NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Sang Ratu,Dari Buruk Rupa Menjadi Penguasa

Reinkarnasi Sang Ratu,Dari Buruk Rupa Menjadi Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Reinkarnasi / Time Travel
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Fitrika Shanty

​Di kehidupan sebelumnya, Li Hua adalah wanita yang dihina, dikucilkan, dan dianggap "buruk rupa" oleh dunia. Ia mati dalam kesunyian tanpa pernah merasakan cinta. Namun, takdir berkata lain. Ia terbangun di tubuh seorang Ratu agung yang terkenal kejam namun memiliki kecantikan luar biasa, mengenakan jubah merah darah yang melambangkan kekuasaan mutlak.
​Kini, dengan jiwa wanita yang pernah merasakan pahitnya dunia, ia harus menavigasi intrik istana yang mematikan. Ia bukan lagi wanita lemah yang bisa diinjak. Di balik kecantikan barunya, tersimpan kecerdasan dan tekad baja untuk membalas mereka yang pernah merendahkannya. Apakah merah jubahnya akan menjadi lambang kemuliaan, ataukah lambang pertumpahan darah di istana?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitrika Shanty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lembah Ungu dan Nyanyian Kematian

Kereta kuda yang membawa Li Hua berhenti di mulut Lembah Kabut Abadi, sebuah wilayah tak bertuan di perbatasan Barat yang kini tertutup oleh kabut berwarna ungu pekat. Udara di tempat itu berbau manis yang memuakkan bau khas dari racun saraf yang bisa melumpuhkan jantung seekor gajah dalam hitungan menit.

​Li Hua duduk tenang di kursi rodanya. Di lehernya, ia mengenakan kain sutra yang telah direndam dalam ramuan penawar milik Nenek Mayang. Meskipun tubuhnya lumpuh, aura di sekitar Li Hua justru semakin tajam. Hilangnya kekuatan fisik tampaknya memaksa energi batinnya untuk meledak ke tingkat yang lebih tinggi.

​"Kalian tetap di sini," perintah Li Hua kepada segelintir pengawal setianya. "Jika dalam satu jam kabut ini tidak memudar, segera kembali ke istana dan beri tahu Kaisar untuk menutup gerbang Barat sepenuhnya."

​"Tapi Yang Mulia"

​"Ini perintah!" Li Hua memutar roda kursinya sendiri, menggunakan kekuatan pikiran (Telekinesis) untuk mendorong kursinya masuk ke dalam kabut ungu yang mematikan itu.

​Pertemuan Dua Ratu

​Di tengah lembah, kabut itu menyibak, memperlihatkan sebuah taman bunga yang indah namun mengerikan. Bunga-bunganya memiliki kelopak yang berdenyut seperti jantung manusia. Di tengah taman itu, duduk seorang wanita dengan pakaian ungu transparan dan mahkota yang terbuat dari duri hitam. Ia adalah Ratu Valeriana, penguasa kursi 'Iri Hati'.

​"Lihatlah dirimu," suara Valeriana terdengar seperti desis ular. "Permaisuri agung Kerajaan Li, yang katanya bangkit dari kematian, kini hanya seonggok daging di atas kursi kayu. Menyedihkan."

​Li Hua menatapnya dengan tenang. "Kecantikan adalah topeng yang kau gunakan untuk menutupi busuknya jiwamu, Valeriana. Kau mengancam rakyatku dengan wabah hanya karena kau menginginkan giok yang bukan milikmu."

​Valeriana berdiri, jarinya yang berkuku panjang membelai helai rambutnya. "Aku menginginkan apa yang seharusnya menjadi milik Septem Tenebris! Kekuatan anak-anakmu adalah bagian dari kunci untuk membuka Gerbang Kekosongan. Berikan padaku, dan aku akan membiarkanmu mati dengan tenang."

​"Kau tidak akan mendapatkan apa-apa hari ini," jawab Li Hua. Ia mengangkat tongkat merahnya.

​Duel Astral: Jiwa yang Melampaui Raga

​Valeriana tertawa dan melepaskan ribuan kelopak bunga beracun ke arah Li Hua. Namun, Li Hua tidak menghindar. Ia memejamkan matanya, dan tiba-tiba, sebuah proyeksi cahaya emas keluar dari tubuhnya.

​Itu adalah Proyeksi Astral. Sosok Li Hua yang bercahaya berdiri tegak di depan kursi rodanya. Dalam bentuk roh ini, Li Hua tidak lagi lumpuh. Ia memegang pedang cahaya dan bergerak secepat kilat.

​CLANG!

​Sihir racun Valeriana beradu dengan energi murni Li Hua. Pertempuran itu mengguncang seluruh lembah. Pohon-pohon di sekitar mereka hancur menjadi abu saat energi emas dan ungu berbenturan. Valeriana terkejut; ia tidak menyangka bahwa seorang wanita yang fisiknya hancur bisa memiliki kekuatan mental sebesar ini.

​"Kau membakar jiwamu sendiri untuk ini!" teriak Valeriana. "Setiap detik kau dalam bentuk astral ini, nyawamu akan terpangkas!"

​"Demi anak-anakku, aku akan membakar seluruh duniaku!" jawab Li Hua.

​Pengkhianatan di Dalam Darah: Rahasia Mu Feng

​Sementara itu, beberapa mil dari lembah, Mu Feng dan pasukan bayangannya berhasil menyelinap ke laboratorium bawah tanah milik Valeriana. Namun, saat Mu Feng hendak menghancurkan bejana racun utama, ia menemukan sebuah dokumen yang tersegel dengan lambang klan Mu yang sangat rahasia.

​Mu Feng membacanya dengan tangan bergetar. Wajahnya memucat.

"Proyek Mata Emas bukanlah kecelakaan. Ia diciptakan untuk menjadi wadah bagi pemimpin Septem Tenebris yang asli. Dan bayi kembar yang lahir dari rahim Mata Emas adalah inkarnasi dari Penguasa Kursi Pertama: Kematian."

​Mu Feng menyadari kebenaran yang mengerikan: Musuh mereka bukan hanya ingin menculik anak-anak itu, tapi mereka ingin "membangkitkan" sesuatu yang ada di dalam diri Tian Shu dan Li Mei. Dan yang lebih mengejutkan, ibu kandung Li Hua dan Mu Feng dulunya adalah salah satu anggota organisasi ini sebelum ia melarikan diri.

​"Jadi kita... adalah bagian dari mereka sejak awal?" gumam Mu Feng dengan penuh kebencian.

​Penyelamatan Sang Bintang Kecil

​Di istana, Tian Long menyadari bahwa Tian Shu menghilang dari kamarnya. Ternyata, pangeran kecil itu telah menggunakan kekuatannya untuk berbicara dengan serigala hutan dan meminta mereka membawanya ke perbatasan. Tian Shu merasa ibunya dalam bahaya.

​Tian Shu tiba di pinggir lembah saat Valeriana bersiap mengeluarkan serangan pamungkas untuk menghancurkan roh Li Hua.

​"IBU!" teriak Tian Shu.

​Suara teriakan anak itu memicu ledakan energi dari liontin giok di lehernya. Segelnya bergetar hebat. Bumi di lembah itu terbelah, dan akar-akar raksasa muncul, melilit tubuh Valeriana hingga ia tidak bisa bergerak.

​Li Hua melihat kesempatan itu. Dalam bentuk astralnya, ia menusukkan tongkat merahnya tepat ke jantung Valeriana.

​"TIDAK! INI BELUM BERAKHIR!" teriak Valeriana saat tubuhnya mulai mencair menjadi cairan ungu yang menguap. "KURSI PERTAMA AKAN DATANG UNTUK ANAKMU!"

​Kepulangan yang Pahit

​Valeriana kalah, dan wabah berhasil dicegah. Namun, Li Hua jatuh pingsan, rohnya kembali masuk ke tubuh fisiknya dengan kasar. Rambut peraknya kini semakin memutih, dan ia tampak sangat rapuh.

​Tian Shu berlari memeluk ibunya, menangis di pangkuan Li Hua. "Maafkan aku, Ibu... aku ingin membantu."

​Mu Feng tiba dengan dokumen rahasia di tangannya. Ia melihat Li Hua yang tidak sadarkan diri dan Tian Shu yang ketakutan. Ia memutuskan untuk tidak memberitahu siapapun tentang isi dokumen itu untuk sementara waktu, namun ia tahu: Kedamaian yang mereka miliki sekarang hanyalah fatamorgana.

​Tian Long tiba beberapa saat kemudian dengan pasukan kavaleri. Ia melihat pemandangan memilukan itu istrinya yang pingsan, anaknya yang berlumuran lumpur, dan lembah yang hancur.

​Ia menggendong Li Hua dan menatap ke arah Barat dengan mata yang penuh amarah. "kalian telah menyentuh hal yang paling berharga bagiku. Sekarang, aku tidak akan lagi bertahan. Aku akan memburu kalian satu per satu."

1
EF Shahna
kaya nya bakal seru cerita selanjutnya
Dedeh Dian
Hem sangat sangat bagus sekali ceritanya... apalagi bagi AQ yg cepat tersentuh... makasih author
Rika Ashanty: sama-sama ka🙏👍terus jadi pembaca setia ya,maksih🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!