NovelToon NovelToon
Milik Sahabat Ku!

Milik Sahabat Ku!

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:317.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rini IR

Ketika Suatu yang di sebut Cinta Segitiga mampir di kehidupan mu? Apa yang kau lakukan? Cinta antara 'Aku, Kamu, dan Sahabatku! "

Septi, gadis modis SMA merah putih, dengan perawakan nya yang aktif dan periang. paras yang begitu cantik, ia di kenal sebagai Playgirl kelas atas yang sudah PHPin begitu banyak Cowok playboy. Namun, suatu Hari ia bertemu dengan cowok dingin nan cuek, hobinya sih ngegame. Pada pandangan pertama Septi jatuh hati pada Andra. berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan hati Andra. namun, tanpa ia ketahui ternyata Aisyah, sahabatnya sendiri juga menyukai pria yang sama, bahkan sejak 10 tahun yang lalu.

bagaimana mereka akan mengahadapi cinta rumit ini?
Ayo simak kisah nya di 'Cinta Yang Rumit'
jangan lupa follow aku yah.

Mohon maaf bila ada kesamaan Nama Tokoh, Tempat Kejadian, dan hal lain nya. itu hanya kebetulan semata. tapi, jika cerita nya dari awal sampai akhir sama. maka bukan saya yang niru, karna ini karya asli saya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini IR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 9

***

***

Itu kan Aisyah?  Sendirian?

Batin Ikhsan menatap seorang gadis, cantik dengan busana muslim nya.  Berjalan anggun ke arah toko buku.

"Aisyah?!" teriaknya,  saat mendapati Aisyah tidak lagi berada pada pandangan nya. Aisyah diam,  ia berhenti di tempat.  Di edarkan pandangan nya di kerumunan orang ini.  Mencoba mencari asal suara yang memanggil namanya, panggilan dengan nada kerinduan.

"Aisyah,  elo kan?  Kok sendirian??  " sapa Ikhsan dari kanan Aisyah,  gadis manis ini  menoleh ke arah suara. Ia medapati  tubuh kekar seorang cowok se SMA nya, dengan rambut acak dan sedikit keringat karna kerumunan orang ini. Dengan wajah cengengesan khas miliknya. Yah dia adalah Ikhsan.

"Ngapain San? " tanya Aisyah saat Ikhsan menarik tangan nya,  tepatnya bajunya.

"Gak ada sih,  capek aja.  Panas lagi,  mending kita duduk di bawah pohon sana aja." sahut Ikhsan masih berusaha menuntun Aisyah. Aisyah mengernyitkan dahinya heran,  di riuh ricuh panasnya kota ini emang ada terselip pohon yang teduh?

  Sampai akhirnya,  ia mengakui bahwa pernyatan nya salah.  Pohon yang kini ada di hadapan nya memang sangat besar, rimbun dan sejuk.  Itu Aura yang terpancar dari sana. Sebuah pohon yang berada di belakang bangunan tua yang tak terpakai lagi.

"Loh?  Kok elo tau ada tempat kaya gini sih, San? " tanya Aisyah duduk di samping Ikhsan yang sudah berbaring dengan satu lengan mengganjal kepalanya.

"Rahasia Syah, kalo lo emang mau tau.  Gue kasih tau ke elo,  eittsss tapi kita nikah dulu,  gimana?? "

Timpukan pelan dari Aisyah dengan buku yang baru di belinya, sukses besar membuat Ikhsan duduk, menatap lembut ke arah Aisyah,  hijab nya yang berkibar di terpa angin.  Rasanya waktu seakan berhenti,  untuk memberi mereka berdua kesempatan.

***

"Nyali Kamu besar juga yah,  berani berbohong sama saya.  Saya tau, kamu ini cuma pacar pura - pura Andra.  Iyah kan? " tanya Arumi menatap penuh selidik pada Septi.

Septi tersentak halus,  jika sudah begini apa yang harus ia lakukan?

"Tante...  Ma... Maafkan saya,  saya yang salah." lirih Septi,  matanya tertunduk tak berani menatap mata lawan bicaranya yang adalah orang tua.

"huhhh... Gak usah tegang gitu nak,  ternyata bener yah." Ujar mamah nya lesu. Ternyata dugaan nya benar sekali.

"Maksud Tante apa? "

"Dulu,  Andra anak nya gak gitu.  Dia dulu orangnya rese,  cerewet,  berisik,  aktif yah imbang berat sama adik nya lah."

"Adik?  Andra punya adik,  Tante? " Septi tersentak halus. Ini Fakta yang Septi tak pernah duga dari sosok Andra.

"Iyah dia punya,  tapi itu dulu,  dan adik perempuan nya adalah alasan kenapa Andra berubah menjadi orang yang dingin dan cuek."

"Maksud Tante??"

"Adiknya meninggal karna kecerobohan Andra sendiri.  Dia mengajak adiknya bermain di hutan,  layak nya kakak adik biasa yang bermain bersama.  Tapi tak di sangka hari itu,  hari itu Dizza jatuh terseret arus sungai,  sampai akhirnya dia meninggal. " Arumi berhenti sebentar, ia menarik napasnya berusaha menahan bulir hangat yang akan jatuh dari pupil matanya. Mengingat Anak bungsu nya yang telah tiada.

"Tante..  Itu--"

"Sepeninggalnya Dizza, membuat Andra sangat terpukul.  Dia selalu merasa bersalah, kejadian ini karna salahnya yang teledor. Om dan tante sendiri sudah mengatakan bahwa ini takdir.  Tapi, Andra tetap saja masih menyalahkan dirinya sendiri.  Dia tak ingin lagi menyayangi perempuan,  karna tak ingin kehilangan nya karna kecerobohan nya. Hari ini,  kamu datang sebagai pacar pura - pura nya saja adalah kemajuan yang besar untuk Andra. " saat ini wajah Arumi sudah basah dan lesu karna ceritanya beberapa tahun silam. Kejadian nya memang beberapa tahun,  tapi kenangan nya masih tersimpan hangat di pikiran Arumi.

"Tante,  saya--"

"Janji satu hal ke tante, bahwa kamu akan ngerubah Andra!  Andra anak tante satu - satunya,  tantrr gak bisa liat Andra begini terus, terlarut dalam kenangan adiknya." ucapnya Tergesa meraih tangan Septi,  Septi dapat melihat nya dengan jelas.  Penderitaan dan tekanan yang wanita paru bayah di hadapan nya ini.  Semua tekanan itu terpancar jelas dari matanya sekarang.

"Iyah Tante.  Aku janji bakal kembaliin keceriaan dalam hidup Andra lagi!" Janji Septi Antusias.

"Terima kasih nak, terima kasih!" Arumi memeluk erat Tubuh Septi.

***

"Ikhsan,  lo beneran serius ke gue? " tanya Aisyah menatap cowok di sebelahnya ini.

"Syah,  gue kurang serius apa coba? " sahutnya.

Bagai tersayat hati Aisyah,  dirinya amat merasa bersalah pada Ikhsan. Aisyah sendiri tak memiliki perasaan apapun terhadap Ikhsan.

Benarkah?

"San,  maafin gue... Gue gak bisa nerima elo ."

"Lo gak harus nerima gue sekarang Syah.  Mau sampai berpuluh tahun gue juga bakalan nunggu elo. Jadi sans aja hehe."

"Ikhsan... Lo kok gak ngerti sih?!"

"Iyah Syah,  gue emang gak ngerti.  Nggak ngerti apapun kalo lo gak ada sama gue.  Makanya Syah, lo tetep sama gue yah?" Ikhsan menatap penuh harap ke arah Aisyah.

"Ikhsan... Gue...  Udah akh gue mau balik aja." ia memilih jalur pulang sebelum kegilaan Ikhsan berlanjut.

"Gue anter yah? " tawar Ikhsan yang kini duduk di hadapan Aisyah.

"Enggak deh,  gue naik Bus aja." sanggah nya tak ingin lagi Ikhsan memiliki perasaan padanya.

"Syah... kali ini aja? Oke?" pinta Ikhsan menatap nanar gadis yang menjadi impian nya,  gadis yang jika namanya di sebutkan langsung memunculkan bayangan keluarga kecil yang bahagia. Gadis yang bisa membuat Ikhsan melakukan apapun.

Aisyah menghela napas panjang,  sebelum akhirnya ia menatap Ikhsan dan mengangguk perlahan yang artinya iyah.

***

"Septi pamit pulang dulu yah tante, aku bakal usahain yang terbaik" katanya seraya mencium punggung tangan Arumi.  Di ikuti Andra yang juga akan pergi untuk mengantar Septi.

Septi sudah mendapatkan kepercayaan dari mamanya Andra,  bahkan tanggung jawab juga ada, mereka berdua membicarakan banyak hal sebelum akhirnya Andra pulang membawa setenteng belanjaan.

"Mamah ada ngomong apa aja sama lo? " tanya Andra di mobil.

"Yah cerita rahasia antara perempuan.  Khususnya menantu sama mama mertua ." sahut Septi santai memainkan ponselnya.

Sedikit senyum tipis terlihat di wajah Andra.  Saat dirinya mendengar kata menantu yang baru Septi ucapkan.  Hati kecil nya seolah bersorak dari sana.

Septi Aulia Fauzira??  Beneran gadis yang menarik, sejak awal hingga saat ini.  Hehe..

Batin Andra masih setia menatap Lekat gadis modis dengan perawakan ceria yang duduk di sebelah nya ini.  Gadis pertama yang mampu membuat Andra memikirkan nya.  Gadis pertama yang membuat Andra sulit tertidur.  Iyah,  Septi memang yang pertama.

***

Ayooo like,  komen,  and vote yah

Rini Ir

1
♊4th
Lumayan
Mugiya
bagus
Devia Ratna
mampir ya aku
Nurwana
terus terang saja Aisyah.... Septi pasti bisa mngalah.
Nurwana
kamu aja yg mngalah ya Septi......
Muayyanah Yana
lanjut
Zyhnda•03
lanjut thor🙏
Zyhnda•03
terus terang dong aisyah hmmm. Katanya sahabat pyuhh, Sebelum Nasi Menjadi Bubur😏
Ririn naomi
siap lanjut benci tapi nikah ya .
Ririn naomi
author, ini novel yg ke berapa ya?? kok rasanya bahasa author nulis ini agak kaku. beda ma novel author yg lain.
Rini IR: ini awal banget kak, masih waktu2 belum paham PUEBI hiksss
total 1 replies
Ririn naomi
mungkin Aisyah mau berteman dgn Syifa, mau pergi dari pertemanan sama Septi.
Ririn naomi
agak serem cara bicara Aisyah....
Alis azkia
lanjut dong tor plissss🙏
Rika Sari
aku yakin novel ini bagus kayak yg sebelum sebelumnya..hihi....ayoo akuuu semangat bacanyaa..ayo author semangat nulisnyaa...sambil nunggu reyhan vania..aku baca ini dehh...
velikafelcia_1107
sakitnya cinta bertepuk sebelah tangan
HNF G
spt disambar petir di siang bolong😱😱😱😱
HNF G
hhmmmm...cinta memang rumit🤔
noname
keknya seru ni
K.F
lebay ah si aisyah lebih mentingin egonya daripada kebahagiaan sahabatnya sendiri, gak patut dicontoh noh!!!!
Siti Wulandari
keren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!