Raina adalah seorang desain interior yang cukup terampil, gadis polos yang mencintai seseorang dalam diam. Namun dia harus meninggalkan cintanya demi permintaan sang ibu angkat yang ingin menjodohkannya dengan pria super dingin.
Raina dengan hati yang iklas menerima perjodohan itu. Namun bagaimana dengan si pria nya?? apa dia akan menerima Raina sebagai istri nya nanti????
Yuk ikuti terus kisah Raina dan Alex. Beri bintang 5, like semua episode yang update,
lalu klik favorit, lalu kasih gift jika kalian bersedia.
Ingat, ada giveaway di pertengahan cerita nantinya. Kalian jangan sampai ketinggalan yah.
Follow IG. @ratul_mustika
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ceritaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(10) Di kerjai
Pukul 9 malam, selesai sudah acara semuanya. Raina dan Alex sekarang berada di kamar Raina. Karena acaranya di adakan di rumah Raina.
"Umm... kakak mau mandi duluan? " ucap Raina, Ia sedang duduk di depan meja rias nya. Raina menatap Alex yang baru saja memasuki kamarnya.
"Baiklah, aku akan mandi lebih dulu" jawab Alex singkat, lalu berjalan masuk ke kamar mandi. Raina langsung berdiri, mengambil handuk dan langsung memberikan nya pada Alex.
"Ini handuknya kak"
"Hm.. " sahut Alex, kemudian Alex masuk begitu saja ke dalam kamar mandi.
"Huuuu cuek cuek sekali" cibir Raina pada Alex yang sudah menutup pintu kamar mandi.
"Kamu bicara apa? " tanya Alex tiba-tiba membuka kembali pintu kamar mandinya. Raina terkesima, gadis itu langsung menutup mulutnya sembari menggeleng.
"Aku tidak ngomong apa apa" jawab Raina berbohong, Alex menatap nya lama. Lalu pria itu kembali masuk ke dalam kamar mandi.
"Haah, syukur" Raina bernafas lega. Alex tidak mendengar ucapannya. Gadis itu kembali melanjutkan aktivitas nya membersihkan sisa make up di wajahnya.
Setelah 15 menit, Alex keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggang.
Raina mendengar pintu kamar mandi terbuka langsung berbalik. "Akhh!!!!!!!!!! "
"Apaaa!??? " teriak Alex ikut berteriak karena kaget mendengar teriakan Raina. Gadis itu menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Ka.. kak Alex kenapa tidak pakai baju? " ucap Raina terbata.
Alex mendengus, ia pikir ada apa gadis itu berteriak kuat. Ternyata hanya karena melihat dirinya memakai handuk saja. Melihat reaksi Raina yang terlalu lebay menurut Alex, membuat pria itu memiliki sebuah ide.
"Buka lah mata mu, aku sudah memakai baju" ucap Alex menyeringai, ia melangkah sedikit lebih maju agar lebih dekat dengan Raina.
"Benarkah? kakak tidak bohong kan?? " tanya Raina takut di kerjai Alex.
"Iya, aku sudah memakai baju" jawab Alex meyakinkan istri nya. Raina pun mulai membuka mata nya, ia mengintip di antara jari jarinya. Alex memang sudah memakai bajunya, namun handuk tetap masih ia pakai.
Raina membuka seluruh matanya, menatap Alex yang tersenyum mencurigakan berdiri di depannya.
"Akhh!!!!! " teriak Raina lagi ketika Alex tiba-tiba menarik handuknya hingga terlepas.
"Apa yang kak Alex lakukan?? " teriak Raina.
"Hahaha.... " Alex tertawa keras, istri nya benar-benar sangat lucu. Raina membuka matanya, merasa Alex sudah mengerjai nya.
"Lihat, aku sudah memakai celana" ucapan Alex di sela sela tawanya. Raina mengerucutkan bibirnya, benar dugaannya Alex sudah mengerjai nya.
"Tidak lucu! " dengus Raina menghentak hentakan kakinya masuk ke dalam kamar, mandi. Jantung nya masih berdegup kencang karena hal itu.
"Hahaha.... kamu terlalu polos" gumam Alex berusaha mengendalikan tawanya, perutnya juga sudah mulai terasa sangat sakit.
"Awas saja, aku pasti akan membalas mu" gerutu Raina, ia tidak terima di kerjai seperti ini, Raina pasti akan membalasnya nanti.
Di saat ia menggerutu, Raina teringat ekspresi wajah Alex ketika tertawa. Hatinya kembali berbunga bunga, hal yang dulunya paling Raina harapkan. Dapat melihat Alex tertawa dari dekat. Pipi Raina merona, ia juga teringat malam ini adalah malam pertama nya dengan Alex.
"Apa yang akan terjadi nanti? " pikir Raina. Ia tersenyum malu memikirkan apa yang akan terjadi nanti. Berbagai hayalan sudah muncul ke dalam pikirnya.
Tak lama setelah menyelesaikan rutinitas mandinya, Raina langsung keluar dari dalam kamar mandi. Gadis itu sudah langsung memakai baju tidur, karena Raina selalu menyiapkan pakaian tidur di dalam kamar mandi yang sengaja ia letakkan lemari kecil di dalamnya.
Raina mengintip sedikit dari cela pintu ke dalam kamarnya, ia melihat Alex duduk di tepi ranjang. Perlahan Raina beringsut keluar dari kamar mandi, lalu beringsut mendekat pada Alex.
"Kamu sudah selesai mandi? " tanya Alex menyadari kehadiran Raina, ia menatap gadis lugu itu lekat, kemudian bangkit dari duduknya dan berjalan mendekat pada Raina.
"Ap-.. pa yang akan kak Alex lakukan? " tanya Raina gugup, ia berjalan mundur mengiringi langkah Alex mendekat padanya. Hingga tubuh Raina tersudut kan pada dinding. Ia tidak berani menatap wajah Alex, pria itu mengurungnya diantara dua lengan kekarnya.
"Kak.... " lirih Raina ketika Alex menarik dagu nya sehingga Raina menengadah menatap pada Alex.
"Kak.. " lirih Raina lagi, Alex semakin mendekatkan wajahnya pada Raina. Membuat Jantung gadis itu berdegup semakin kencang.
"Hei... " tegur Alex. Raina membuka matanya, apa semua itu hanya hayalan??. Raina menggelengkan kepalanya, ia merasa semua itu sangat nyata.
"Apa kamu memikirkan sesuatu? " tebak Alex menatap Raina penuh selidik.
"Tidak, aku tidak memikirkan apapun" sangkal Raina berbohong. Mana mungkin ia berani mengaku jika ia berkhayal Alex akan menciumnya.
'Hum.. ternyata cuma hayalan' lenguh Raina dalam hati.
Raina memperbaiki posisi berdirinya, Alex memang berdiri di dekatnya,namun tidak memepepeti dirinya ke tembok. Alex hanya berdiri santai menatap Raina terjerumus dalam hafalannya sendiri.
"Apa kamu masih mengingat ucapan ku kemarin? " tanya Alex.
"Hem... aku masih sangat ingat" jawab Raina mengangguk pelan.
"Baguslah, kalau begitu silakan tidur di atas. Aku akan tidur di bawah" putus Alex, pria itu melangkah menuju ranjang mengambil bantal, lalu pria itu meletakkan bantal di lantai dan bersiap untuk tidur.
"Ehh kak Alex, kamu tidak boleh tidur di lantai" cegah Raina. Ia tidak mungkin membiarkan anak orang kaya tidur di lantai, Alex pasti tidak akan nyaman.
"Aku tidak biasa berbagi ranjang dengan orang lain, jadi tidur saja di ranjang" ucap Alex. Raina tetap tidak membiarkan Alex tidur di lantai, ia akan Menggantikan Alex untuk tidur di lantai.
"Biar aku saja yang tidur di lantai, aku yakin lantai keras ini tidak akan merusak tubuhku" ucap Raina memaksa Alex.
"Ya sudah, tidurlah di bawah. Aku akan tidur di atas" jawab Alex, ia tidak memaksa Raina untuk tetap tidur di ataws. Alex beranjak ke ranjang, lalu membaringkan tubuhnya di atasnya.
Batu saja menutup mata, Alex kembali di ganggu oleh Raina yang kembali mendekat padanya. Mau tidak mau Alex terpaksa membuka mata nya yang sudah sangat berat.
"Ada apa lagi? " tanya Alex mulai jengah.
"Aku hanya ingin menghilang boneka pandai itu" tunjuk Raina pada boneka pandai besar miliknya. Alex mendengus kesal, lalu memberikan ruang untuk Raina mengambil boneka nya..
Raina naik ke atas ranjang, ia mengambil bonekanya lalu kembali turun dari ranjang. namun ketika kaki Raina menjangkau lantai, kakinya tidak sengaja terpeleset dan membuat Raina terhempas di atas ranjang dengan sikunya tertanam di atas ************ Alex..
"Akhhh!!!!!! " Teriak Alex kuat. Adik kecilnya mendapat musibah. Alex langsung meringkuk di atas tempat tidur menahan rasa sakit di bagian bawah nya.
"Maaf kak Alex, aku tidak sengaja" lirih Raina ikut panik melihatnya.
"Owhh" Lenguh Alex. Adik kecilnya berdenyut kuat, sikut Raina benar benar terasa sangat runcing.
...----------------...