangga, sambil terkekeh sinis dan menunjuk ke arah Gavin.

Raihan mengerutkan keningnya, ia tampak tak mengerti akan ucapan Rangga.

"Tunggu, maksud Lo...?"Tanyanya, pada Rangga. Sementara Rangga, alih-alih menjawab pertanyaan Raihan, Rangga malah menatap Gavin.

"Lo kan, cowok yang bareng Kanaya Waktu gue ke rumahnya?"Tanya Rangga lagi, masih menunjuk Gavin.

Kanaya yang melihat suasana yang semakin tidak kondusif, memilih menarik tangan Raihan, untuk segera meninggalkan tempat itu.

"Rai aku jelasin nanti. Gav, Ga, aku duluan!"Ucapnya, lalu pergi begitu saja, sambil menarik tangan Raihan. Raihan pun hanya mengikuti kemauan Kanaya, tanpa menahannya.

"Kelasku udah mau mulai sebentar lagi, nanti aku jelasin ke kamu pas pulang, ya?"Ujar Kanaya, begitu tiba di persimpangan jalan, menuju fakultasnya dan Raihan.

Raihan hanya mengangguk dan tersenyum, lalu mengacak rambut Kanaya.

"Oke deh, nanti kita pulang bareng aja, kamu ikut aku ke apartemen aku dulu bisa kan, ada yang mau aku ambil soalnya."jawab Raihan. Raihan memang tinggal di rumah keluarganya, namun sama seperti Gavin maupun Alex, Raihan pun sudah memiliki apartemen sendiri. Kanaya pun menganggukan kepalanya lalu tersenyum.

"Iya Rai ."jawabnya singkat, lalu meninggalkan Raihan yang masih menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.

--

Dan disinilah Kanaya sekarang di apartemen Raihan. Sepulang kuliah tadi, Raihan memang membawanya ke tempat ini.

Apartemen Raihan tak berbeda jauh dengan milik Gavin, sama-sama luas dan nyaman, ketika Kanaya memasukinya. Yang membedakan hanya nuansa Dark di apartemen Gavin yang lebih dominan sementara tidak dengan apartemen Raihan.

Kanaya kini tengah duduk di di ruang tamu apartemen Raihan, sementara Raihan sedang mengambil beberapa barang di kamarnya. Kanaya belum menjelaskan apapun pada Raihan sedari tadi, karena Kanaya merasa waktunya memang belum pas. Kanaya merasa perlu waktu yang tepat untuk menjelaskan perihal yang terjadi padanya dan Gavin agar tak menjadi kesalahan pahaman nantinya.

Beberapa saat berlalu, Raihan akhirnya terlihat keluar dari kamarnya, sambil membawa beberapa buku di tangannya.

Raihan kemudian mendudukan dirinya di samping Kanaya, namun hanya melirik Kanaya sekilas kemudian menundukan kepalanya.

"Bisa kamu jelasin ke aku, apa maksud ucapan  mantan kamu?"tanya Raihan tiba-tiba, yang membuat Kanaya sedikit terkejut.

Kanaya bingung harus memulai ceritanya dari mana, Kanaya juga sedikit takut jika ceritanya akan membuat hubungan Raihan dan Gavin  memburuk. Ah... Kenapa Kanaya harus berada di posisi seperti ini, batin Kanaya.

Akhirnya Kanaya pun menceritakan semuanya dari awal hingga akhir kepada Raihan, dari mulai kepergiannya ke club bersama Karina dan berakhir dengan di tolong Gavin yang ternyata kebetulan ada di club yang sama. Kemudian saat ia berencana pulang ke rumahnya dan berakhir bertemu Rangga, yang membuatnya sedih dan berakhir menginap kembali di apartemen Gavin, Kanaya menceritakan semuanya pada Raihan tanpa kecuali. Selain adegan syur-nya dengan Gavin yang sengaja ia skip karena tak ingin membuat Raihan cemburu  .

"Kenapa kamu gak cerita dan lari ke aku Nay, kenapa malah harus Gavin?"tanya Raihan lembut.

"Aku juga gak tau Rai, keadaannya selalu kebetulan dengan Gavin yang ada di situ. Lagian aku rasa Gavin gak seburuk itu ko Rai, dia teman yang baik."

"Dia juga udah tau kita pacaran, jadi aku rasa gak perlu ada yang di khawatirin kan Rai." Jawab Kanaya.

Raihan menatap Kanaya, ada rasa di hatinya yang membuatnya semakin takut kehilangan gadis di hadapannya.

"Kamu... Gak akan balikan lagi sama mantan kamu kan?"tanya Raihan selanjutnya, ia juga takut, saat melihat mantan  Kanaya tadi.

"Ngapain aku baca  buku yang sama berkali-kali kan Rai, kalo udah jelas ceritanya gak seru."Jawab Kanaya asal, yang membuat Raihan tertawa mendengarnya.

"Nay..."panggil Raihan, Kanaya pun memalingkan wajahnya untuk menatapnya, dan Raihan kini menatap intens Kanaya. Posisi mereka yang berdampingan dan cukup dekat, membuat jarak wajah mereka kini semakin terasa dekat  .

Keheningan terasa, dan Raihan terus mendekatkan wajahnya mempertipis jaraknya dengan Kanaya, hingga hembusan napas mereka terasa saling beradu.

Tatapan Raihan, membuat Kanaya membeku, hingga akhirnya, Raihan menempelkan bibirnya dengan bibir ranum Kanaya. Tak ada penolakan dari Kanaya, bahkan Kanaya terlihat memejamkan matanya, membuat Raihan semakin leluasa memperdalam ciumannya.

Raihan terus melumat lembut bibir atas dan bawah Kanaya bergantian, membuat Kanaya meremang, tangan kanaya pun bergerak dan memegang bahu Raihan erat.

Ciuman itu semakin intens sampai akhirnya Kanaya kehabisan napas, dan akhirnya mendorong pelan tubuh Raihan, membuat Raihan melepaskan tautannya.

Napas mereka terengah, dengan Raihan yang setia memandang wajah cantik di hadapannya, Raihan mengusap lembut bibir Kanaya yang membengkak  karna ulahnya.

"Maaf Nay." Bisik Raihan."Dan makasih, udah jadi yang pertama buat aku." Lanjut Raihan, yang membuat Kanaya terpaku.

Sementara itu di apartemen Gavin, Gavin dan Alex tampak sedang sibuk dengan ponsel masing-masing, posisi mereka kini sedang tiduran di ruang tv apartemen  Gavin.

"Gav."tiba tiba Alex bersuara.

"Hmmm..."jawab Gavin.

"Lo gak akan rebut Kanaya dari Raihan kan?"Tanya Alex tiba-tiba.

-Bersambung

1
Supri Yanto
bagus alur ceritanya menarik pingin baca terus kelanjutannya😊
Supri Yanto
lanjut👍
D
Lanjut
D
😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!