Dunia dimana yang kuat yang menjadi raja dan yang lemah ditindas serta dihina. Kisah ini menceritakan perjalanan hidup Lima sekawan dalam melawan kekuatan jahat milik Tuan Putri Quinella Valencia de Harvest, yaitu bibi dari Putri Mahkota Kerajaan Harvest. Di dunia ini tidak hanya mengandalkan kekuatan dan kekayaan saja, tapi juga mengandalkan Panggilan Sistem (System Call). Dapatkah Putri Mahkota beserta teman-temannya mengalahkan Tuan Putri Quinella beserta keluarganya, dan mendapatkan kembali haknya sebagai pewaris tahta yang sah, lalu bagaimana nasib keluarga Tuan Putri Quinella? Mari kita simak cerita ini bersama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SJ K.R.Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 10: Pertemuan Yang Tidak Terduga (2)
"Apa orang itu yang kau maksud, Lea?" Tanya Luca sambil menunjuk ke arah orang yang sedang berlari menuju Toko Buku Astra the Kidston.
"Iya, itu dia."
"Ivy, kau kemana saja, hah? Apa kau tau berapa lama aku menunggu mu? Untung saja ada pria baik ini yang menemaniku, kalau tidak ya~ kau tau sendiri kan bagaimana akhirnya." Ucap Tuan Putri Lea senada marah.
"Maafkan saya, Tuan Putri. Saya... Um! Umm!" Ucap Ivy yang langsung di tutup mulutnya oleh Tuan Putri.
"Diam! Kalau tidak aku akan menghukum mu besok di istana." Ucap Tuan Putri mengancam Ivy sambil berbisik.
"Ba-baik, Tuan Putri." Ucap Ivy sedikit berbisik karena merasa ketakutan dengan ancaman yang di bicarakan oleh Tuan Putri Lea.
"Katakan sekali lagi!" Ucap Tuan Putri sedikit berbisik pula.
"Ba-baik, Lea." Ucap Ivy takut sambil menundukkan kepalanya.
"Tuan Putri dia bilang? Mungkinkah Lea itu seorang Tuan Putri?" Ucap Luca sambil bergugam pelan.
"Lea, apa benar kalau kau adalah seorang Tuan Putri? Maaf kalau aku menanyakan hal ini secara tiba-tiba, tadi aku tidak sengaja mendengar temanmu memanggil mu 'Tuan Putri' apa itu benar?" Tanya Luca penasaran.
"Gawat! Aku lupa kalau Luca masih ada disini. Apa yang harus aku katakan? Tidak mungkin kan kalau aku bilang aku adalah seorang 'Tuan Putri' kalau aku bilang seperti itu dia bisa saja berteriak dan memanggil para pengawal yang berjaga disini. Apa yang harus aku katakan padanya?"
"Tunggu, bagaimana kalau mengubah nama belakang ku dengan yang lain, tapi nama apa yang cocok?" Ucap Tuan Putri Lea di dalam hati.
"Ada apa dengannya? kenapa dia diam saja dari tadi seperti sedang memikirkan sesuatu." Ucap Luca di dalam hati sambil bertanya-tanya.
"Lea, ada apa denganmu? Kenapa kau diam saja dari tadi?" Tanya Luca semakin penasaran.
"Ha-hahaha, ti-tidak ada Luca. A-aku...."
"Maaf karena aku tidak memperkenalkan diriku dengan benar sebelumnya, perkenalkan nama ku Lea Columbia." Ucap Lea sedikit berteriak.
"Ssttt!!" Ucap Pemilik Toko Buku itu memperingati kalau di toko buku tidak boleh berisik.
"Ups! Maaf, Tuan." Ucap Lea meminta maaf pada pemilik Toko Buku itu.
"Columbia?" Tanya Luca tambah penasaran.
"Iya, Columbia. Teman ku ini suka lupa kalau aku bukalah seorang 'Tuan Putri' melainkan hanya seorang rakyat biasa saja." Ucap Tuan Putri merendahkan dirinya sendiri.
"Apa sekarang kau sudah paham, Luca?" Tanya Tuan Putri pada Luca.
"Ya, aku sudah paham sekarang, Lea." Ucap Luca.
"Tes 1 2 3. Tes Tes Tes, hallo semua selamat malam. Saya ingin memberitahukan kepada para pengunjung Festival Lentera kali ini bahwa pelepasan lentera pertama akan di mulai 10 menit lagi."
"Acara akan di pimpin oleh Yang Mulia Kaisar, Vettel Frederick De Harvest, dan di lanjutkan oleh Tuan Putri Ellie Valencia De Harvest, Nona Paddington (Terraria Paddington), Nona Everest (Athanasia Everest), Grand Duchess Yuuki (Charena Aurelia La Yuuki), Baroness Monique (Juvellian Holton La Monique), Nona Lawson Bates (Lilian Ashley Lawson Bates), Duke Muda Verita (Zaidan Shana De Verita), Marquess Meligina (Lars De Meligina) dan terakhir Marquess Glazer (Malcolm Glazer).
"Bagi kalian yang ingin menyaksikan Pelepasan Lentera Pertama silahkan datang ke Danau Worthington. Saya ulangi sekali lagi, bagi yang ingin menyaksikan Pelepasan Lentera Pertama silahkan datang ke Danau Worthington untuk menyaksikannya. Sekian dari informasi yang bisa saya berikan, Terima kasih." Ucap pembawa acara tersebut.
"Oh, astaga acaranya hampir di mulai, ayo kita segara kesana, Tuan, Lea." Ucap Ivy sambil berjalan duluan.
"Iya, ayo kita kesana." Ucap Luca dan Tuan Putri Lea bersamaan.
"Tunggu Nona, anda belum membayar bukunya." Pinta sang Pemilik Toko Buku itu.
"Oh.. Maaf, kalau begitu berapa harganya, Tuan?" Tanya Tuan Putri Lea pada Pemilik Toko Buku itu.
"Harganya hanya 10 koin emas Harvest, Nona." Ucap Pemilik Toko Buku tersebut.
"Maaf Tuan, saya tidak punya koin emas tapi saya punya 2 gelang emas ini." Ucap Tuan Putri Lea sambil memperlihatkan kedua gelang emasnya.
"Nona, saya tidak bisa menerima ini. Ini terlalu berlebihan bagi saya, Nona." Ucap Pemilik Toko Buku itu sambil menolak 2 gelang emas yang Tuan Putri perlihatkan.
"Anda sangat rendah hati sekali, Tuan. Tidak apa anda boleh mengambilnya saya masih punya banyak gelang di tempat saya tinggal. Anda bisa menganggapnya sebagai hadiah atas kemurahan hati anda, Tuan. kalau begitu saya pergi dulu Tuan. Selamat Malam dan selamat menikmati Festival nya, Tuan." Ucap Tuan Putri Lea melambaikan tangannya sambil berlari pergi menyusul kedua temannya.
"Lea, ayo cepat." Ucap Luca melambaikan tangannya sambil berteriak kepada Tuan Putri Lea.
"Iya, aku datang." Ucap Tuan Putri Lea membalas teriakan Luca.
Beberapa menit kemudian.
"Hosh... Hosh... Hosh..." suara ketiga orang yang sedang terengah-engah.
"Aaahhh... sungguh melelahkan, tidak ku kira."
"Hosh.. Hosh..."
"...Jarak antara Toko Buku Astra The Kidston menuju Danau Worthington sejauh Ini.. Aaahhh.." Ucap Tuan Putri yang masih terengah-engah akibat berlari dari Toko Buku Astra The Kidston menuju Danau Worthington.
"Kau terlihat lelah, Lea. Bagaimana kalau kau duduk dulu disini. Aku akan mengambilkan segelas air untuk kalian berdua." Ucap Luca sambil berjalan ke tempat air yang telah di sedia oleh Penyelenggara acara.
"Baiklah, Luca." Ucap Tuan Putri Lea.
......................
"Luca, bagaimana menurutmu dengan yang ini? Cantik bukan?" Tanya Alice sambil memegang pita yang berwarna biru kehijauan.
"Luca?" Tanya Alice sekali lagi. Tapi tetap tidak ada jawaban sama sekali dari adik angkatnya.
"Aneh, bukannya Luca ada disini tadi. Kemana perginya dia?" Tanya Alice lagi sambil bergugam pelan.
"Apa aku tanya saja pada Eugeo dan sena? Ucap Alice yang tidak sadar kalau kedua orang yang tadi dia bicarakan ada di belakangnya.
"Alice, kau sendirian saja? Mana adik mu?" Tanya Eugeo yang balik bertanya pada Alice.
"Ah, itu, baru saja aku ingin menanyakan hal sama pada kalian berdua." Ucap Alice sedikit kecewa.
"Apa maksudmu, Alice?" Tanya Sena keheranan.
"Sebenarnya... Hiks.. Hiks... Luca... Hiks.. Hiks... menghilang Sena, Eugeo." Ucap Alice dengan mata yang berkaca-kaca lalu di susul tangisan yang kencang
"Huuuwaaaa...!!!" Tangisan Alice pecah seketika ketika tidak ada satupun di antara mereka berdua yang tau keberadaan adik angkatnya, Luca.
"Apa Luca menghilang??" Tanya Sena dan Eugeo tidak percaya.
"Iya.. Hiks.. Luca menghilang... Hiks... Hiks... saat aku... Hiks... ingin menanyakan pendapatnya... Hiks.. Hiks... tentang pita ini padanya... Hiks... Hiks..."
"Aku memang tidak pantas untuk menjadi kakaknya. Lebih baik aku kabur saja dari kediaman Castina." Ucap Alice menyesal karena sudah melalaikan perintah dari ayah angkatnya.
"Apa maksudmu itu, Alice. Kau tidak boleh menyalahkan diri mu sendiri seperti itu. Ini bukan kesalahan mu karena Luca menghilang begitu saja. Ayo kita berpencar dan mencarinya mungkin Luca masih ada di dekat sini." Ucap Eugeo sambil menenangkan Alice lalu menyuruh mereka berdua untuk berpencar ke arah yang berlawanan.
Sukses terus Thor ... Salam kenal dari saya, Aulia 🥰
aku beri vote bunga like n fav
salam. dari istri yang bisu 🙏
semangat ya
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪❤❤❤❤❤❤