NovelToon NovelToon
Salah Hati, Tepat Cinta

Salah Hati, Tepat Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / BTS
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Rania Venus Aurora

Ryn Moa memilih kampusnya demi satu alasan: Kim Taehyung, pria yang telah lama ia sukai. Namun upayanya mendekati Taehyung justru membawanya pada ketertarikan lain-J-Hope, sahabat Taehyung yang ceria.

Di tengah perasaan yang berubah-ubah itu, hadir Kim Namjoon, teman mereka yang tidak setampan dua pria sebelumnya, tetapi memiliki ketenangan, kecerdasan, dan senyum manis yang perlahan merebut hati Ryn Moa.

Tanpa disadari, pencariannya akan cinta membawanya menemukan sosok yang paling tepat, justru dari arah yang tak pernah ia duga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rania Venus Aurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.2

Kelas baru dimulai satu jam kemudian.

Satu jam, waktu yang biasanya terasa singkat ketika digunakan untuk menunda tugas atau sekadar menggulir layar ponsel tanpa tujuan, hari itu berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih kejam. Waktu seolah memiliki kesadaran sendiri, memutuskan untuk memperlambat setiap detiknya demi menguji batas kesabaran seorang mahasiswa bernama Ryn Moa.

Waktu satu jam itu terasa seperti satu abad bagi Ryn Moa. Setiap menit berlalu dengan lambat, seolah jam tangannya ikut menyadari bahwa hari ini adalah hari besar. Hari di mana kemungkinan bertemu Kim Taehyung bukan lagi sekadar fantasi sepihak, melainkan realitas yang berdiri hanya beberapa langkah darinya. Ryn Moa mencoba duduk. Lalu berdiri lagi. Ia memeriksa ponselnya, tidak ada notifikasi penting. Ia membuka aplikasi catatan, menutupnya kembali tanpa menulis apa pun. Ia menarik napas panjang, lalu menghembuskannya dengan frustrasi kecil yang tak bisa dijelaskan pada siapa pun. Setiap skenario buruk dan indah berputar di kepalanya tanpa izin. Bagaimana jika Taehyung tidak ada di kelas itu? Bagaimana jika ia ada, tapi duduk di barisan depan dikelilingi orang-orang populer? Bagaimana jika ia melihat Ryn Moa dan… tidak melihatnya sama sekali?

Pikiran-pikiran itu terlalu berisik. Ia berdiri di koridor gedung A1, gedung yang menurut brosur kampus “bernuansa akademik dan kondusif” padahal baginya, gedung itu kini berubah menjadi lokasi sakral penuh harapan, ketegangan, dan potensi rasa malu tingkat tinggi. Koridor itu dingin. Lampu neon memantul di lantai keramik yang mengilap, sementara suara langkah kaki mahasiswa lain bergema samar. Ada aroma khas gedung kampus; campuran pendingin ruangan, kertas, dan kopi instan dari tumbler mahasiswa yang berjalan terburu-buru.

Ryn Moa berdiri di depan pintu kelas gedung A1, jantungnya berdetak cepat. Ia mengintip dari celah pintu. Tangannya sedikit gemetar saat mendorong pintu beberapa sentimeter saja. Napasnya tertahan, dan ia mendadak merasa konyol karena menyadari satu fakta pahit, bahwa ia sedang mengintip seperti tokoh figuran drama murahan. Namun semua rasa malu itu lenyap dalam satu detik. Dan di sanalah dia, Kim Taehyung. Duduk di kursi kedua dekat jendela, dengan rambut cokelat gelap berantakan alami, seragam rapi, dan wajah yang bisa membuat kamera ponsel berkualitas burik pun mendadak ultra-HD.

Ryn Moa lupa cara berkedip. Otaknya membutuhkan waktu ekstra untuk memproses bahwa sosok itu bukan halusinasi akibat kurang tidur. Bahwa itu bukan poster, bukan foto hasil editan, bukan imajinasi liar yang sering muncul tengah malam. Itu nyata, Taehyung duduk di sana, Bernapas dan Ada. Pemandangan itu terlalu nyata untuk dicerna otak Ryn Moa yang masih berada di mode panik. Cahaya matahari pagi menyelinap dari balik jendela dan jatuh tepat di sisi wajah Taehyung, membuat garis rahangnya terlihat lebih tegas, matanya lebih dalam, dan keberadaannya tampak seperti hasil editan profesional. Bahkan debu-debu kecil yang melayang di udara seolah bekerja sama, memantulkan cahaya dengan sempurna. Semesta benar-benar tidak adil hari itu.

Ryn Moa sempat menahan napas. Matanya berbinar seperti anak kecil melihat es krim. Jika seseorang merekam ekspresinya saat itu, hasilnya akan menjadi bukti nyata bahwa jatuh cinta bisa menghapus kewarasan manusia dalam hitungan detik. Ida dan Windi yang ikut mengintip langsung saling pandang. Mereka sudah mengenal Ryn Moa cukup lama untuk tahu bahwa ekspresi itu bukan ekspresi biasa. Itu ekspresi “oh tidak, ini sudah terlalu jauh”. Mereka tidak perlu kata-kata panjang. Satu tatapan saja sudah cukup untuk menyimpulkan. Oh, Jadi ini dia.

“Ini alasan dia pindah,” kata Windi lirih.

Nada suaranya penuh pemahaman yang akhirnya datang terlambat, disertai sedikit rasa pasrah.

“Tidak heran,” balas Ida.

Ida bahkan mengangguk pelan, seolah baru saja memahami teka-teki rumit yang selama ini ia abaikan.

“Tapi kenapa harus secantik itu orangnya.” Ody menimpali

Kalimat itu keluar begitu saja, tanpa niat, tanpa emosi berlebihan, dan justru itulah yang membuatnya terdengar sangat jujur. Ryn Moa ingin membantah. Ingin mengatakan bahwa “tidak, ini tidak sesederhana itu.” Tapi lidahnya kelu. Ia terlalu sibuk berusaha mengingat cara bernapas yang benar. Seolah menyadari seseorang sedang melihat.

Taehyung menoleh sedikit.Gerakannya tidak dramatis, hanya lirikan singkat. Tapi bagi Ryn Moa, itu seperti gempa bumi berkekuatan delapan skala cinta. Detik itu terasa memanjang, dunia seakan melambat, dan suara di sekitarnya seolah menghilang. Ryn Moa panik, menarik kepala ke belakang, dan menabrak pintu.

Duuk!

Suara benturan itu nyaring. Terlalu nyaring untuk ukuran benturan kecil. Terlalu memalukan untuk ukuran hari pertama.

“AKU MASIH HIDUP!” pekiknya refleks.

Ia sendiri tidak tahu kenapa itu yang keluar dari mulutnya. Mungkin otaknya sedang mati suri dan sistem darurat mengambil alih. Detik setelah kalimat itu meluncur, Ryn Moa ingin menampar dirinya sendiri. Teman-temannya menutup wajah, Bukan karena sedih, Tapi karena rasa malu itu menular, dan mereka tidak siap menanggungnya. Beberapa mahasiswa di dalam kelas menoleh. Ada yang mengernyit bingung. Ada yang tertawa kecil. Ada pula yang langsung tahu, Ah, anak baru.

...⭐⭐⭐...

Setelah mengumpulkan sisa-sisa martabatnya, Ryn Moa memasuki kelas. Langkah pertamanya terasa berat, seperti menjejak panggung tanpa naskah. Ia sadar semua mata sedang mengarah padanya, entah karena insiden pintu atau teriakan absurd tadi. Ia menarik napas panjang, berusaha meyakinkan diri bahwa semua ini hanyalah pembukaan. Pembukaan yang… agak brutal, tapi tetap pembukaan. Ia berusaha berjalan anggun. Setidaknya itu yang ia rencanakan. Kenyataannya, langkahnya justru kaku seperti robot pabrik. Bahunya tegang, punggungnya lurus berlebihan, dan setiap langkah terasa seperti ia sedang berjalan di atas panggung dengan lampu sorot langsung ke wajahnya.

Beberapa mahasiswa memperhatikannya, wajah baru memang selalu menarik perhatian. Ada yang berbisik, ada yang menilai dari ujung kepala sampai kaki, ada pula yang sekadar menatap dengan rasa ingin tahu biasa. Taehyung juga sempat melirik. Itu bukan tatapan lama, bukan pula tatapan penuh arti, tapi cukup lama untuk disadari dan cukup jelas untuk dirasakan.

Untuk sepersekian detik, mata mereka bertemu. Dan dalam otak Ryn Moa, ribuan kembang api meledak. Ledakan itu penuh warna, penuh suara, dan penuh kekacauan. Semua logika runtuh, semua rencana buyar. Yang tersisa hanyalah satu kesadaran, Dia melihatku. Namun sebelum dia sempat meresapi momen itu lebih lama, Seseorang datang dan duduk di kursi depan Ryn Moa. Kursi itu berderit pelan, memutus koneksi batin yang baru saja terbentuk.

“HALO! Kamu anak baru ya? Aku J-Hope, panggil aja Hobi!”

Suara itu cerah. Terlalu cerah. Terlalu penuh energi untuk jam segini. Pria itu tersenyum selebar setengah langit, matanya cerah dan hangat seperti matahari pagi. Rasanya seperti matahari itu sendiri turun dari langit dan duduk tepat di depan Ryn Moa tanpa izin.

“Ah… halo…”. Ryn Moa terkejut

Suaranya kecil. Tidak sesuai dengan ekspresi terkejutnya. Tidak sesuai dengan kekacauan di kepalanya.

“Apa kamu nyasar?” J-Hope bertanya sambil memiringkan kepala.

Nada suaranya tulus. Terlalu tulus sampai Ryn Moa tidak tahu harus tersinggung atau tersenyum.

“Tidak…” Ryn Moa mengerjap. “Aku memang di kelas ini.”

“Oh! Bagus sekali! Kelas ini seru! Kau suka olahraga? Kau suka musik? Kau suka… eh… astaga rambutmu bagus sekali!”

Kalimat itu meluncur seperti kereta tanpa rem. Satu topik ke topik lain, tanpa jeda, tanpa kesempatan bagi Ryn Moa untuk menyela. Ryn Moa membeku, wajahnya panas, otaknya kembali error. Ini siapa? Kenapa dia ceria sekali? Kenapa dia tiba-tiba memuji rambutku? Kenapa aku jadi gugup? TOLOOONG !

Ia ingin berteriak. Ia ingin bersembunyi di bawah meja. Ia ingin kembali ke gerbang kampus dan berpura-pura semua ini tidak pernah terjadi. Taehyung kembali melirik karena J-Hope terlalu berisik. Alisnya sedikit berkerut, matanya menyapu singkat ke arah sumber suara. Dan Ryn Moa panik lagi, Tidak, tidak, Taehyung pasti mengira aku dekat dengan J-Hope… Ehm… ya memang itu rencanaku… tapi kenapa rasanya canggung begini…?

Ryn Moa menelan ludah. Rencananya adalah mendekat perlahan. Mengamati. Menyusun strategi. Bukan… menjadi pusat perhatian akibat pria super ceria yang muncul tanpa aba-aba. Namun jauh di lubuk hatinya, ada bagian kecil yang berbisik pelan, mungkin ini bukan bencana. Mungkin ini hanya jalan memutar yang tidak ia rencanakan. Karena dalam cerita cinta, terkadang semesta memang suka bercanda. Dan di situlah Ryn Moa duduk, di antara harapan dan kepanikan, di antara pria yang ia cintai diam-diam dan pria yang baru dikenalnya tapi terlalu ramah untuk diabaikan. Hari pertamanya belum selesai, dan kekacauan… baru saja dimulai.

...⭐⭐⭐...

Bersambung....

1
Amiera Syaqilla
romantis 💕
Rania Venus Aurora: terimakasih 🙏🏻
total 1 replies
falea sezi
author penggemar bts ya/Scream/
Rania Venus Aurora: Aku pernah dimasukan ke grup ARMY, karena teman-temanku ARMY semua. Cerita yang ada tentang BTS juga terinspirasi dari para ARMY disana.😊
total 1 replies
Ai_Li
Namanya unik-unik yaa
Ai_Li
Saya mampir kak, bagus ceritanya
Rania Venus Aurora: Makasih, kalau suka ceritanya 🥰
total 1 replies
Livia Aira
Lanjut thor 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!