NovelToon NovelToon
AMBISI SANG SELIR

AMBISI SANG SELIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Uswatun Kh@

Chunxia tak pernah merasakan kehangatan keluarga sejak kecil. Kematian semua anggota keluarga mengubah hidupnya. Kini, ia hidup hanya untuk balas dendam. Ia berlatih dan berlatih hingga dewasa. Chunxia kecil mengubah namanya menjadi Zhen Yi, bahkan, ia rela bekerja di rumah bordir demi memuluskan rencananya.

Hingga saat ia menjadi Selir seorang Raja yang dikenal kejam dan tak punya rasa belas kasih. Ia harus berpura-pura menjadi wanita yang lemah lembut dan penurut, namun yang tak mereka sadari Zhen Yi memiliki rencana yang besar. Demi sebuah ambisi yang besar ia rela memanipulasi orang-orang yang begitu tulus padanya.

Putra Mahkota yang terpikat dengan kecantikannya bahkan sampai rela merebutnya dari sang Kaisar. Akhirnya perlahan kokohnya kerajaan goyah.

Mampukah Zhen Yi melancarkan aksi balas dendamnya? Atau justru, ia akan terjebak dalam permainan balas dendamnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uswatun Kh@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

03. AMSALIR

Malam itu setelah semua kegaduhan yang terjadi. Di paviliun anggrek hanya diterangi oleh temaram cahaya lilin. Zhen Yi duduk mematung di depan cermin. Bibirnya perlahan melengkung, membentuk sebuah senyum tipis.

Di pantulan cermin ia melihat sosok dirinya yang terlihat rapuh, rambut berantakan serta tubuh yang basah kuyup karena insiden di paviliun timur. Namun, bukannya merasa takut atau tertekan, justru Zhen Yi tersenyum puas.

"Nona hebat. Semua rencana Nona berjalan dengan lancar," ucap Dali, seraya membantunya membuka pakaian.

Zhen Yi menatap ke arah cermin dengan senyum puas. "Tentu saja. Aku sudah merencanakan semuanya dengan matang. Tak akan ada yang bisa lolos dariku."

"Tapi Nona, bagaimana kalau akhirnya Nona jatuh cinta padanya. Apa Nona tega melakukan semua rencana Nona?"

Tanpa beban pakaian yang basah ia melangkah dengan tubuh polosnya menuju bak mandi yang mengepulkan uap hangat. Zhen Yi melangkah perlahan merasakan hangatnya air saat menyentuh permukaan kulitnya.

Ia mulai menenggelamkan separuh tubuhnya merasakan kehangatan yang nyata. Di ulurkan tangannya hingga Dali bisa menggosok kulitnya yang halus.

"Kamu ini bicara apa, Dali. Rasa benciku, dendamku jauh lebih besar. Kamu kan tau, kita tumbuh bersama. Hidupku hanya untuk balas dendam," ungkapnya penuh penekanan.

Dali terus menggosok lembut tubuh Zhen Yi dengan penuh kehati-hatian. "Maaf Nona. Saya gak akan mengatakan itu lagi."

Di dalam bak kayu itu, yang di kelilingi oleh kelopak bunga Zhen Yi menyandarkan kepalanya ke tepian kayu. Ia membiarkan dirinya tenggelam dalam kepuasan.

Beberapa menit sebelum kejadian di paviliun Timur. Dali berlari dengan tergesa-gesa dengan tubuh yang berantakan. Bajunya robek, rambut dan penampilannya kacau.

Saat mendekati meja pria berjubah hitam Dali sengaja terjatuh. Hingga pria itu menolong dan bertanya apa yang terjadi padanya. Dali dengan semua sandiwaranya menceritakan jika Nonanya tengah di siksa dan hendak di perkosa.

Tanpa berpikir panjang pria itu melesat pergi ke arah paviliun timur dan menemukan Zhen Yi yang terkulai lemah di lantai. Dan terjadilah pertempuran yang akhirnya dimenangkan pria itu.

*

*

Suasana rumah Teratai Merah di siang hari yang biasanya tenang berubah jadi menegangkan.

Long Fei datang dengan langkah gusar. Ia tak datang sendiri, beberapa anak buahnya dengan membawa tongkat kayu menerobos masuk.

Braak!

Pintu utama didorong paksa hingga menghantam dinding. Long Fei melangkah masuk dengan penuh amarah. Ia menyabetkan pedangnya ke tirai sutra hingga merobeknya.

"Zhen Yi! Keluar kau!" teriaknya hingga urat lehernya menonjol.

Ia menodongkan pedangnya ke arah lantai atas tempatnya berada. "Keluar kau wanita murahan. Jangan cuma sembunyi seperti pengecut. Kalau kau tidak mau keluar aku akan hancurkan rumah jalang ini!"

Anak buahnya mulai bergerak, mulai menghancurkan kursi, meja, dan memecah beberapa vas yang di pajang.

Para pelayan wanita berlarian ketakutan, sementara nyonya Anye mencoba membujuk justru di dorongnya dengan kuat hingga terjatuh ke lantai.

Di lantai atas, Zhen Yi baru saja merias dirinya. Gaun sutra berwarna hijau pucat yang segar melekat pada tubuhnya yang molek. Saat mendengar kegaduhan ia tak sedikit pun menunjukkan rasa takut. Ia mengambil kipas lipat dan membukanya dengan anggun.

Dengan tenang Ia melangkah keluar, meluncur dari lantai dua seperti bulu yang ringan. Gaunnya berkibar membuatnya terlihat sangat memukau. Semua orang terpaku seperti melihat sang dewi begitu pun dengan Long Fei, namun ia segera tersadar dan kembali menatap dengan tajam.

Zhen Yi mendarat dengan halus tanpa suara. Ia berputar lalu terduduk di kursi tempatnya biasa tampil. Kakinya di angkat tinggi lalu di silangkan.

"Tuang Muda Long," sapanya dengan nada tenang, nyaris seperti nada mengejek. "Matahari masih tinggi, apa kau mabuk karena tersengat matahari, hah?"

Long Fei mendongak, menatapnya tajam. "Diam kau! Karena kau terlalu arogan padaku maka aku pastikan kau akan jadi budakku. Dan kau akan terus memohon padaku untuk tidak menyiksamu."

Zhen Yi hanya menutup kipasnya dengan bunyi klik yang tajam. Tatapannya tak kalah tajam, ia menyeringai tipis.

"Coba saja. Kita lihat, apa kau sanggup menangkapku?" tantang Zhen Yi santai.

Long Fei yang merasa harga dirinya diinjak-injak berteriak ke arah anak buahnya. "Cepat tangkap dia. Seret tubuhnya ke hadapanku."

Beberapa anak buahnya yang bertubuh kekar segera maju. Mereka membawa balok-balok kayu menaiki tangga menuju ke arah Zhen Yi.

Zhen Yi tidak mundur selangkah pun. Ia justru tersenyum tipis. Saat anak buah pertama sampai dan mengayunkan balok kayu dengan kasar, ia bergerak.

Tubuh Zhen Yi melesat seringan bulu. Ia melompat, kakinya menumpu sejenak pada salah satu bahu penyerang, sebelum ia melayang di udara melewati kepala mereka. Ia mendarat anggun di depan Long Fei yang tertegun.

"Kalian terlalu lamban," ucap Zhen Yi.

Anak buah Long Fei segera berbalik dan mengepungnya di aula bawah. Mereka menyerang dari segala arah.

Zhen Yi meliuk-liuk seperti sehelai sutra. Setiap ayunan balok hanya mengenai udara kosong. Dengan gerakan cepat ia membuka lipatan kipas yang ternyata memiliki kerangka baja yang tersembunyi.

Plak! Plak!

Zhen Yi menghalau sebuah balok dengan punggung kipas. Lalu dengan gerakan cepat ia menusukkan ujung kipas yang tertutup tepat ke ulu hati. Pria besar itu langsung membelalak memegangi perutnya.

Ia bergerak lagi. Berputar dengan satu kaki, ia menghindari tebasan dari belakang, lalu menyentakan ujung kipas ke saraf bawah ketiak lawannya dan bug! satu lagi tersungkur.

Long Fei hanya bisa melongo, semua anak buahnya kini tersungkur kesakitan.

Zhen Yi berjalan santai menghampirinya. "Sekarang, Tuan Muda Long. Sekarang siapa yang harus berlutut."

"Sialan. Kau berani padaku, hah! Kau tidak takut padaku, aku bisa ratakan rumah bordir ini kalau kau terus menolak. Kau yang memaksaku, Zhen Yi," sentak Long Fei.

Plak!

Satu tamparan keras mendarat di pipi mulus milik Zhen Yi, bahkan Long Fei sampai terkejut saat ia bisa mengenai Zhen Yi.

Zhen Yi tersungkur menatapnya dengan mata berkaca-kaca, air mata mengancam tumpah. Cairan merah kental keluar dari sela bibirnya yang pecah. Rintihan lemah keluar dari bibirnya saat ia mengusap luka itu.

"Maafkan saya Tuan. Saya tidak melayani tamu, saya hanya mempertunjukkan kemampuan saya dalam bermain musik dan menari. Jadi saya mohon ... jangan paksa saya," rengek Zhen Yi penuh iba.

Seketika ekspresi Long Fei berubah heran. Beberapa detik yang lalu dia terlihat sombong dan angkuh, tapi kini, dia kembali menjadi wanita yang lemah dan rapuh.

Tak lagi mau buang kesempatan, ia segera menariknya dengan kasar. Mencengkeram dagu Zhen Yi degan kasar. "Sekarang kau takut, hah. Kalau kau nurut gini kan enak. Ayo ikut! Kau akan jadi pemuas nafsuku mulai sekarang. Ha ... ha ... ha."

"Ayo semua kita kembali. Mulai sekarang, Zhen Yi adalah budakku!" ujarnya. Pernyataan itu di ikuti gelak tawa riuh dari anak buah Long Fei.

Namun, saat ia menariknya dengan paksa hendak meninggalkan tempat itu, langkahnya segera terhenti. Dua orang dengan pakaian sutra mewah menghadang mereka. Mata Long Fei membulat tajam penuh amarah.

"Kau lagi? Aku tak peduli kalian anak pejabat mana, aku gak punya urusan denganmu. Tapi, kalau kalian berani menghalangiku, jangan salahkan kalau aku akan menghabisimu," sentaknya sambil menarik lengan Zhen Yi dengan kasar.

1
Karin Efendhy
visualnya ga muncul
⛧ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: masak sih kak.. tapi di pembaca lain muncul loh
total 1 replies
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
berhasil zhen yi
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
makin seru
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
wow tapi kok zhen yi mau aja sih layani kaisar n pangeran
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
zhen yi bergerak dengan penuh perhitungan
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
masuk perangkap pangeran
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
zhen yi bermain cantik dan halus🤣
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
duh dali semoga tepat waktu ya
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
visualnya pas thor💕🌸
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
wah ada nama aq di sebut thor, mumpuni🤣
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
jahe merah+kayu manis memang bikin anget tubuh
༺⬙⃟⛅เภє๓🫠
sebenernya Zhen yii punya dendam apa 🤔
Ar_15❄
baru awal lhoo ya....
Ar_15❄
klo mau ada misi jgn pake perasaan deh...
takutnya kacau nnti
Ar_15❄
lhooo kog acting....
mancing sesuatu yaaa
Ar_15❄
baru ini baca genre fantim....
gass aja balas dendam nya💪💪💪
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
hmm mulai nih, pangeran mulai jatuh cinta dan Zhen yi mulai memainan rencana balas dendam nya🤭 tapi takut nya nanti Zhen yi kejebak sama permainan nya sendiri 🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
benar" macam tengok dracin 😭😭

sorry ya keskip bab 3, karna iklan nya tuh😭 maaf aja dah lama ga baca di novel 🙂‍↕️🙏
⛧ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: iyaa kak
total 1 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
iya makanya kmu hrus hati2
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦༄⃞⃟⚡OLENG.comKᵝ⃟ᴸ
good job Zhen Yi. target langsung masuk perangkap 😝🤣🏃🏃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!