NovelToon NovelToon
Luka Di Pelaminan

Luka Di Pelaminan

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Janda / Pernikahan Kilat / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.7
Nama Author: tindek_shi

Memiliki latar belakang yang tidak megah membuat Angrek tidak terlalu banyak berharap pada hubungan asmara. Tapi sesuai namanya Angrek, pesonanya memukau banyak orang yang memandangnya. Mungkin bagi setiap wanita mendambakan pesona tang Angrek miliki.

Wajah cantik , putih, tinggi semampai dan menonjol di tempat yang tepat tentu impian setiap wanita, dan itu ada pada diri Angrek. Angrek tentu saja sangat mensyukuri kelebihan yang Allah berikan padanya. Tapi siapa sangka wanita cantik itu bernasip malang.

Tepat di hari pernikahannya dengan salah seorang anak pengusaha terpandang di negerinya. Anggrek harus menerima pahitnya sebuah cinta. Bahkan pada saat bahtera rumah tangga itu baru di mulai, pelaminan yang seharusnya menjadi saksi akan kebahagiaan mempelai malah harus menyaksikan kisah pilu seorang Anggrek.

Penasaran? Yuk ikuti kisah perjalanan Anggrek dengan judul cerita Luka di Pelaminan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tindek_shi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tanpa Masa Depan

Setelah tidur lumayan lama, Arjuna terbangun dari tidur lelapnya. Pria tampan itu beranjak dari tempat tidurnya dengan perlahan karena wanita cantik yang sekarang adalah istrinya tengah tertidur lelap di sampingnya.

Arjuna berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri, tidak membutuhkan waktu lama dia selesai membersihkan diri. Arjuna mengenakan celana training dan baju kaus santai yang membuat tubuhnya terlihat cool dan juga lengan baju yang mencetak otot-otot kekarnya.

Arjuna keluar dari kamarnya dan berpapasan dengan sang Mamah yang tengah membawa segelas kopi hangat di tangannya.

"Tumben Mah minum kopi di pagi hari?" tanya Arjuna yang heran dengan sang Mamah yang tidak biasa meminum kopi malah minum kopi di siang bolong begini.

"Ini bukan pagi lagi tapi udah siang Arjuna! Ngak jadi ke kantor?" tanya Nyonya Besar heran melihat Putranya berpakaian kasual ala rumahan.

"Ngak deh Mah, aku ambil cuti saja satu minggu ke depan. Rencananya aku mau mengajak Anggrek pergi berbulan madu, aku akan ikuti rencana Mamah dan Papah," kata Arjuna dengan wajah lesu.

"Mau bulan madu kok wajahnya lesu begitu, yaudah ikut Mamah ke ruang kerja Papah!" perintah Nyonya besar seraya berjalan mendahului Arjuna.

"Papah memangnya ngak ke kantor Mah?" tanya Arjuna yang merasa heran sang Papah ada di rumah siang-siang bolong begini.

"Papah kamu itu sudah tua, tidak sehatusnya terlalu memforsir tenaga buat bekerja, andai aja kamu sudah sepenuhnya bisa menerima Anggrek, pasti Mamah akan ajak Papah kamu hidup menepi di Villa kita yang masih sangat asri karena terletak di pedesaan," kata Mamah tanpa menoleh.

"Arjuna juga lagi belajar Mah, ngak semuanya bisa mau dalam sekejap. Arjuna butuh ruang dan waktu untuk bisa menerima Anggrek dalam hidup Arjuna, Mah!" jelas Arjuna masih membuntuti sang Mamah.

"Udah kamu ngak kreatif, masa kalimat sederhana begitu harus meniru lirik lagu!" ejek Mamah tepat tiba di depan ruangan Papahnya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Loh, kamu ngak jadi kerja rodi di kantor?" tanya Sang Papah saat melihat anak semata wayangnya ada di rumah.

"Ngak Pah, Arjuna ikut saran Mamah dan Papah saja! Arjuna akan ambil waktu untuk berbulan madu bersama Anggrek tapi Arjuna akan tetap menerima file-file penting prusahaan via email melalui sekretaris Arjuna ya Pah! Biar urusan kerja ngak numpuk!" putus Arjuna.

"Huft ini nih! Asli tahu ngak Pah, keturunan kamu banget! Memang jagonya bikin Mamah naik darah! Mana ada orang Honeymoon bawa-bawa kerjaan coba! Makanya kamu itu jangan terlalu lurus-lurus jadi laki-laki! Isi otak kamu kerja-kerja aja, bini kamu iyu cantik Arjuna! Kalau kamu Anggurin jadi janda sekali lagi juga banyak laki-laki yang rebutan mau sama dia!" peringat si Mamah kesal.

"Mah, Papahkan udah taubat Mah! Sekarangkan juga udah ada Arjuna yang ngurusin kantor!" kata Papah membela diri.

"Capek Mamah kalau ngomong sama kamu Pah! Sekarang apalagi sudah dua kubu begini, Mamah mah bisa apa?" kata Si Mamah yang ngambek dan keluar dari ruangan si Papah.

Lama keduanya saling diam, Arjuna sibuk dengan ponsel di tangannya seraya melihat email yang masuk di kirim oleh bawahannya di kantor dan si Papah sibuk dengan berkas-berkas.

"Apa yang Mamah kamu bilang benar Arjuna! Mamah dan Papah bangga sekali punya anak yang bisa di andalkan seperti kamu! Tapi sekarang kamu sudah memiliki pasangan, meski kamu menikahinya secara terpaksa setidaknya belajarlah menerimanya dengan ikhlas..." Papah menjeda ucapannya.

"Mungkin saja kegagalanmu menjalin hubungan bersama wanita-wanita pilihanmu sebelumnya adalah dampak baik untuk ini semua! Kamu tahu bukan takdir tidak pernah salah, jika memang sudah jalannya begitu maka akan tetap terjadi sekeras apapun kamu menolaknya!" kata Papah menasehati sang Anak satu-satunya seraya menarawang jauh mengingat masa suramnya yang gelap.

"Kenapa Papah bilang begitu? Papah senang banget ya aku ngak jadi sama Jessika?" tanya Arjuna dengan nada kesal pada sang Papah.

"Papah yakin tanpa Papah jawabpun kamu tahu mana yang terbaik dan karena apa Papah dan Mamah ngelarang hubungan kamu sama Jessika! Kita sama-sama tahu, karir model baginya adalah segalanya dan dia selalu menunda saat kamu mengajak menikah. Belum lagi saat pemotretan, mantan kamu itu tidak pernah pilih-pilih jenis pemotretan! Walau kata pakaian yang dia gunakan layaknya telanjang dia tetap ikut pemotretan itu!"

Papah menarik nafas panjang, sungguh jika mengingat bagaimana Arjuna begitu berkeras hati ingin menikahi wanita J*lang itu tanpa mau menghiraukan peringatan yang di berikan oleh dirinya dan sang istri. Papah bukan orang bodoh yang membiarkan dengan siapa saja Arjuna menjalin hubungan, pria tua itu mencari tahu semua yang berhubungan dengan Jessika ketika sang anak mengenalkan Jessika pada mereka sebagai kekasih.

Setelah mengetahui latar belakang dan sepak terjang seorang Jessika, sungguh Jessika adalah jenis minantu yang paling mereka hindari.

"Sudahlah, jangan bahas lagi mengenai wanita itu! Lama-lama Papah naik darah juga gara-gara mengingat mantan-mantan kamu yang ngak jelas itu!" kata si Papah.

"Anggrek kemana?" tanya Papah pada anaknya.

"Anggrek masih terlelap Pah," kata Arjuna enteng.

Si Papah tersenyum mengingat jika anak dan menantunya bisa saling menerima.

"Sudah terpikirkan akan membawa Anggrek berbulan madu? Sudah tahu tempat mana yang akan di tuju?" tanya Papah pada Arjuna.

Arjuna menghela nafas, sungguh dia sebenarnya tidak terlalu menginginkan melakukan bulan madu. Bagaimanapun dirinya dan Anggrek masih pada tahap saling mengenal. Tapi Arjuna tidak ingin lagi jika Anggrek kembali mengatakan hal-hal yang tidak dia inginkan. Dengan mengikuti permintaan Anggrek setidaknya Arjuna tidak membuat Mamah dan Papahnya terlalu memikirkan permasalahan rumah tangganya.

"Ya sudah Pah, aku mau mengerjakan pekerjaan kantor yang masuk via email yang di kirim sekretarisku," kata Arjuna berlalu pergi.

Clek

Suara pintu terbuka dengan suara pelan, si pemilik kamar yang tengah terlelap tidak menyadari sama sekali jika ada seseorang yang memasuki kamarnya.

"Wajahmu teramat indah dan tidak pernah puas mata ini memandang wajah cantik mu," lirih pria itu seraya menatap dalam wanita yang tertidur lelap itu.

"Meski ini bukan rencanaku tapi tidak bisa aku pungkiri jika ada rasa bahagia bisa memiliki dirimu! Tapi maafkan aku, untuk sebuah cinta dan kisah yang manis aku sudah enggan mengulanginya," lirinya kembali.

"Kepercayaan dan rasa cinta sudah aku kubur dalam-dalam bersama hancurnya hatiku karena perselingkuhan orang terkasih ku. Jika suatu hari nanti keadaan sudah jauh lebih baik aku pasti akan melepaskan dirimu. Maafkan aku, karena aku yang membuatmu terkurung dalam penjara gelap ini. Aku harap kau segera bertemu pangeran berkuda putih yang bisa segera memberikan kebahagiaan padamu,"

"Jika saat itu tiba aku akan dengan ikhlas menepi dari hubungan tanpa masa depan ini," lirih pemuda itu

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
nana
kok gantung si tapi keterangan sudah tamat ih gimana lah bikin gondok jadinya ini
Pipit Sri Handaniati
maasya Allaah gimana kelanjutan nya, ini mah belum tamat
Pipit Sri Handaniati
maasya Allaah gimana k
Evy
Suami yang tidak peka...
Evy
Cinta lama belum kelar.. mungkin kalo Anggrek pergi,barulah Arjuna akan merasa kehilangan...
Evy
Kalo sudah bucin nanti..gak bakalan ngomong gitu lagi deh...
Onah Sukaedah
katanya ceritanya Tamat !!
Rahmat
betul yg tafix USA kok berubah turki🙏😅
Vany_Sky_🔥
Emang harus ya dibilang anak pungut ?
Komsiyah Komsiyah
lha kenapa jd ngegantung ceritanya
Komsiyah Komsiyah
iya USA kenapa jadi turki
Nazwa Khairunniss
ini cowok nggak cinta tapi bercinta yg rugi itu perempuan othor.
Nazwa Khairunniss
masih membaca belum tahu alurnya.
Anonymous
Kelanjutan ceritanya gimana?? Bukan happy ending tapi ini sebuah tanda tanya besar
Sukarni Anisa
digantungnih cerita.a😏😏
mimma
Luar biasa
Memyr 67
𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗆𝖺𝗐𝖺𝗋 𝗂𝗍𝗎 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁𝗇𝗒𝖺 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗁𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝖺𝗇𝗀𝗀𝗋𝖾𝗄, 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝖻𝖾𝗇𝖺𝗋 𝖻𝖾𝗇𝖺𝗋 𝖻𝗈𝖿𝗈𝗁. 𝗆𝖺𝗎 𝗆𝖾𝗋𝖾𝖻𝗎𝗍 𝗌𝗎𝖺𝗆𝗂 𝖺𝗇𝗀𝗀𝗋𝖾𝗄 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗒𝗀 𝖽𝗂𝗁𝗎𝖻𝗎𝗇𝗀𝗂 𝖻𝗈𝗅𝖺𝗄 𝖻𝖺𝗅𝗂𝗄 𝖺𝗇𝗀𝗀𝗋𝖾𝗄. 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝗍𝖺𝗎 𝗉𝖾𝗉𝖺𝗍𝖺𝗁 𝗒𝗀 𝗆𝖾𝗇𝗒𝖺𝗍𝖺𝗄𝖺𝗇, 𝗆𝖾𝗆𝖺𝖺𝖿𝗄𝖺𝗇 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝖻𝖾𝗋𝖺𝗋𝗍𝗂 𝗆𝖾𝗅𝗎𝗉𝖺𝗄𝖺𝗇. 𝖺𝗉𝖺 𝖽𝗂𝖺 𝖻𝖾𝗋𝗁𝖺𝗋𝖺𝗉 𝖺𝗇𝗀𝗀𝗋𝖾𝗄 𝗆𝖾𝗅𝗎𝗉𝖺𝗄𝖺𝗇 𝖺𝗉𝖺 𝗒𝗀 𝖽𝗂𝖺 𝖽𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗅𝖺𝗍𝗂 𝗅𝖺𝗄𝗎𝗄𝖺𝗇, 𝖽𝗂 𝗉𝖾𝗋𝗇𝗂𝗄𝖺𝗁𝖺𝗇 𝗉𝖾𝗋𝗍𝖺𝗆𝖺𝗇𝗒𝖺? 𝖽𝖺𝗌𝖺𝗋 𝗆𝖺𝗐𝖺𝗋 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁𝗁
Memyr 67
𝗍𝗂𝗄𝗎𝗌 𝗀𝗈𝗍 𝗂𝗍𝗎, 𝖺𝗒𝖺𝗇𝖺?
Memyr 67
𝗍𝗂𝖻𝖺 𝗍𝗂𝖻𝖺 𝗇𝗀𝖾𝗌𝖾𝖾𝗅𝗂𝗇 𝗀𝗂𝗇𝗂.𝖺𝗋𝗃𝗎𝗇𝖺 𝖽𝖺𝗇 𝖻𝗈𝖽𝗒𝗀𝗎𝖺𝗋𝖽𝗇𝗒𝖺 𝗒𝗀 𝗃𝗎𝗆𝗅𝖺𝗁𝗇𝗒𝖺 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗌𝖺𝗆𝗉𝖺𝗂 𝗌𝖾𝗃𝗎𝗆𝗅𝖺𝗁 𝗃𝖺𝗋𝗂 𝗍𝖺𝗇𝗀𝖺𝗇 𝖧𝖠𝖱𝖴𝖲 𝗆𝖾𝗇𝗀𝗁𝖺𝖽𝖺𝗉𝗂 𝗅𝖺𝗐𝖺𝗇 𝗒𝗀 𝖻𝖾𝗋𝗌𝖾𝗇𝗃𝖺𝗍𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗉𝗂𝗌𝗍𝗈𝗅 𝖽𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇 𝗃𝗎𝗆𝗅𝖺𝗁 𝗋𝖺𝗍𝗎𝗌𝖺𝗇. 𝗌𝖾𝗁𝖾𝖻𝖺𝗍 𝗁𝖾𝖻𝖺𝗍𝗇𝗒𝖺 𝗆𝖾𝗇𝖾𝗆𝖻𝖺𝗄, 𝗆𝖾𝗅𝖺𝗐𝖺𝗇 𝗋𝖺𝗍𝗎𝗌𝖺𝗇 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗒𝗀 𝗃𝗎𝗀𝖺 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗆𝖾𝗇𝖾𝗆𝖻𝖺𝗄, 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗌𝖾𝗅𝖺𝗆𝖺𝗍? 𝗄𝗈𝗄 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝖽𝗂𝗂 𝗅𝗎𝖺𝗋 𝗇𝖺𝗅𝖺𝗋
echa purin
👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!