Yumna tiba-tiba saja diculik oleh seseorang yang ternyata adalah kakak dari sahabat baiknya sendiri. Yumna lantas dikurung di villa milik Zayn, kakak dari sahabat baik Yumna, Zunia, yang baru saja meninggal karena sebuah kecelakaan mobil. Dan kenyataan bahwa ternyata Zayn sudah resmi menikahi Yumna membuat Yumna sangat syok.
Apa yang sebenarnya sudah terjadi? Kenapa Zayn ( kakak Zunia ) sampai menculik dan mengurung Yumna, bahkan sampai menikahi Yumna secara paksa? Dan ada rahasia apa sebenarnya dibalik kecelakaan yang sudah menewaskan Zunia itu?
Bahkan rahasia dari identitas Yumna yang sesungguhnya pun akhirnya diungkap secara mengejutkan oleh Zayn. Bagaimana Yumna menjalani takdir hidupnya yang tiba-tiba berubah drastis ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iin Nuryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10. Yumna Hilang
Seharian ini Yusuf disibukkan dengan urusan pekerjaannya. Tanpa diketahui oleh semua orang, ternyata Zayn dengan sengaja sedikit mempersulit Yusuf dalam hubungan kerja sama antara perusahaan mereka berdua. Itu kenapa Yusuf sangat sibuk dengan pekerjaannya di kantor sehingga Yusuf sampai lupa tidak menghubungi Yumna dan menanyakan tentang kabar adiknya itu.
Dan ketika Yusuf pulang ke rumah pada sore harinya, Yusuf begitu terkejut ketika mengetahui kalau Yumna ternyata belum pulang ke rumah juga sampai saat ini.
"Assalamu'alaikum," salam Yusuf seraya menghampiri Yasmin yang sedang duduk di sofa ruang keluarga saat ini dengan membaca majalah.
"Wa'alaikumsalam. Udah pulang kamu, Suf?" jawab salam Yasmin sekaligus bertanya.
"Udah, Bun," jawab Yusuf juga.
Yusuf kemudian meraih tangan kanan sang bunda dan menciumnya dengan takzim. Yusuf pun lalu mendudukkan dirinya di sebelah sang bunda.
"Loh kok kamu sendirian aja, Suf? Nana mana?" tanya Yasmin kemudian.
"Loh, emangnya Nana belum pulang ya, Bun?" tanya balik Yusuf dengan mengerutkan keningnya.
"Belum. Kan tadi pagi berangkatnya sama kamu, ya Bunda kirain pulangnya juga bakalan bareng sama kamu dong," jawab Yasmin
Yusuf seketika membulatkan kedua matanya karena merasa sangat terkejut.
"Bentar Bun, coba aku telepon Nana dulu," kata Yusuf.
Yusuf kemudian mengeluarkan ponselnya dan segera menghubungi nomor telepon Yumna.
Tut. Tut. Tut.
Panggilan telepon dari Yusuf tersambung, tetapi Yumna tidak kunjung mengangkat panggilan telepon dari Yusuf tersebut, bahkan sampai akhirnya panggilan telepon tersebut berakhir dengan sendirinya. Yusuf pun kemudian kembali mengulangi menghubungi nomor telepon Yumna.
"Gimana, Suf?" tanya Yasmin.
"Nyambung Bun, tapi nggak diangkat," jawab Yusuf, masih dengan menempelkan ponselnya di telinga kanannya.
Panggilan telepon dari Yusuf itu pun kembali berakhir dengan sendirinya. Yusuf pun lalu kembali mencoba menghubungi nomor telepon Yumna sekali lagi.
"Kok masih nggak diangkat juga ya, Bun?" tanya Yusuf bingung.
"Mungkin Nana lagi nggak pegang HPnya, Suf. Coba kamu telepon Wanda atau Vio. Siapa tau Nana lagi sama mereka," usul Yasmin kemudian.
"Iya, Bun," balas Yusuf mengiyakan.
Yusuf pun kemudian menghubungi nomor telepon Wanda.
📞 : Halo.
📞 : Halo, Wanda. Assalamu'alaikum.
📞 : Wa'alaikumsalam, Kak Yusuf. Ada apa, ya?
📞 : Wanda, Nana lagi sama kamu nggak?
📞 : Nana? Enggak kok, Kak. Seharian ini aku belum ngomong apalagi ketemu sama Nana. Bahkan WA aku dari tadi siang juga belum di-read sama Nana. Emangnya kenapa, Kak? Ada apa sama Nana?
📞 : Nana belum pulang juga sampai sekarang, Wan.
📞 : Apa? Kok bisa? Emangnya tadi Nana bilang dia mau pergi ke mana, Kak?
📞 : Tadi pagi Nana minta dianterin ke makamnya Zunia. Terus kakak lanjut berangkat ke kantor, Nana kakak tinggal di sana. Tapi ternyata sampai sekarang Nana masih belum pulang juga, Wan.
📞 : Astaga.
📞 : Wanda, kakak minta tolong sama kamu, ya. Tolong bantu tanyain ke teman-teman kalian yang lainnya, siapa tau ada yang tadi sempat ketemu atau bahkan tau di mana keberadaan Nana sekarang.
📞 : Iya Kak, nanti aku bantu tanyain ke teman-teman yang lainnya.
📞 : Oke, makasih banyak ya, Wan. Tolong segera hubungi kakak kalau kamu dapat kabar tentang Nana, ya.
📞 : Sama-sama, Kak. Iya, nanti aku pasti langsung hubungi Kak Yusuf kalau aku udah dapat kabar tentang Nana ya, Kak.
📞 : Makasih, Wanda. Assalamu'alaikum.
📞 : Wa'alaikumsalam, Kak.
Tut.
Yusuf mengakhiri panggilan teleponnya dengan Wanda.
"Gimana, Suf?" tanya Yasmin.
Yusuf menggelengkan kepalanya beberapa kali.
"Nana nggak sama Wanda, Bun. Bahkan kata Wanda dia seharian ini belum ngomong apalagi ketemu sama Nana," jawab Yusuf.
"Astaghfirullah hal adziim. Terus Nana sekarang ada di mana dong, Suf?" tanya Yasmin mulai panik.
"Bentar Bun, coba aku telepon Vio dulu, ya," ucap Yusuf.
Yusuf pun kemudian mencoba menghubungi nomor telepon Vio. Tetapi ternyata sama dengan Wanda tadi, Vio juga belum bertemu dengan Yumna seharian ini dan Vio juga tidak mengetahui di mana keberadaan Yumna saat ini.
Yasmin sudah semakin panik saat ini, begitu juga dengan Yusuf sendiri. Yasmin pun kemudian menghubungi nomor telepon suaminya, Malik, dan memberitahukan kepada Malik tentang Yumna yang belum juga pulang ke rumah sampai sekarang tersebut.
🌿🌿🌿
Sesuai dengan janjinya kepada Yusuf tadi, Wanda pun kemudian juga mencoba menghubungi nomor telepon beberapa orang teman kuliahnya. Tetapi sayangnya teman-teman yang ditelepon oleh Wanda juga mengatakan kalau mereka tidak bertemu ataupun berkomunikasi dengan Yumna seharian ini.
Wanda membuang nafasnya kasar. Wanda pun kemudian menghubungi nomor telepon Vio.
📞 : Halo, Wan.
📞 : Vi, Lo udah dapat kabar tentang keberadaan Nana sekarang belum?
📞 : Belum, Wan. Gue juga udah coba telepon teman-teman kita yang lain tadi, tapi hasilnya nihil.
📞 : Huft. Sama Vi, gue juga belum berhasil dapet kabar apa-apa ini.
📞 : Hmh, kita do'ain aja semoga Nana baik-baik aja ya, Wan.
📞 : Pasti itu, Vi. Mmm, tapi Vi --- ( Wanda menggantung ucapannya sendiri, sedikit ragu-ragu )
📞 : Kenapa, Wan?
📞 : Gue kok jadi kepikiran sama omongannya Dina waktu itu ya, Vi. Soal mitos persahabatan bertiga itu.
Vio terdiam sejenak. Wanda sudah mulai merasa semakin khawatir saat ini.
📞 : Kayaknya mitos itu emang beneran deh, Vi. Buktinya sekarang Nana hilang. Dan kita semua nggak tau di mana keberadaan Nana saat ini.
📞 : Hmm, udah dong, Wan. Jangan ngomongin yang enggak-enggak gitu. Jangan suka berpikiran yang negatif deh. Mending kita tetep berpikiran yang positif aja. Kita do'ain sama-sama ya, semoga di mana pun Nana berada saat ini dia selalu berada dalam keadaan baik-baik saja. Oke, Wan?
📞 : Hmh, iya deh, Vi.