NovelToon NovelToon
Pengasuh Tiga Kembar Mesum

Pengasuh Tiga Kembar Mesum

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Karena Taruhan / Bad Boy / Cinta pada Pandangan Pertama / Harem / Enemy to Lovers / Nikah Kontrak
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Qiara adalah anak yatim piatu yang selalu dimanfaatkan oleh pamannya. Hidupnya begitu menderita. Bahkan dirinya juga disuruh bekerja menjadi pelayan tiga badboy kembar yang akhirnya menjamah dirinya. Hidupnya penuh penderitaan, sejak ke dua orang tuanya meninggal. Dia harus bekerja mencukupi kebutuhannya. Namun akhirnya, ketiga kembar kaya raya itu jatuh cinta pada Qiara. Bahkan saling berebut untuk mendapatkan cintanya? Siapakah dari pada kembar yang bisa bersama dengan Qiara? Apakah Nolan? Apakah Natan? Apakah Noah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8.

Noah akhirnya menarik bahu Qiara. Tapi, karena perbedaan tinggi tubuh, tangannya malah tidak sengaja mengenai salah satu dada Qiara yang memang besar dan padat.

"Astaga, apa yang baru saja aku lakukan?" gumam Noah terkejut, segera menarik tangannya yang mengenai bagian tubuh Qiara yang berharga. Kejadian ini jelas tidak diinginkan, dan dia hanya ingin memahami perasaannya.

Qiara yang tidak menyadari niat baik Noah, merasa begitu marah dan terluka. Kedua bola matanya membulat, kejutan berbaur dengan air mata yang semakin banyak mengumpul di kelopak matanya.

"Apakah para kembar menganggapku murahan? Kenapa mereka harus melakukan ini padaku?" gumam Qiara patah hati, tak mampu menahan air mata yang akhirnya jatuh dan mengalir deras dari kedua kelopak matanya.

Little did she know, kesalahpahaman inilah yang menjadi awal kehancuran hubungan mereka.

Tak berselang lama bis pun berhenti di depan sebuah sekolah. Semua orang berseragam nampak turun dari bis.

Qiara pun lantas ikut turun.

"Qiara ... Qiara ...." Panggil Noah dari jauh, kala rombongan orang yang turun dari bis menghalangi langkahnya untuk mendekati Qiara.

Namun, terlambat Qiara sudah menjauh dari pandangan matanya, bahkan pintu bis sudah kembali tertutup.

"Qiara, kamu salah turun! Sekolah itu bukan sekolah kita, apakah kamu tidak menyadari? Kalau seragam milik kita dan orang orang yang barusan turun dari bis itu jelas berbeda," gumam Noah reflek menepuk jidatnya sendiri.

Noah yang ingin mengejar Qiara akhirnya mengurungkan niatnya. Kala dirinya teringat jika sekarang ini pacarnya sedang berulang tahun. Dan mungkin sudah menunggunya di sekolah.

Tidak mungkin baginya Noah untuk membolos sekolah, yang mana membuat pacarnya itu kecewa.

**

Qiara terus melangkahkan langkah kakinya, setelah dirinya turun dari bis.

Ia nampak masuk ke dalam gerbang sekolah dengan sebuah tekad yang kuat.

"Semoga saja aku tidak hamil! Dan ... Jika hamil pun, aku harus menggugurkan bayi ini. Bagaimana pun hidup tanpa ke dua orang tua yang utuh itu sangat menyakitkan," gumam Qiara, ia nampak membulatkan keputusan yang dirinya ambil. Apalagi jika mengingat tingkah para kembar kepada dirinya.

Sudah bisa Qiara tebak, pasti para kembar tidak akan menyukai bayi nya. Atau bahkan akan semakin menyiksa dirinya, jika tahu. Kalau dirinya itu hamil.

Qiara nampak menghembuskan nafasnya berkali kali.

Qiara bisa melihat dari jauh, sekolah nya dan juga sekolah para kembar.

"Ternyata mereka hanya bersuap suap sombong saja. Sekolah milik mereka dan juga sekolah ku di desa tidak berbeda jauh. Sungguh sekolah ini terlihat sangat jauh dari kata mewah," gerutu Qiara, ia nampak memperlihatkan senyuman mengejek yang terlihat dari wajah nya.

Dirinya teringat akan kesombongan para kembar yang bebarapa hari lalu selalu saja mengejek dan berkata buruk pada nya.

"Maaf ... Anda tidak bisa masuk ke dalam sekolah ini," kata seorang satpam yang sekarang ini berdiri dengan tegak guna menghalangi langkah kakinya untuk masuk ke dalam.

"Memangnya kenapa Pak?" tanya Qiara bingung.

"Apa karena aku itu orang baru, makanya gak boleh masuk ke dalam?" gumam Qiara dalam hatinya.

"Anda orang baru kan di kota ini?" Bukanya menjawab pertanyaan yang Qiara tanyakan, satpam itu terlihat balik bertanya.

"Kok Pak satpam bisa tahu, kalau aku orang baru di kota ini? Apa wajah ku terlihat berbeda dengan orang orang yang lalu lalang di sini?" gumam Qiara dengan setumpuk pertanyaan, netranya sibuk memperhatikan dengan seksama orang orang yang lalu lalang di hadapannya.

"Gak jauh beda kok wajah ku dengan mereka. Bahkan kebanyakan gadis di sini juga memiliki tinggi badan seperti ku, yaitu 150 cm." Lalu Qiara memperhatikan lagi para laki laki yang lalu lalang.

"Bahkan para murid laki laki di sini pun juga mempunyai tinggi badan yang gak jauh dari ku ... "

Akhirnya Qiara teringat sesuatu. "Hmm ... Jangan jangan tiga kembar itu orang yang paling tinggi di sekolah ini," gumam Qiara dengan suara pelan. Namun, suaranya terdengar begitu jelas di telinga satpam yang sekarang ini nampak berdiri di hadapannya.

"Kembar? Maksudnya gimana?" tanya satpam itu dengan raut wajah kesal.

"Iya ... Saya itu sepupu para laki laki kembar tiga yang bersekolah di sini. Mereka itu kaya dan juga populer," jelas Qiara yang mana membuat satpam yang berdiri di hadapannya itu semakin bingung.

"Di sini tidak ada murid kembar, bahkan sampai kembar tiga," kilah satpam itu sembari memperhatikan tubuh Qiara dari atas ke bawah. Karena kesibukannya mengatur para murid yang berangkat ke sekolah. Jadinya satpam itu tidak ada waktu untuk memperhatikan tubuh Qiara.

Sontak tatapan satpam itu berubah menjadi mesum.

"Neng cantik ... Kamu itu salah masuk sekolah seperti nya. Coba kamu lihat lagi, seragam yang kamu pakai dengan para murid yang bersekolah di sini," ucap satpam itu dengan nada suara yang terdengar jauh lebih lembut, jika di bandingkan dengan cara bicaranya sebelumnya.

Sontak Qiara pun menundukkan kepala nya, dan melihat tubuh nya sendiri dari atas.

"Astaga, seragam yang aku pakai itu warna biru terang dengan batik yang bertuliskan 'Taruna High School'."

Lantas Qiara pun nampak menoleh ke arah papan nama sekolah yang berada tak jauh dari nya.

"SMA negeri 14 kota Awan," gumam Qiara dalam hatinya dengan ekspresi wajah terkejut.

"Ya udah, nanti Bapak antar ke sekolah Taruna High School. Tapi, nunggu jam masuk sekolah ini dulu," kata satpam sembari menertibkan orang orang yang lalu lalang masuk ke gerbang sekolah.

Sementara Qiara masih berdiri melongo seraya mematung. Pikirannya berkecamuk dengan kebodohan nya yang tidak terkendali lagi.

Dirinya akhirnya teringat dengan Noah yang tadi berada di bis bersama dengan dirinya.

"Pasti sekarang ini Noah sedang menertawakan ku di dalam bis. Bahkan mungkin dia menceritakan semua kebodohan ku pada ke dua kakak kembarnya saat dia sampai di sekolah," gerutu Qiara sembari membayangkan ekspresi wajah Noah yang menyebalkan kala menertawakan dirinya bersama ke dua kakak kembarnya.

"Pantesan mereka memanggilku dengan panggilan otak udang. Ternyata aku itu sebodoh itu." Akhirnya Qiara benar benar menyadari kebodohannya.

"Tapi ... Bukankah sebenarnya aku itu tidak bodoh? Aku itu hanya teledor saja," gumam Qiara, mencoba agar tidak menjadikan kebodohan nya itu sebagai beban pikiran.

Qiara yang polos, malah menunggu satpam itu selesai dengan tugasnya. Dan berharap agar dirinya itu diantar ke sekolahnya yang sebenernya.

Tanpa Qiara sadari, satpam mesum itu memiliki niat yang buruk terhadap nya. Bahkan dia mengirimkan pesan kepada teman temannya untuk berkumpul di rumah kosong yang biasanya dirinya gunakan untuk berkumpul.

"Halo ... Iya, setelah gerbang sekolah tempat ku bekerja di tutup. Kita langsung saja kumpul di tempat biasa. Ada gadis cantik yang tersesat. Aku pikir dirinya memang biasa memberikan pelayanan atau mungkin pekerjaan sampingannya adalah simpanan para om om. Melihat bentuk tubuh nya yang aduhai, kalian pasti tidak akan kecewa," jelas satpam itu dari balik telepon yang baru saja masuk ke dalam hapenya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!