NovelToon NovelToon
SISTEM IQ TAK TERBATAS

SISTEM IQ TAK TERBATAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Tommy Nugroho adalah siswa kelas 2 SMA yang harus tinggal kelas dan selalu menjadi bahan tertawaan karena nilai-nilainya yang hancur berantakan.

Kehidupannya yang menyedihkan dan penuh ejekan berubah drastis pada suatu malam ketika sebuah layar biru misterius muncul di kamarnya dan memberinya Sistem IQ Tak Terbatas.

Alih-alih memamerkan kejeniusan barunya yang kini mampu memecahkan masalah tersulit dalam hitungan detik, Tommy memilih untuk tetap berpura-pura menjadi murid bodoh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Teng! Teng! Teng!

Suara lonceng sekolah berbunyi nyaring memecah suasana pagi yang masih agak sejuk.

Suasana kelas sebelas IPS dua yang awalnya riuh seketika menjadi hening.

Wali kelas mereka, Bu Rina, melangkah masuk ke dalam ruangan dengan membawa setumpuk formulir.

"Selamat pagi semuanya, ibu punya pengumuman penting dari kepala sekolah," ucap Bu Rina di depan papan tulis.

Semua murid langsung duduk tegak dan menatap ke arah guru fisika yang terkenal tegas itu.

"Minggu depan, sekolah kita akan mengadakan seleksi Olimpiade Akademik tingkat kota," jelas Bu Rina sambil membagikan selebaran ke barisan depan.

"Setiap kelas diwajibkan untuk mengirimkan dua orang perwakilan untuk mengikuti tes kualifikasi."

Suara keluhan dan gumaman malas langsung terdengar dari penjuru kelas.

Bagi anak IPS dua yang rata-rata pemalas, mengikuti tes akademik adalah sebuah mimpi buruk.

"Nadin, sebagai juara kelas, kamu otomatis menjadi perwakilan pertama dari kelas kita," kata Bu Rina sambil menatap Nadin.

"Baik, Bu, saya siap," jawab Nadin dengan nada mantap dan percaya diri.

"Nah, sekarang kita butuh satu orang lagi untuk menjadi perwakilan kedua." Bu Rina mengedarkan pandangannya ke seluruh murid.

"Siapa yang bersedia maju?"

Hening.

Tidak ada satu pun murid yang berani mengangkat tangan mereka.

Semua orang menunduk, pura-pura sibuk membaca buku atau mencari pulpen yang jatuh ke lantai.

"Ayo, masa dari tiga puluh murid tidak ada satu pun yang punya inisiatif?" tegur Bu Rina mulai jengkel.

Di tengah keheningan itu, Bagas tiba-tiba mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi.

"Saya punya usul, Bu!" seru Bagas sambil tersenyum licik.

"Bagus, Bagas, kamu mau mengajukan diri?" tanya Bu Rina dengan sedikit terkejut.

"Oh, tentu bukan saya, Bu," jawab Bagas santai. "Saya usul Tommy saja yang mewakili kelas kita."

Pernyataan Bagas itu seketika membuat seisi kelas menahan tawa.

Beberapa murid bahkan menutup mulut mereka rapat-rapat agar tawanya tidak meledak.

Bu Rina mengerutkan keningnya dan menatap Bagas dengan tajam.

"Jangan bercanda kamu, Bagas," tegur Bu Rina.

"Kamu tahu sendiri nilai Tommy adalah yang paling rendah di kelas ini."

"Justru itu alasannya, Bu," bantah Bagas sambil berdiri dari kursinya dengan gaya sok pahlawan.

"Kalau Tommy terus-terusan diam di pojokan, dia tidak akan pernah berkembang."

Reno yang duduk di sebelah Bagas langsung ikut menimpali.

"Benar kata Bagas, Bu, hitung-hitung melatih mental Tommy biar gak jadi pecundang terus," sahut Reno.

"Lagian ini kan baru seleksi tingkat sekolah, kalah juga tidak masalah kan, Bu?" tambah Bagas dengan senyum mengejek.

Seisi kelas akhirnya tidak bisa lagi menahan tawa mereka.

"Iya, Bu, setuju! Tommy aja yang maju!" teriak murid-murid lain bersahutan.

Nadin menoleh ke arah belakang dan menatap tajam ke arah Bagas.

"Lo pada jangan keterlaluan deh, ini kompetisi bawa nama kelas," ucap Nadin membela secara tidak langsung.

"Kalau dia maju dan nilainya nol besar, satu kelas yang bakal nanggung malu!"

"Udahlah, Din, biarin aja si Tommy unjuk gigi sekali-kali," balas Bagas tidak peduli.

Tommy yang duduk di bangku paling belakang hanya menundukkan kepalanya dalam-dalam.

Ia meremas ujung seragamnya, berakting seolah-olah ia sedang sangat ketakutan dan panik.

"Tapi saya bodoh, Bu," ucap Tommy dengan suara bergetar yang dibuat-buat.

"Saya pasti tidak bisa mengerjakan satu pun soal ujiannya nanti."

Bagas berjalan mendekati meja Tommy dan menepuk pundaknya dengan keras.

"Tenang aja, Tom, kita semua bakal dukung lo kok dari belakang," ucap Bagas berbisik.

"Dukung buat ngetawain lo pas lo nangis di depan panggung nanti," lanjut Bagas dengan suara sangat pelan yang hanya bisa didengar Tommy.

Bu Rina tampak sangat ragu melihat situasi tersebut.

Tetapi melihat tidak ada murid lain yang mau mengajukan diri, dan tenggat waktu pendaftaran yang mepet, ia akhirnya menghela napas pasrah.

"Baiklah, karena satu kelas sepakat menunjukmu, ibu harap kamu bisa berpartisipasi dengan baik, Tommy," putus Bu Rina akhirnya.

"Namamu akan ibu masukkan ke dalam daftar perwakilan kelas bersama Nadin."

"Baik, Bu," jawab Tommy pelan dengan kepala tertunduk.

Di balik wajah menunduknya itu, Tommy tersenyum sangat tipis dan dingin.

"Kau pikir bisa mempermalukanku di depan umum, Bagas?" batin Tommy meremehkan.

"Kau baru saja memberiku tiket gratis untuk menghancurkan kalian semua."

Kringgg!

Pelajaran pun dilanjutkan seperti biasa setelah pengumuman tersebut selesai.

Dito yang duduk di depan Tommy diam-diam menyelipkan secarik kertas ke belakang.

Tommy membuka gulungan kertas kecil itu dan membacanya.

"Kamu yakin tidak apa-apa, Tom? Mereka sengaja ingin mempermalukanmu."

Itulah tulisan tangan Dito yang rapi di atas kertas tersebut.

Tommy mengambil pulpennya dan menulis balasan singkat sebelum melemparkannya kembali ke meja Dito.

"Tonton saja pertunjukannya nanti."

Dito menelan ludah membaca balasan singkat penuh percaya diri dari Tommy itu.

Anak berkacamata itu perlahan mulai menyadari bahwa Tommy sedang menyusun sebuah rencana yang sangat besar.

1
Adelina Lin
thor, buat Clarissa dan keluarganya juga prof. handoko dipermalukan diacara Olimpiade, dan titel juara Clarissa di cabut, karena dia memenangkan oliampide yang dulu pun tidak jujur.
Wega Luna
kadang lelucon konyol selain untuk menghibur bisa jadi pisau bermata dua,aku sering memakai lelucon konyol untuk membungkam orang tua wali murid yang gengsinya gede ,teman yang sok pamer atau sok pintar, atau orang yg ngerasa dirinya itu spesial,,,🤣🤣🤣🤣
Nissa Safira: WKWKWK KAKAK INI SENIORNYA TOMMY SIH😂🤣
Bener banget kak, saya setuju banget sih!
Lelucon konyol itu senjata paling ampuh buat ngadepin orang yang gengsinya selangit. Kalau kita ladenin serius, kita capek. Kalau kita bales pakai joke receh tapi logikanya nusuk, yang gengsi gede itu yang malah keliatan bodoh sendiri.
Tommy itu emang saya inspirasikan dari orang-orang kayak kakak ini kak, yang di luar keliatan cengengesan, tapi otaknya muter cepet buat ngebalikin analogi lawan😎🔥
total 1 replies
Wega Luna
secangkir kopi untuk Tommy👍👍👍
Wega Luna: gas ,,,,aku jadi penasaran🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣100 tom ,,,,👍
Night Watcher
ini outhor yg baik dan berfikiran maju, mau menerima kritik sekalipun pedas dgn lapang hati.
lanjut thor, tak sukreb deh outhor yg begini.
Nissa Safira: Waaaah makasih banyak kak 😭🙏
Seneng banget. Soalnya buat saya, pembaca yang mau komen pedes jujur itu berharga banget kak.
Kritik pedesnya kakak yang bikin novel ini bisa maju. Jadi jangan kapok komen pedes lagi ya kak!🥰🙏🙏
total 1 replies
Night Watcher
di bab² olympiade ini jujur sangat gak masuk akal, jd bikin bosen.
ini ajang olympiade, kenapa sempat terjadi perdebatan antara 2 peserta yg satu regu mewakili satu sekolah, tentang cara menjawab pertanyaan. ditambah setiap ahir jawapan ada kata "pak" dr tomi.
ini lebih cocok kalo di ajang diskusi di kelas.
Nissa Safira: Wah makasih banget kak udah jujur, ini masukan paling berharga buat saya 🙏
Bener kak, saya akui bab olimpiade ini memang agak maksa. Harusnya kan cerdas-cepat, Teng! Jawab! Teng! Jawab selesai, bukan malah debat satu regu di atas panggung 😅
Jujur niat saya pengen nunjukin kocaknya Tommy, tapi saya kebablasan naruh dramanya di tengah lomba, jadinya kesannya kayak diskusi kelas, bukan olimpiade kota. Maaf ya kak bikin bosen🙏🙏🙏
Makasih udah diingetin kak🤝🙏
total 1 replies
Night Watcher
mana ada diacara beginian peserta sempet bercakap² soal kecepatan ngitung...
Nissa Safira: HAHAHA bener banget kak 😅🙏
Iya kak kalau di olimpiade beneran mah, jangankan ngobrol, napas aja harus dihemat ya kak, waktunya mepet banget.
Itu aku sengaja lebay-in dikit kak biar dramanya dapet. Soalnya kalau aku tulis realnya:
Teng! Jawaban 8,55 jam. Benar.
Udah gitu doang, kan kempes kak gak ada greget keselnya si Leo 😂
Anggep aja itu adegan slow-motion ala film kak, di dunia nyata cuma 2 detik, tapi di novel aku lambatin biar pembaca bisa ngerasain Nadin yang otaknya udah mau meledak denger alesan ngawur Tommy.
Makasih koreksinya kak🤝🙏🙏
total 1 replies
Night Watcher
45 kyknya bukan ukuran kecil utk standar kaki org indo deh...
logis dikit kelesss..😇😇
Night Watcher
awas, ntar kepalanya melayang sendiri..🤭🤭🤭
Night Watcher
kok kakak kelas? kan sama² kls 12?
Night Watcher
tadi pas bell masuk, listrik padam. jd utk belnya mukul velg mobil yg digantung..🤭🤭🤭
Nissa Safira: WKWKWK IDE BAGUS KAK🤣🤣🤣
Kringgg! = bel listrik normal
Teng! Teng! Teng! = pas listrik padam, Pak Satpam mukul velg mobil yang digantung di pos satpam pake kunci inggris 😂
Makasih kak idenya! Mulai bab besok kalau ada tulisan Teng Teng Teng berarti di sekolah lagi mati lampu ya kak! Detailnya dapet banget!🤣🤣🤣
total 1 replies
Night Watcher
kadang "kringgg" kadang "teng tenggg"..🤭🤭
Nissa Safira: HAHAHA ketahuan deh 🤣 kamu udah jeli banget sih kak🤣🤣
Iya kak, itu aku yang typo pas nulis kebut-kebutan, kadang bel listrik tulisnya Kringgg! kadang bel manual tulisnya Teng Teng Teng! niatnya mau bedain bel kelas sama bel upacara, tapi malah jadi bikin bingung ya kak.
Makasih udah diingetin kak😅😅
total 1 replies
Night Watcher
duh... sayang banget, sistemnya masih manual.. gak matic ehh gak otomatis terpasang..🤭🤭
Nissa Safira: HAHAHA Iya kak, sengaja aku bikin sistemnya manual, gak matic🤣🤣
Kalau otomatis kepasang terus, Tommy jadi OP gak ada obat kak, 1 detik langsung dewa hacker. Gak seru dong, musuhnya belum sempet napas udah kalah😅
Jadi di novel ini sistemnya kayak alat tukang kak, dipasang kalau dibutuhin aja. Contohnya pas di warnet Berkah Net itu, dia aktifin Kriptografi Dasar dulu baru otaknya ngebut. Kalau dia lagi di kelas pura-pura bodoh, skillnya dia matiin biar akting begonya natural 100%.
Makanya Tommy harus mikir dulu "aku butuh skill apa nih buat lawan musuh ini?" bukan sistem yang mikirin buat dia. Biar kesannya dia yang ngendaliin sistem, bukan sistem yang ngendaliin dia💪🙏🙏
total 1 replies
Wega Luna
jujur otak aku emang GK ber-IQ 140 tapi pura pura bodoh itu keahlian ku🤣🤣🤣🤣🤣,jadi tahu mana yg bener bener baik atau gk🤣🤣🤣🤣lebih suka praktek langsung daripada teori, lanjutkan tom ,,,aku mendukungmu👍🤣🤣
Nissa Safira: HAHAHA kak ini komen paling jujur se-Indonesia! 🤣🤣🤣
Setuju banget kak, pura-pura bodoh itu skill dewa tau! Soalnya pas kita pura-pura bego, baru keliatan mana temen yang beneran baik kayak Nadin, mana yang toxic kayak Clarissa.
Tommy juga gitu kak, dia IQ 140 tapi sengaja jadi peringkat 31 biar bisa ngamatin semua. Orang pinter teori banyak, tapi yang jago praktek langsung di lapangan kayak kakak & Tommy itu yang paling bahaya 😎🙏🤣🤣
total 1 replies
Rifqy Channel
saya memohon kakak untuk bisa di publik Tommy itu supaya gak pura-pura bodoh lagi. biarkan untuk segera diungkapkan dan ikut serta Olimpiade dan juga ubah pura-pura nya. aku udah bosen kalo pura-pura terus. saya mau Tommy segera di ungkap aslinya😭🙏😭
Nissa Safira: Halo kak, terima kasih banyak udah baca sampai sejauh ini dan kasih masukan jujur! 🙏
Aku paham banget rasa bosennya kalau Tommy pura-pura terus. Justru itu yang mau aku bangun kak.
Kalau dia diungkap sekarang pas IQ 117, efeknya cuma "oh pinter". Tapi kalau dia diungkap nanti pas IQ 150+ di depan ribuan orang di Olimpiade kota, efeknya bakal "GILA MERINDING".
Aku lagi nabung rasa sakit hatinya biar nanti pas payback rasanya 10x lebih puas. Sabar sedikit lagi ya kak, panggung kota sudah dekat. Topengnya akan retak di sana🤣🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!