NovelToon NovelToon
Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Ruang Ajaib
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Queen Fitria

Li Zie seorang dokter dari abad 21 justru mengalami kecelakaan, dan jiwanya justru berteransmigrasi ke tubuh seorang wanita lemah di jaman kuno.

Li Zie pun berniat membalas penderitaan wanita yang namanya juga sama, Li Zie. Ia pun menjadi tabib di sana dan fokusnya hanya mengumpulkan harta, ia juga memiliki ruang dimensi, Li Zie menyembunyikan identitasnya dengan sangat rapi.

Tapi bagai mana jadinya jika ketenangan itu hanya sesaat, karena pria yang berkuasa di dinasti Xuan. Yaitu Kaisar Xuan Long justru mengetahui identitas aslinya.

Seperti apa kelanjutannya? yuk mampir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25

"A-air... air..." Li Zie mulai berakting kesurupan ringan. Tangannya yang pucat meraba-raba udara, sengaja tangannya menyenggol wadah air cuci muka yang kotor dan kehitam-hitaman bekas arang, hingga tumpah tepat ke hanfu sutra baru milik Li Mei.

"AAAAAAKKKK! BAJU MAHALKU!" jerit Li Mei histeris. Bau air basi itu kini menempel di bajunya yang cantik.

Li Zie kembali pingsan dengan posisi kepala miring ke samping, menyembunyikan seringai puas di balik selimutnya. Dan berkata lirih, "Maaf... Mei-er... tanganku... tidak bertenaga..."

Li Mei menghentakkan kakinya dengan geram, lalu berkata dengan kejam, "Dasar pembawa sial! Kau akan membusuk di sini sendirian!"

Li Mei lari keluar sambil memegangi gaunnya yang basah kuyup, meninggalkan aroma amarah di ruangan itu.

Begitu pintu tertutup, Li Zie langsung duduk tegak. Ia menghapus bedak putih di wajahnya dengan kasar. Li Zie melirik Ji Yu yang masih mendengkur.

"Ji Yu! Dasar kerbau! "Li Zie menguap lebar, sama sekali tidak peduli dengan teriakan melengking Li Mei yang masih lamat-lamat terdengar dari kejauhan. Baginya, drama adik tirinya itu lebih tidak berguna daripada ampas obat.

Li Zie menarik selimut bulu rubah putihnya hasil 'rampasan' dari si pengawal Feng hingga menutupi hidung. Bulunya lembut, hangat, dan beraroma maskulin yang samar, sangat kontras dengan ranjang reotnya yang sesekali berderit protes.

"Cih, cuma hanfu murahan begitu saja nangisnya sampai ke langit ketujuh," gerutu Li Zie sambil membenarkan posisi bantalnya yang keras.

 "Dia belum tahu saja kalau harga jubah bulu rubah ini bisa membeli satu toko kain di pasar pusat, " gumam Li Zie sombong, padahal jubah buku rubah itu hasil rampasan, sedangkan Feng masih belum rela.

Matanya melirik ke arah Ji Yu yang masih mendengkur di kursi bambu reor dekat ranjangnya. Pelayan setianya itu benar-benar berbakti dalam urusan tidur.

Meskipun tangan Ji Yu terluka setelah pertarungan semalam, dan sempat terkena amukan Li Me, si murid satu ini tampaknya punya ilmu kebal terhadap suara bising.

"Tidur nyenyak sekali kau, Bocah. Guru capek habis jadi kakek-kakek semalaman, eh malah kamu yang setor dengkur," gumamnya lagi dengan nada malas.

 Sebelum tidur Li Zie membayangkan wajah Pangeran es itu yang ia obati racun esnya. Ketampanannya sedikit menggoyahkan obsesinya terhadap emas.

"Dasar kulkas berjalan. Kalau bukan karena koin emasmu, aku malas berurusan dengan racun es yang bikin beku itu," batinnya sambil terkekeh kecil.

Bayangan wajah kakek petapa dengan janggut ekor kuda yang ia perankan semalam melintas di benaknya. Benar-benar penyamaran yang jenius.

 Li Zie kembali meringkuk. Persetan dengan Menteri Li, persetan dengan ibu tirinya yang licik, atau paviliun mewah yang harusnya ia tempati. Saat ini, hanya selimut bulu rubah dan mimpi indah yang ia butuhkan.

"Dunia bisa kiamat besok, tapi siang ini... Tabib Agung mau hibernasi dulu."

Li Zie memejamkan mata, membiarkan kehangatan energi spiritual membawanya ke alam bawah sadar, tepat saat suara derap langkah kaki beberapa pengawal terdengar mendekati paviliun reotnya.

Baru saja Li Zie akan memejamkan mata sepenuhnya, pendengarannya yang tajam menangkap suara langkah kaki yang berat dan kasar. Bukan langkah gemulai pelayan, melainkan derap sepatu bot militer.

BRAAKK!

Pintu kayu paviliun yang memang sudah reot itu ditendang hingga hampir terlepas dari engselnya.

"Bangun, dasar Putri Pembawa Sial!" teriak seorang pengawal bertubuh besar, utusan dari selir menteri.

Dengan kecepatan kilat yang tak tertangkap mata manusia biasa, Li Zie menyentuh selimut bulu rubahnya.

Wush!

Dalam sekejap mata, selimut mewah itu lenyap, tersimpan aman di ruang dimensinya. Li Zie langsung berguling, menutupi tubuhnya dengan kain rami tipis yang kasar, lalu mengatur napasnya menjadi pendek-pendek, persis orang yang sedang di ambang maut.

Si pengawal yang merasa diabaikan itu menggeram. Ia melangkah maju dan menendang ranjang kayu Li Zie dengan keras.

DUAK!

Ranjang itu berderit memilukan, hampir roboh. Li Zie terbatuk-batuk kecil, aktingnya sebagai putri sekarat benar-benar kelas Oscar. Namun, di balik kelopak matanya yang terpejam, ia menyeringai licik.

Kakinya yang tersembunyi di balik kain diam-diam bergerak. Dengan satu sentakan presisi, ia menendang tongkatnya hingga mengenai kursi bambu di dekatnya di mana Ji Yu yang masih saja terlelap.

Brak!

Tingkat itu menghantam tulang kering Ji Yu tepat sasaran.

"SIAPA?! yang berani-beraninya mengganggu ku?!" Ji Yu melonjak kaget. Insting seorang pengawal hasil didikan keras Li Zie langsung bangkit. Tangannya sudah membentuk cakar, siap mematahkan leher siapapun yang mengganggunya. Matanya berkilat tajam, memancarkan aura membunuh yang dingin.

Si pengawal menteri sempat tersentak mundur, merasa bulu kuduknya berdiri melihat tatapan Ji Yu.

Maaf ya kemarin author sibuk banget, terimakasih hadiahnya dan komentar nya.

1
ilensya
aku ga sabar soalnya😄🙏
Fitria: Author baru up, kak. Kemarin lagi sibuk banget soalnya
total 1 replies
ilensya
mana ya lanjutan nya
ilensya
lanjut dong thor jangan lama2 up nya
ilensya
pencuri handal
ilensya
makan terus si li zie, epek bertahun-tahun cuma dikasi tajin encer🥲
ilensya
kapok lu
ilensya
rasakan kau
ilensya
💪💪💪
ilensya
ji yu 🤣
ilensya
haha gatau aja kamu,, dia sekarang juragan emas🤣
ilensya
jangan harap jubah itu kembali feng
Fitria: Makasih udah mampir, Kak.
total 1 replies
ilensya
🤣🤣🤣
ilensya
gahabis pikir aku sama si li zie
ilensya
haha mengerikan
ilensya
li zie hebat banget
ilensya
💪
ilensya
makin seru
ilensya
jadi orkay li zie
ilensya
💪💪💪
ilensya
🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!