NovelToon NovelToon
Rahasia Pernikahan Sang Dokter

Rahasia Pernikahan Sang Dokter

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / Dokter / Tamat
Popularitas:446.1k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Betapa bahagianya Sekar ketika dinikahi oleh dokter yang bernama Ilham Caniago. Sekar yang bekerja sebagai perawat menyadari jika ia bukan gadis yang cantik. Kulit hitam gelap, wajah berjerawat tidak disangka jika akan dipinang oleh dokter tampan dan kaya raya. Tetapi dalam pernikahan itu, Sekar hanya mendapat nafkah batin malam pertama saja. Ilham selalu dingin dan cuek membuat hari-hari Sekar Ayu bersedih.

"Apa tujuan kamu menikah dengan aku, Mas?"

"Ya, karena ingin menjadikan kamu istri, Sekar."

Usut punya usut, Ilham menikah dengan Sekar karena ada maksud tertentu.


Tetapi walaupun hanya diberi nafkah sekali, Sekar akhirnya mengandung. Namun, sayangnya bayi yang Sekar lahirkan dinyatakan meninggal. Setelah bercerai dengan Ilham, Sekar bekerja kembali di rumah sakit yang berbeda membantu dokter Rayyan. Dari sekian anak yang Sekar tangani ada anak laki-laki yang menginginkan Sekar ikut pulang bersamanya.

Apakah Sekar akan menerima permintaan anak itu? Lalu apa Rahasia Ilham?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Situasi di ruang resusitasi semakin genting ketika dokter Rayyan menatap layar monitor dengan cemas. "Tekanan darahnya terus turun, dia kehilangan terlalu banyak darah. Kita butuh transfusi segera!" teriak dokter, membuat Sekar panik.

Sekar dengan sigap menghubungi bank darah rumah sakit, namun jawaban di seberang telepon membuatnya lemas. Stok darah golongan A negatif—golongan darah yang cukup langka itu sedang kosong karena kecelakaan beruntun yang terjadi sore tadi. Menunggu kiriman dari Palang Merah Indonesia (PMI) pusat akan memakan waktu setidaknya satu jam, sementara detak jantung bocah itu semakin melemah.

"Bagaimana ini, Dok? Stok golongan darah A negatif kosong," lapor Sekar dengan mata berair.

"Segera temui keluarganya, Sus," titah dokter Rayyan tanpa berpaling dari alat menekan dada si anak.

Tanpa banyak bicara, Sekar keluar dari ruangan menunju ruang tunggu. Tiba di sana, nenek Arka sedang menatap kosong ke arah jendela.

"Nyonya," ucap Sekar, sebisa mungkin menyembunyikan rasa paniknya walaupun sebenarnya jantungnya berpacu begitu cepat mengingat cucu nenek itu sedang tidak baik-baik saja.

Nenek kaget lalu berbalik dari jendela mendekati Sekar. "Saya Sus..." jawab nenek Arka, wajahnya tampak kacau memikirkan tentang Arka yang sedang berjuang di dalam sana. Dengan kehadiran suster, ia lebih takut lagi akan menerima berita buruk mengingat kondisi cucunya yang terluka parah.

"Maaf Nyonya," Sekar pun menceritakan jika Arka membutuhkan donor segera. Tetapi sayangnya, di rumah sakit ini sedang tidak ada stok golongan darah seperti itu.

"Tapi golongan darah saya juga tidak cocok, Sus," jawab nenek 60 tahun itu terduduk lemas. Syok, dugaannya akan mendengar berita buruk benar adanya. Ia tidak menyangka cucunya yang dua jam lalu masih aktif mengendarai sepeda kecil, tapi tubuh mungil itu tiba-tiba tidak berdaya dan butuh bantuan untuk menyambung nyawa, tapi Ia tidak bisa memberi.

"Nyonya..." Sekar mendekat lalu membungkuk mengusap punggung tangan nenek, ia seketika ingat ibunya yang telah tiada. Bukan mendapat solusi, si nenek justru menambah kesedihan Sekar. Karena nenek menangis tergugu.

"Tolong selamatkan cucu saya, Sus," nenek rela membayar berapa pun demi keselamatan cucunya.

"Maaf, Nyonya. Siapa keluarga Arka yang bisa kami hubungi? Memang kedua orang tua Arka ke mana?" Sekar memberanikan diri untuk bertanya demi kelangsungan hidup Arka.

Nenek diam, sedetik kemudian membuang napas kasar. "Orang tua Arka sekarang sedang di luar negeri, Sus, tapi dua-duanya tidak bisa saya hubungi," papar nenek, lantas diam karena tidak kuat lagi untuk melanjutkan ceritanya.

Mengetahui si nenek terasa berat untuk melanjutkan cerita, Sekar tidak berani bertanya lagi. Ia permisi kepada nenek lalu menemui dokter Rayyan. Tanpa Sekar tahu, nenek mengikutinya.

Karena harus mengikuti aturan yang sudah ada, satpam menahan nenek. "Sebaiknya Nyonya menunggu di luar saja," satpam yang sebenarnya tidak tega mendengar tangis nenek yang mengharu biru, membantu nenek duduk di kursi yang berada di luar tembok di mana Arka ditangani.

.

Sementara Sekar menatap wajah pucat Arka dadanya sesak. Genggaman lemah di seragamnya tadi seolah menjadi panggilan jiwa yang tidak bisa ia abaikan. Tanpa ragu, Sekar menoleh ke arah dokter.

"Dok, ambil darah saya. Golongan darah saya A negatif," ucap Sekar tegas.

"Sekar, kamu sedang bertugas. Kamu bisa lemas dan kita kekurangan personel di sini," sanggah dokter tersebut ragu.

"Saya sehat, Dok. Saya tidak akan membiarkan anak ini pergi hanya karena masalah prosedur. Ambil sekarang, atau kita akan kehilangan dia," balas Sekar dengan tatapan mata yang tidak bisa dibantah.

Dokter Rayyan menatap Sekar yang tidak ada keraguan lalu mengangguk. Jika demi pasien anak-anak di rumah sakit ini, Sekar sikapnya di luar nalar. Ia rela berbuat apapun demi kesembuhan pasien. Dokter Rayyan yang tidak tahu sejarah Sekar tiga tahun yang lalu sering kali dibuat tercengang.

Prosedur darurat segera dilakukan. Sekar berbaring di brankar tepat di sebelah anak laki-laki itu. Sebuah pemandangan yang menyentuh hati, selang merah mengalirkan kehidupan dari lengan Sekar menuju tubuh kecil yang sedang berjuang melawan maut.

Sambil merasakan darahnya berpindah, Sekar terus menggumamkan doa. Ia merasa seolah-olah sedang memberikan napas kepada putranya sendiri yang dulu tak tertolong. Rasa pening mulai menyerang kepalanya, namun setiap kali ia melihat dada anak itu naik-turun meski perlahan, kekuatannya kembali pulih.

"Jangan menyerah, sayang..." bisiknya lirih, sementara air mata jatuh di sudut matanya. Ingat bayi yang belum pernah ia lihat selain batu nisan tanpa nama yang ditunjukkan dokter Siska setelah seminggu ia melahirkan.

Beberapa saat kemudian, monitor mulai menunjukkan angka yang lebih stabil. Warna merah muda perlahan kembali ke bibir mungil anak itu. Sekar tersenyum tipis di tengah rasa lemasnya, menyadari bahwa takdir membawanya menjadi perawat bukan sekadar pekerjaan, melainkan misi untuk menyambung nyawa yang hampir terputus, atas izin Allah.

"Alhamdulillah..." ucap dokter Rayyan. "Sebaiknya kamu istirahat dulu sampai dua puluh empat jam Sekar, biar Intan yang menggantikan kamu," titah dokter Rayyan lalu meninggalkan ruangan setelah Sekar mengangguk.

Sekar melirik anak di sebelahnya walaupun sudah dinyatakan membaik, tetapi masih belum lega sebelum melihat Arka bangun. Sekar khawatir jika Arka mengalami gangguan kognitif akibat gegar otak.

"Ya Allah... Sembuhkan Arka," doanya kemudian tidur. Namun, hanya beberapa menit terdengar anak kecil memanggil 'mama'

Sekar segera bangun duduk di samping tempat tidur Arka. Anak itu sudah sadar dan menatap Sekar sayu. "Kamu sudah bangun sayang..." Sekar memandangi pipi yang sebenarnya montok tapi banyak luka-luka.

"Mama... sakit..." ucapnya lirih, ternyata anak itu masih cadel.

"Tahan sayang... ada Suster di sini," Sekar mengusap punggung tangan anak itu.

Arka lagi-lagi menatap Sekar, kali ini lebih intens. "Mama... bukan Sustel..." lirihnya.

"Mama sedang dalam perjalanan sayang... Suster panggilkan Nenek ya..." ucap Sekar lembut, tapi sebelum berdiri, Arka justru menangis kencang.

"Sayang..." Sekar mengusap pundak Arka, hingga beberapa detik kemudian tangis anak itu berhenti.

"Sultel Mama aku..." ucapnya serak.

"Oke, Suster Mama Arka," Sekar mencoba untuk mengikuti kemauan Arka dengan perasaan campur aduk. Ia khawatir dugaannya Arka mengalami gangguan kognitif benar. Sebab, Arka menganggapnya mama.

"Sebentar ya, Suster telepon dokter," kata Sekar, lalu menekan tombol telepon menghubungi dokter Rayyan.

"Mama... Bukan Sustel," lagi-lagi mata Arka berair.

"Iya... anak Mama..." Sekar terkikik, menyentuh hidung anak itu.

Senyum kecil muncul dari bibir Arka. "Gendong..." Arkan mengulurkan tangan dengan wajah yang sedikit cerah.

Tidak peduli dengan tubuhnya yang masih lemas, dan mengoreksi panggilan Arka, Sekar mengangkat tubuh Arka menidurkan di pangkuannya. Sekar tahu di saat kritis seperti ini, seharusnya sentuhan kasih sayang mama Arka sangat dibutuhkan dan menjadi obat. Sekar tidak habis pikir, sesibuk apapun orang tua seharusnya cepat pulang ketika tahu kondisi anaknya seperti ini.

 "Sekarang Arka bobo..." Sekar mengusap pundak Arka. Di saat momen itu terjalin dengan hangat, dua orang masuk ke ruangan.

...~Bersambung~...

1
juwita
berarti dokter sm suster yg blg anak sekar meninggal berbohong krn di suruh dokter gadungan. harus di ungkapin itu harus di pidanakan jgn di biarin tuman
YuWie
kesalahan rayyan krn gak jujur sama sekar..jadi jelek kan namamu. Mana sekar sdh nunggi sampe malam kedatanganmu san
YuWie
mesake men rayyan..hy krn mau dibalikin sekar ke ilham aja dibuat noda padanya..hah
YuWie
Luar biasa
juwita
klo emg itu anak sekar apa tujuan si dr gadungan nyembunyiin dr sekar?
juwita
udh 3 thn sj g kerasa🤣🤣
guntur 1609
dasar begok. wanita tu ahli ilmu sejarah. mknya jangan sok mancing2
guntur 1609
kwkkwk🤣🤣 kapok kau kan. harus banyak betsabatlt lah kau ilham
guntur 1609
gak sadar diri
guntur 1609
berusaha lh kau ioham
Alvian Denis
pirasatku arka anak Sekar sama Ilham..bayi yang di lahir kan Sekar sebetulnya tidak meninggal 🙏🙏
Saryanti Yahya
yaah kasihan ilham, gagal maning gagal maning son.
guntur 1609
jangan bilang nanti orang tua Rayyan gak suka sama sekar. terakhir sekar dan Rayyan gak jadi sama
guntur 1609
aku setuju sm Rayyan. asal Rayyan jangan berulah. biarkan saja ilham hidup dalam penyesalnya
Ita Mei Lestari
kyaknyA anknya diambil dr ilham😄
guntur 1609
mampus kalian. tinggal si biadab ilham
guntur 1609
aku pingin ilham hancur sehancurnya. biar dia tahu rasa
guntur 1609
tuntut semuanya. baik ilham Luna dan Siska. dan semua yg terlibat. biar hancur semua reputasi mereka
guntur 1609
tuntut sj mereka
Misaza Sumiati
sepertinya arka anaknya Sekar , jadi waktu lahir mungkin bohong Ilham mengatakan meninggal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!