NovelToon NovelToon
CINTA DI ATAS PENGKHIANATAN

CINTA DI ATAS PENGKHIANATAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Identitas Tersembunyi / Dark Romance / Balas Dendam / Pengkhianatan
Popularitas:13k
Nilai: 5
Nama Author: Jing_Jing22

Liora merasa dunianya runtuh dalam semalam. Baginya, Raka adalah pelabuhan terakhir, dan Salsa adalah rumah tempatnya bercerita. Namun kini, kenyataan pahit menghantamnya tanpa ampun; dua orang yang paling ia percayai justru menusuknya dari belakang dengan cara yang paling hina. Kepercayaan yang ia jaga setinggi langit, kini hancur berkeping-keping di bawah kaki tunangan dan sahabatnya sendiri.
Liora tidak pernah menyangka bahwa prinsip yang ia pegang teguh untuk menjaga kehormatan di depan Raka, justru menjadi celah bagi Salsa untuk masuk dan mengambil alih segalanya. Bagai sebuah ironi, Liora memberikan kasih sayang yang tulus, namun dibalas dengan perselingkuhan yang dilakukan tepat di belakang punggungnya.
Apakah Liora akan tetap diam dan pura-pura tidak tau atau ia akan membalaskan dendamnya kepada kedua manusia yang telah mengkhianatinya...
Penasaran ayok ikuti kisah selanjutnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jing_Jing22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 Diam yang berbahaya

Liora melihat Raka tengah memeluk Salsa dengan erat, dan sesekali mengecup leher wanita itu tanpa rasa bersalah. Pemandangan itu membuat perasaan Liora langsung bergejolak. Dadanya terasa sesak, sementara rasa jijik dan marah bercampur menjadi satu.

"Jadi seperti ini kelakuan kalian di belakangku." batin Liora dengan hati yang hancur.

Semua dugaan dan kecurigaannya selama ini kini terbukti nyata. Tidak ada lagi alasan untuk menyangkal apa pun. Pengkhianatan itu benar-benar terjadi tepat di depan matanya sendiri.

Air matanya hampir saja jatuh, tetapi ia menahannya. Liora memilih tetap berdiri tegak, menyembunyikan luka yang menggores hatinya begitu dalam.

"Ambillah laki-laki itu Salsa. Karena aku tidak menginginkan laki-laki yang tidak memiliki pendirian." batin Liora dengan senyum getir tanpa mengalihkan pandanganya ia menatap Salsa dan Raka. Tatapannya berubah dingin, namun penuh tekad.

"Tunggu saja apa yang akan aku lakukan untuk membalas pengkhianatan kalian."

Liora perlahan membalikkan tubuhnya, berpura-pura seolah tidak melihat apa pun. Namun di dalam hatinya, sebuah rencana besar mulai tersusun rapi.

Kini Liora kembali ke ruang makan dengan langkah pelan. Di sana masih terlihat Kevandra yang sudah selesai dengan makanannya, tetap duduk sendirian dalam keheningan.

"Kenapa balik sendiri, Li? Apakah benar Raka tersesat?" tanya Kevandra dengan nada datar dan dingin seperti biasa.

Liora tersenyum tipis, berusaha menyembunyikan gejolak perasaan di dalam dirinya. Ia menarik kursi lalu duduk kembali di hadapan Kevandra.

"Tidak. Sepertinya dia hanya sedang sibuk berbincang dengan Salsa." jawab Liora singkat.

Kevandra mengangkat sebelah alisnya, merasa ada sesuatu yang aneh dari nada suara Liora. Namun ia memilih untuk tidak terlalu jauh mencampuri urusan orang lain.

"Berbincang sampai selama itu?" gumamnya pelan, lebih kepada dirinya sendiri.

Liora hanya mengangguk kecil. Tatapannya kosong menatap meja makan, sementara pikirannya masih dipenuhi bayangan kejadian di dapur beberapa menit lalu. Dadanya terasa sesak, tetapi ia berusaha tetap tenang di depan Kevandra.

"Mungkin mereka memang punya banyak hal untuk dibicarakan." ucap Liora dengan nada tenang yang dibuat-buat dan seolah-olah memancing reaksi Kevandra.

Sementara Kevandra menatapnya sejenak. Instingnya mengatakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres, tetapi ia tetap memilih diam. Suasana kembali hening, hanya menyisakan ketegangan di antara mereka.

Sementara itu, di balik senyum tipisnya, Liora semakin memantapkan rencana yang sudah ia susun rapi di kepalanya.

Kenapa reaksi Kevandra biasa saja? Bukankah mereka suami istri? Seharusnya ia merasa cemburu, atau setidaknya curiga, karena istrinya sedang bersama pria lain. Pertanyaan itu terus berputar di benak Liora.

Diam-diam ia mengamati wajah Kevandra yang tetap tenang dan datar, seolah tidak terjadi apa-apa. Tidak ada kegelisahan, tidak ada tanda-tanda emosi. Sikap itu justru membuat Liora semakin heran.

"Apa mungkin dia benar-benar tidak peduli pada Salsa?" batin Liora penuh tanda tanya.

Namun tak lama kemudian, sudut bibir Liora perlahan terangkat. Sebuah senyum miring muncul di wajahnya. Rencana baru tiba-tiba terlintas begitu saja di kepalanya.

"Baiklah, langkah awal akan aku lakukan malam ini. Kita lihat bagaimana reaksi kedua manusia itu." bisik Liora pelan kepada dirinya sendiri.

Matanya berkilat penuh tekad. Rasa sakit yang ia rasakan perlahan berubah menjadi keberanian untuk membalas semua pengkhianatan itu.

Tidak berselang lama, Salsa akhirnya kembali ke ruang makan sambil membawa sepiring buah-buahan yang sudah dipotong rapi. Langkahnya terlihat sedikit tergesa, seolah ingin menutupi sesuatu. Di belakangnya, Raka mengikuti dengan ekspresi yang berusaha tetap tenang.

Kevandra yang sejak tadi duduk diam memperhatikan kedatangan mereka berdua mengangkat pandangannya perlahan.

"Ada hal penting apa yang kalian bicarakan di dapur?" tanya Kevandra dengan nada dingin tanpa ekspresi.

Pertanyaan itu seketika membuat Salsa mematung. Tangannya yang memegang piring sedikit bergetar, sementara jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.

Namun sebelum Salsa sempat menjawab, Raka dengan cepat mengambil alih situasi.

"Aku hanya menanyakan jalan menuju kamar mandi. Apakah itu salah?" balas Raka dengan nada datar, berusaha terdengar santai meskipun jelas itu hanya kebohongan.

Liora yang mendengar pembelaan itu hanya mendengus pelan. Ia menatap Raka dengan tatapan sinis, lalu mencibir dalam hati.

"Jalan apa yang kau tanyakan?" batin Liora penuh amarah."Memeluk istri orang lain di dapur begitu?"

Tatapan Liora berpindah pada Salsa dan Raka secara bergantian. Senyum tipis penuh arti muncul di wajahnya, senyum yang sama sekali tidak mencerminkan ketenangan.

Sementara itu, Kevandra tetap diam mengamati. Instingnya semakin kuat mengatakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres di antara mereka, meskipun ia memilih untuk tidak mengungkapkannya secara langsung.

"Memang apa yang salah, Mas? Biasanya kamu biasa saja. Kenapa tiba-tiba menanyakan hal yang tidak penting?" ucap Salsa sambil meletakkan piring buah-buahan yang ia bawa di atas meja.

Nada suaranya terdengar santai, tetapi di balik itu terselip kegelisahan yang berusaha ia sembunyikan.

"Hanya bertanya saja." jawab Kevandra datar tanpa menatap Salsa.

Sikap dinginnya justru membuat Salsa semakin merasa tidak nyaman. Namun ia memilih untuk mengabaikannya dan kembali memasang senyum tipis.

"Ya sudah kalau begitu. Ini makanan penutupnya, Li." ujar Salsa sambil menyodorkan piring buah itu ke hadapan Liora.

Liora hanya mengangguk pelan tanpa banyak bicara. Tatapannya masih sulit diartikan, seolah menyimpan banyak hal di dalam pikirannya.

Sementara itu, Raka langsung kembali duduk di sebelah Liora dengan sikap yang dibuat senormal mungkin, seakan tidak terjadi apa-apa sebelumnya.

Perlahan suasana meja makan kembali tampak tenang. Percakapan ringan mulai mengalir, meskipun terasa kaku dan penuh kepura-puraan. Hingga akhirnya waktu berlalu dan mereka semua telah menyelesaikan makan malamnya.

Salsa kemudian memecah keheningan.

"Oh ya, Li. Kamu tidur di kamar tamu yang ada di lantai bawah, ya." usul Salsa dengan nada ramah.

Lalu ia beralih menatap Raka.

"Dan untuk kamu, Raka, kamar kamu ada di lantai atas, di samping ruang kerja Kevandra," lanjutnya sambil tersenyum tipis.

Pengaturan itu terdengar masuk akal, tetapi jelas menyimpan maksud lain di baliknya.

Namun tiba-tiba suara Kevandra kembali terdengar, datar dan dingin seperti biasa.

"Bukankah kalian tinggal satu atap? Kenapa tidak satu kamar saja?"

Kalimat singkat itu seketika membuat suasana kembali menegang.

Salsa terdiam, Raka terkejut, sementara Liora perlahan mengangkat wajahnya—menunggu bagaimana sandiwara ini akan berlanjut.

"Meski mereka tinggal satu atap, Liora tidak tinggal satu kamar dengan Raka, ia punya prinsip mas." jawab Salsa santai.

"Prinsip." ucap ulang Kevandra.

Tatapannya menyorot tajam ke arah Salsa, seolah sedang menimbang setiap kata yang baru saja keluar dari mulut istrinya.

Salsa hanya mengangguk kecil.

"Iya, Liora itu tipe wanita yang sangat menjaga batasan. Dia tidak akan tinggal satu kamar sebelum resmi menikah." jelas Salsa lagi dengan nada meyakinkan.

Ucapan itu terdengar seperti pujian, namun bagi Liora kalimat tersebut justru terasa seperti sindiran pahit.

Liora hanya tersenyum tipis mendengar setiap kata-kata yang terucap begitu lancar dari bibir sahabatnya sendiri. Senyum yang tampak manis di luar, tetapi menyimpan luka yang semakin dalam di dalam hatinya.

Kevandra terdiam sejenak. Ia menatap Liora, lalu Raka, kemudian kembali pada Salsa.

Ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya, tetapi ia memilih untuk tidak memperpanjang pembicaraan.

"Baiklah kalau begitu." ucapnya singkat, mengakhiri topik itu.

1
Mingyu gf😘
jewer aja lucas bund😄😄
Mingyu gf😘
berikan fakktaa
Mingyu gf😘
Heh padahal liora sudah membagi apa saja yang dia punya sama kamu, kamu aja yg gak tau diri
Mingyu gf😘
Cepay bisma aku tunggu pertunjukan darimu
Mingyu gf😘
yahh kembar ternyata😅
Mingyu gf😘
ihh ngerii
Mingyu gf😘
Beginilah sampah, dia yang salah dia yg mau balas dendam
Indira Mr
ayo dengarkan cepat...bu Almira..🚀🚀🚀
Indira Mr
ya kan pacaran
Indira Mr
ternyata. ..cuma sandiwara..kau dipermainkan olehnya kevandra..
Indira Mr
Kevandra suka Salsa..😭😭😭
PrettyDuck
lah? cepet amat berubah moodnya kevannn.
kentang banget ini 😭
PrettyDuck
bohong bu. abis ketemu cowoknya dia.
MARDONI
bikin adrenalin naik deh bab ini!!! 😤 Liora benar-benar sudah keluar dari bayangan aja deh, malah langsung kasih 'bom informasi' sama Pak Bagaskara dan bisikin kata-kata menyakitin ke Salsa! Bikin Salsa langsung geram tapi tetap harus nahanin. Terus Raka malah masih cuek aja bahkan godain Salsa - padahal kalo Kevandra tahu nih bisa jadi masalah besar banget! 😱 Eh Kevandra malah pulang cepet, bikin penasaran apakah dia udah curiga atau hanya mau cari tahu aja sama Salsa? Dan Salsa malah punya niat untuk merebut Raka secara terang-terangan dari Liora - seru banget nih duelnya bakal seperti apa ya?!
Panda
tapi kevan juga tipikal yang gampang oleng

cepet banget dia bersimpati dan ada tanda peduli lebih

kalau posisinya dibalik dia pun berpotensi selingkuh juga kaya Raka hadehhh...

ku tak jadi kibarkan bendera hijau

padahal sempet simpati sama dia ni 😏
Panda
yaaa elaaa kevan sama aja ini cepet kepancing juga ini mah dia sama cewek kakkk

bahaya ga jadi green flag
Wida_Ast Jcy
untung juga ya ada lucas thor
Wida_Ast Jcy
waduh... sakit gak tu Sa... dibilang begitu🤭🤭🤭
Wida_Ast Jcy
nah tu kan malu. menyesal akhirnya tiada guna dech
Wida_Ast Jcy
syukuri dech kena talak kan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!