Darah dibalas dengan darah begitupun nyawa dibalas dengan nyawa dan rasa sakit dibalas dengan rasa sakit.
Tak ada kata kasihan pada diri Lea Meowni,dendam yang ada pada dirinya sudah menutup mata dan hatinya untuk menerima kalau musuhnya adalah papa kandungnya sendiri.
Bagi Lea Meowni atau biasa dipanggil Meow, Air mata mamanya adalah kesakitan untuknya,siapapun yang menyakiti mamanya akan habis ditangannya termasuk papanya sendiri.
Banyak nyawa yang sudah melayang ditangan seorang Lea Meowni tapi siapa sangka demi membalaskan dendam kepada sang papa dia bisa berpura-pura menjadi cewek polos nan lugu.
Lea bertemu dengan CEO kulkas 99999999 pintu yang sangat dingin dan mau menjadi pacar bohongan dari pria itu untuk memperlancar rencananya menghancurkan papanya.
Cinta yang dulu hanya sebuah bohongan kini tumbuh nyata dihati seorang CEO KULKAS.
Bagaimana kisah mereka?
MARKICA( Mari kita baca)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Coretan Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KITA MULAI SEKARANG
Semua keluarga Brista sudah berkumpul dimeja makan kecuali Fano.
"Kakak kalian kemana? belum bangun juga?"tanya Fanya sambil mengambilkan makan buat sang suami.
"Kakakkan emang kebo Ma,kalau gak diseret susah bangun apalagi ini hari minggu."
"Biar Jenni bangunin."
Baru beberapa langkah Jenni berjalan tiba-tiba ada pelayan yang masuk menemui mereka.
"Maaf tuan nyonya itu non Lea..."
Belum sempat sipelayan menyelesaikan ucapannya,Jenni sudah memotong ucapan itu.
"Lea kenapa bi?"
"Non Lea diatas pohon,ngegelantung,saya gak tau itu tidur apa pingsan intinya merem."
Semua orang termasuk sipelayan berlari kearah taman belakang dimana pohon mangga yang sebesar gaban itu berada.
"Pa,ayo turunin buruan."
"Encok papa kumat ntar suruh naik pohon,lo aja Dan, lo kann masih muda!"suruh Jenni
"Gue takut ketinggian kak,kalau gue naik ntar gak bisa turun atau malah pingsan diatas pohon."
"Kamu panggilin Fano aja,diakan bisa naik pohon dan gak takut ketinggian."
"Jenni berlari naik kekamar Fano sedangkan yang lain masih memanggil nama Lea.
"Kak bangun."Ucap Jenni sambil menggoyang badan Fano yang masih meringkuk dibalik selimutnya.
"Kak Fano itu tolongin Lea,kalau lo gak bangun gue suruh bodyguard buat gendong dia.
Fano langsung bangun setelah mendengar ucapan Jenni.
"Emang Lea kenapa?" Ucap Fano sambil mengucek matanya dan mengumpulkan nyawanya.
"Gak tau itu dia nyangkut dipohon."
Fano dan Jenni pergi ketaman belakang dan disana Lea masih diposisi yang sama tnpa pergerakan sama sekali padahal sudah diteriakin.
Fano langsung naik dan mencoba membangunkan Lea tapi Lea tetep gak mau bangun,akhirnya Fano menurunkan Lea dengan bantuan bodyguardnya.
Lea ditidurkan diatas kursi taman yang cukup panjang.
"Yang bangun."
Karna mereka pikir Lea pingsan jadi Fano membangunkan Lea sambil mengoleskan minyak kayu putih kehidungnya.
Lea yang merasa terganggu tetep merem tapi sambil ngomong
"5 menit lagi ma,Meow masih ngantuk."
"Lah berati dari tadi dia tidur."
"Emang barusan ngomong apa Fan."
*Keluarga Brista yang bisa bahasa Paris cuma Fano doang ya*
"Dia bilang bentar lagi ma,Meow masih ngantuk."
"Kok Meow,nama dia kan Lea."
Keluarga Brista hanya mengrtahui nama Lea tidak tau nama lengkapnya.
"Namanya Lea Meowni cuma Meow itu panggilan keluarga jadi kita gak boleh manggil dia Meow.
Rendra dan Fanya yang mendengar siapa nama lengkap Lea saling bertatapan sambil tersenyum.
"Lea bangun yuk."Fano kembali berusaha membanngunkan Lea yang masih tertidur.
"Bentar Zoe,lo bantu mama buka Resto gue ngantuk bentar lagi baru bangun. "
"ini diapain biar bangun?"
"Lea inikan kaya kucing,coba cium kak sapa tau bangun."
"Masa bangunin orang pakai dicium,itu mah kesenengan kak Fano kali Dan."
"Coba dulu kali aja mempan."
Tanpa aba-aba Fano mencium pipi Lea dan benar saja Lea langsung bangun.
"Nahkan berhasil."
"Kok aku disini,perasaan semalem aku tidur diatas pohon?" Lea yang baru bangun masih bingung kenapa dia bisa ada dibawah.
"kamu ngapain segala tidur diatas pohon,kamar kamu kenapa?kurang gede apa ac nya gak dingin?"
"Bukan itu,aku gak bisa tidur ditempat yang terang."
"Kan lampunya matiin udah gelep."
"sama aja,aku biasa tidur dikamar yang semuanya gelap dari sprai sampai cat dinding itu didominasi warna gelap jadi kalau suruh tidur dikamar cewek gak bisa."
"Tapi gak di pohon juga atuh Lea ku sayang."Jenni mulai ngomel.
"Ntar malem kak Lea tidur dikamar aku aja biar aku tidur dikamar kak Lea." ucap Zidan
"Aku belom boleh pulang ke apartement emang?"
"Kamu nginep sini saja biar kita bisa jagain kamu juga."
"Tapi om.."
"Saya gak suka penolakan."
"Udah turutin aja,papa kalau marah serem."
"emang om tega marahin Lea?"nah muka babycat keluar deh
"Mau aku cium lagi yang?" Goda Fano.
"Eh jangan."Lea langsung mengubah mimik mukanya.
"Yaudah yuk makan,Gue udah laper."
"otak lo emang makan doang."
"Kak Jenjen jangan sirik."Zidan langsung lari.
"ZIIIDDAAANNNNNN."Jenni mengejar Zidan yang sudah jauh.
"Sehari aja gak berantem kayaknya gak bisa ya."
"Bukan Zidan sama Jenni namanya kalau gak berantem ma."
Mereka berempat hanya tersenyum lalu berjalan masuk kerumah.
.
.
.
Siang harinya,Lea sedang menemani Fano bertemu temannya.
"Kebiasaan kalau janjian jam berapa datengnya jam berapa."
"Yaudah tunggu aja paling bentar lagi dateng,oh iya ini saya harus pura-pura didepan temen kamu juga?"
"Gak usah,mereka tau kok kalau kita bohongan doang."
"Bagus deh,gak usah bohong lagi."
"Saya tinggal ke toilet bentar ya."
"Iya silahkan."
Fano pergi ketoilet sedangkan Lea masih menikmati minumannya sambil melihat sekeliling.
Pandangan Lea seketika terfokus pada 1 keluarga yang sedang makan bersama dan ada 1 pria yang sedang memperhatikan keluarga itu.
"Mari kita mulai permainan ini sayang."
Lea berjalan menuju meja pria yang mengawasi keluarga itu.
"Kesel ya?"tanya Lea sambil duduk di depan pria itu.
"lo siapa? kayaknya gue pernah lihat tapi dimana?"
"Diacara ultah kemaren."
"Lo pacarnya Fano ya."
"Nah tu tau,tapi tenang aja gue gak akan bahas masalah kalian apa gimana,gue mau nawarin kerja sama."
"Gue gak minat."Jawab Adit ketus.
"Kita punya tujuan yang sama loh,gue tau kok lo dendam sama laki-laki itu dan gue juga sama, masih gak minat? gue gak akan sangkut pautkan masalah lo sama Fano atau apapun yang berhubungan sama Fano,ini murni dari diri gue."
"lo punya dendam apa sama dia?"
"Gak penting buat lo,intinya lo mau gak kerja sama hancurin tu orang?"
"Apa rencana lo?"
Lo mau berati?"
"Selama itu bisa hancurin dia gue bakal lakuin apapun.
"ok ini rencana gue."
Lea membisikkan sesuatu pada Adit yang membuat Adit tersenyum.
"Boleh juga ide lo."Adit ikut tersenyum.
"ok gue tunggu kabar dari lo,gue balik kemeja gue dulu ntar ketahuan Fano malah ribet.
"Minta nomer lo biar gampang gue hubunginnya."
"ok siniin hp lo."
Lea mengambil hp Adit dan menuliskan nomernya lalu memberikan hp itu kembali ke Adit.
"Gue balik kemeja gue dulu."Lea langsung pergi dan tepat setelah Lea duduk,Fano datang menghampirinya.
"Belum dateng juga?"
"belum,sayakan juga gak tau orangnya yang mana."
"iya juga ya."
Beberapa saat kemudian teman Fano datang.
"Sorry bro macet." Ucap Reza sambil menyambar minuman Fano
"Udah biasa juga kalian berdua telat,lain kali gue mau ngaret ah."
"Ye janngan gitu lah."
"Bro,ini siapa?"Tanya Aril sambil melirik Lea yang sibuk dengan hp nya.
"Ini yang gue ceritain."
"Buset bening bener,pinter juga lo nyewa orang."
"Bukan Fano kalau gak pinter."
Mereka melanjutkan ngobrol sesuatu yang Lea tidak ketahui jadi Lea memilih diam.
MALAM HARINYA
"Halo,ini gue Adit."
"Ada apa?" tanya Lea singkat.
"Gue udah lakuin yang lo suruh,gue jamin besok mereka bakal kehilangan beberapa client.
"Bagus,gue bakal kerjain sisanya,ntar kalau ada tugas buat lo gue kabarin lagi."
"ok."Ucap Adit lalu mematikan sambungan telfon dengan Lea.
"Darel pambuna,lihat pembalasan gue." gumam Lea sambil menunjukkan smirknya.
.
.
.
BERSAMBUNG.
tapi jangan pakai saya kamu kesannya kaku
saran aja sich✌️