NovelToon NovelToon
Pelayanku, Asha

Pelayanku, Asha

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:53.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lisa

Karena ingin dapat uang yang banyak tanpa ribet dengan keharusan punya keterampilan khusus, Asha akhirnya mau jadi tukang cuci pada sebuah keluarga kaya. Padahal dia punya ijazah SMA yang memungkinkan dia punya pekerjaan yang lebih baik dari sekedar tukang cuci.

Banyak kejadian yang terjadi selama dia menyembunyikan pekerjaan dari orangtuanya yang ada di kampung. Juga harus tetap cool saat ada teror menggemaskan dan nakal dari Arga, tuan muda di rumah majikan yang sedang patah hati karena tunangannya berselingkuh. Apalagi teror ciuman sesaat itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 10 Mantan

Setelah acara pertemuan pertama Asha dengan Paris di rumah ini, Paris sering menghampiri Asha mengajak ngobrol. Paris jadi seperti adik perempuan yang mengikuti kemana saja. Sekolahnya lagi libur makanya dia bisa pulang.

Siang ini Paris ngajak Asha keluar. Padahal masih jam kerja, tapi Paris memaksanya ikut. Sebagai pelayan yang tahu tanggung jawab, Asha menolak. Tapi Paris memaksakan kehendak dan merajuk ke Bundanya.

"Kak Asha aku ajak keluar, Bun" pinta Paris. Nyonya Wardah melihat Asha yang masih mencuci piring. Berpura-pura tidak dengar.

"Asha masih ada kerjaan."

"Biar Bik sumi yang gantiin." Paris tetap maksa.

"Asha, ikut Paris keluar dah," pinta Nyonya Wardah akhirnya mengalah.

"Maaf nyonya. Jam bebas saya masih nanti jam 7 malam." Jelas Asha menolak. Nona muda itu bikin pusing. Bisa bisa Tuan Mudanya bakal melayangkan surat pemecatan kalau dengar ini.

"Denger Paris? Asha itu memang pegawai yang bertanggung jawab. Jangan ngajak-ngajak seenaknya begitu," kata Bunda.

"Ah, Bunda. Yang ngajak kan Paris, bukan orang lain. Jadi kak Asha itu masih bisa di sebut kerja. Bukan pergi buat bolos kerja. Bener kan Bik Sumi?" Bik sumi

mengangguk pelan. Yang nanya majikan jadi iya aja jawabnya. Jangan tidak. Asha tetap menyelesaikan mencuci piringnya. Dia tidak mau denger ocehan Nona Muda yang masih SMA itu.

"Tuuuuhhh ... Kak Asha sudah selesai nyuci piring. Berarti bisa di ajak keluar nih." Paris girang. Aduh! Asha menyesal menyelesaikan dengan cepat. Bocah itu maksa banget mau ngajak keluar.

Dan begitulah kenapa Asha bisa keluar pada jam jam kerja. Seneng sih bisa keluar pada jam segini tapi kan tidak enak sama pelayan yang lain. Apalagi Asha tergolong baru daripada pelayan yang lain. Pasti nanti ada yang menggunjing di belakang. Ada yang ngiri atau apalah. Dikiranya Asha menjilat ke majikan. Dari pelayan area laundry jadi pelayan di dapur. Meskipun sama-sama jadi pembantu. Tapi buat mereka bisa bekerja di dalam rumah itu agak mewah.

Padahal menurut Asha sama-sama pembantu kenapa direpotkan. Entah di dalam rumah maupun di luar inti rumah. Malah lebih enak kerja di area laundry. Tidak di awasi terus sama majikan. Yah ... Nyonya wardah bukan tipe majikan yang bossy sih. Beliau ramah, baik hati dan lembut. Mungkin itu pelayan di rumah pengen deket sama Nyonya yang seperti malaikat itu.

Dari sekian tempat, kenapa harus ke sini, sih.

Ternyata Paris mengajaknya ke kantor Arga dan Asha semakin tidak tenang. Bagaimana bisa tenang. Kalau ketemu Tuan Muda bisa-bisa kalimat pemecatan tanpa dasar yang kuat akan muncul lagi.

"Kok kesini Non?" tanya Asha

"Panggil Paris aja." ralat Paris.

"Gak bisa. Saya pelayan rumah." bantah Asha datar.

"Kita di luar. Kakak gak perlu formal."

"Itu tidak sopan."

"Sopan kok. Enggak masalah," ujar Paris maksa. Paris memang gampang maksa, tapi dengan cara yang unik.

"Oke. Parisssss ..." Asha mengalah. Paris memberi jempolnya dari samping. Kaki mereka terus melangkah menuju ke dalam perusahaan. Dan Asha semakin tidak tenang. Mereka berdua bergerak ke arah lift. Asha yang sedikit takut naik lift mendekat ke dinding.

"Kenapa Kak?" tanya Paris.

"Kalau berdiri di tengah, aku merasa pusing dan mual. Harus bersandar seperti ini."

"Fobia? Claustrophobia?" Paris menyebut salah satu fobia ruang sempit.

"Mungkin semacam itu, tapi gak parah." Asha menghela nafas berkali kali seperti kehabisan oksigen. Pintu lift terbuka. Mereka sampai di lantai paling atas.

"Selamat siang, nona ...," sapa karyawan yang melihat Nona Muda pemilik perusahaan datang.

Tring!

Pintu lift terbuka lagi. Semua mata memandang ke arah pintu lift. Seseorang keluar dari sana. Paris dan Asha membalikkan badan. Seseorang itu sungguh mempunyai sinar yang sangat menyilaukan mata. Tidak ada yang tidak melihat saat itu. Semua mata menatap ke arahnya.

Dia, wanita yang sangat memukau. Bodi nya coke bottle. Wajahnya cantik. Dengan tinggi yang lumayan dia layaknya model.

Wow.. cup D, batin Asha terpana.

"Hai, Paris. Lama sekali tidak jumpa," sapanya lembut.

"Ya. Sejak kamu tinggalkan kakakku seperti itu," sahut Paris dengan senyuman palsu tersungging di bibirnya. Wanita itu tersenyum juga.

"Kamu tetap Paris yang dulu rupanya." Lalu dia memeluk Paris erat. Paris menerima pelukan dengan tak bersemangat. Tapi dia tetap menerimanya. Asha melihat wanita itu agak lama.

Jadi dia adalah mantan kekasih kakaknya. Yah, memang pantas lah ... sebagai mantan Tuan Muda yang tampan itu.

"Kamu mau menemui kakakmu?" tanya wanita itu.

"Kamu?" tanya Paris tanpa menjawab pertanyaan Chelsea.

"Aku memang datang untuk menemui kakakmu."

"Memangnya masih ada perlu?" pertanyaan sinis dari Paris.

"Kalau mau di sebutkan, aku punya banyak daftar keperluan dengan dia." Chelsea tersenyum lembut. Dia tangguh melawan Paris. Dan ini membuat Paris mengangguk . Tapi sebenarnya muak. Asha melihat itu.

"Kenapa harus sendiri bukan dengan Kak Evan? Dia kan suami mu." Paris terus memaksa melontarkan pertanyaan karena tidak sukanya ke wanita di depannya itu.

"Hmm ... Aku punya alasan sendiri. Aku duluan." Wanita itu tetap menjawab semua pertanyaan Paris dengan senyuman lembut.

Asha dengar umpatan-umpatan pelan dari bibir gadis di sebelahnya. Tanpa bicara Paris balik menuju lift. Asha bernafas lega. Akhirnya dia tidak jadi bertemu Yang Mulia Arga.

Cerita tentang seorang wanita bernama Chelsea kembali menyeruak di dalam kantor. Semua tentang wanita itu muncul ke permukaan. Semua orang sedang membicarakannya.

Meskipun banyak yang membicarakan Chelsea, tapi ada juga yang enggan. Seperti Rendra sekretaris direktur. Sejak kedatangan Chelsea dia diam tak mengeluarkan perkataan apa-apa selain yang di suruh direktur Arga. Dan masih banyak lagi bawahan yang dasarnya gak kepo enggan membahas ke datangan Chelsea ke perusahaan.

Mereka menutup mulut rapat-rapat soal yang menyangkut direktur. Atau juga mereka hanya orang yang malas membicarakan orang lain karena kehidupan sendiri sudah semrawut. Jadi menjalani hidup cukup mengurusi masalah sendiri daripada menggunjing.

1
Sari Purnama
😍park seo joon oppa..syukaaaa
Gustein Arifin👑
cediiiiiihhhhh 😩😩😭😭😭
Dewi Purbowati
sudah ke 3 kalixa q baca Thor
Fadillah Ahmad
Nah, sekarang, ini sudah tidak relevan lagi kak, Sekarang berdasarkan berat badan.

Kalau minum air putih 8 gelas sehari, itu sama saja kekurangan Cairan. Kalau misalnya nih, kita haus, terus jatah minum air putih sudah 8 gelelas, terus gimana? sementara kita haus nih 😁

Jadi lebih baik Minum Air putih sesuai kebutuhan tubuh saja kak, jika haus minum. Udah gitu Saja sih 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Ah, Seharusnya ksmu banting saja semua yang ada di dalam Ruangan itu Arga. Untuk meluapkan emosi. Biar istrimu itu tidak melewati batas. Apapun itu, itu nggk bisa di terima. Kalsu aku mah, sudah mengamuk itu. Aku nggk terima, istriku sama pria lain! enak aja dia! 🤬
Fadillah Ahmad
Iyalah, memang mau di harapkan apalagi? Menikah? Ya Nggk mungkin lah, di usia 17, 18 itu mengharapkan seperti itu. Nah Kalau Sudah 21 Tahun Keatas Baru, tidak masalah, mengharapkan Sebuah Pernikahan. Sah-sah saja itu mah, Asha. 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Ini benar ini, Kadang, orang masih menyebut "Susu Kenat Manis" Sebagai Susu. Sesungguhnya, "Susu Kenatal Manis" itu di boleh di sebut "Susu" Karena lebih banyak gulanya, di bandingkan yang lainnya. Jadi tidak tepat, jika, "Susu Kental Manis" di sebut "Susu" itu tidak boleh.

Sekarang, hanya boleh di Sebut "Kental Manis" saja. Tantapa embel-embel kata "Susu" di dalamnya. ini benar nih. 🙏🙏🙏😁
Fadillah Ahmad
Nah Ini, "Perjalanan Bisnis" Asha sebagai Istri Arga, juga harus siap kapan saja, mendampingi Suaminya dalam perjalanan Bisnis. Baik itu Keluar Kota, ataupun Keluar Negri. Karna Asha adalah Istri CEO, jadi harus menemani Arga, melakukan Perjalanan Bisnis. 😁😁😁🙏
Fadillah Ahmad
Betul, padahal suaminya CEO dari Perusahaan Besar, tapi istrinya malah Suka yang murah. 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Cerita Sederhana ini, yang bikin Kangen. 😁😁😁 Ke pasar tradisional, juga masuk dalam cerita 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Aduh Arga... Masa Sih, Seorang CEO Dari Hendarto Group, nggk bisa mencuci perabotan memasak? itu pekerjaan yang tidak sulit, jika di lalukan dari hati. 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Kak, Adain dong Cerita Anaknya Arga ❤️ Asha kak 🙏🙏🙏 Aku kangen mereka kak 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Kau Harus berterima Kasih dengan Asha, Evam. Katena Asha... Mantan Pelayan Arga itulah, Arga bisa melupakan istrimu. Dan Akhirnya Arga mencintai Istrinya Asha. Ya ampun, kenapa ya... Rasanya berat sekali, ingin mengakhiri Novel ini? Bagi aku, Ceritanya sangat mendalam. Sangat mengena di hati. Aku merasa berada di dalam cerita ini. Seperti di tarik masuk. dan akhirnya, tenggelam dalam kisah ini. Semoga, novel ini Bisa di buatkan WebSeriesnya 🙏🙏🙏😁 Aamiin. Aku ingin melihat Arga ❤️ Asha, dalam betuk Visual. Semoga Pihak NovelToon, memilih cerita ini, untuk di jadikan WebSeries 🙏🙏🙏😁
Fadillah Ahmad
Cie, sekarang, Asha sudah Menjadi Nyonya Arga Hendarto tuh, dan Sudah hamil pula... Hah, yah meskipun penuh lika-liku. Mengingat Kanu adalah Pelayan dulunya. Meskipun mendapatkan Cemo'ohan daei tentangga, di karenakan kamu yang dulu hanya seorang pelayan. Dan Berubah Setatus Menjadi Nyonya Arga Hendarto. Mungkin mereka kepo kali ya? dengan dongeng Cinderella. Seorang Pelayan, bisa menjadi istri majikannya. 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Kak, Apakah Cerita Anaknya Asha dan Arga tidak ada kah kak? Rasanya, aku nggk rela menamatkan cerita ini dengan cepat 😭😭😭 Terlalu berkesan.
Fadillah Ahmad
Ceritanya Sederhana, tapi Berkesan. Menancap di hati Pembaca. Konfliknya juga tidak berat. bukan soal poligami juga. Coxok untuk rileks dari kerasnya hidup. 😁
Fadillah Ahmad
Itulah, Sudah dari Zaman nenek moyang, perkataan itu ada, Wanita itu harus bisa memasak, meskipun Wanita itu bekerja. Tetap harus bisa memasak, untuk anak dan susmi sendiri. Ini pelajaran ni. 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Bapak ini gimana sih? emang kalu ingin pamit sama istri sendiri haru pengantin Baru aja? emang kslsu pengantin lama, nggk boleh apa, pamit sama iatri sendiri? Aneh nih Bapak. 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Karena Bekas Pelayannya dulu. Perih Sekali rasanya nggk di akui. 😭😭😭
Fadillah Ahmad
Kenapa Rasanya Perih Ya, Ketika Asha tidak malu mengajui, Bahw Nyonya Wardah, juga ibunya. Padahal Nyonya Wardah Sangat malu mengakui Ash, sebagai menantunya. Perih Rasanya. 😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!