"Yang namanya di kampus, pasti banyak dong, mahasiswi-mahasiswi yang cantik, kan gampang tinggal pilih. Tapi kenapa kamu masih jomlo juga sampai kamu jamuran?
Jeff langsung menoleh, menatap Kayla dengan sorot mata tajam.
"Kamu pikir mencari istri itu mudah? Semudah mencari cabai dalam tumis kangkung? Enggak La?"
"Lagian siapa juga yang mau sama kamu. Galak. Palingan cuma aku doang" celetuk Kayla yang lagi-lagi membuat Jeff semakin geram.
"Aku juga kepaksa nikah sama kamu, siapa juga yang mau sama kamu. Janda dua kali dan gagal nikah tiga kali."
***
Jeff merasa apes. Sebab, ia dijodohkan oleh orang tuanya dengan Kayla yang sudah berkali-kali gagal berumah tangga. Bukan hanya itu saja, wanita itu juga galak dan sangat jutek.
Tapi, apa sebenarnya yang menyebabkan Kayla gagal berumah tangga berulang kali? Dan trauma apa yang pernah menjadi ketakutannya bila berdekatan dengan laki-laki?
Temukan jawabannya di sini~
Happy reading!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jeff cemburu buta
Jeff baru saja keluar dari kamar mandi. Lepas lega plong setelah beban tertumpahkan di dalam sana. Ia menuju ke tempat tadi, tempat terakhir ia berbincang dengan Kayla. Berniat untuk menuntaskan apa yang belum tertuntaskan.
Pasti masih ada banyak hal yang Kayla sembunyikan dari dirinya dan semua orang. Jeff yakin. Tapi saat ia kembali, ternyata ia tidak mendapati Kayla di sana.
Ke mana perginya istri keritingnya itu?
Tapi bila ia pertajam telinganya, ia mendengar sayup-sayup lebih dari satu orang sedang berbicara di depan rumah. Yang kemungkinan orang itu adalah Kayla dan ....
“Siapa itu Kayla?” tanya Jeff. Ternyata benar. Istrinya berada di teras sedang berbicara dengan satu orang laki-laki yang tidak pernah Jeff lihat sebelumnya. Bagaimana Jeff pernah melihatnya, Jeff belum mengenal Kayla secara menyeluruh. Mereka di jodohkan. Sebelumnya mereka memang sudah kenal, tapi hanya sekedar kenal saja, tidak lebih.
Kayla menoleh saat mendengar Jeff bertanya, lalu memperkenalkan teman laki-lakinya.
“Dia teman laki-laki aku dan berprofesi sama kayak aku Jeff, masa kamu nggak ngenalin sih.”
Raksa namanya, dia adalah selebgram laki-laki. Termasuk lumayan dekat dengan Kayla. Tampan pakai filter instagram dan lumayan sedikit maco. Tapi sedikit berandalan.
“Nggak kenal,” jawab Jeff singkat. Laki-laki itu berdiri disitu, bersedekap mendengarkan mereka berbicara.
“Kamu bisa masuk nggak sih Jeff, aku kan cuma mau ngomong sama Raksa.”
“Kalau kamu mau bicara ya bicara saja! Memangnya se-privacy apa arah pembicaraan kalian? Tetap aku harus tau.”
“Tapi kamu bisa pergi kali, jangan disitu terus!”
“Kamu itu perempuan yang sudah menikah!” ucap Jeff dengan tegas. “Apa perlu aku perjelas? Batasi interaksimu dengan laki-laki selain suamimu. Apalagi berduaan seperti ini, bisa mengundang fitnah. Tau artian batasan itu nggak?”
“Yahh Bro, orang cuman ngomong doang mah nggak masalah kali. Yaelah sensi amat. Masa iya gue mau rebut bini lo!” sahut Raksa sambil merangkul pundak Kayla.
“Hey! LEPASIN NGGAK TANGAN KAMU?” Ucap Jeff penuh penekanan. Sorot matanya tegas dan dalam. Bisa di pastikan, siapa pun orang yang melihat Jeff semarah itu, pasti mereka akan ketakutan.
“Hanya seperti itu saja kau marah. Kita ini udah biasa kek begini.”
“Lepasin Raksa!” pekik Kayla memberontak. Dia melepas tangan Raksa dengan keras. “Ini kamu berlebihan!”
“Masuk Kayla, MASUK!” teriak Jeff lagi. “Dia dalam pengaruh alkohol. Harusnya kamu bisa bedakan itu!”
Sedikit membeliak Kayla saat mendengar Raksa ternyata sedang mabuk. Dalam sekali lihat; ternyata Jeff yang malah menyadarinya lebih dulu daripada dirinya yang sudah berbicara dengan Raksa sedari tadi. Payah.
“Masuk!” titah Jeff lagi.
“Iya, iya!”
Kayla masuk dengan berjalan mundur. Tapi dengan mata yang enggan melewatkan pemandangan kedua laki-laki itu.
“Nggak usah pakai liat-liat, masuk!”
Mati aku. Mati aku mati aku! Kayla terus menepuk keningnya sendiri sambil berlalu. Ternyata dia takut juga sama Jeff. Kayla takut Jeff memarahinya habis setelah ini.
Dan beberapa saat setelah Kayla masuk, Jeff mengusir Raksa mentah-mentah. Sempat akan terjadi perkelahian di antara mereka, tapi Jeff ternyata masih bisa mengontrol emosinya sehingga hal buruk itu tak sampai terjadi.
**
Ternyata kejadian tadi membuat mood Jeff hancur. Sepertinya ia harus menunggu selama beberapa saat lagi agar emosinya mereda dan kembali seperti sedia kala. Tidak baik baginya mendekati Kayla dalam keadaan marah. Jeff dan Kayla sama-sama mempunyai kepala yang keras. Ia takut hal ini akan berdampak buruk kepada keduanya.
Masuk ke kamar sebelah, Jeff menyalakan AC lalu merebahkan tubuhnya di sana. Berulang kali ia menghela nafas dalam agar suasana hatinya menjadi lebih baik. Ia benar-benar tidak tahu sejak kapan perasaan aneh itu ada. Yang jelas, ia tak rela, ia merasa mendidih bila Kayla berdekatan dengan laki-laki selain dirinya. Tapi ia sendiri masih belum bisa membedakan, ia merasa tak suka karena Kayla adalah miliknya ataukah memang sudah tumbuh perasaan lain?
Tapi, apakah secepat itu?
Namun niat ingin berbicara kepada Kayla setelah emosinya mereda, Jeff malah ketiduran di kamar itu sampai pagi. Ya Tuhan, ia merasa bersalah meninggalkan Kayla sendirian. Semoga Kayla tidak apa-apa, batinnya penuh harap.
Dan sialnya, saat ia menghampiri kamar Kayla, perempuan itu sudah tidak ada di dalam kamarnya. Lalu, ke mana dia? Bukankah urusan mereka belum selesai?
**
Tak merasa fokus saat jam mengajar, Jeff berkali-kali di tegur oleh murid-muridnya yang terkadang banyak melamun. Ia terus teringat Kayla yang pergi dari rumah sebelum ia bangun dari tidurnya.
Jeff sudah menghubungi Mami mertuanya, namun beliau malah menjawab tak tahu menahu soal ke mana perginya anaknya. Dan justru beliau malah memberikan fatwa.
“Bukannya dia sama kamu Jeff?”
“Mami percaya sama kamu, kamu kan suaminya?”
“Kenapa sampai Kayla pergi kamu nggak tau?”
“Awas ya, kalau terjadi apa-apa sama Kayla, kamu harus tanggung jawab!”
Harusnya sudah dari tadi Jeff mencari ke mana Kayla pergi, tapi karena dirinya yang tidak bisa cuti seenaknya sendiri membuatnya harus tetap sabar menunggu hingga jam mengajar selesai.
Berkali-kali ia menghubungi Kayla, tapi wanita itu tak mau mengangkat panggilannya. Apakah benar Kayla marah? Tapi sebenarnya jika salah satu dari mereka harus marah, yang harus marah itu siapa sih? Nggak kebalik?
“Saya akan berikan kalian tugas. Tolong kerjakan sapai selesai, karena saya ada urusan mendadak yang tidak bisa saya tinggalkan.”
“Tapi Pak!” protes salah satu mahasiswa. Seperti tak menyetujui.
“Saya tidak mau mendengarkan protes apapun.” Ucap Jeff lalu pergi keluar kelas setelah sebelumnya memberikan tugas kepada mereka.
Menuju ke mobil, Jeff masih mencoba menghubungi Kayla. Tak terhitung hingga berapa puluh kali. Namun sepertinya kini keberuntungan telah berpihak kepadanya. Hingga kahirnya panggilan itu terangkat. Dan terdengar-lah suara yang begitu ia khawatirkan sedari pagi.
“Kamu itu dari mana saja Kaylaaa ... aku mengkhawatirkanmu dari pagi! Coba lihat ponselmu! Sudah berapa kali aku melakukan panggilan!” ucap Jeff tanpa basa basi. Emosinya benar-benar memuncak mskipun ia masih bisa sedikit menahan diri.
“Maaf Jeff, hpku, aku silent. Jadi aku nggak mendengar panggilanmu,” jawab Kayla singkat.
“Kamu itu kenapa sih? Kamu ke mana? Kenapa kamu pergi tanpa izinku dan ponselmu kamu silet. Kamu nggak tau gimana aku mengkhawatirkanmu dari pagi?”
“Ya, iya maaf ....”
“Sudah jangan banyak bicara! Sekarang kamu ada di mana?”
“Aku lagi mengantri di rumah sakit PI.”
“Ngapain kamu ada di rumah sakit?”
“Aku, aku ...,” Kayla menjawab dengan terbata-bata.
Tak sabar menunggu Kayla menjawab pertanyannya, Jeff langsung menitahnya dengan tegas. “Jangan ke mana-mana dulu, tunggu aku di lobby!!”
***
To be continued.
pertanyaan simple kenapa kalian tidak tanya pada diri kalian apakah kalian juga mengerti pada suami kalian, apakah kalian juga pengertian terhadap suami kalian
kenapa wanita dicap wanita egois ya ini
saat menuntut pengertian dia sendiri tidak mau mengerti keadaan suaminya
*jeff , hanya jeff berjuang untuk rumah tangganya, jeff sabar dengan segala kelakuan Kayla, jeff berkali memaafkan Kayla, jeff bersikap bodoh mempertahankan rumah tangganya, sampai jeff melawan ibunya untuk mempertahankan Kayla, jeff sabar menanti dan membujuk maaf dari Kayla,
*Kayla, pembangkang, melawan semua perintah suami, berkali2. melakukan kesalahan, yang gatal karena keras kepalanya yang menyebabkan nyawa janin keguguran, saat suami marah bukannya memujuk dan berjuang dan bersabar mendapatkan maaf suami, ini dia pergi dari rumah dan minta cerai (ini kesalahan fatal lagi) dia egois merasa dirinya yang tersakiti karena suami tidak mudah memaafkannya, nyatanya dia juga tidak mudah memaafkan suaminya,
sebutkan satu saja yang membuat jeff merasa beruntung dapat Kayla, kalau bagi aku tidak ada sama sekali
maaf aku bukan bilang novel tidak bagus, kalau mau jujur aku akui novelmu sangat bagus, dari sisi karya, ide cerita, penulisan dan jalan cerita yang mudah dimengerti dan moment penting juga dapat tapi hanya keadilan terhadap pemeran utama wanita dan pemeran utama pria yang kurang, karena author masih kurang adil terhadap pemeran utama pria
*coba kalau konflik awalnya istri yang salah buat istri yang menyesal, berjuang dapat maaf, berjuang meluluhkan hati suaminya, jangan kalian buat isu pengalihan yang istri buat salah kalian buat suami juga buat salah yang ujung suami yang meresa bersalah dan minta maaf dan berjuang
*coba kalian berani buat novel istri yang membuat salah istri juga yang menyelesaikan masalah itu tampa di beri pengalihan isu
*kayak konflik ini jelas2 Kayla yang salah, dia tidak menghargai suaminya, berbuat sesuka hatinya, tidak mau mendengar perintah suami, membangkang yang ujung mereka kehilangan janin yang jelas2 akibat kelalaian Kayla, memang ini musibah tapi kenyataannya kayla yang membuat musibah ini karena keegoisannya, tapi apa yang terjadi kalian tutupi kesalahan Kayla ini dengan membuat jeff juga buat salah yang ujung2 jeff yang dibuat bersalah, menyesal, dan berjuang
*aku secara pribadi akan salut ama author kalau author bisa berbesar hati buat Kayla yang berjuang mendapatkan maaf dan kesempatan dari suami sampai masalah ini selesai, buat Kayla jadi wanita tangguh yang berbuat salah dan berani menyelesaikan masalahnya tampa membuat pengalihan isu suami yang salah