NovelToon NovelToon
Dekapan Bayang

Dekapan Bayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor jahat / Cinta pada Pandangan Pertama / Harem / CEO / Cintapertama
Popularitas:150
Nilai: 5
Nama Author: Queenca04

Seorang gadis cantik bernama Anggi yang menjadi korban perceraian orangtuanya karena ayahnya selingkuh dengan sahabat ibunya sendiri. Kejadian itu pun dialami oleh Anggi sendiri.
Anggi memiliki sahabat dari kecil bernama Nia. Bahkan dia sudah dianggap Nia saudara sendiri bukan lagi seperti sahabat. Nia mengkhianati Anggi dan mengambil kekasih Anggi.
Bagaimana kisah selanjutnya yuk baca cerita selengkapnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenca04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17

"Gue tahu dari teman lo," Anggie mengangguk percaya.

"Maaf ya gue ke sini gak bawa apa-apa."

"Enggak apa-apa kok Kak dengan datangnya kakak ke sini juga gue udah seneng," Anggie keceplosan.

"Jadi lo seneng kalau gue datang ke sini?" Zian menggoda Anggie.

"E-enggak eh maksudnya..."

"Udah ngaku aja lo sebenarnya suka kan sama gue?" Zian yang terus saja menggoda Anggie membuat pipinya merona.

"Maaf ya kak gue mau istirahat," Anggie mencoba mengalihkan pembicaraan karena dia menahan rasa malunya. Anggie beranjak dari tempat duduknya.

"Iya udah lo istirahat aja supaya cepat pulih, besok gue ke sini lagi."

"Jangan terlalu sering ke sini kak nanti ketahuan sama Abang bahaya."

"Justru kalau ketemu di luar yang lebih bahaya kalau di rumah gue sekalian minta ijin sama Abang lo."

"Minta ijin buat apa?"

"Buat jadi pacar lo," dengan santainya Zian bicara seperti itu sedangkan jantung Anggie seakan berdisko.

"Kakak maaf ya aku harus istirahat dulu, sampai jumpa besok di sekolah."

Anggie langsung pamit ke dalam kamarnya dan meninggalkan Zian di ruang tamu sendiri. Tak lama Anggun datang setelah mengantar Wina dan temannya pulang.

"Anggie-nya mana?" Anggun yang sambil melihat ke arah rumah teng6tapi tidak menemukan Anggie.

"Anggie masuk Bun katanya mau istirahat, dan saya juga mau pamit bunda sudah sore juga."

"Terima kasih ya sudah mau datang ke sini."

Didalam kamar Anggie terus saja memegang dadanya yang berdetak kencang. Setelah merasa tenang Anggie kembali ingat kalau Zian itu tamu dan ia tinggal sendiri di sana.

"Kok tadi gue ninggalin Kak Zian sendiri ya, gak sopan."

Anggie pun kembali keluar melihat Zian apa masih ada di ruang tamu atau tidak.

saat Anggie celingukan mencari Zian di ruang tamu terlihat oleh ibunya yang sedang ada di dapur.

"Cari apa dek?"

"E-enggak Bun, tadi adek cari ponsel adek iya ponsel adek lupa nyimpan," Anggie yang terkejut mencari alasan.

"Itu yang dipegang kamu bukannya ponselnya."

Anggie langsung gelagapan saat itu karena ketahuan bohong oleh ibunya.

"Oh iya aku lupa Bun," Anggie sambil nyengir kuda dan langsung masuk kembali ke kamarnya.

"Dasar anak muda," gumam Anggun sambil menggelengkan kepalanya.

Keesokan paginya Zian sebenarnya ada rencana mau menjemput Anggie tapi saat itu Zian melihat Anggie diantar Abangnya. Zian dengan setia mengikuti dari belakang sampai ke depan gerbang sekolah.

Perlakuan Angga yang manis kepada Anggie membuat Zian kepanasan tapi Zian menepisnya kalau itu adalah kakaknya wajar seperti itu.

Zian pun memberanikan diri untuk mendekati Angga sekedar menyapa.

"Pagi Bang," sapa Zian ramah.

"Pagi," Angga menjawabnya singkat.

"Nganterin Anggie bang?" Zian mencoba untuk sekedar basa-basi.

"Eh lo kan yang kemarin datang ke rumah?" tanya Angga. Zian sempat terkejut tapi ia bisa menutupinya justru itu kesempatan dia supaya bisa dekat dengan Anggie.

"Iya Bang saya kemarin hanya sekedar mau nengokin Anggie saja."

Angga tidak merespon pernyataan dari Zian. "Adek nanti kalau pulang kasih tahu Abang nanti Abang jemput lagi pulangnya."

"Tapi apa Abang bakalan bisa jemput? Abang kan sibuk."

"Abang usahakan."

"Kalau Abang gak bisa jemput Anggie biar saya saja yang mengantarkan Anggie pulang," Zian mencoba menawarkan diri kepada Angga.

"Memangnya lo berani jamin apa bisa bawa adek gue pulang?"

"Kalau perlu nyawa taruhannya saya siap Bang," Angga tertawa mendengar seruan dari Zian.

"Bocah bau kencur aja udah berani menaruhkan nyawa. Emang lo punya nyawa berapa?" cibir Angga.

"Saya memang hanya memiliki satu nyawa tapi saya rela berkorban demi Anggie Bang."

Angga hanya bisa tertawa mendengar ujaran dari Zian tanpa mau merespon. "Cepat masuk dek nanti kesiangan."

Anggie mengangguk lalu pamit dan mencium punggung tangan kakaknya lalu masuk ke dalam sekolah tanpa melihat kebelakang.

"Kalau emang lo suka dan serius sama Anggie buktikan!"

Angga pun langsung mengendarai motornya dan meninggalkan sekolah Anggie. Zian yang masih mencerna ucapan Angga tadi masih terdiam di depan gerbang hingga temannya menepuk pundaknya.

"Lo kenapa Zi?" tanya Samuel sambil menepuk pundak Zian.

"Enggak, kita masuk."

Zian pun langsung melenggang masuk kedalam sekolah.

Tempat favorit mereka sebelum masuk yaitu roof top. Kini mereka berlima duduk di sana sambil menyalakan rokoknya. Tapi Zian tidak. Zian hanya terdiam.

Ke empat temannya merasa ada yang aneh dengan Zian hari ini. Mereka cukup bertanya-tanya dengan Zian hari ini.

"Lo sehat kan Zi?" tanya Gio sambil memegang dahi Zian tapi ditepisnya.

"Gue baik-baik aja hanya gue bingung."

"Tumben lo bingung," seloroh Gio dan mendapat tinjuan di lengannya oleh Andre.

"Emang Lo bingung kenapa?" tanya Andre.

"Tadi gue ketemu sama abangnya Anggie dia nyuruh gue buat buktiin kalau gue emang serius sama Anggie. Tapi gue bingung harus gimana caranya? Bokap gue juga bilang kalau emang gue serius sama Anggie gue harus fokus sama belajar dan gue harus ikut seleksi Akmil."

"Lo mau jadi penerus bokap Lo Zi?" seru Frans.

"Iya bisa dibilang seperti itu tapi apa Anggie bakalan mau kalau nanti gue jadi Akmil dan gak jadi CEO kayak kebanyakan cewek."

"Lo terlalu banyak baca novel Zi makanya omongan lo terlalu drama," ledek Gio.

"Gue gak pernah baca novel kayak cewek aja," Zian sambil melempar bungkus rokok kepada Gio.

"Apa Anggie udah tahu perasaan lo sama dia?" Zian mengangguk.

"Terus apa jawaban Anggie?" tanya Samuel penasaran.

"Dia gak jawab apa-apa."

"Kalau begitu lo mending tanya Anggie sendiri gimana kemauan dia," Andre mencoba memberi ide.

"Boleh juga ide lo nanti gue coba buat tanya ke Anggie langsung."

Tanpa terasa kini bel pulang sekolah berbunyi semua siswa berhamburan keluar kelas. Zian yang sudah menunggu di parkiran menunggu Anggie keluar dan berharap kakaknya gak bisa jemput. Supaya dia bisa mengantarkan Anggie pulang.

Pucuk di cinta ulam pun tiba. Suasana sudah sepi Zian masih melihat Anggie di depan halte sekolah. Zian pun akhirnya mendekati Anggie dan bertanya. Mencoba bertanya apakah Anggie di jemput sang Abang atau tidak tapi Zian berharap tidak.

"Belum di jemput sama Abang lo?"

"Abang gak bisa jemput katanya ada acara di kampusnya."

"Terus lo pulang sama siapa?"

"Ini lagi nunggu taksi."

"Gak perlu biar gue yang antar aja. Kalau lo takut sekarang lo telepon Abang lo nanti biar gue yang ijin sama Abang lo buat anterin lo pulang."

"Gak perlu nanti gue ngerepotin Kakak."

"Gue gak pernah merasa di repotin sama lo jadi sekarang lo mending telepon Abang lo."

Akhirnya Anggie memberanikan buat menelpon Abangnya untuk meminta ijin.

"Assalamualaikum, dek ada apa? Udah pulang belum?"

"Waalaikumsalam Bang, ini ada yang mau bicara sama Abang."

Anggie langsung memberikan ponselnya kepada Zian.

"Assalamualaikum, bang. Ini aku Zian mau minta ijin boleh gak buat nganterin Anggie pulang karena sebenar lagi sore mana sudah gelap mau hujan."

"Waalaikumsalam, boleh tapi awas lo modusin adek gue. Gue cari lo!"

"Saya akan menjaga amanat dari Abang, terima kasih sebelumnya bang."

Setelah mendapat ijin dari Angga, Zian lalu ia memberikan helm kepada Anggie. Zian melihat kalau Anggie cukup kesusahan Zian langsung membantu Anggie memasang helm jarak antara mereka hanya beberapa lalu membantu naik ke atas motor. Perlakuan itu persis seperti yang dilakukan Angga.

1
Abah Pnd
pasti jatuh miskin anggoro
Queen: pantas ya buat seorang tukang selingkuh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!