Mungkin ini jalan takdir atau rencana terselubung ku, ternyata tak perlu jauh aku mencari mu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMI ADRIELLA20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana kabur
kian terhenti di sudut dinding ketakutan menghentikan langkahku, ternyata tenaga mereka jauh dari bayangan ku. Mereka mendobrak pintu hingga barang-barang itu terpental jauh, aku menangis; Tangisan itu membuat iba hati mereka ternyata mereka tidak jahat, mereka ingin menghantarkan makanan untuk ku... Amarah mereka sebatas bentak supaya tidak melakukan hal-hal seperti ini lagi, tangisan ku terpaku pada perhentian hidup seperti ini. Dimana kehidupan ku kenapa dalam sekejap mata terjadi seperti ini, orang itu tidak akan kembali kan, ku ambil langkah menghilang malam ini.
Dia kembali memaksakan sesuatu yang tidak seharusnya kepada ku, ia tau aku belum tidur. Pukulan nya mendarat di pipi kala keinginan itu ku tolak, aku mengangkat piring bekas makan dan menampar pipinya. Ia menjabat ku hingga aku terjatuh dari tempat tidur, menyeret ku ke arah kamar mandi dan mengunci ku didalamnya. "Dasar bodoh," ucap ku menahan sakit. Disana ada pentilasi menuju jalan, sayang nya dalam kesempitan seperti ini kemana aku bisa keluar. Dan ya ini hanya mentok pada balkon apartment ini, dan ada pembatas sedikit menuju rumah tetangga, aku hanya mampu melewati dua rumah sampai dirumah keluarga kecil.
"Maaf kan aku menyeret kalian atas masalah ini, sa- sa- saya dari apartemen sana, dua apartment dari sini, tolong saya," awalnya mereka ingin menelepon polisi, aku menghalangi nya karena ini sudah pasti kasus mafia. "Aku mohon tolong video aku, tag akun media sosial dan yakinlah Tuhan tidak serta-merta mendatang kan aku kerumah kalian, kalian juga punya seorang putri tidak ada kah niat kalian membantu aku."
Istri nya menggunakan naluri seorang perempuan,ia membuat akun palsu membuat video ku, aku membuat pernyataan dan mudah-mudahan itu viral, aku berterimakasih dan pergi setelah video itu sampai di komen salah satu keluarga ku. "Aku pergi. Terimakasih untuk bantuan kalian, hai adik kecil terimakasih ya."
Pedenya aku pergi tanpa sendal, lagi-lagi naluri perempuan itu bekerja, ia memberikan kain dan juga sejumlah uang serta sendal nya untuk aku pulang." Jika terjadi apa pun pada mu jangan bawa kami ke masalah mu ya, kami masih punya putri, jadilah berkat di luar sana," Ia memeluk ku dan segera membukakan pintu, tanpa sadar aku melewati dua penjaga itu, mereka tidak sadar itu aku.
Aku pergi dan untungnya aku bisa buat alasan aku cewek panggilan dari salah satu apartemen kepada satpam, mereka percaya pula. Berkat kain penutup ini aku bisa menutupi kepalaku, celana keper ini bau sekali sudah satu hari tidak ku ganti, sudah sampai dijalan aku bingung mau naik apa jam segini kemana perginya. Namun aku tak berhenti melangkah sampai aku memasuki gang-gang kecil, entah kemana adanya perkampungan seperti ini di Jakarta, yang terpenting ini jauh dari apartemen tidak jauh dari sini ada sungai luas banget mungkin ini perbatasan kota, ehhh ngomong-ngomong ini masih di Jakarta kah, kenapa ada perkampungan begini.
Disela-sela jalan kaki ku sakit sekali harus dipaksa jalan, tangisan ku menghentikan langkah ternyata sudah sampai dijalan dan naasnya ku hampir di tangkap Mobil silver itu, ia mencari keberadaan ku saat ini, apa jadi nya keluarga itu. Aku harus bersembunyi dimana, aku terjatuh dalam pohon-pohon pisang di pinggir sungai, sialnya batin mereka main juga tentang aku, kaki serta tangan ku yang sakit tidak bisa membawa ku jauh, aku masuk pada rerumputan dan itu menyebabkan beberapa sayatan di kulit ku bahkan di wajah.
Mereka pergi. Aku memilih untuk beristirahat dalam rumputan ini, keheningan seperti apa ini Tuhan sakit sekali semua badan, batuk ku tak tawar angin malam bahkan semua badan rasanya gatal sekali. Siapa yang bisa ku harapkan untuk bisa menolong ku saat ini.
Salah seorang warga melihat ku, membantu ku untuk ke puskesmas. Aku takut sekali karena tak selembar identitas pun ku bawa, aku memberitahu mereka apa yang terjadi, lagi-lagi aku membuat pernyataan akan kondisi ku sekarang, emak-emak aplikasi biru biasa mengejar monetisasi membuat video ku geger, disana aku mengungkap segala cerita ku dan ciri-ciri pelaku itu. "Neng tenang ya." Aku menyuruh mereka melakukan siaran langsung serta men-tag akun media sosial ku, dan ada keluarga yang dapat menghubungi katanya Mama syok dengan kondisi ku.
"Aku sehat, aku selamat." Bibi ku menangis melihat aku masih bisa menjawab mereka, orang tua ku tak ada satupun yang berani berbicara mereka menangis. Aku berharap ini tidak akan memberhentikan pekerjaan ku. "Kami jemput ya nak, " kata mereka.
Penjagaan dilakukan oleh pihak berwajib, ternyata beberapa video ku itu viral dan terungkap lah misteri dari si pelaku. Dia memang banyak memakan korban seperti aku, dan beberapa anak hasil hubungan gelap itu di buat pengemis oleh nya... Dan anak dari hubungan resminya dibuat sesukses mungkin untuk menutupi tingkah bejat nya.
Semua platfrom bahkan televisi menyiarkan berita tentang ku, aman lah kini diriku. Pelajaran buat kalian di era digital ini, jika memang kekuatan netizen lebih berkuasa ngapain repot, biarkan masa yang bicara. Kini aku di kawal karena salah satu orang mengungkap tabir dibalik gelapnya malam.
Tangan ku di pasang penyangga supaya tidak bergeser lagi, beberapa luka hanya di buat betadine.
Kasus ini langsung sampai pada pencarian pelaku, menurut kesaksian dari ku dan tetangga apartemen pelaku pasti mudah di temukan, aku yakin ini adalah akhir dari perbuatan bejat nya. Dan sialnya ia sudah sempat kabur dari pengawasan, mungkin bermain juga dengan oknum lainnya. Hemm apa ya buat berita ini marak kalau misalnya tenggelam dengan pengalihan isu mati aku, cuman kalau buat kebohongan juga ntar sampai di pengadilan ribet urusannya.
Aku mencoba istirahat, menenangkan jiwa dan raga ku, malam nya kondisi demam tinggi membuat ku di rujuk ke rumah sakit besar tetap dengan pengawasan, berita ini di angkat kembali apalagi ada diagnosa dokter aku mengalami trauma, gimana gak trauma. Orang tua ku Lo gak pernah main tangan lah dia malah sesuka hati nya memperlakukan ku seperti itu, karma di tanggung masing-masing ya.
Ruang VIP di sediakan untuk ku tetap dengan pengawasan penuh, aku menemukan titik dimana untuk tidur pun sudah ada penjaga. Siang hari kedua orang tua ku datang ke rumah sakit, papa dengan sejuta relasinya berusaha untuk mencari keadilan setimpal padaku. Air mata Mama memang mengalir tapi lebih sakit melihat papa dengan lamunan nya memegang lebam di wajah ku, apalagi tangan kasar menyapu lembut luka-luka sayat di tubuh ku, aku ingin menangis tapi jauh terpukul mereka daripada aku. "Pulang lah kita Nang... Jahat kali Jakarta ini sama mu, baru dua bulan Lo Nang, pulang lah kita." Mama meluk kuat sekali sampai pusing rasanya diguncang seperti ini. "Bawa pulang Boru mu pa, hubungi si ..." Maksudnya sepupuku untuk menjemput kami, aku memandang ke arah papa, " Pa, papa bisa pinjam handphone gak, aku mau telepon penanggung jawab perumahan mau minta ganti kunci rumah kan semuanya ada di tas Miwa." Papa memberikan nya kepada ku.
Singkatnya aku menelepon menjelaskan kejelasan ku dan ya mereka berjanji untuk mengerjakan masalah pintu lebih awal. Kasihan nya diriku tidak memiliki apa-apa sekarang ini. " Lapar nakku." kata papa menghampiriku.
"Enggak, cuman hati ku sakit aja pa. Kondisi ku seperti ini pun Abang ga ada tanya kabar sama aku, entah apa pun salah ku kepada mereka." Papa peluk aku dan berusaha memberi pemahaman atas apa yang terjadi dibelakang ku.
Aku hargai penjelasan papa dan ya, kalau kalian mau tau aku sebenernya pengen cari alasan kuat kenapa mereka membenci diriku sebegitu dalam nya— "Papa tinggal ya Boru" Papa membawa langkahnya mencari makanan untuk kami.
semangat, yah..
jan lupa mampir juga..
kita saling dukung, yah..
💪💪💪
Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!
Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..
Ditunggu ya, kak..
Terima kasih..
🥰🥰🥰