Entah apa yang membuat pernikahan yang baru berjalan tiga tahun hancur berantakan.Kakak kandungku yang menumpang sementara waktu dirumahku karna paska bercerai dengan suaminya,tega bermain api dengan ipar sendiri dibelakangku.
"Tega kalian..."ujarku.
"Maafin mas wan.Mas khilaf wanda."ujar irwan suamiku.
"Apa kurangku selama ini hah,dan kamu Ina sudah aku tampung malah jadi duri dalam pernikahan ku."ujar wanda menunjuk sang kakak yang bernama Ina.
Ina tidak menjawab sepatah katapun,dia hanya diam tertunduk mendengar apa yang adiknya ucapkan.
Kakak yang seharusnya mengayomi adiknya,ternyata menjadi duri dalam rumah tanggaku.Harusnyan dia bisa mengambil hikmah dari kegagalan rumah tangganya,ini malah menghancurkan rumah tangga adik kandungnya sendiri.
Entah mau dibawa kemana pernikahan antar irwan dan wanda selanjutnya?Apakah mereka mampu merajut kembali benang yang terlanjur kusut atau menyerah pada keadaan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Hubungan yang awalnya terjalin hanya sebatas ipar saja, berubah menjadi hubungan yang tidak sewajarnya. Entah siapa yang memulai, entah siapa yang menggoda, entah siapa yang menggoda siapa,yang pasti Irwan mulai nyaman saat bersama Ina. Apa yang tidak Istrinya berikan dirumah dari Ina lah Irwan mendapatkan kepuasan bathin melebihi istrinya.
Ina bisa memanjakan Irwan di ranjang. Hidup Irwan terasa lebih bewarna. Sejak ia tercebur ke lembah dosa Irwan sering merasa kelelahan. Baik raga dan bathinnya. Di awal semua terasa indah tapi lama kelamaan perasaan takut dan bersalah mendominasi.
Kalau temannya bilang berselingkuh itu sesuatu yang menyenangkan, Irwan rasa itu tidaklah benar. Itu sama saja menggali kuburan sendiri. Ya selingkuh itu memang tidak mudah,bermain kucing - kucingan dengan istri.
Irwan termenung dalam diam. Tanganya tak pernah berhenti mengelus kepala Ina yang bersandar di dadanya yang telanjang.
Hatinya gelisah tidak seperti biasanya. Pikiranya melayang - layang tak tahu arah. Wajah istri dirumah membayang. Apa yang tengah perempuan itu rasakan sekarang. Saat dirinya lebih sering pulang tengah malam atau tak pulang sama sekali.
"Wanda, mas hari ini ada meeting dadakan keluar kota. Kalau sempat mas usahain pulang. Ga usah menunggu mas pulang ya."Ujar Irwan saat menelpon istrinya.
"Kok dadakan, mas." Ujar Wanda terheran.
"Namanya klien mau ga mau harus dituruti, ini demi kemajuan perusahaan."Ujarnya.
"Mas ga pulang dulu, ambil pakaian ganti."tanya Wanda.
"Ga kayanya,ga keburu Masalah baju ganti ,gampang . Banyak yang jual kok."kekehnya.
"Ooh.Hati - hati ya,mas. Moga lancar urusannya."Doa Wanda kala itu.
"Kamu juga hati - hati ya dirumah, jangan keluyuran. Mas berangkat dulu.
Sambungan pun terputus seketika.Entah kenapa perasaan Wanda saat ini tidak enak. Apakah ada sesuatu yang bakal terjadi? Firasat seorang istri sangatlah tajam seperti mata belati.
Ini adalah kali pertama suaminya tidak pulang kerumah. Akhir - akhir ini banyak sekali perubahan pada suaminya. Sering lembur lah,hari libur pun kadang masih saja sibuk kerja.
Allah sayang pada hambanya yang bersabar,Allah akan tunjukan kebusukan yang disembunyikan. Sepandai - pandainya menyimpan bangkai suatu saat bakal tercium juga. Secantik apapun bermain dibelakang istri suatu saat akan ada saatnya hubungan itu terbongkar juga.
Segala sesuatu yang di memulai dengan cara yang salah,pasti akan berakhir tidak menyenangkan.
Wanda sudah tau kelakuan suaminya dibelakang. Ia tahu dengan siapa suaminya bermain. Wanda tidak mau gegabah,pelan - pelan Wanda akan membuat kedua manusia durjana itu akan menyesal telah menyakitinya.
Untuk saat ini Wanda masih membiarkan mereka menikmati kebersamaannya. Bersenang - senanglah selagi ada waktu. Layaknya bom waktu,yang tampak diam dan tenang. Namun bisa meledak kapanpun tanpa terduga.
Biarlah mas Irwan menganggapnya wanita bodoh yang gampang di bohongi. Yang tak tahu kebusukan yang ia sembunyikan.
Mata Wanda terpejam, salah satu tangan ia letakkan didada. Cinta suaminya tidak lagi utuh sepeti dulu.Kini tidak lagi mampu membuatnya bersyukur. Tidak lagi merasa jadi perempuan yang paling beruntung saat berada di dekatnya.
Kini ia sadar ,kalau dirinya sedang berada ditengah persimpangan. Di tengah kebimbangan. Semakin lama semakin menyakitkan. Luka bathin yang ditorehkan begitu dalam. Luka yang tak tampak dari luar tapi perihnya laksana ditusuk ribuan jarum menembus sampai ke jantung.