Aneska Maheswari ratu bisnis kelas kakap yang di bunuh oleh rekan bisnisnya tapi dengan anehnya jiwanya masuk pada gadis desa yang di buang oleh keluarganya kemudian di paksa menikahi seorang pria lumpuh menggantikan adik tirinya .
Mampukah aneska membalaskan semua dendam dan menjalani kehidupan gadis buangan tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila julia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14.Batang Murahan
HAPPY READING!!!
.
.
.
Setelah percakapannya dengan Raka dan kejadian waktu itu, kini Raline benar-benar melakukan apa yang ia katakan. Pagi-pagi sekali Raline bangun dan menyiapkan sarapan untuk Raka bahkan sebelum laki-laki itu bangun dari tidurnya. Meski hanya roti bakar atau sekadar omelet—yang itu pun baru ia pelajari.
“Pagi, suamiku…” Raline melangkah masuk ke dalam kamar, membawa omelet telur dan segelas susu hangat ke dekatnya. Raka yang baru bangun sedikit heran, namun ia mencoba membiasakannya karena memang sudah beberapa hari ini gadis itu berusaha keras untuk membuatnya terkesan.
“Sekarang apa lagi, setelah roti gosong kemarin?” ucap Raka menyunggingkan senyumnya, mengingat kemarin Raline menyajikan roti bakar yang sedikit hangus kepadanya.
“Soal kemarin aku minta maaf. Aku tidak biasa memasak, tapi untukmu aku berusaha melakukannya. Tapi kali ini aku jamin ini tidak akan mengecewakan,” ucap Raline menunjuk omelet cantik buatannya. “Aku membuatnya dengan penuh kehati-hatian dan sepenuh jiwa ragaku,” ucap Raline, menunjukkan senyuman lebarnya.
“Baiklah, aku akan mencobanya,” ucap Raka sambil mengangguk.
Di sisi kamar, Mama Ratna dan Kania justru sedang mengintip kemesraan pasangan itu. “Kamu lihat kakakmu tersenyum setelah sekian lamanya dia menekuk wajah tampannya itu. Hanya kepada Raline. Mama sangat tidak menyangka Raline bisa meluluhkan Raka begitu cepat.”
“Iya, aku juga heran. Padahal Kak Raka tidak pernah seceria itu, waktu lumpuh ataupun sebelum lumpuh. Dia terlalu dingin, bahkan untuk tersenyum pun itu hanya sekadar formalitas di depan para rekan bisnis Papa. Tapi sekarang di depan Kak Raline, senyumnya begitu lepas,” ucap Kania.
“Itu artinya Raline berhasil meluluhkan hati kakakmu. Sudah, jangan mengganggu mereka. Mama rasa ini adalah awal yang baik untuk kesembuhan kakakmu,” ucap Mama Ratna begitu bahagia, lalu menarik Kania dari ambang pintu kamar Raka dan Raline.
Begitu Raka mencobanya, ia langsung terdiam menatap ke arah Raline dengan tatapan sulit untuk diartikan. “Bagaimana, apa buatanku kali ini tidak enak?” tanya Raline khawatir dengan omelet buatannya.
“Justru sebaliknya. Ini begitu enak,” ucap Raka, membuat Raline tertegun tak percaya.
“Benarkah?” ucap Raline, lalu langsung mengambil sendok dari tangan Raka dan mencobanya sendiri.
“Aiiiisss… ini sangat asin,” ucap Raline, yang membuat Raka tertawa.
“Setidaknya ini tidak hangus, bukan,” ucapnya, membuat Raline mengerucutkan bibirnya.
“Tidak masalah, kamu bisa belajar lagi nanti,” ucap Raka sambil mengusap kepala Raline lembut, membuat Raline tersenyum malu.
Namun setelah itu Raline menatap Raka dan menggenggam tangannya erat. “Mas, apa pagi ini kamu sibuk?”
“Tidak, memangnya ada apa?”
“Aku ingin mengajakmu ke rumah sakit untuk menjalani terapi. Kamu mau, bukan? Tenang saja, aku akan menemanimu, memegangimu jika perlu. Aku pastikan aku akan berada di sisimu selalu. Kamu mau, bukan?” ucap Raline dengan mata memelas.
“Jika nanti setelah aku terapi, tapi ternyata aku memang tidak bisa berjalan, bagaimana? Itu akan membuatmu kecewa.”
Raline menggeleng. “Apa pun hasilnya nanti, aku tidak akan kecewa. Aku akan tetap menemanimu. Aku hanya tidak ingin kamu larut dalam keputusasaan dan memandang dirimu menyedihkan. Kamu tidak menyedihkan sama sekali, Mas. Kamu begitu berharga untukku maupun untuk keluargamu,” ucap Raline.
“Baiklah, jika kamu bersikeras, aku akan menjalaninya,” ucap Raka, yang membuat Raline begitu senang.
_______
Dua minggu setelah Gunawan menarik investasinya, perusahaan Hendra mengalami krisis berat. Bank mulai menagih pinjaman, proyek-proyek terpaksa dihentikan, dan harga saham anjlok tanpa ampun. Hendra panik. Dalam keterdesakan, ia mulai menjual saham-saham besar miliknya.
Kesempatan itu dimanfaatkan Raline.
Ia membeli saham perusahaan Kusuma secara besar-besaran melalui jalur nominee, menggunakan nama sahabat Raka, Fauzan Prasetya seorang pengacara korporat ternama, putra dari mantan Ketua Mahkamah Agung yang dikenal luas.Raka sendiri lah yang mengenalkan Raline kepada sahabatnya itu untuk membantu melancarkan rencananya.
Fauzan menyerahkan seluruh dokumen kepemilikan saham kepada Raline.
“Begitu rapat dewan nanti, aku akan hadir sebagai pengacaramu dan memperkenalkanmu kepada seluruh pemilik saham. Aku akan menyatakan bahwa kamu adalah pemilik saham mayoritas yang sah dan berhak memimpin Perusahaan Kusuma,” ucap Fauzan.Ia menatap Raline dan Raka bergantian.
“Baiklah. Aku sangat menantikan momen itu. Aku tidak sabar melihat orang-orang yang terlalu meninggi itu akhirnya jatuh sehancur-hancurnya di hadapanku,” ucap Raline dengan suara dingin namun penuh keyakinan.
“Baiklah, karena semuanya sudah selesai, aku akan pamit lebih dulu. Ayo, Mas,” ajak Raline.
Raka menghela napas sejenak sebelum berkata, “Maaf, sepertinya aku perlu bicara dengan Fauzan. Kamu bisa pulang lebih dulu dengan sopir. Aku akan pulang bersama Fauzan nanti.”
Raline melirik Fauzan sekilas, lalu tersenyum tipis.
“Baiklah kalau begitu,” ucapnya lembut sebelum keluar dari ruangan.
Begitu pintu tertutup, Raka langsung menatap Fauzan dengan serius.
“Apa kamu jadi menyelidiki Raline?. "
“Aku sudah menyelidikinya, dan memang benar. Raline pindah ke kampung setelah mamanya meninggal saat usianya sepuluh tahun, lalu tinggal dan mengabdi bersama neneknya di sana. Tidak ada hal mencolok dari masa lalunya. Bahkan kedatangannya ke kota pun baru pertama kali setelah dewasa, dan itu untuk menikah denganmu. Kalau tidak, mungkin dia masih beternak ayam dan sapi di sana,” jelas Fauzan.
“Tapi warga desa bilang Raline pernah kecelakaan di hutan saat menggembala sapi. Ia hampir mati karena jatuh ke jurang yang dalam. Untung saja ia cepat ditemukan dan segera dibawa ke rumah sakit. Raline mengalami amnesia selama beberapa bulan sebelum akhirnya pulih seutuhnya. Namun meskipun begitu, beberapa warga desa mengatakan Raline tidak seperti sebelum kecelakaan sikapnya seperti dua orang yang berbeda,” lanjut Fauzan.
“Maksudmu, setelah amnesia dia berubah menjadi orang lain?” tanya Raka.
“Warga desa bilang begitu. Tapi apakah itu mungkin? Menurutku, itu hanya pengaruh dari amnesia yang ia derita. Sudahlah, tidak perlu mencurigainya lagi. Lagipula, aku tidak melihat niat jahat sedikit pun darinya selain mengambil hak yang memang seharusnya miliknya. Kamu juga mendukung rencananya, bukan? Dia dalam pengawasanmu, jadi tidak perlu cemas seperti itu,” ucap Fauzan menenangkan.
"Lagipula aku lihat kamu juga sudah begitu dekat dengannya, apa kamu sudah menerimanya sebagai istrimu kali ini? Mama Ratna juga menceritakan kedekatan kalian kepadaku, dia begitu bahagia melihat perubahanmu. "ucap Fauzan yang membuat Raka tersenyum sebelum mengiyakannya.
"Gadis itu memang cukup merubah hidupku tapi tetap saja aku perlu menyelidikinya sebelum hatiku jatuh seutuhnya. "
“Aku hanya ingin tau bagaimana Seorang gadis desa yang tidak berpendidikan bisa memahami saham, penggabungan perusahaan, aset, dan rancangan kerja sama perusahaan besar, seolah-olah dia pernah terjun langsung ke dunia itu. Awalnya aku kira Raline hanya mengetahui dasarnya saja tapi setelah aku berbicara cukup dalam kepadanya dia terlihat tau persis masalah ini.,” ucap Raka lirih.
“Mungkin dia memang belajar, atau otaknya memang cerdas. Setelah beberapa kali mengobrol dengannya, aku akui pikirannya tajam. Jadi apa yang tidak mungkin, Raka? Sudahlah, jangan meremehkan istrimu seperti itu. Jika dia mendengarnya, dia pasti sangat kecewa,apalagi sekarang kalian baru saja akan memulai perjalanan cinta. ” balas Fauzan, tanpa tahu bahwa Raline sebenarnya sedang menguping pembicaraan mereka dari balik pintu ruangan..
"Raka ternyata menyelidikiku. Aku pikir dia mulai menyukaiku, tapi ternyata dia memperlakukanku seperti ini hanya untuk menjawab rasa penasarannya mencari tahu siapa diriku sebenarnya," batin Raline sembari melengos pergi.
"Mau bagaimanapun kamu mencari tahu tentangku, kamu hanya akan mendapatkan identitas gadis ini anak dari Kusumawardani. Tanpa kamu tahu, di tubuh ini adalah aku, Aneska Maheswari, musuh dan rivalmu yang paling kamu benci. Entah kenapa Tuhan menghidupkanku kembali di tubuh gadis ini… dan menikahkanku denganmu. Jika dipikir-pikir, ini benar-benar gila. Aku menikahi musuhku sendiri. Tapi mau bagaimana lagi? Aku harus bersabar dan bertahan dengan batas kesabaran yang seperti tisu dibelah dua ini dan itu hanya untukmu, Raka. Agar rencanaku membalas dendam pada Kenzo dan Celine terwujud, "batin Raline, lalu ia masuk ke dalam mobil menuju suatu tempat.
____
Begitu sampai, Raline langsung melangkah. Sebuah apartemen mewah terpampang di hadapannya apartemen yang dulunya miliknya yang ia beli untuk peristirahatan sepulang dari kantor sebelum pulang ke mansionnya, namun kini dengan mudah dua pengkhianat itu merampasnya begitu saja setelah kematiannya.
Lift terbuka. Saat Raline hendak melangkah, ia melihat sosok yang begitu dikenalnya sedang berciuman panas di depan pintu apartemen. Raline segera bersembunyi dan perlahan mengeluarkan ponselnya dari balik dinding. Ia merekam adegan itu.
Raline men-zoom wajah wanita tersebut untuk memastikan.
“Arumi?” gumamnya, tersenyum sinis melihat apa yang ia dapatkan.
"Ternyata dia juga melakukannya kepada Celine setelah berselingkuh dariku, dan sekarang dia berselingkuh dengan Arumi? Pria itu… ternyata memang sudah sifatnya yang brengsek. Bukan salahku. Bahkan Celine yang liar dan lihai memuaskannya masih ia selingkuhi. Ternyata pria itu tidak puas hanya dengan satu lubang, "batin Raline dingin.
“Aaahhh, sayang…” ucap Arumi, memanjat dan melingkarkan kakinya di pinggang Kenzo sambil terus bercumbu mesra, hingga pintu apartemen terbuka dan mereka lenyap dengan ciuman yang semakin panas yang mungkin akan berlanjut di dalam apartemennya.
Raline menyudahi rekamannya, lalu keluar dan menatap pintu apartemen itu apartemen yang pernah menjadi miliknya saat jiwanya masih berada di tubuh aslinya.
“Apartemen yang aku beli dengan susah payah dan mati-matian justru sekarang malah menjadi sarang untuk pria itu membawa semua jalangnya,” ucap Raline menggerutu jengkel.
“Lihat saja, aku akan mendapatkan apartemenku ,mansionku dan perusahaanku lagi. Kesenanganmu tidak akan lama lagi, Kenzo. Kamu akan menemui karmamu sebentar lagi,” gumamnya sambil mengepal tangan kuat.
.
.
.
💐💐💐Bersambung💐💐💐
Kasian banget kalau si Celine tau kalau ternyata dia juga di selingkuhi oleh Kenzo. Malah waktu itu percaya diri banget ngomong sama Anes, nyalahin Anes.
Nggak sabar nunggui Celine tau kalau dia juga di selingkuhi 😆
Lanjut Next Bab ya guys😊
Lope lope jangan lupa ya❤❤
Terima kasih sudah membaca bab ini hingga akhir semuanya. jangan lupa tinggalkan jejak yaa, like👍🏿 komen😍 and subscribe ❤kalian sangat aku nantikan 🥰❤