NovelToon NovelToon
Switch-On ! Pacarku CEO Gila ?

Switch-On ! Pacarku CEO Gila ?

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / CEO / Office Romance / Enemy to Lovers / Komedi
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Heryy Heryy

Sinopsis.

David Lorenzo CEO perusahaan Switch Company. Dia mempunyai banyak kepribadian yang berbeda akibat trauma masa lalu.

Dia bertemu dengan Michelle, yang berkerja di perusahaannya, pertemuan mereka tidak di sengaja dan banyak kesalahpahaman.

Lambat Laun mereka semakin dekat, dan perlahan saling menyembuhkan luka.

Banyak tingkah lucu dan kocak di antara mereka.

penasaran jangan lupa baca, like dan komen.


Update setiap hari Senin.


Follow Ig: @Hans_Sejin13.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heryy Heryy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8

Setelah menghabiskan waktu berjam-jam untuk memeriksa ulang seluruh dokumen tanpa satu kesalahan pun, Michelle mengambil tumpukan berkas yang sudah rapi dan berjalan menuju lantai dua puluh, ruangan CEO.

Dia berdiri di depan pintu, mengetuknya tiga kali dengan lembut. Namun tidak ada suara yang menjawab dari dalam.

"Apa mungkin dia sudah pergi?" gumamnya pelan sebelum memutuskan untuk membuka pintu perlahan dan masuk ke dalam.

Ruangan CEO yang megah dan luas langsung terpampang di depannya, dengan meja kerja besar, sofa kulit mewah di tengah ruangan, dan jendela besar yang memberikan pemandangan kota yang luas.

Tiba-tiba pintu ruangan terbuka dengan keras dari arah lain. David masuk dengan wajah yang penuh kemarahan, sedang memarahi Yuda yang mengikutinya dari belakang.

"KENAPA KAMU MASIH MENGIKUTI KU?! KAU TIDAK PERNAH MENGERTI APA YANG SAYA INGINKAN! KELUAR SEKARANG! SEGERA KELUAR!" teriak David dengan suara yang sangat keras.

Membuat Michelle langsung terkejut dan mencari tempat persembunyian. Tanpa berpikir panjang, dia merangkak ke bawah meja kerja besar dan menyembunyikan tubuhnya di sana.

Yuda hanya bisa mengangguk dengan wajah yang penuh kesusahan dan keluar dari ruangan dengan langkah lambat, menutup pintu dengan lembut di belakangnya.

David kemudian berjalan ke arah sofa di tengah ruangan dan duduk dengan berat, menyilang kedua kakinya dengan wajah yang masih penuh kemarahan.

Tut.....tut...tut....

Suara dering telepon ponsel David tiba-tiba terdengar. Dia mengambilnya dengan tidak sabar dan mengangkat panggilan tersebut.

"DAVID DASAR KAMU!! KAPAN KAMU AKAN MEMENUHI PERMINTAAN KAKEK?! JANGAN SAMPAI KAU MENYESAL!"

Suara keras kakeknya terdengar jelas dari sisi lain telepon, membuat David semakin marah.

Dia langsung menutup telepon dan melemparkannya ke arah sofa di sebelahnya dengan cukup keras.

"DASAR TUA BANGKE SIALAN!" teriaknya dengan marah, memukul permukaan sofa dengan tangan kirinya.

Pada saat yang sama, telepon ponsel Michelle yang berada di dalam tasnya juga mulai berbunyi dengan suara nada dering yang cukup keras.

Dia segera meraih tasnya dengan cepat dan mematikan teleponnya dengan tangan yang gemetar, namun sudah terlambat, suara deringnya sudah terdengar oleh David.

"Haisss, siapa ini ya?! Bagaimana ini..." bisik Michelle dengan hati yang berdebar kencang, semakin ketakutan di bawah meja.

David mendengar suara yang tidak dikenal dari arah meja kerja. Dia berdiri dengan cepat dan berjalan mendekati mejanya dengan langkah yang penuh waspada.

"Siapa di sana?! Keluar sekarang juga!" teriaknya dengan suara yang menakutkan.

Dia membungkuk sedikit dan melihat ada seseorang yang menyembunyikan diri di bawah mejanya.

"Siapa kamu?! Kenapa kamu ada di sini?!" tanyanya dengan marah.

Ketakutan yang luar biasa membuat Michelle langsung berdiri dengan tergesa-gesa, namun kepalanya dengan tidak sengaja menyundul dagu David yang sedang membungkuk dengan cukup keras.

THUD!

Suara benturan terdengar jelas di seluruh ruangan. David menjerit kesakitan dan menjatuhkan tangannya ke bagian dagunya yang sakit, sementara Michelle langsung berkata.

"Maaf Pak! Saya tidak sengaja!" sebelum berlari dengan cepat keluar dari ruangan CEO.

David segera bangun dan mengejarnya keluar dari ruangan.

"BERHENTI KAMU, WOII! KAU TIDAK BOLEH PERGI !" teriaknya dengan suara yang masih penuh kemarahan, mengejar Michelle yang berlari cepat melalui koridor kantor.

"HAIS, SIAL! CEO GILA ITU KENAPA MASIH MENGEJAR KU?!" gumam Michelle dengan hati yang hampir terhenti berdetak, berlari tanpa melihat ke belakang.

Dia mencari tempat untuk menyembunyikan diri, namun koridor yang panjang tidak memberikan banyak pilihan. "Sembunyi dimana ya? Dimana saja?"

Tanpa disadari, dia sudah sampai di pintu keluar belakang kantor yang menghadap ke jalanan yang sedikit sepi.

Ketika dia berlari lebih cepat lagi, tumit sepatunya yang sudah aus tiba-tiba tergelincir di atas permukaan jalan yang licin.

Tubuhnya meluncur dan dengan keras jatuh ke dalam got pembuangan air yang terletak di pinggir jalan.

"AAAA, ADUH!" teriak Michelle dengan suara yang penuh kesakitan dan kejutan.

Tubuhnya terjatuh di dalam got yang penuh dengan air keruh dan sampah kecil, membuat seluruh bajunya menjadi kotor dan berbau sangat menyengat.

"Owe, owe!! Bau sekali ini!" ucapnya dengan wajah yang mulai menunjukkan rasa mual karena bau yang sangat menyengat dari dalam got.

Dia mencoba berdiri dengan kesusahan, namun kaki nya tergelincir lagi karena permukaan yang licin.

Sementara itu, David yang mengejarnya sampai ke pintu keluar belakang sudah berhenti dan melihat sekeliling, tidak ada seorang pun yang terlihat di luar, hanya ada suara kendaraan yang lewat di jalan utama.

Dengan hati yang masih panas namun sudah mulai melemah, dia memutuskan untuk tidak melanjutkan pengejaran dan kembali ke dalam kantor dengan langkah yang lambat.

Michelle akhirnya berhasil keluar dari got dengan kesusahan. Seluruh tubuhnya penuh dengan kotoran dan bau yang sangat tidak sedap. Dia segera mengambil ponselnya yang masih aman di dalam tas dan menelepon Cindy.

"Hallo Cin... Aku mau ijin pulang duluan hari ini ya... Aku mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan," ucapnya dengan suara yang lemah dan penuh rasa tidak suka.

"Bolehkah kamu memberi tahu Bu Sri atas nama aku? Katakan saja aku tidak enak badan."

Setelah mendapatkan izin dari Cindy, Michelle berjalan dengan langkah yang goyah menuju halte bis terdekat. Setiap langkahnya membuat bau yang menyengat semakin menyebar, membuat beberapa orang yang lewat melihatnya dengan ekspresi jijik.

"Haaaa, bau sekali ini... Bagaimana aku bisa pulang seperti ini ya?" gumamnya pelan dengan wajah yang penuh kemarahan .

Bersambung....

1
Dian Imut
no komen 🗿🗿
ryu
lagi² cuma gue 🗿
Dian Imut: wkwkw
total 1 replies
ryu
cuma gue yg komen di bab ini 🗿 wkwkw🤣
Dian Imut: gue temenin 🤣
total 1 replies
ryu
udah di kasih, 🗿
Melda Melda: kasih apa bang🗿
total 1 replies
ryu
🗿🗿🗿
Dian Imut: Lo² lagi²
total 2 replies
ryu
gabut Thor 🤣
Dian Imut: bakar rumah biar rame 🤣
total 1 replies
ryu
2 kali liat kakek tempramen 🗿
ryu
🤣 bisa aja tuh si Michelle 🗿
ryu
baik² saja,🗿 noh urus CEO gila🤣
Melda Melda: wkkw🤣
total 2 replies
ryu
🗿 kena muka lagi
ryu
🗿 lama kali up nya Thor 🗿
Dian Imut: masih lama Thor
total 2 replies
ryu
🗿🗿 lama2
ryu
mampir lagi, sambil nunggu update 🤣
ryu
🤣, berkali baca tetep lucu 🤣
Adelia Hira
Aneh, tuh CEO 😄
Adelia Hira
wkwk. kaya dracin 🤣
Melda Melda: wkwkw,🤣
total 2 replies
Adelia Hira
bener juga, tuh sepatu di bawa
Adelia Hira
sial banget tu CEO
Adelia Hira
Wkwkw, ternyata jadi bos' nya🤣
Adelia Hira
wkwk lagi tidur malah di tendang 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!