NovelToon NovelToon
ASLAN VALERION

ASLAN VALERION

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Kelahiran kembali menjadi kuat / Action / Penyelamat / Sistem
Popularitas:94
Nilai: 5
Nama Author: HUUAALAAA

Dua puluh kavaleri elit musuh terus bergerak mendekati lokasi persembunyian Aslan tanpa menyadari maut yang menanti. Pangeran itu telah menyiapkan jebakan mematikan melalui perhitungan sistem yang menjamin kemenangan mutlak bagi dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HUUAALAAA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 13

Aslan melangkah keluar dari kediaman Baron Krow dengan langkah yang sangat tenang. Ia memegang erat surat perintah evakuasi yang baru saja ditandatangani oleh sang Baron. Bayangan Merah mengikuti di belakangnya sambil tetap waspada terhadap setiap pergerakan di sekitar distrik bangsawan.

"Tuan, apakah surat ini benar-benar akan berfungsi di penjara bawah tanah?" tanya Bayangan Merah dengan suara yang sangat rendah.

"Baron Krow adalah otoritas tertinggi di Kota Timur secara administratif," jawab Aslan tanpa menoleh. "Kael memang menempatkan pasukannya di sana, namun mereka tetap butuh legalitas untuk memindahkan tahanan."

"Tapi para penjaga itu adalah Unit Harimau Putih," sela Bayangan Merah lagi.

"Itulah sebabnya aku sudah menyiapkan rencana cadangan," balas Aslan sambil menunjukkan sebuah segel kecil milik Baron Krow.

[Sistem: Deteksi dua regu patroli Harimau Putih di persimpangan depan. Disarankan menggunakan rute pemukiman kumuh.]

Aslan segera berbelok ke arah gang sempit yang gelap dan lembap. Mereka bergerak dengan sangat cepat namun tetap tanpa suara. Di ujung jalan, Kiko sudah menunggu dengan sebuah kereta barang yang tampak sangat biasa.

"Tuan, semua persiapan sudah selesai dilakukan," lapor Kiko sambil membukakan pintu rahasia di bawah tumpukan karung gandum.

"Bagus sekali, Kiko. Sekarang pergilah ke gerbang utara dan tunggu sinyal dariku," perintah Aslan dengan nada yang tegas.

Aslan dan Bayangan Merah segera naik ke atas kereta tersebut untuk menuju kompleks penjara. Sesampainya di gerbang penjara, seorang sersan dari Unit Harimau Putih segera menghentikan laju kereta mereka.

"Berhenti! Area ini sedang dalam status siaga tinggi pasca ledakan gudang," teriak sersan itu sambil menghunuskan tombaknya.

Aslan turun dari kereta dengan ekspresi wajah yang tampak sangat marah dan berwibawa. Ia langsung menyodorkan surat perintah dari Baron Krow tepat ke depan wajah sang sersan.

"Baron Krow memerintahkan evakuasi tahanan politik karena ancaman ledakan susulan di sektor ini," bentak Aslan dengan nada sombong.

Sersan itu memeriksa dokumen tersebut dengan saksama dan melihat segel resmi yang asli. Ia tampak ragu sejenak karena perintah ini sangat mendadak bagi pasukannya.

"Kenapa Baron tidak mengirimkan ajudan resminya sendiri?" tanya sersan itu dengan penuh kecurigaan.

"Ajudan resmi sedang sibuk menangani kekacauan di gudang sektor empat," jawab Aslan sambil mengaktifkan fitur Tekanan Mental.

[Sistem: Tekanan Mental diaktifkan. Target mengalami penurunan kepercayaan diri sebesar empat puluh persen.]

Sersan itu tiba-tiba merasa sangat terintimidasi oleh tatapan mata Aslan yang sangat tajam. Ia merasa bahwa pria di depannya ini bukanlah orang sembarangan yang bisa ia bantah.

"Baiklah, silakan masuk. Tapi kami akan tetap mengawal proses pemindahan ini," ujar sersan itu akhirnya.

"Silakan saja, selama kalian tidak memperlambat pekerjaan kami," balas Aslan dengan dingin.

Mereka pun memasuki lorong gelap penjara bawah tanah yang berbau logam dan keringat. Aslan melihat beberapa tokoh penting yang dulu setia pada ayahnya sedang mendekam di dalam sel besi.

"Bayangan Merah, pastikan semua tahanan yang ada di daftar ini segera dibawa keluar," bisik Aslan saat mereka sampai di depan sel utama.

"Siap, Tuan. Saya akan segera mengurus rantai pengikat mereka," jawab Bayangan Merah dengan sigap.

Saat para tahanan mulai dikeluarkan, sebuah suara langkah kaki yang berat terdengar dari arah pintu masuk utama. Seorang perwira dengan seragam yang lebih mewah muncul dengan wajah yang sangat penuh kecurigaan.

"Siapa yang mengizinkan pemindahan ini tanpa persetujuan langsung dari Kapten Voren?" tanya perwira itu dengan suara menggelegar.

"Kapten Voren sudah tewas di Hutan Grendel, apakah kau belum menerima laporannya?" tanya Aslan dengan nada yang sangat meremehkan.

Perwira itu terkejut mendengar kabar kematian komandannya yang seharusnya masih dirahasiakan. Aslan memanfaatkan momen keterkejutan itu untuk mendekat dan membisikkan sesuatu di telinga sang perwira.

"Baron Krow ingin menyelamatkan aset-aset ini sebelum Kael datang untuk mengambil semuanya," bisik Aslan dengan penuh tipu daya.

"Apa maksudmu? Baron berencana mengkhianati Raja Kael?" tanya perwira itu dengan suara bergetar.

"Dia hanya ingin memiliki posisi tawar yang lebih kuat," jawab Aslan sambil menunjukkan buku catatan gelap milik Baron.

Perwira itu terdiam seribu bahasa karena ia tahu bahwa konspirasi politik di kerajaan ini sangatlah kejam. Ia tidak ingin terlibat dalam perselisihan antara Baron lokal dan penguasa pusat.

"Lakukan dengan cepat dan pastikan mereka semua hilang dari pandanganku sebelum fajar menyingsing," perintah perwira itu sambil berbalik pergi.

Aslan tersenyum tipis karena strateginya untuk mengadu domba loyalitas musuh telah berhasil dengan sempurna. Para tahanan politik itu pun segera dibawa menuju kereta pelarian yang sudah menunggu di luar tembok penjara.

"Kita sudah mendapatkan mereka semua, Tuan," lapor Bayangan Merah setelah semua sel kosong.

"Segera bergerak menuju wilayah Utara melalui jalur tikus yang sudah dipetakan oleh Kiko," perintah Aslan.

Malam itu, Aslan berhasil membebaskan sepuluh loyalis ayahnya yang memiliki pengaruh besar di kalangan rakyat. Langkah ini adalah fondasi utama bagi Aslan untuk mulai membangun kembali kekuatan politiknya secara nyata.

Kereta barang itu berguncang pelan saat melewati jalan berbatu di pinggiran Kota Timur. Di dalam ruang sempit di bawah karung gandum, para mantan tahanan saling berpandangan dengan penuh tanya. Salah satu dari mereka, seorang pria tua dengan janggut putih bernama Lord Hektor, memberanikan diri untuk bicara.

"Siapa kalian sebenarnya?" tanya Lord Hektor dengan suara parau. "Kalian bukan orang-orang Baron Krow."

Aslan membuka tudung kepalanya perlahan sehingga cahaya rembulan yang masuk dari celah kayu menerangi wajahnya. Lord Hektor terkesiap dan hampir saja berteriak jika Bayangan Merah tidak segera menutup mulutnya.

"Pangeran Aslan? Ini tidak mungkin," bisik Lord Hektor dengan air mata yang mulai mengalir.

"Simpan emosimu, Lord Hektor," ucap Aslan dengan nada datar namun menenangkan. "Kita belum benar-benar aman sampai kita melewati perbatasan wilayah Utara."

"Tapi bagaimana dengan penjagaan di gerbang kota?" tanya tahanan lainnya dengan nada cemas.

[Sistem: Analisis rute selesai. Gerbang utama dijaga oleh dua puluh personel Unit Harimau Putih. Disarankan menggunakan gorong-gorong pembuangan limbah distrik industri.]

"Kita tidak akan melewati gerbang kota," jawab Aslan dengan yakin. "Kiko, belokkan kereta ke arah pabrik tekstil tua."

Kereta itu berhenti di sebuah bangunan tua yang tampak terbengkalai. Kiko segera membukakan jalan menuju sebuah penutup besi yang tersembunyi di bawah tumpukan kayu bekas.

"Tuan, ini adalah jalur satu arah yang langsung menuju sungai di luar tembok kota," jelas Kiko sambil menyerahkan beberapa obor kecil.

"Bayangan Merah, pimpin jalan di depan," perintah Aslan. "Aku akan berada di belakang untuk memastikan tidak ada jejak yang tertinggal."

Satu per satu para tahanan turun ke dalam lorong yang sempit dan berbau menyengat tersebut. Aslan berdiri sejenak di mulut lubang dan menatap ke arah istana pusat di kejauhan yang tampak megah.

"Nikmati kemenangan sementaramu, Paman Kael," bisik Aslan dengan senyum dingin.

[Sistem: Sinkronisasi saraf meningkat menjadi tiga puluh persen. Efisiensi fitur 'Kamuflase Kehadiran' meningkat lima persen.]

Aslan menutup kembali pintu besi itu dengan rapat dan menghilang ke dalam kegelapan lorong bawah tanah.

1
anggita
mampir like👍aja Thor.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!