NovelToon NovelToon
ALIA

ALIA

Status: tamat
Genre:Romantis / Selingkuh / Cerai / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Anggun Lestari

lima tahun pernikahan Alia dan Reyhan belum memiliki anak. Suaminya menyalahkannya dan menceraikannya demi wanita lain. resmi bercerai Alia baru menyadari bahwa dirinya hamil. perjuangan Alia sebagai seorang ibu dan perjuangannya sebagai seorang wanita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggun Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Leo

Alia menatap anak nya yang sedang tidur. Melihat bayinya yang sedang terlelap menjadi obat untuk kesedihannya. Alia takut setiap kali memikirkan Rey akan mengambil Darren dari nya. Ajakan Rey untuk menikah dengannya malah membuatnya marah. Dia bahkan teringat kembali peristiwa 2 tahun yang lalu.

Saat dengan mudah nya Rey menceraikannya dan menikah dengan wanita lain. Dia sudah membuang nya.

Alia menangis. Tidak akan dia jatuh di lubang yang sama lagi. Alia tidak akan menyerah soal Darren. Anak nya lah yang menjadi kekuatannya sekarang.

Alia beranjak keluar kamar. Niat hati ingin menonton tv agar pikirannya teralihkan. Tapi tiba tiba ada suara keras, seperti dua kendaraan bertabrakan. Alia melihat dari jendela lantai dua. Seseorang tergeletak di pinggir jalan dekat teras tokonya. Motornya terbalik tak jauh dari pengendaranya.

Tanpa pikir panjang Alia turun ke bawah. Memeriksa keadaan orang tersebut. Alia membuka helm nya, ternyata seorang pria. Dia masih bernafas.

"Hei, kau masih sadar?" Alia menepuk nepuk pipi pria itu.

"Sepertinya aku harus menelpon panggilan darurat."

Tangannya mengambil ponsel dari saku nya. Memencet nomor panggilan darurat. Tiba tiba ponselnya di rebut. Pria itu duduk sambil memegangi kepalanya.

"Jangan," pria itu menatap Alia. " jangan telepon. Aku tidak apa apa."

"Apa kau yakin?"

"Ya."

"Baiklah kalau begitu berikan ponselku."

Pria itu mengulurkan tangannya memberikan ponsel Alia.

"Terima kasih."

Pria itu tersenyum, tetapi tidak lama dia meringis kesakitan. Darah segar merembes dari perutnya. Alia yang melihatnya menutup mulut nya ngeri.

"Oh Tuhan. Darah. Kau berdarah. Lihat perutmu. Biar aku panggil ambulance."

Alia sudah mau menelpon, lagi lagi pria itu merebut ponselnya. Mematikan panggilannya.

"Tolong jangan telepon. Aku bisa mengatasinya."

"Tapi kau terluka."

"Dari pada telepon ambulance, bisakah kau membantuku?"

"Membantu apa?"

"Aku butuh tempat untuk membersihkan ini, dan aku juga membutuhkan perban."

pria itu menunjuk kaosnya yang berlumuran darah.

"Tapi bagaimana lukamu. Mau kau perban sendiri?"

Pria itu mengangguk mengiyakan.

Alia membantunya berdiri. Menuntunnya ke dalam rumah.

"Duduk disini, aku ambilkan kotak obat."

"Terima kasih." lagi lagi dia tersenyum manis.

Alia kembali dengan kotak obat di tangannya. Pria itu membuka bajunya. Alia terkejut, ternyata perutnya sedang terluka dan di perban. Tapi mungkin karena kecelakaan itu lukanya terbuka lagi. Darah merembes dari perban itu.

"Astaga perutmu." alia menatap ngeri. "Kau perlu dokter."

Pria itu malah tertawa, melihat ekspresi Alia.

"Aku tidak apa apa, ini sudah biasa." kata pria itu cuek. "Bisa bantu aku?"

Alia duduk di samping pria itu, membantunya melepas perban dan membersihkan darahnya.

"Siapa namamu?" Pria itu bertanya saat Alia sedang membersihkan darah di perutnya.

"Alia."

"Namaku Leo." pria itu mengaduh saat Alia tidak sengaja menekan Lukanya.

"Ma..maaf, sakit ya."

"Sedikit." Leo nyengir.

"Kau harus ke dokter."

"Tidak perlu."

"Lihat lukamu. Darah nya terus keluar."

"Sebentar lagi temanku datang. Dia bisa mengatasi ini."

"Temanmu dokter?"

"Bukan."

"Temanmu akan membawamu ke dokter."

"Tidak. Aku tidak bisa ke sana."

"Itu artinya temanmu tidak akan membantu." gerutu Alia.

Leo tersenyum. Senang mendapat perhatian dari Alia.

"Temanku bisa mengatasinya."

Bel rumah Alia berbunyi.

"Apa itu temanmu?" Leo mengannguk. Alia membukan pintu. Ada dua orang di depan rumahnya.

"Maaf nona, apa teman saya ada di dalam?" Salah satunya bertanya ramah.

Alia mengangguk.

"Masuklah."

Dua pria itu yang katanya teman Leo masuk ke dalam.

"Kau membawa Hans?" Leo masih menahan lukanya dengan perban.

"Harusnya aku membawa kakekmu." ucap Rendi sedikit kesal karena ulah Leo.

"Lompat dari gedung lebih cepat membuatmu mati. Kenapa hanya kecelakaan motor?" Hans temannya satu lagi tertawa sambil menjahit kembali luka Leo yang terbuka.

"Sialan. Aku harus menikah dulu baru mati." Leo meringis menahan sakit.

Alia hanya diam saja memperhatikan ketiga orang yang masuk ke rumahnya selarut ini. Ada sedikit rasa takut juga, karena di rumah ini hanya ada dia dan anak nya. Kalau terjadi apa apa dia tidak bisa berbuat banyak.

Bodoh. Kenapa kau tidak berfikir seperti itu saat memutuskan membawanya kedalam rumahmu.

Alia menggigit bibirnya khawatir. Dia terus berdoa semoga mereka tidak ada maksud jahat.

"Jangan membahayakan dirimu lagi seperti ini. Aku bisa dibunuh kakekmu."

Leo malah tertawa menanggapi Rendi.

"Pak tua itu tidak peduli padaku Rendi. Lagi pula aku tidak terluka, lihat."

Leo menunjuk perutnya yang sudah dibalut perban baru. "Ini hanya luka lama yang terbuka lagi."

"Lukanya tidak akan terbuka lagi kalau kau bisa diam di rumah."

Rendi gemas kalau sudah berbicara dengan temannya ini.

"Ya ya ya. Kau terlalu lama bersama kakek jadi sudah seperti dia sekarang. Cerewet."

Leo menatap Alia.

"Alia terima kasih untuk bantuannya. Aku akan membalasmu pasti."

Alia tersenyum kaku.

"Tidak perlu. Cukup dengarkan temanmu ini, dia ada benarnya."

"Kau sependapat dengannya?" Leo pura pura sedih. lalu tersenyum lagi.

"Pulanglah kalian, ini sudah larut malam. aku tidak mau di grebek warga karena ada tiga pria di rumah ku."

"Baiklah nona kami pulang dulu." Rendi pamit.

"Alia. panggil namaku saja."

"Baik. Alia terima kasih."

Alia mengangguk dan membukakan pintu.

"Alia, nanti pasti aku akan menemuimu lagi."

Leo mengedipkan matanya sebelum keluar. Alia hanya geleng geleng kepala dan menutup pintunya. Syukurlah semua aman aman saja.

1
may89
aku kok jadi g respek sama alia ,,jadi kaya cewe,,,,,
Lina Ariani
hedeh...pasti rujuk lgi...udh dibuang jg
yunna
dasar Alia PLIN plan
yunna
Alia PHP tu in Leo
Kasma Aisya
saya jengkellihat Rey, sikapnya seolah-olah dia tdk ada salah sama Alia.
Rina Wardani
sesion 2 tiba2 leo hidup lagi dan menjadi orang ketiga dirumah tangga alia dan rey 😁✌️
alia yang masih blm bisa move on sepenuhnya ma leo kembali tergoda akan kehadiran leo 😂 CLBK cinta lama belum kelar
Mustika Ayu
WAHAI PARA PELAKOR,,,, SEMOGA DOSA DOSAMU DIAMPUNI OLEH ALLAH SWT
Momo R
harus nya rey itu bepikir dewasa, krna pikiran nya yg pendek gampang emosian mknya alia lebih memilih menyembunyikan nya. coba dibalik lagi seandainya rey jdi bumil dan memiliki suami kya rey psti memilih tindakan kya alia
Momo R
ttp gk bisa move on dri leo
Momo R
kalo mau mati beneran itu dicabik2 terus dikubur dlm lubang yg berbeda
Momo R
ortua bima kmna?
Momo R
jangan lupa mampir dinovelku, silahkan cek profil aku🤗
Momo R
aku tetap pda mu leo🤗
Momo R
seandainya leo msh hidup, psti lebih menyenangkan skrg
Momo R
nyesek rsanya
Momo R
knpa harus ada yg mati disalah satu mereka😭
Momo R
halahh, cuman kekasih meninggal aja mlh menyalahkan teman, dan lagi kekasih meninggal knpa harus sakit hati sedalam itu, cuman baik didepan doang
Momo R
gk suka sma alia, kalo benci ya gk usah diperhatiin lagi sekalipun babak belur krna leo. benci dri mulut doang, mau nata hati aja msh plin plan. harus tegas dong
Dina Lubis
Alia nya terlalu murahan jadi perempuan.
Yuniafida
Awal yg menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!