Gadis kasar, penampilannya tomboy dan apa adanya itu bernama Laluna. Dia preman dari salah satu pasar dengan sekumpulan preman juga, hanya Luna yang seorang gadis di sana. Usianya dua puluh tiga tahun. Bapaknya juga seorang preman, tapi sudah tobat. Tapi entah kenapa Luna mengikuti jejak bapaknya.
Suatu ketika dia menolong seorang kakek yang di palak oleh preman gang sebelah yang di pimpin Baron. Kakek bernama Wira itu berterima kasih pada Luna, hingga dia pun meminta Luna untuk menikah dengan cucunya.
Leon Aditya Nugros, laki-laki usia dua puluh delapan tahun sudah mempunyai pacar seorang model. Awalnya Leon menerima perjodohan kakeknya karena dukungan pacarnya, namun setelah dia tahu Luna adalah preman pasar, dia menolaknya mentah-mentah. Namun kakek Wira selalu mencari cara agar Leon mau menikah dengan Luna.
Bagaimanakah perjodohan itu? Apakah Leon menerimanya, bagaimana dengan Luna?
Apakah mereka akan menjadi pasangan suami istri yang sesungguhnya? Dan apakah cinta akan datang?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummi asya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10. Mencari Sahabat
Kakek Wira yang menang, Leon hanya manut saja meski dia kesal sekali dengan keputusan kakeknya. Dia bingung dengan Sherly, bagaimana dia akan menjelaskan padanya tentang pernikahan dengan gadis pilihan kakeknya.
Yang Leon takutkan, Sherly akan kecewa dengan keputusannya dan kakeknya. Menikah selama satu tahun, baru akan di serahkan perusahaan dan semua warisan kakeknya.
"Bagaimana aku harus mengatakan pada Sherly tentang keputusan kakek itu." gumam Leon.
Dia duduk di kursinya, menerawang ke jendela pandangannya. Merasa pusing bagaimana dengan pernikahan tanpa cinta dengan gadis pilihan kakeknya, belum lagi gadis mana yang akan di jodohkan kakeknya dengannya nanti.
Apakah dia dari kalangan biasa atau dari anak kolega kakeknya, jika dia bisa membawa diri dan sopan orangnya.
Tuuut
Ponsel Leon berbunyi, Sherly yang menghubungi. Leon hanya melihat saja, dia bingung untuk membicarakannya dengan kekasihnya itu. Tapi kemudian dia mengambil ponselnya dan menjawab telepon Sherly.
"Halo sayang, ada apa?" tanya Leon.
"Kamu kok lama banget jawabnya."
" Maaf, tadi aku ke ruangan kakek dulu sebentar. Ada apa kamu meneleponku?"
"Kita pergi ke mall yuk? Udah lama aku ngga pergi ke mall sama kamu." kata Sherly.
"Tapi bulan lalu kita pergi ke mall kan? Memangnya mau membeli apa?" tanya Leon.
"Di mall ada diskon tas branded sayang, aku pengen beli. Kalau ngga beli sekarang takut kehabisan. Leon, sekarang ke mall ya?" Sherly memohon dengan gaya manjanya, seperti biasanya.
"Ya udah, sore ini ya. Aku belum menyelesaikan pekerjaan dulu, setelah itu aku jemput kamu." kata Leon.
"Oke sayang, i love you." ucap Sherly.
"Love you too." jawab Leon dengan senyum mengembangnya.
"Aku tutup ya, nanti jemput di agensi aja."
"Oke."
Klik!
Sambungan telepon di tutup, senyum Leon memudar. Dia kembali memikirkan apa yang di katakan kakeknya. Dia mengambil ponselnya dan melihat saldo ATMnya, apakah cukup untuk membeli tas branded yang di maksud Sherly.
Biasanya jika membeli tas branded harganya lebih dari lima puluh juta. Dan ternyata, uang di ATM Leon hanya sisa seratus lima puluh juta. Jika harganya lima puluh juta, sisa uangnya tinggal seratus juta. Bulan lalu dia membayar belanjaan Sherly sebanyak tiga puluh juta, belum jika makan selalu minta ke restoran mewah.
Sebenarnya Leon merasa aneh sendiri, dia jarang membeli barang atau membeli sesuatu yang dia sukai. Tapi dia merasa lebih baik membahagiakan orang yang dia cintai dengan memanjakannya menuruti apa yang dia mau. Dia sendiri memiliki barang branded bisa di hitung jari.
Sepatu saja hanya ada tiga yang mahal, tas, jam tangan juga baju kemeja serta jas dan tuksedonya tidak ada yang harganya jutanan. Entah kenapa, dia lebih memilih membelikan barang branded untuk Sherly di banding dirinya.
Kakek Wira tahu, setiap bulan pasti Sherly meminta di belikan barang branded pada Leon, makanya dia merencanakan menikahkan cucunya itu dengan gadis pilihannya. Dan yang jadi bingung itu, siapa gadis yang akan jadi menantunya?
_
Satu bulan setelah pembicaraan dengan Leon di kantor, kakek Wira kembali mencari rumah sahabatnya di gang sebelah. Dia mencari dengan penampilan seperti biasanya, menyamar. Dengan Riko tentunya, karena perusahaan sudah ada yang mengurusnya. Yaitu Leon.
"Kita akan kemana tuan?" tanya Riko mensejajari langkah bosnya menelusuri gang-gang di daerah kampung Soang.
"Ke gang yang dulu aku pernah datangi, waktu itu tidak sempat kesana karena keburu di hadang oleh para preman. Jadi sekarang kamu ikut denganku, sekalian nanti kita menyebar mencari nama orang." kata kakek Wira.
"Siapa namanya tuan?" tanya Riko.
"Yahya, dia bernama Yahya. Usianya tidak jauh denganku, terakhir aku bertemu dengannya itu dia tinggal di kampung Soang ini. Dan tidak tahu di gang mana." kata kakek Wira.
"Usianya berarti sekita enam puluh tiga?" tanya Riko.
"Ya, dan dia punya anak laki-laki. Dan anak laki-lakinya itu punya anak, yang kutahu dia cucunya perempuan. Aku tidak tahi siapa nama anaknya dan cucunya itu, sudah lama sejak aku tinggal di Malaysia putus hubungan dengannya. Aku pernah berjanji akan menemuinya dan membawa mereka ke dalam keluargaku." kata kakek Wira.
"Tuan janji akan menikahkan cucu anda dengan cucu pak Yahya itu?" tanya Riko.
"Tidak, hanya saja saat ini aku ingin memisahkan Leon sama gadis model munafik itu. Dia terlalu matre, kemarin aku dapat laporan dari bank bahwa ATM Leon membayar tas seharga tujuh puluh lima juta. Makanya aku tidak mentransfer uang terlalu banyak di ATM Leon. Dia juga tidak tahu jika uangnya sedikit, hanya ada seratus lima puluh juta. Bayangkan, setiap bulan puluhan juta hanya untuk membeli barang branded dan makan di restoran mewah." kata kakek Wira dengan kesalnya mengingat Leon terlalu naif mudah di bohongi Sherly.
"Kasihan sekali tuan Leon, dia terlalu percaya dan mencintai nona Sherly. Sampai dia tidak tahu jika hanya di manfaatkan uangnya saja." kata Riko.
"Maka dari itu, aku tidak mau wanita ular itu terus mengeruk uang cucuku saja. Aku menyelamatkan cucuku dari perempuan matre itu, tapi aku bingung siapa gadis yang akan aku jodohkan dengan Leon?" ucap kakek Wira.
Dia sendiri tidak yakin akan menemukan sahabatnya itu, apakah dia masih hidup atau sudah meninggal. Karena yang dia tahu kabar terakhir tiga tahun lalu dia sudah sakit-sakitan saja.
Kedua bos dan asisten itu terus berjalan menelusuri jalan gang. Mereka bertanya kesetiap orang di rumah-rumah di gang itu. Sampai pada rumah terakhir, kakek Wira mengingat rumah itu seperti rumah sahabatnya dulu. Bangunannya juga, tapi di lihat dari depannya tampak sepi.
"Kakek cari siapa?" tanya seorang gadis pada kakek Wira.
"Oh, orang yang punya rumah itu siapa?" tanya kakek Wira.
"Kenapa kakek tanya itu? Apa kakek ada perlu dengan orangnya?" tanya gadis tersebut.
"Ada tidak orangnya?"
"Orangnya tidak ada, semua sedang kerja."
"Oh, begitu ya."
"Ya."
Kakek Wira melihat gadis itu masih muda, mungkin dia tidak akan tahu jika bertanya tentang pak Yahya. Dia pun berbalik, dan meninggalkan rumah tersebut. Di susul oleh Riko, mereka kembali lagi. Ada raut putus asa di wajah kakek Wira.
Langkah pendek dan tertatihnya berjalan terus, dengan helaan nafas panjang dan menunduk. Tidak tahu jika dia menabrak seseorang yang sedang berlari seperti di kejar orang lain.
Bug!
"Aauw!"
"Aduh, maaf pak. Kenapa jalannya di tengah sih?!" kata gadis tadi yang menabrak kakek Wira.
"Hei, kamu menabrak tuanku!" kata Riko berteriak pada gadis yang tak lain adalah Luna.
"Kakek Wira? Sedang apa di gang ini?" tanya Luna berjongkok melihat kakek Wira.
"Kamu kenapa lari-lari? Lihat-lihat jalau jalan." kata kakek Wira.
"Maaf kek, tadi saya di kejar sama kelompok Baron. Jadi lari karena dia bawa teman-temannya."
"Baron? Siapa?"
"Dia preman gang depan. Kakek kenapa ada di sini?"
"Aah, mencari seseorang. Tapi tidak ketemu."
"Ooh, lalu kakek mau kemana?"
"Pulang."
"Ya sudah, saya juga mau pulang. Awas hati-hati di depan ada preman Baron dan teman-temannya." kata Luna mengingatkan.
Dia langsung pergi saja, agak berlari dengan cepat. Kakek Wira dan Riko hanya memandang kepergian Luna yang berlari.
_
_
DI LUAR NEGERI JUGA PRNH TERJADI, SEORANG KNALAN DGN SEORANG PRIA INDIA, SI GADIS NEKAT PRGI KE INDIA UNTUK BRTEMU PRIA TRSEBUT, STELAH BRTEMU, SI GDIS MLH DI SEKAP DN DIJADIKN PEMUAS NAFSU SLMA BBRP TAHUN.. SEHINGGA SIGADIS TERKENA KANKER SERVIKS DN AKHIRNYA MNINGGAL.. MAKA HATI2 BUAT PARA WANITA..