cinta tidak mengenal usia,seperti halnya cerita yang satu ini, menceritakan remaja yang mencintai ayah sahabatnya sendiri tanpa sepengetahuan sahabatnya
bagaimana kah kisah cinta mereka,apakah akan di terima oleh Naura anak dari lelaki matang yang dinikahi oleh Arini?
ikuti terus kisahnya🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
perasaan aneh
lagi asik menyantap makanan terdengar tangisan Syifa...
" tante tinggal dulu rin,mau nyusui Syifa,mungkin dia lapar" ujar Rindu sambil berjalan cepat kekamar bayinya
setelah puas menyusu Rindu membawa Syifa berkumpul di ruang keluarga
" tante boleh Rini gendong?" pinta Arini
" boleh...ini" jawab Rindu memberikan Syifa ke gendongan Arini
Arini duduk di sofa, di susul Naura duduk sebelah kanan Naura dan Bagas sebelah kiri
" ba....sayangnya kak Naura" ucap Naura mencium Syifa yang ada di pangkuan Arini
semua orang sedang asik menikmati kue buatan Arini sambil menonton TV sedang kan Naura sibuk bermain dengan Syifa di pangkuan Arini
" kamu cocok jadi ibu" bisik Bagas tiba-tiba di telinga Arini
Arini menjadi salah tingkah,dia melihat kiri kanan untung tidak ada yang memperhatikan mereka
" ra.....kapan lo datang" sapa Arkan
" dari tadi" jawab Naura ketus
" he,bibir lo manyun gitu tambah jelek tau" ucap Arkan sambil mengacak rambut Naura
" apa an sih kan,,,kan jadi kusut gini,males banget kalau udah ada lo" ujar Naura kesal
" he,siapa perempuan cantik di sebelah lo,kenalin donk ra" pinta Arkan
" gak.....lo jangan mau kenalan sama si biang rusuh ini rin" ucap Naura
" ya,,gak boleh gitu ra,hay aku Arkan sepupu Naura" ujar Arkan menjulurkan tangannya
" Aku Arini,maaf lagi gendong Syifa " jawab Arini sopan
Bagas terus melihat ke arah Arkan yang coba mengajak Arini berbicara
" minggir ra,mau ngobrol sama si cantik" ucap Arkan menarik Naura
" apa an sih kan..." pekik Naura
" ra....Syifa nya jadi kaget tu" ingat Oma
" ini ne oma,kalau datang selalu cari gara-gara...!!"Naura menunjuk Arkan dengan memonyongkan bibirnya
"mau gue cium" tantang Arkan
" kan,gak sopan" ingat Rindu
" udah sana jangan di ganggu Arini nya" lanjut nya
" Rin,boleh minta nomor wa nya?" tanya Arkan
"hmmmm" Bagas berdehem
" maaf om,ganggu ya,saya pamit dulu kekamar" ucap Arkan berdiri tidak enak karena deheman Bagas tadi
" tan, tolong tanya in nomer ponsel Arini" bisik Arkan pada Rindu saat hendak masuk kamar
setelah puas bermain di rumah Rindu mereka pamit untuk pulang
" gue langsung pulang aja ya ra" ucap Arini
" semalam lagi lah rin tidur di rumah gue, besok kan minggu biar gue antarin pulang..please...." mohon Naura
" iya besok biar papi ikut sekalian antar kamu pulang rin" lanjut Bagas
Arini tak dapat menolak lagi akhirnya dia tidur di rumah Naura semalam lagi
seperti malam sebelum nya setelah makan malam Arini membuatkan Bagas teh hijau tapi kali ini dia langsung beranjak kekamar Naura
Arini membaringkan tubuhnya berusaha untuk tidur membolak-balikan kan badan,tapi matanya enggan tertidur
" tidak mungkin.....tidak mungkin aku menyukai papi nya Naura,usia nya terpaut jauh dengan ku"batin Arini
perasaan nya sangat berbeda saat di tatap oleh Bagas,dia tidak bisa membohongi perasaan suka nya
"kalau Naura tau bisa gawat,dia tidak mengizinkan papinya menikah lagi" lanjutnya membatin
" aduh,,apa-apa an aku ini,kenapa berfikiran sejauh itu,jangan Rin....jangan punya perasaan lebih...." ucapnya mensugesti dirinya sendiri sambil menggigit ujung kuku
"kenapa Rin" tanya Naura yang baru datang
Arini tampak semakin gugup
" nggak ad-a apa-apa ra,cuma perut lagi gak enak aja" bohong Arini
" oh,kira in ada apa tadi,udah ke kekamar mandi"
" udah barusan" bohong Arini lagi
" gue tidur duluan ya ra,perut nggak enak banget"
" hmmm" jawab Naura
****
di tempat lain Bagas juga membolak-balikan badannya merasa ada sesuatu yang mengganjal di dadanya
" perasaan apa ini,tidak mungkin aku bisa suka dengan teman anak ku sendiri,aku bukan pedofil" gumamnya
" tapi Arini cukup dewasa dan keibuan,pasti banyak yang menyukainya,Arkan saja yang pertama kali bertemu sudah langsung suka" lanjutnya
" kalau pun aku suka dengan nya pasti dia menolak ku,aku sudah tua,Duda dan mempunyai anak,tidak akan cocok dengan gadis cantik seperti Arini" Batin Bagas berperang dengan pikirannya
malam ini mereka sama-sama tidur dengan pemikiran masing-masing
sukses selalu thor