NovelToon NovelToon
Gadis Pembawa Lentera

Gadis Pembawa Lentera

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Cintamanis / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:389
Nilai: 5
Nama Author: Novita Tory

Time travel seorang gadis yang terpeleset di acara festival lampion kampus.
Karya Fantasi kedua setelah Petualangan Mayanza, semoga berkenan di baca tiap episode nya... 🤍😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita Tory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tertipu

"Aku yang bilang!" kataku berdiri.

Pangeran Fang mengelap mulutnya dengan saputangan.

Aku merebut dari tangannya, itu saputangan sulamanku.

Pangeran Fang meraih tanganku mengambil saputangan itu, "jangan berpikiran yang tidak-tidak, aku mau istirahat" katanya.

"Kau boleh tidur di kasur bagian dalam, dan aku diluar, atau kalau kau tidak mau kau bisa tidur di lantai" Pangeran Fang memberikan perintah yang tidak menguntungkan.

Sepertinya dia benar-benar tidak mencintaiku, kupikir dia bilang jatuh cinta itu arti sebenarnya ternyata permainan kerajaan, mungkin jika Putri Ang menjadi Permaisuri akan berbeda cerita.

Aku mengeleng-gelengkan kepala sendiri.

"Apa yang kau lamunkan lagi", kata Pangeran Fang melihatku dia sudah berbaring di tempatnya.

Aku memilih naik ke kasur, Pangeran Fang terkejut, pasti dia tidak menyangka Xiu Ren begini, dia pasti pikir Xiu Ren tidur di lantai.

Aku duduk di bagian dalam kasur, "Fang, kita beri batasan, aku tidur di sisi dalam tapi jangan sampai melewati batasku, jangan sampai bersentuhan" kataku.

Pangeran Fang membelakangiku, dia tidak perduli dan tidur.

Jantungku berdetak tidak karuan, tidak masalah pasti aku bangun kembali ke duniaku.

Aku yang plin-plan sesaat ingin bertahan dengan kemewahan sekejap ingin pulang.

Aku terbangun tengah malam, aku baru sadar aku memonopoli selimut.

Kaki Pangeran Fang terbuka, ternyata kakinya benar-benar kena panah dan terluka, luka bekas di kakinya sangat besar, sampai aku tidak menyadarinya.

beberapa kali malah aku menginjak kaki yang sama, aku merasa bersalah.

Aku menyelimuti tubuh Pangeran Fang dengan selimut, karena udara malam sangat dingin.

Aku melanjutkan tidur.

**

Aku terbangun,

ternyata Pangeran Fang sudah tidak ada di kamar.

Aku berjalan-jalan di halaman, muncul rasa bosan.

Aku pergi menyelinap sendirian keluar istana.

melewati gerbang istana aku berbalik.

Rasanya bangunan ini aku kenal, mirip seperti gerbang kampus.

apakah kampusku bangunan kuno istana?

Aku baru ingat, pekan depan akan diadakan Festival lentera, mungkin aku akan kembali.

Aku pergi ke kediaman Liu San, pengawal bilang, "Tuan Liu Ren dan Liu San keluar kota"

Aku sudah jauh  berjalan kaki, berakhir sia-sia.

Aku mampir di sebuah kedai, tidak ada juga yang mengenalku.

Memesan satu bakcang dan air minum, aku menoleh ke samping aku tidak sadar itu Pangeran Fang, Pengawal dan Seorang Pemuda yang tidak kukenal mengenakan baju biru.

Aku menguping pembicaraan mereka.

"Jadi tunanganmu itu kau tinggal sendirian?" kata Pemuda baju Biru.

"Biarkan saja, dia memang begitu betah dirumah" kata Pangeran Fang.

"Ajaklah sesekali dia jalan-jalan mungkin dia suka jalan-jalan" kata Pemuda baju Biru.

Aku setuju ucapanmu Pemuda baju Biru.

"Untuk apa, nanti dia pikir aku benar-benar suka padanya" kata Pangeran Fang.

Sudah kuduga, dia berbohong jatuh cinta padaku, semua akal-akalan jahat Pangeran Fang.

aku sudah tertipu, tertular bodoh Xiu Ren.

"Kalau kau tidak suka kenapa di teruskan" kata Pemuda baju Biru.

"Kupikir hanya dia yang patuh dari ketiga wanita itu, walaupun aslinya tidak sepatuh itu" kata Pangeran Fang menggeleng kepala.

"Baiklah, aku bernagkat dulu melaksanakan misi kita, akan kuselidiki lumbung padi kementrian pertanian" bisik Pemuda berbaju Biru itu masih dapat kudengar.

Aku juga ikut pergi, lama-lama aku mendengar pembicaraan mereka aku bakalan ketahuan.

Sepertinya aku tersesat, gawat...jalan mana ke Istana tadi.

Aku berusaha menghapal jalan.

**

"Pulang!" tanganku di tarik paksa.

Pangeran Fang meraih pergelangan tanganku menarik dengan erat, wajahnya menatapku dengan kesal.

"Lepaskan!aku bisa jalan sendiri", kataku menatapnya mendongak karena Pangeran Fang lebih tinggi dari aku.

"Untuk apa di taman ini main ayunan sampai malam?kau mau mati disini" Pangeran Fang marah.

Pengawal sempat menepuk bahu Pangeran Fang.

"Kau tidak bertanya aku bisa sampai malam di sini?" kataku menatapnya, mataku berair tapi tidak kubiarkan menangis.

Pangeran Fang menggertak kan rahangnya telinganya merah, tatapannya dingin menahan amarahnya.

Aku naik ke kuda pengawal.

"Kau salah naik kuda" kata Pangeran Fang.

Aku juga tidak sudi menunggangi kuda yang sama dengannya.

"Biarkan saja Pangeran" kata Pengawal.

"Urus dia!" kata Pangeran Fang, dia menaiki kuda berangkat lebih dulu.

Aku benci kamu Pangeran Fang! umpatku dalam hati.

"Putri Xiu Ren, ijinkan saya menuntun pulang" kata Pengawal menuntun kuda dari depan berjalan kaki.

"Putri Xiu Ren...Maafkan Pangeran Fang, dia marah mencari anda di istana, dia hanya mengkhawatirkan keselamatan anda" kata Pengawal Pribadi Pangeran Fang.

"Kau tidak perlu meminta maaf untuknya, aku sudah terbiasa dia bentak-bentak" kataku.

"Jika Putri tidak keberatan, jika keluar istana, tolong beri tau dayang tujuan tuan Putri" kata Pengawal.

"Aku tadi hanya tersesat, hanya taman itu yang aku ingat.

Baiklah, besok katakan pada tuanmu aku mau ke kediaman orang tuaku" kataku, aku turun dari kuda dan langsung pergi mandi.

Pangeran Fang tidak ada di kediaman, mungkin pergi lagi ke tempat lain di Istana.

Aku tidur duluan, tidak makan.

Aku dengar Pangeran Fang berusaha membangunkanku, aku berpura-pura tidur.

Hari sudah pagi

Setelah rapi aku ke depan kediaman untuk sarapan, Pangeran Fang sudah menunggu di dampingi pengawal.

Aku menggunakan baju putih bercorak merah, mirip dengan baju tradisional yang pernah kupakai pertama kali bertemu Pangeran Fang.

"Rapi sekali" katanya sambil menungguku makan.

Aku hanya diam, Pangeran Fang memperhatikan wajahku.

Aku hanya asik makan nasiku, kadang memalingkan majah ke arah lain.

"Pengawal duduklah makan bersama kami, jangan hanya berdiri disitu" kataku.

"Putri, hamba sudah makan" kata Pengawal

"Jangan panggil aku Putri panggil saja aku Xiu Ren, aku tidak biasa di panggil begitu" kataku

pengawal menunduk melirik Pangeran Fang.

Pangeran Fang hanya terus diam memandangiku, sehingga udara dingin terasa menjadi panas.

Beruntung makanku cepat selesai dan Pangeran Fang juga selesai.

Aku merapikan makanan dan memanggil dayang membantuku mengangkat piring.

"Hari ini aku akan menemani Raja ke wilayah selatan, pulang malam. Tinggallah dengan baik di istana" katanya.

"Pengawal katakan pada tuanmu, hari ini aku pergi ke orang tuaku mungkin akan tinggal selama seminggu" kataku.

Pengawal serba salah, "Pangeran..." kata Pengawal.

"Aku sudah dengar," kata Pangeran Fang mengangkat lengannya mencegah Pengawal bicara.

"Baik, kalau itu keinginan Pembawa Lentera, katakan Ziu, dia  hanya kuberi ijin hari ini menginap besok harus kembali kalau tidak kujemput paksa" Kata Pangeran Fang pada pengawalnya yang ternyata bernama Ziu.

Aku mengangguk memberi hormat.

Meninggalkan Pangeran Fang ke kediaman untuk bersiap-siap.

Tas barang-barangku siap, aku keluar pintu kamar.

Hampir saja aku menabrak Pangeran Fang yang akan masuk.

"Kuantar, sampai kediaman mentri" katanya.

Aku hanya diam berlalu, menuju kereta yang mengantarku ke kediaman orang tuaku.

Di dalam kereta aku membuka jendela, memandangi pemandangan luar.

Pangeran Fang di hadapanku melihatku tanpa bicara.

Beberapa kali dia menghela nafas.

Kereta tiba di kediaman orang tuaku, aku turun...

Pangeran Fang menawarkan tangannya membantuku turun.

Tapi aku mengenggam erat tasku dengan dua tangan.

Aku turun hampir terjatuh, beruntung Pangeran Fang memegang pinggangku dengan tangannya.

"Jangan keras kepala" katanya, dengan jarak wajah yang sangat dekat.

Aku segera menegakkan tubuhku, tidak mengucapkan sepatak kata apapun berlari masuk kediaman orang tuaku.

**Bersambung...

1
Novita Tory
Sampai saat ini berharap happy ending
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!