Kehidupan mewah dan sempurna yang selalu membuat semua orang iri pada gadis cantik bernama lengkap Ainsley Setya Belen namun itu semua bagaikan cangkang emas tak berisi saat kesempurnaan yang di lihat hanya menyimpan air mata di balik nya.
"Sean, cukup...
Sakit..." tangis nya memohon pada pria yang sedang menghukum nya.
"Sudah ku katakan, bukan? Aku tak suka di langgar! Kau tak mematuhi ku dan harus di hukum!" jawab Sean dengan amarah pada gadis nya.
Pria dengan nama lengkap Sean Justin Xavier yang merupakan pewaris dari perusahaan ternama namun menyimpan sisi gelap yang tak semua tau.
Memberi seluruh cinta dan hati nya pada pria yang juga mencintai nya namun memiliki sifat posesif yang di luar batas membuat nya bagaikan berjalan diatas es yang tipis.
Saat gadis itu berhati-hati dalam langkah nya tanpa sengaja ia menarik benang lain yang membuat hidup nya menjadi lebih menyakitkan.
Menarik perhatian pria Mafia berdarah dingin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aylis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
what's wrong with you?
Flashback 3 tahun yang lalu (Pertemuan pertama)
Acara ulang tahun Sation IT & Security.
Sean yang merasa pengab dan sesak di pesta perusahaan nya sendiri pun memilih keluar dan berjalan ke balkon hotel untuk menghirup udara segar dan menjauh dari pesta yang baginya membosankan.
Tak lama ia berdiri di balkon tersebut ia merasa ada seseorang yang juga datang ke balkon tersebut.
"Wahhh...
Tinggi sekali...
Kalau lompat ke bawah, mati tidak yah?" ucap seorang gadis setengah tertawa sembari melihat ke bawah dari balkon hotel yang berlantai 35 tersebut.
Sean yang awalnya tak menghiraukan gadis tersebut pun langsung menoleh saat mendengar kata-kata gadis tersebut, ia sebenarnya tak peduli mau gadis tersebut bunuh diri atau tidak, yang ia pedulikan adalah jika gadis tersebut bunuh diri dan dia ada di tempat kejadian pasti akan merepotkan nya.
Dan Sean sangat tak suka hal yang merepotkan.
"Kau gila?!" bentak Sean dan langsung menarik tangan gadis itu saat gadis itu semakin melihat ke bawah dan hampir terjatuh.
"Ainsley kok di marahin? Ainsley kan tidak gila..." ucap gadis itu hampir menangis karna tiba-tiba di bentak oleh seorang pria.
Sean mengernyitkan dahi nya melihat gadis itu, gadis yang wajah nya memerah dan tercium bau alkohol dari tubuhnya.
"Kau di bawah umur kan? Kau mabuk?" tanya Sean sinis.
"Tidak! Ainsley tidak mabuk! Ainsley kan gak minum alkohol!" teriak gadis itu yang tak lain adalah Ainsley.
"Ckk, sana jauh-jauh!
Gadis mabuk hanya membuat repot saja jika bertemu!" ucap Sean ketus sembari melepas tangan nya dengan kasar dan seperti mengusir Ainsley karna sudah mengganggu nya.
"Di bilangin Ainsley gak mabuk! Ainsley cuma minum teh kok tadi...
Long island Iced Tea! Ngerti gak sih?!" teriak Ainsley kesal.
"Kau bahkan tak tau apa yang kau minum! Itu bukan teh! Itu alkohol kadar tinggi! Ckk, sudahlah! Kalau mau lompat dari sini, lompat setelah aku pergi!" ucap Sean yang semakin kesal.
Ia pun segera berbalik dan kembali ke arah pesta, ia tak mau merepotkan dirinya dengan wanita yang sedang mabuk.
"Ckk, Merepotkan!" decih Sean saat sebelum ia berbalik.
Ainsley yang mendengar hal itu pun semakin kesal, ia lebih dapat meluapkan emosi nya dan lupa akan etika yang yang diajarkan sejak kecil padanya. Ia pun melepas sepatu heels nya dan...
Bruk!
"Auch!" pekik Sean saat tiba-tiba terkena sepatu terbang dari Ainsley.
"Shit! Dasar gila!" umpat Sean sembari mengelus bagian belakang kepalanya karna lemparan sepatu heels dari Ainsley.
Ainsley yang semakin kesal saat mendengar umpatan pria yang di depan nya langsung melepas satu heels nya lagi dan melemparkan pada Sean, Sean pun langsung menghindar agar tak terkena sepatu terbang lagi, dan...
Pranggg!!!!
Sepatu tersebut salah sasaran dan malah masuk ke arah pesta dan menghancurkan beberapa minuman beralkohol yang sudah di susun sedemikian rupa.
Sontak saja Sean langsung membulatkan matanya dengan sempurna, jika ayahnya sampai nya tau dia membuat kekacauan maka semua rencana yang ia susun akan hancur.
"Kau mau mati?!" ucap Sean dengan memandang marah ke arah Ainsley yang semakin mabuk.
"Hehehe...
Iya..." jawab Ainsley polos dengan tertawa.
"Sial sekali aku bertemu wanita gila seperti mu!" umpat Sean kesal.
"Lari! Sebelum ada yang datang!" ucap Sean dan bergegas menuju jalan keluar lain.
Bukan nya lari Ainsley hanya berdiri terdiam di tempat nya, alkohol yang ia minum sudah membuat nya semakin hilang kendali.
Sean pun yang melihat hal itu langsung menarik tangan Ainsley dan membawa nya keluar dari tempat pesta.
"Aduh....
Sakit...." rintih Ainsley saat Sean menarik kuat tangan nya agar Ainsley tetap berlari.
Sekarang mereka sudah berhasil kabur dan masuk ke lift. Sean pun yang mulai menyadari saat ia memegang tangan Ainsley sejak tadi langsung melepaskan tangan nya.
"Kau mau mati?! Ha?! Kenapa membuat kacau?! Dasar Sial!" Sean yang langsung membentak dan memarahi gadis itu saat mereka hanya berdua lift.
Ainsley pun yang terkejut karna amarah pria di hadapan nya langsung membuat mata nya berkaca-kaca dan membuat tangis nya tumpah.
"Huaa!!
Ainsley gak anak sial! Huhu..." teriak Ainsley sambil menangis tersedu.
Sean pun kembali terkejut melihat Ainsley menangis, jika ada yang tiba-tiba masuk lift dan melihat mereka, pasti orang itu akan langsung salah paham pada Sean.
"Aduh...
Kok malah nangis sih? Iya... iya...
bukan anak sial, berhenti nangis...
Gak di apain-apain juga!" ucap Sean panik saat gadis di depan nya semakin menangis.
"Huaa....
Huhuhu..." Ainsley bukan nya diam malah semakin menangis.
"Mau permen? Eh bukan coklat! Mau coklat?" tanya Sean seperti menangkan anak kecil.
Ainsley pun berhenti menangis dan menatap Sean.
"Mau...." jawab Ainsley yang cegukan karna baru berhenti menangis, ia pun menghapus air mata nya dengan tangan nya.
"Iya berhenti menangis yah, nanti ku belikan coklat...." ucap Sean yang benar-benar kehabisan kata-kata melihat gadis di hadapan nya.
Setelah keluar dari lift Sean pun meminta salah satu staf hotel membelikan coklat sesuai janji nya pada gadis mabuk yang sangat menyebalkan itu.
"Sudah kan? Sekarang katakan nomor mana yang mau di hubungi? Supaya kau di jemput." Ucap Sean pada Ainsley yang sedang memakan coklat nya.
"Ainsley gak mau pulang..." ucap Ainsley lirih dan berhenti memakan coklat nya.
"Yasudah kau disini saja!" ucap Sean kesal dan langsung beranjak meninggalkan gadis mabuk itu di lorong hotel yang sunyi.
Ainsley pun yang tak mengerti malah semakin jongkok dan memakan coklat nya. Sean yang berbalik dan melihat ke arah Ainsley yang dengan santai nya memakan coklat membuat nya kesal, bagaimana seorang gadis sebesar itu tak tau bahaya nya berkeliaran di hotel sendirian saat mabuk?
"Kau sungguh mau tetap disini? Kalau ada yang melihat mu seperti ini, kau bisa di makan loh..." ucap Sean pada Ainsley saat ia menghampiri gadis itu.
"Disini ada drakula nya yah? Ainsley kan bukan makanan..." jawab Ainsley polos sembari mendongak ke arah Sean.
"Drakula? Kau ini polos atau bodoh sih?!" tanya Sean kesal.
"Ainsley anak pintar! selalu peringkat pertama tidak pernah peringkat kedua!" teriak Ainsley pada Sean.
Ainsley memang pandai di bidang pelajaran dan teori namun ia sangat nol dan tak tau apa-apa di bidang sosial atau pun pergaulan, karna ibunya yang terus membuatnya belajar dan belajar hingga ia tak memiliki waktu bersosialisasi.
Sean pun membuang nafas nya dengan kasar saat mendengar teriakan Ainsley.
"Di sini banyak sekali drakula nya, kalau kau di gigit kau bisa langsung mati..." ucap Sean menakut-nakuti.
"Yaudah, Ainsley mati aja kalau gitu...
Mamah bilang Ainsley gak seharusnya lahir...
Lagi pula kalau Ainsley mati, Ainsley gak akan sendirian lagi kan?" tanya Ainsley dengan wajah polos mengandah ke arah Sean yang berdiri di hadapan nya.
Deg...
Tiba-tiba hati Sean tersentak melihat hal itu, ia tau rasanya di posisi yang tak di inginkan siapapun, ia seperti memilki simpati pada orang yang bernasib sama dengan nya. Sean pun berjongkok dan menatap Ainsley yang sedang memakan coklatnya.
"Kenapa melihat ku? Kau mau menemani ku? Temani aku sampai drakula nya datang yah...
Nanti kalau drakula nya datang kau baru pergi..." ucap Ainsley polos sembari memegang jas yang di kenakan Sean.
"Kau mau ikut dengan ku? Tapi aku tak bisa menjamin apa yang akan ku lakukan pada mu.." tanya Sean sembari menatap nanar wajah Ainsley.
"Kau drakula juga?" tanya Ainsley polos.
"Hm...
Aku juga salah satu dari drakula..." jawab Sean.
"Ihh serem...
Kalau aku ikut, nanti gigit nya jangan sakit yah..." ucap Ainsley polos.
Sean pun meraih tangan Ainsley dan membawa ke kamar hotel nya, ia sudah beberapa kali menemui wanita yang terlihat kesepian seperti Ainsley dan selalu berujung dengan one night stand atau cinta satu malam, dan ia pikir gadis mabuk yang bersama nya juga membutuhkan hal seperti itu.
Saat Sean sudah membawa Ainsley memasuki kamar hotel nya.
"Siapa nama mu?" tanya Sean saat mereka sudah duduk di sofa panjang kamar suite tersebut.
"Ainsley...
Ainsley Setya Belen..." jawab Ainsley polos.
"Kau dari keluarga Belen?" tanya Sean dan di jawab anggukan kecil oleh Ainsley.
"Kau tau siapa aku?" tanya Sean lagi.
"Tau!" jawab Ainsley semangat.
"Siapa?" tanya Sean memastikan.
"Drakula..." jawab Ainsley tersenyum manis dengan wajah polos nya.
Sean benar-benar tak dapat mengungkapkan ekspresi nya mendengar jawaban polos Ainsley.
"Aku bukan drakula! Kau benar-benar tak tau aku?" tanya Sean lagi.
"Tadi katanya kau drakula...." jawab Ainsley lirih
"Oh aku tau! Kau orang jahat!" sambung Ainsley tertawa kecil.
"Kenapa kau selalu mengatakan kata-kata menyebalkan?!" tanya Sean kesal mendengar ucapan polos gadis di depan nya.
"Hihi...." Ainsley yang hanya tertawa melihat tatapan kesal pria di hadapan nya.
"Posisi apa yang kau sukai?" tanya Sean yang langsung ke intinya.
"Posisi apa?" tanya Ainsley bingung.
"Kita akan tidur bersama, kau mau posisi yang seperti apa? Aku akan melakukan nya dengan lembut." jawab Sean.
Ainsley berpikir jika yang di maksud Sean adalah tidur biasa, ia tak memikirkan hal lain di kepala kecilnya.
"Aku biasa tidur dengan posisi miring kesamping atau telentang?" ucap Ainsley yang memutar bola mata nya ke atas mengingat posisi biasa ia tertidur.
"Kau mau mulai?" tanya Sean mulai mendekati Ainsley.
Hummphhh...
Ainsley pun terkejut saat tiba-tiba pria di hadapan mencium bibir nya dan mengambil ciuman pertamanya.
Tangan nya pun berusaha mendorong dada bidang Sean yang sedang m*l*mat aktif bibir nya. Sean pun langsung melepaskan ciuman nya saat ia merasa Ainsley mendorong tubuhnya dan menatap Ainsley yang yang terengah-engah mengambil napas.
"Ainsley ga bisa nafas..." ucap Ainsley lirih.
Sean pun tak menjawab ucapan Ainsley dan mulai mencium ke arah lengkung leher gadis di depan nya.
"Hihi geli...
Sudah... sudah..." ucap Ainsley tertawa kecil saat merasakan ciuman dan lidah Sean yang di leher jenjang nya.
"Auch! Sakit...." pekik Ainsley saat ia merasa ciuman lembut itu berubah jadi gigitan yang membuat nya meringis.
Sean pun mengangkat tubuh Ainsley dan memindahkan nya ke atas ranjang.
"Ainsley ga mau di makan huhu...
Sakit..." ucap Ainsley menangis pada Sean, ia mengatakan hal tersebut karna tadi Sean mengigit leher nya dan membuatnya merasa sakit.
Sean hanya menatap datar ke wajah Ainsley dan mulai mencium dada Ainsley serta mulai menjalarkan tangan nya ke daerah sensitif Ainsley.
"Ungh...
Ainsley ga mau di makan...
huhu..." Ainsley yang semakin menangis.
Sean tetap tak memperdulikan hal itu, ia sudah biasa menemui wanita yang mengatakan penolakan di awal namun pada akhirnya wanita tersebut yang lebih menginginkan nya, hingga jemari mulai...
Deg...
Sean menghentikan ciuman nya dan menatap ke arah wajah basah Ainsley yang menangis karna takut di makan drakula.
"Kau belum pernah?" tanya Sean pada Ainsley.
"Kalau Ainsley sudah pernah di makan drakula, Ainsley sudah mati dong, ini kan Ainsley masih hidup..." jawab Ainsley polos.
"Yasudah, aku tak jadi..." ucap Sean dan mulai merapikan gaun Ainsley lagi, ia mau melakukan hal tersebut jika mau sama mau, tak ada paksaan di antara keduanya. Setidaknya ia masih memegang prinsip seperti tak tau apakah akan mengubahnya atau tidak di masa yang akan datang.
"Mau kemana?" tanya Ainsley lirih dan langsung menangkap tangan Sean saat Sean mulai beranjak dari ranjang nya.
"Kau kan tidak mau di makan...
Jadi aku mau pergi, kau disini saja, aku pesan kamar yang lain." jawab Sean.
"Ainsley ga mau sendiri...
Temani sampai drakula lain datang....
huhu..." pinta Ainsley polos.
"Kau ini definisi terlalu polos atau bodoh sih? Hm?" tanya Sean pada Ainsley.
"Temani....
Ainsley ga mau sendiri...
Takut..." ucap Ainsley polos dengan menangis dan terus memegang tangan Sean.
Sean pun yang awal nya hanya ingin menemani Ainsley sebentar malah ikut tertidur di samping Ainsley tanpa sadar.
Keesokkan pagi nya.
Ainsley mulai terbangun dengan kepala yang sangat pusing karna ia mabuk sebelum nya, pandangan nya masih kabur, ia merasakan hangat di tangan nya dan mulai menyadari jika tangan nya sedang di genggam seseorang.
Saat pandangan Ainsley semakin jernih ia pun mulai membulatkan mata nya saat melihat pria asing sedang tertidur di sampingnya.
"AKHHHH!!!" teriak Ainsley dan langsung mengejutkan Sean.
"Kenapa teriak-teriak?!" tanya Sean kesal pada Ainsley.
"Kau! A-apa yang kau lakukan pada ku?!" tanya Ainsley yang lupa dengan kejadian semalam karna ia di bawah pengaruh alkohol.
"Tak ada." jawab Sean enteng.
Ainsley pun semakin kesal dan memukul Sean yang ingin melanjutkan tidurnya lagi.
"Aduh! Kau kan tidak kenapa-kenapa! Kau merasa ada yang aneh di tubuh mu?!" tanya Sean kesal dan langsung menangkap tangan Ainsley.
"Hmmm...
Kurasa tidak..." jawab Ainsley yang memang tak merasakan apapun di tubuhnya.
"Yasudah! Sana keluar kalau sudah selesai!" jawab Sean kesal.
Ainsley pun langsung beranjak dari ranjang tersebut dengan cepat.
"Kau! Siapa nama mu? Aku mau menuntut mu!" ucap Ainsley pada Sean.
"Nama ku? Akan ku beri tau saat kita bertemu lagi." jawab Sean enteng.
"Lagi pula kau mau menuntut ku atas dasar apa? Kau yang masuk ke kamar ku..." jawab Sean semakin membuat gadis di hadapan nya kesal.
Flashback off.
......................
Rumah sakit.
Sean menatap nanar wajah kekasih nya yang terlihat sangat pucat.
"Ada apa dengan mu? Hm? Kenapa baru di tinggal beberapa hari seperti ini saja sudah begini?" tanya Sean lembut sembari menggenggam tangan Ainsley yang masih tak sadar.
Dokter mengatakan jika Ainsley mengalami kekurangan nutrisi dan minum obat penenang serta obat tidur membuat tubuh nya shock dan jika Sean terlambat sedikit lagi saja nyawa Ainsley tak akan bisa di selamatkan.
Dokter juga menyarankan jika Ainsley menjalani terapi psikiater saat bangun karna, Ainsley secara tak langsung sudah melakukan percobaan bunuh diri, karna meminum semua obat nya sekaligus.
Sean sekali lagi memperhatikan wajah pucat Ainsley yang masih tak sadar.
...****************...
Othor nanti kadang selipin tentang flash back Sean Ainsley yah😉
Jangan lupa like komen vote fav rate 5 dan dukung othor yah🥰🥰❤️❤️
Happy Reading❤️❤️
*pelakor triknya kebaca dan terang2an dan menampakkan sifat aslinya yang murahan, dia akan memanfaatkan kecantikan dan tubuhnya, merayu suami orang,
*pebinor ini yang susah trik sangat licik dan halus mereka akan mendekati secara perlahan dan coba mendapatkan simpati istri dan perlahan membuat salah paham dan membuat rumah tangga orang hancur secara perlahan, dan setelah dapat celah dia akan datang sebagai pahlawan, dan secara perlahan dia akan merebut simpati istri orang, cara pebinor sangat licik sehingga susah di antisipasi karena kebanyakan wanita jablay malah akan kebaperan dengan sosok ini
contohnya sean adalah biang dari kematian richard dia perlahan mendekati istri richard dan membuat richard salah paham dan terbawa emosi sehingga richard melakukan kesalahan karena salah paham dan cemburu dan karena istrinya terus membela sean, dan akhirnya terjadilah tragedi yang membuat richard berkorban untuk istri dan anak bisa tetap bisa bersatu dan setelah sean kembali melancarkan aksinya dia perlahan mendekati dan akhirnya misinya berhasil merebut istri orang
sekian