Al berusaha keras untuk terus menempa kemampuannya Fokus pada karirnya nya adalah impian nya Setelah terbuang dari pernikahan hasil perjodohan pamannya Yang membuatnya menutup diri .Sampai ia bisa menjadi sukses Banyak wanita yang tergila gila padanya Namun tak membuat Al tergoda Akan kan Al bisa jatuh cinta lagi Setelah merasa kecewa di sang istri
Bee teman Al satu profesi Yang diam diam slalu mengagumi Al Slalu saja memberi kan motivasi dan dorongan Berharap suatu hari nanti Al menganggapnya orang yang berarti Tapi Al hanya menganggap Bee sahabat terbaik nya Akan kah Bee bisa tulus menerima persahabatan mereka Atau Al juga menaruh hati padanya baca di sini ya .... ....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hidayati Yuyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10 Hampa
Al pulang dengan perasaan hampa lalu masuk rumah bengkel dan menguncinya
Lalu masuk kekamar dan berbaring di ranjang dengan perasan galau dan kecewa
" Apa gagal ?" kata Iwan
" Lebih parah wan dia tak mengakui aku suaminya Dan malah berciuman dengan pria lain " Kata Al
" Astaga wanita macam apa seperti itu " kata Iwan duduk di atas tempat tidurnya
" Entah lah mungkin benar kata mu Dulu dia mau menikahi ku karna harta saja Setelah tahu aku miskin dia membuang ku seperti sampah " kata Al lirih
" Derita mu Al, ya sudah lah untuk apa di sesali mungkin nasibmu belum beruntung bro sama kaya gue , tahu gue miskin Rara langsung balik haluan .Mana mau dia tinggal di gubuk reyot begini " kata Iwan yang ikut sedih kalo teman nya itu Sekarang sedang di landa kecewa
Mungkin kalo seperti iwan yang hanya pacaran tak akan jadi masalah Tapi Al yang sudah menikah tiga bulan Tapi pernikahan mereka hanya seumur jagung
Dan ikatan itu tak berarti apa apa bagi seorang Evelyn
" Sudah Al ngak usah di pikirkan lho fokus saja pada karier lho " kata Iwan
" Ya wan mungkin ini nasib gue Dan besok aku akan urus semuanya biar cepat selesai Dan selesai tugas Aku akan fokus kuliah lagi " kata Al
" Apa lho mau kuliah lagi ? " kata Iwan
" Ya wan ambil spesialis " Kata Al Yang harus cepat mengambil keputusan Karna tak ingin membuang buang waktu Dan larut dalam kesedihan yang tak pasti
" Bagus lah bro semangat lah " Kata Iwan menatap Al dengan rasa iba Kalo teman nya itu pasti sangat sedih Namun ia percaya Al pasti kuat dan bisa sukses
*********
Paginya Al sudah bangun dan sholat lalu ia bersiap siap berangkat kerja .Begitu juga Iwan yang sudah siap membuka bengkelnya
" Wan .... ni duit buat pegangan lho Takut gue hari ini ngak pulang Tadi Deni bilang pasien makin banyak " kata Al yang juga bingung padahal ia harus menyelesai kan masa magangnya
" Pegang lho aja Al , tuh bumbu dapur buat apa sudah gue beli tuh di dapur " kata Iwan mengingatkan Al
" Buat herbal takut lho terpapar virus rebus tuh herbal Bila nanti lho ngak enak badan " Kata Al Karna sekarang di seluruh kota sudah mulai ada penetapan protokol baru Yang membuat Al juga ekstra berhati hati dalam bekerja
" Ya bro " kata Iwan
" Simpan tuh duit , jaga jaga buat beli makanan . Kalo lho ngak punya pelanggan paling tidak masih ada buat makan " kata Al Yang tak mungkin melihat teman nya itu susah Sedangkan dirinya sedang ketiban rezeki nomplok
" Gue berangkat nya wan " Kata Al
" Ya hati hati " kata Iwan yang melihat Al membawa tas ransel . Membawa beberapa pakaian nya takut tak bisa pulang kerumah karna di persulit keluar masuk rumah sakit
Al pun berangkat menyusuri jalan yang mulai sepi akibat penyebaran virus covid Semua jalan ditutup dan di batasi kecuali jalan tikus Tapi Al sempat mampir ke pengadilan agama Untuk mengurus surat perceraian nya Karna itu lebih baik dari pada ia menunda dan menggantung Evelyn Lalu Al pergi ke pasar glodok Untuk membeli peralatan medis akupuntur seperti moksa jarum akupuntur .kap bekam dan juga kebutuhan medis lainya .Agar ia punya persiapan bila benar benar covid merajalela Karna seminggu ini saja virus covid itu sudah membuat semua orang panik. Dan untungnya pagi ini Al tak perlu antri lama di toko herbal
Al juga membeli vitamin c dalam dosis kapsul Yang lumayan banyak untuk persiapannya juga beberapa botol madu dan kurma untuk daya tahan tubuh .
Setelah selesai Al langsung ke rumah sakit Karna jadwalnya jam 9 Jadi ia masih sempat mempersiapkan semuanya
" Al apa kamu baru datang?" kata dokter Susan melihat Al di lorong
" Ya dok bagaimana ?" kata Al
" Pasien yang di tangani dokter Andi banyak yang koit Dua hari ini sudah 6 orang meninggal " Kata dokter Susan .
" Ya dok saya tahu, Deni sudah mengabarinya tadi pagi " kata Al
" Ya hati hati bekerja dan pasang APD mu Penyakit ini makin parah karna virusnya makin cepat menyebar " Kata dokter Susan
" Ya dok , ya tahu itu " Kata Al menarik nafas dalam
" Baguslah dan ingat jangan lupa pasang masker dobel " Kata dokter Susan
" Ya dok siap" kata Al yang lalu menuju ruangannya Dan melihat beberapa dokter sudah mulai panik dan mengunakan seragam plastik itu .Padahal bukan nya enak memakai APD Tapi malah hawanya makin membuat mereka gerah .
Al masuk ruangan nya Dan menyimpan tas perlengkapan. Ia menaruh semuanya di pojok lemari agar tak tersentuh Dan tak terlihat para dokter lain
Clek .......
" Al ayo pasien kita ada yang sekarat " kata Deni membuka pintu ruangan Al
" Ya lho duluan " kata Al yang lebih dulu meminum madu dan vitamin Agar tak lemas untuk mood booster nya .
" Ok aku tunggu " kata Deni menutup pintu
Setelah siap Al bergegas melihat pergi ke bangsal umum tempat mereka bertugas Dan mendekati Deni yang sedang memeriksa pasien .
" Den .... Pasien kita di tambah" kata Al
" Ya kemaren sudah pulang dua Tapi mereka menambah kan 6 orang lagi Padahal jatah kita hanya 10 malah bertambah 15 " Kata Deni Dengan wajah masam
" Sial..... apa karna kita anak bawang " gerutu Al pelan
" Shut ...... mereka kaget kita bisa cepat memulangkan dua pasien .Karna pasien mereka ada 4 orang yang meninggal tadi malam " kata Deni berbisik Karna setiap dokter hanya menangani ,3 - 5 pasien saja agar efektif Tapi mereka malah dapat lebih
" Ya sudah terapkan yang kemaren saja Oh ya besok biar aku buatkan herbal saja " Kata Al Yang teringat Iwan menanyakan bumbu dapur itu
" Ya Al " kata Deni Yang mulai memeriksa pasien dengan teliti Begitu juga dengan Al yang mulai melihat reaksi pasiennya yang mengeluh karna tak nyaman
" Al mereka mulai kehilangan penciuman nya " kata Deni
" Bersikap tenang lah " kata Al memeriksa denyut nadi pasien dengan teliti Dan Deni memperhatikan Al yang memijat pasien pelan Agar pasien tak merasa sakit
Lalu Al melihat respon pasien yang merasakan tubuh nya membaik Dan lebih tenang karna di refleksi sedikit
" Apa merasa pusing " Kata Al pelan
" Tidak dok tapi dada nya sesak " kata Wanita itu
" Apa ada rasanya yang lain " kata Al
" Badan rasanya sangat panas dok " kata wanita itu .
" Ibu makan apa ?" kata Al pelan
" Tidak makan apa apa dok, Namun tadi malam dokter memberi vaksin untuk pencegahan " Kata wanita itu
"Kalo di beri lagi jangan mau ya bu Tapi jangan bilang saya yang memberi tahu kan nya Karna mereka bisa membuat ibu sekarat " bisik Al pelan Sambil mengeleng kan kepala karna tak sembarangan untuk memberikan obat dan vaksin pada pasien Harus melihat kondisi pasien dulu sebelum nya Agar tak memperparah penyakitnya pasien Yang bisa membuat pasien tak bernyawa
Karna falsafah dalam ilmu dasar ilmu pengobatan yang Al pelajari di bagi menjadi 10 yang mendasari cara berpikir dan bertindak Serta menguraikan kondisi tubuh yang sehat . Ada penyakit hingga terjadinya penyakit dan penyebab penyakit pemeriksaan penyakit Ada juga analisa data dan penegakan diagnosa Hingga pengobatan dan pencegahan penyakit Yang harus seimbang di terapkan pada pasien Agar mereka cepat pulih dan sehat
Tama