NovelToon NovelToon
Hidupku Bersama CEO

Hidupku Bersama CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Poligami / Tamat
Popularitas:6M
Nilai: 4.9
Nama Author: taurus

Area 18+ untuk season satu, sebagian cerita diambil dari kisah nyata dari berbagai sumber yang dikemas dalam bentuk Novel.



❤SEASON SATU❤

"Hai wanita simpanan kembalikan suamiku!"

Serangan dari istri sah yang psikopat membuat

Diana yang sudah hamil terlebih dahulu, tanpa

mengetahui jika sang CEO memiliki istri,

mendapatkan penghinaan sekaligus siksaan hingga

hampir mati.


❤SEASSONS DUA❤

Perjuangan mempertahankan kebahagiaan ketika

masa lalu muncul satu persatu.

Juga Rahasia yang tersembunyi dalam kotak merah.


❤ SEASONS TIGA ❤

Kisah Cinta, persahabatan dan pengorbanan.

Conrad jatuh cinta dan berada diantara dua wanita yang berbeda.

"Tidak selamanya orang yang tampak baik adalah baik. Mirip bukan berarti memiliki sifat yang sama. Penampilan terkadang mengecoh kepribadian yamg sesungguhnya.
Jangan sampai kau salah menilai kepribadian berdasarkan penampilan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon taurus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Gladys ( Revisi )

Gladys keluar dari kamar Andrew dengan marah . Sambil berjalan dia menghentakan kaki nya. Tidak dia hiraukan sapaan para staf .

"Sh$$ " mengumpat keras ketika sepeda listrik yang dikendarai oleh lansia di lorong kamar mengebel agar Gladys memberinya jalan .

"jangan kasar nona." Nenek itu melewati gladys sambil menegur.

"Tutup mulutmu .@#$%%^&* " Gladys mengumpat dengan bahasa negara nya.

"Dasar. Cantik tapi kasar." gumam nenek sambil lanjut mengendarai sepeda listriknya.

Masuk ke area kolam renang di deck 9 . Galdys langsung menuju kearea bar dan duduk di pool bar.

"Bloodymary." Memerintah ke seorang bartender pria yang gemulai. Dengan sigap Bartender menyediakan minuman yang dipesan oleh Gladys.

"Ini miss." menyodorkan minuman berwarna merah itu kepada Gladys. Gladys menegak minuman hingga setengah.

"Hei kamu tau Bartender bernama Diana?" bertanya dengan nada kasar tapi pelan menekan suara.

"Iya miss saya tau." jawab bartender pria yang gmulai dengan tersenyum.

"Dia itu ******* ya.'' suara Gladys pelan tapi dengan nada menghina sinis.

''Hmmm.... maaf miss, Diana yang mana ya tepatnya."

bartender gemulai itu bertanya memastikan bahwa mereka membicarakan orang yang sama.

"Memangnya ada berapa Diana, bodoh! Tentu saja Diana yang ditugaskan melayani Andrew!"

"Ooo iya miss. Diana dari negara I. Dia orang baik kok miss, setau saya dia bukan seperti yang miss kira." Maya berusaha membela .

"Naik katamu? Dia wanita ******* bermuka dua. Aku benci dia."

Bartender gemulai itu tampak bingung dan heran tidak mengerti dengan maksud dari kemarahan Gladys.

"Kamu tau ******* itu berani nya merebut perhatian Andrew. Dasar tidak tahu malu. Muka nya saja yang manis, tingkahnya yang sok alim, tapi ternyata kuda liar." Gladys menekan suara nya penuh emosi. Sebenarnya dia ingin berteriak mengatai Diana itu *******. Tapi dia juga malu dengan kenyataan bahwa Andrew menolaknya hanya demi seorang sederhana seperti Diana.

Bartender lain setelah selesai melayani tamu dan waiter datang menghampiri bartender gemulai.

"Maya ada apa, kenapa nona cantik ini marah?" dengan berbisik dia bertanya pada bartender pria yang gemulai bernama Maya.

"Dia itu bilang kalau Diana ******* merebut mr.Andrew darinya." setengah berbisik.

"Apa???" bartender yang bernama Carlos dari negara P terkejut.

"Diana kan kayanya gak pernah ada scandal yaa."

"Iya itu. Cuma dua hari ini aku gak pernah lihat dia. Jadwal dia dimana sih?" tanya Maya.

"Tauk. Coba tanya Clara nanti jadwal siang dia

di sini."

"Kalian tidak percaya kalau Diana itu wanita murahan. Benarkan?" Gladys kembali memaksakan argumennya.

"Maaf nona setau kami Diana itu orangnya sopan, menyenangkan dan ramah. Mungkin ada yang salah mengartikan keramaahnya."

"Kamu pikir aku bodoh tidak bisa membedakan keramahan dan genit? kalian gak tau apa aku ini dulu model Victoria Secreet." Gladys bicara dengan nada geram.

"Kalian tahu Diana kalian yang sok suci itu tidur dengan siapa semalam, ya dengan Andrew. Bah! Kalian pikir dia masih Virgin? *******!"

"Bahkan pagi ini dia berani mengusirku dari kamar Andrew. Kurangajar bukan. Andrew itu milikku tau. Milikku." sambung Gladys dengan geram.

"Ooo maaf kami tidak tahu akan hal itu. Nona pasti cinta sekali ya sama Mr. Andrew. Nona melepaskan dunia modeling demi mr. Andrew?" tanya Maya dengan berani mencoba mengalihkan perkataan Gladys dari menghina Diana

"Cintaa? Apa itu cinta? Iya aku cinta Andrew. Hahahha cinta sekali. Andrew itu gak pelit tiap bulan aku bisa dapat lebih dari sepuluh kali gaji kalian."

"Lebih dari modeling ?"

"Setidak nya bersama Andrew aku tidak perlu capek. Kapan aku mau show aku tinggal telphone. Kapan aku malas tidak masalah. Ada Andrew yang memanjakanku."

Andrew adalah tambang emas bagi Gladys. Rasa marah pada Diana lebih disebabkan karena ketakutan tambang emasnya hilang. Susah payah dia mempertahankan Andrew. Selama hampir satu tahun menguntit Andrew, ia tidak pernah kasar ataupun mengusirnya.

"Kenapa katanya?" Carlos berbisik

"Ngambek dia, Mr. Andrew nyuekin dia." jawab Maya perlahan.

"Jadi bener Diana dan mr. Andrew. ... " Carlos tidak melanjutkan kalimatnya.

"Kata dia gitu sih. Tar kita tanya Diana." Maya berbisik.

Sambil menyandarkan diri di meja bar, Gladys mengayunkan kaki nya kesal. Tanpa sadar ada ada seorang pria yang sedang berjemur memperhartikannya. Ketika pandangan mata mereka bertemu, pria tersebut mengangkat minumannya dan mengangguk pada Gladys. Sesaat Gladys tertegun. kemudia membalas dengan anggukan.

Pria tersebut menghampiri Gladys.

"Hallo aku Damien." Duduk di sebelah Gladys.

"Aku Gladys." Gladys tersenyum manis.

"Kamu sendirian?"

"Yup." Gladys mengangkat bahu.

"Wanita secantik kamu tidak seharus nya duduk sendirian. "

"Sekarang kan ada kamu. " Jawab Gladys sambol menelan liur melihat dada sexy .

hmmmm... boleh juga pria ini tidak kalah dengan Andrew , boleh juga . Apalagi wow dia pemegang platinum card.

"Masukan dalam tagihan saya apapun yang dia pesan." Damien menyodorkan Platinum card kepada Maya. Kartu yang menunjukan Status tamu merupakan langganan cruise ataupun mereka yang memesan kamar paling mahal.

"Okey sir." Maya menerima kartu tersebut.

Damien dan Gladys asyik berbincang-bincang sambil sesekali tampak Gladys menyentuh tangan Pria itu, dan sesekali memukul bahu atau paha Damien dengan manja.

"Dapat umpan baru dia." bisik Carlos kepada Maya dan disambung dengan senyum geli kedua nya.

"Sudah lupa itu sama mr. Andrew. Haisss dasar cewek." sahut Maya sambil memutar matanya.

"Kamu kan cewek juga kan?" goda Carlos.

"atentu saja, tapi aku kan lebih perkasa. " jawab Maya sambil mengerdipkan matanya. Carlos bergidik meninggalkan Maya sambil berbisik sendiri.

 

*aku belum bengkok masih lurus*

 

Tak lama Damien kemudian tampal menggandeng tangan Glady mengajaknya menuju ke ruangan dalam buffet restaurant.

Bersama mereka menikmati sarapan pagi. Mengitari meja buffet bersama kemudian memilih duduk di pojok ruangan . Sementara seorang bar waitress dari negara R menghampiri mereka ,

"Tuan dan Nyonya mau pesan minuman dari bar?"

"amimosa." jawab Gladys.

"2 mimosa." tambah Damien.

Bar Waitress mencatat pesanan kemudian berjalan ke arah meja lain untuk mengambil pesanan juga. Kemudian menuju ke arah bar menyerahkan orderan kepada bartender untuk menyiapkan pesanan.

"Ada lagi yang bisa saya bantu?" tanya bar waitrees sambil meletakan minuman dan cek untuk ditandatangani oleh Damien.

"Kamu perlu lainnya?" tanya Damien kepada Gladys .

"Tidak ada. Pergilah." Jawab Gladys dan memerintahkan bar waitress untuk meninggalkan mereka sendiri.

Mereka menikmati sarapan pagi hampir siang sambil saling melontarkan pujian. Pujian dari Damien akan kecantikan dan kemolekan Gladys membuat dia berseri-seri dan melupakan Andrew.

"Apa yang kamu lakukan setelah ini?" tanya Damien.

"Tidak ada." jawab Gladys sambil menatap manjan Damien.

"Kalau begitu maukan kamu menikmati segelas champagne di kamarku?" tanya Damien sambil menyentuh lengan Gladys. Gladys terdiam sejenak, sedangkan dalam hatinya berlonjak kegirangan

 

*akhirnya kau mengajakku*

 

"Aku akan memesan Dom Perignon." Damien menyebutkan nama Champagne yang paling mahal yang dijual di kapal.

"Baiklah." sahut Glady.

"Perfect."

Mereka berjalan beriringan meninggalkan restaurant menuju kamar Damien.

Sementara di kejauhan Wilmer memandang kepergian mereka dengan jengkel.

1
Nur Lela
alur yang kuat
Nur Lela
/Drool/
Nur Lela
keren
Nur Lela
/Drool/
Nur Lela
😍😍😍😍
Nur Lela
/Drool/
Nur Lela
😍😍😍😍😍
Nur Lela
😍😍😍😍
Nur Lela
/Drool//Drool//Drool//Drool/
Nur Lela
/Drool//Drool//Drool/
Nur Lela
/Smile/
Nur Lela
kereeeen bgt
Nur Lela
😃😃😃😃
Nur Lela
/Drool//Drool//Drool//Drool/
Nur Lela
keren
Nur Lela
😍😍😍😍😍
Nur Lela
keren
Nur Lela
luar biasa banget gila keren bgt ini novel kok bru ketemu y
Nur Lela
sumpah ini novel bagus bgt, hanya kurang promosi doang
Maya Mawardi
aku lebih suka wanita indonesia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!