NovelToon NovelToon
Nafas Sang Terbuang

Nafas Sang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Perperangan / Kebangkitan pecundang / Action / Budidaya dan Peningkatan / Ahli Bela Diri Kuno
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: ohmyzan

Menceritakan Jihan seorang pemuda berusia 14 tahun, lahir dengan akar spiritualnya yang rusak. Demi ibunya yang sakit, ia menentang takdir dan menapaki jalan kultivasinya sendiri, sebuah jalan yang tak pernah terbayangkan bahkan oleh langit sekalipun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ohmyzan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Di bawah air terjun yang deras, dunia Jihan seakan pecah menjadi tiga.

Gemuruh memekakkan yang merobek telinga, dingin yang meremukkan tulang hingga ke sumsum, dan kegelapan pekat yang menelan segalanya.

Hantamannya dengan permukaan air terasa seperti ditabrak kereta kuda. Tubuhnya terpelintir, ditarik ke bawah oleh arus yang buas dan tak kenal ampun.

Jihan kehilangan arah, tidak tahu lagi mana atas dan mana bawah. Paru-parunya menjerit meminta udara, tetapi yang masuk hanyalah air sedingin es yang terasa membakar.

Di tengah pusaran ganas itu, satu-satunya pegangannya pada kesadaran adalah beban di punggungnya yang kini terasa lemas tak bernyawa.

Jihan mencoba menggerakkan tubuhnya, mengayuh dengan sisa tenaga, memaksa kaki dan tangannya untuk naik ke permukaan.

Namun, tubuhnya tidak lagi patuh.

Saraf-sarafnya lumpuh oleh kelelahan, dingin, dan keputusasaan. Setelah semua pelarian itu, kini tak ada lagi tenaga yang tersisa, hanya kesunyian yang merayap masuk ke dalam pikirannya yang mulai kabur.

Dan di tengah kegelapan, satu suara bergema dalam batinnya.

‘Apakah aku akan mati?’

Membayangkannya Jihan tersenyum sinis.

‘Ibu, maafkan Jihan karena telah menjadi anak yang durhaka.’

Penyesalan menyesap pelan, lalu menghantam kesadarannya seperti gelombang besar yang tak terbendung.

Ia mengingat momen bersama ibunya, pelukan hangatnya, dan suara lembut yang selalu memanggil namanya dengan penuh kasih.

Semua kenangan itu datang beruntun, memeluknya di ambang akhir, membuat dadanya sesak oleh rasa bersalah yang mendalam.

Tubuhnya mulai tenggelam, pandangannya menggelap.

Namun, di antara gelombang yang menyelimuti kesadarannya, di antara bayangan ajal yang mulai memeluk, seberkas cahaya muncul.

Samar, lalu perlahan semakin terang.

Cahaya itu datang bersamaan dengan suara gemerisik air yang tiba-tiba terasa hangat.

Dalam bayangan kabur, Jihan melihatnya, sebuah tangan mungil, pucat, dan gemetar, terulur dari balik sinar itu. Menembus derasnya arus, tangan itu mencoba menggapainya, mencoba menariknya kembali dari jurang kematian.

Dan tepat sebelum kesadarannya terputus sepenuhnya, Jihan berpikir,

‘Apakah… ini pertolongan… atau hanya mimpi terakhir sebelum kematian?’

Mentari mulai tenggelam perlahan di ufuk barat, memancarkan cahaya jingga yang membakar langit sore. Awan-awan beranak keemasan, memantulkan kilau hangat yang menyusup diantara sela dedaunan.

Di salah satu sudut hutan yang sunyi, tepat di tepi air terjun, terdengar suara gemericik air berpadu dengan letik api yang mulai menyala.

Seorang pria paruh baya tampak khusyuk menata potongan kayu kering, membentuk tumpukan kecil, lalu menyulut api di antaranya. Nyala jingga perlahan menjilat kayu, menciptakan aroma hangus yang hangat dan suara retakan halus yang mengisi keheningan sekitar.

Di dalam suasana yang hangat dan menenangkan, sebuah suara lembut dan penuh perhatian menggema.. Itu suara seorang gadis.

“Kakek Danu, apakah pemuda ini bisa diselamatkan?”

Gadis itu menekan lembut dada pemuda itu, seolah mencoba membangunkan rohnya dari ketidaksadaran. Setiap gerakannya sarat kehati-hatian, namun bayangan kegelisahan tak bisa disembunyikan.

Berulang kali ia mencobanya, menanti respons, bahkan secuil getaran. Namun, kelopak mata sang pemuda tetap terpejam.

Danu memandangi wajah sang gadis, melihat kegelisahan yang jelas terpahat di sana. Ia diam sejenak, menyadari sesuatu yang tak biasa: untuk pertama kalinya, gadis itu menunjukkan kepedulian yang tulus terhadap orang asing yang baru dikenalnya.

“Nona Raras, tenanglah. Orang tua ini sudah memberinya pil penguat roh. Pil itu bisa membantu memulihkan energi jiwanya… juga menyembuhkan luka-luka akibat kejaran Serigala Taring Panjang."

Ia berhenti sejenak, sebelum akhirnya melanjutkan.

"Tapi, dengan kondisinya sekarang…”

“Tapi apa, kek? Cepat katakan kepadaku!”

Danu menatap anak yang terbaring lemah di hadapannya, menghela nafas.

“Sulit dijelaskan dengan singkat, Nona. Tubuh anak ini… sebenarnya cukup kuat untuk ukuran usianya. Tapi sayangnya, dia tidak memiliki bakat dalam bela diri. Tak ada aliran tenaga dalam yang bisa membantunya menyerap efek pil itu. Jadi, semua bergantung pada daya tahan tubuhnya sendiri… apakah ia mampu bertahan atau tidak.”

"Tidak mungkin..."

“Aih, andai saja Nona mau mendengarkan peringatan kakek untuk tidak diam-diam kabur, perjalanan ke Hutan Jura ini tak akan berakhir menjadi bencana. Beruntung orang tua ini masih sempat menemukan Nona di saat-saat terakhir. Jika tidak, kakek tidak tahu harus memasang muka seperti apa saat menghadap Yang Mulia.”

Danu menegaskan ucapannya. Meski kata-katanya terasa sedikit menusuk, ia ingin Raras belajar dari pengalamannya, bahwa setiap tindakan yang diambil selalu membawa konsekuensi, dan kadang, bisa berakhir buruk seperti sekarang.

“Ini semua salah ku…”

“Jika saja aku tidak mencoba kabur dari perhatian kakek, semua ini tidak akan terjadi.”

Suara lirih Raras terdengar pelan, seakan melukiskan kepedihan yang menyelimuti sekitarnya. Tubuhnya gemetar, dan sendi-sendinya bergerak kaku saat tangannya mengusap wajah si pemuda.

Saat itu, ingatannya perlahan kembali, kepada saat-saat sebelum semua ini dimulai.

1
Ancient
Ayoo jangan lupa tinggalkan likenya🙏 biar author Semangat 🫶
Zhareeva Mumtazah anjazani
Lah jika arya mati siapa yang akan jadi kepala desa selanjutnya?
DownBaby
BENERKAN UNTUK MENYDARKAN JIHAN PERLU PENGORBANAN YANG SETARA JUGA
DownBaby
hell nah novel ini kedepannya bkl penuh tragedi/Sob/
Ar`vinno
apa tuh
Erigo
mungkinkah...
Embun Pagi
Lanjut Thor
DownBaby
JIHAN
Erigo
SERU BANGET THOR LANJUT, KASIHAN AMA JIHAN ASLI DI FITNAH AMA PENDUDUK DESA, KEHILANGAN IBUNYA😭
Ancient: Itulah ujian untuk Jihan hehe
total 1 replies
Erigo
Yah jelas sekali dengan kondisinya sekarag, Jihan menjadi gila🤭
Erigo
Terdengar familiar

"Tuhan telah mati dan kita membunuhnya"
Erigo
bagus Jihan
Erigo
WOI LU KAN YANG NYAMPERIN
Erigo
Makin seru, tapi kasihan Jihan di fitnah mlu😭
Erigo
Thor
Erigo
begitulah manusia
Erigo
👍
Erigo
Apakah bakal jadi guru Jihan?
Djumadi Dudung
orang nglamun kog panjang bnr
Ancient: itu transisi flashback kak
total 1 replies
Erigo
tuh kan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!