Diandra Zivana Athalla seorang gadis yatim piatu yang mencari nafkah dengan berjualan di taman kota setiap malamnya.
Diandra memiliki seorang sahabat yang bernama Galen Baim Pratama Syahputra. Galen sering menemani Diandra berjualan.
Suatu malam, Galen ada acara sehingga tidak bisa menemani Diandra. Gadis itu pulang dengan sepedanya.
Di tengah perjalanan seorang pria menghentikan sepedanya. Diandra diberi obat bius hingga pingsan. Setelah itu Diandra diperkosa. Trauma karena perkosaan membuat Diandra menjadi bisu.
Merasa bersalah dan juga kasihan dengan nasib Diandra, Galen menikahi Diandra.
Saat ijab kabul berlangsung, Diandra mengetahui jika pria yang memperkosanya itu adalah kakak kandung Galen yang bernama Adyatma Mahavir Alister Bagaskara.
Bagaimana kisah selanjutnya? Siapkan tisu sebelum melanjutkan membaca novel ini.
follow ig mama : reni_nofita79
Untuk mengenal dan mengetahui novel mama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Sepuluh CINTA TANPA KATA
Galen meminta Diandra menyandarkan kepala dibahunya. Sambil menonton tangan Galen terus mengusap rambut Diandra.
Galen berharap Diandra cepat melupakan trauma pelecehan yang terjadi padanya, karena jika Diandra telah pulih dari trauma, suaranya akan bisa kembali lagi.
Hanya perhatian dan empati dari orang terdekat yang dapat memulihkan trauma dengan cepat.
Satu jam berlalu, Galen melihat Diandra telah terlelap. Dikecupnya pipi wanita itu dengan lembut.
Galen perlahan menggendong Diandra dan membawanya menuju ranjang dan meletakkan perlahan ke atas ranjang.
Saat Galen akan pergi, Diandra menahannya dengan memeluk tubuh Galen erat, namun matanya masih terpejam.
Galen akhirnya ikut berbaring di samping tubuh Diandra dengan posisi miring menghadap wanitanya itu.
Setelah melihat Diandra benar-benar terlelap, Galen melepaskan pelukan Diandra dan mengambil ponselnya.
Galen masih berusaha menghubungi kedua orang tuanya. Ponsel keduanya tidak bisa dihubungi.
Galen akhirnya memutuskan besok menghubungi kembali. Jika tidak bisa juga, Galen telah memutuskan akan tetap menikahi Diandra.
Galen ingin menemani Diandra tanpa ada yang mengganggu dan menghalangi. Karena matanya yang telah ngantuk, Galen akhirnya tertidur di samping Diandra.
Pagi hari Diandra bangun dan melihat Galen di sampingnya. Diandra memiringkan tubuhnya menghadap pria itu. Diandra mengusap wajah Galen yang tampan tanpa cela. Dengan rahang tajam dan wajah bersih.
Tiba-tiba mata Galen terbuka dan langsung mengecup bibir Diandra membuat wanita itu kaget dan membesarkan bola matanya.
Galen membalas dengan tersenyum semringah dan menarik pinggang Diandra hingga tubuh mereka kini berpelukan tanpa jarak.
"Aku ingin menikah denganmu secepatnya, agar pemandangan pertama aku saat bangun tidur adalah wajah indahmu," ucap Galen.
Diandra memandangi wajah Galen yang berjarak tidak lebih dari sejengkal dari wajahnya dengan tersenyum.
"Aku bersyukur kepada Tuhan karena sudah diberikan satu hati untuk mencintaimu, satu otak untuk selalu memikirkanmu dan satu mulut yang tak pernah berhenti untuk selalu mendoakanmu untuk jadi istriku. Sekarang semoga doa ku terkabul.Tidak lama lagi, kamu akan jadi milikku,"ucap Galen menggesek hidungnya ke hidung Diandra.
"Berjuta rasa yang tak mampu diungkapkan kata-kata. Dengan beribu cara-cara kau selalu membuat ku bahagia. Kau adalah alasan dan jawaban atas semua pertanyaan, yang benar-benar kuinginkan hanyalah kau untuk selalu di sini ada untukku. Maukah kau tuk menjadi pilihanku? menjadi yang terakhir dalam hidupku. Maukah kau tuk menjadi yang pertama? Yang selalu ada di saat pagi ku membuka mata?" tanya Galen.
Diandra menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Aku atau kamu mandi duluan. Kita gantian dulu mandinya, kalau mau bareng tunggu kita nikah," ucap Galen sambil tertawa.
Diandra yang mendengar ucapan Galen langsung menghujani Galen dengan cubitan.
"Geli, Sayang," ucap Galen. Tanpa sadar telah memanggil Diandra dengan kata sayang.
Diandra kembali kaget mendengar ucapan Galen. Galen yang menyadari ucapannya menangkup wajah Diandra.
"Kenapa kaget? Kamu emang kesayanganku. Jangan memandangi aku seperti itu Diandra. Aku nggak kuat. Ingin rasanya mencium dan meluk kamu hingga siang nanti."
Diandra memukul lengan Galen mendengar perkataan pria itu. Galen bangun dari rebahannya dan mengecup dahi Diandra sebelum turun dari ranjang.
"Aku mandi duluan, setelah itu baru kamu," ucap Galen. Dia berjalan cepat masuk ke kamar mandi.
Sampai di kamar mandi Galen berdiri di depan kaca, dan bicara sendiri.
"Astaga! Apa yang tadi terlintas dalam Pikiranku. Kenapa aku berpikir ingin mencium dan me*lu*mat bibir merah dan tipis miliknya," gumam Galen dengan diri sendiri.
Galen berjalan menuju shower dan membasahi seluruh tubuhnya.
Setelah berpakaian rapi barulah Galen keluar dari kamar mandi. Diandra memandangi Galen tanpa kedip saat pria itu keluar dari kamar mandi.
Galen yang menyadari pandangan Diandra mendekati wanita itu.
"Kenapa memandangi aku seperti itu? Baru sadar kalau aku ini ganteng banget."
Diandra cemberut mendengar ucapan pria itu. Galen lalu mengusap rambutnya.
"Mandilah! Setelah itu kita sarapan.Habis sarapan temani aku ke kantor KUA, mengurus pernikahan kita besok."
"Hhhhaaa ...," ucap Diandra mengeluarkan suara.
"Sayang, kamu bersuara. Coba lagi," ucap Galen dengan antusias.
Diandra mencoba kembali bersuara, namun tidak bisa. Berulang kali mencoba namun masih tidak berhasil.
"Jangan dipaksakan. Aku yakin sebentar lagi suaramu kembali. Sekarang mandilah. Atau mau aku mandikan," canda Galen agar Diandra tidak sedih lagi.
Diandra cemberut mendengar kata Galen. Dia segera masuk kamar mandi, setengah jam kemudian Diandra keluar dengan pakaian rapi.
Kali ini Galen yang memandang takjub ke arah Diandra. Terpesona dengan kecantikan wanita itu.
Galen langsung berdiri dari duduknya dan memeluknya.
"Kamu cantik banget," bisik Galen dengan memeluk tubuh Diandra. Galen memeluknya erat.
"Tuhan begitu sempurna menciptakan seseorang seperti kamu, dan aku beruntung bisa memilikimu.Mungkin tak ada sebuah kata yang mampu mengungkapkan, betapa bahagianya aku saat ini, saat bersamamu," ucap Galen.
...****************...
Bersambung
semua saling memaafkan dan tidak menaruh dendam lg..
walopun di cerita ini Adit belum dapat pasangan, setidaknya penyakitnya sudah sembuh dan berubah menjadi lebih baik perilakunya..
semoga Diandra jg bisa sembuh total walopun tanpa harus ke psikolog..
dengan didampingi suami dan anak tercinta serta dukungan seluruh keluarga besar Galen..
baru tau ternyata Adit juga jatuh cinta sama Diandra sayangnya gak terbalaskan..
setelah tau Galen jg jatuh cinta sama Diandra, penyakit hati Adit kambuh dan akhirnya Diandralah yg jadi pelampiasannya..
di sini bisa kita ambil pelajaran, jika ingin menikah harus benar2 siap mental terutama..
karena ini dibutuhkan dalam menghadapi masalah apapun nantinya yg pasti dihadapi dalam dunia pernikahan..
finansial, anak, konflik dg keluarga besar semua pasti pernah mengalaminya..
satu hal yg penting, jangan pernah membanding-bandingkan anak2 kita, karena setiap anak terlahir berbeda sekalipun dari ortu yg sama..
jadi treatment tiap anak pun jg berbeda satu sama lain..
keren banget mam ceritanya..
ini novel terakhir yg kubaca di kategori "cinta yg menyedihkan"..
cuss lanjut novel2 di kategori lainnya..
jangan bosen baca komenku ya mam..
semoga sehat terus..
tetap semangat berkarya dan semoga sukses selalu..
💪🏻🙏🏻😘🥰😍🤩💕💕💕
terimah kasih thoor ❤️❤️
tetaplah berkarya ini