NovelToon NovelToon
First Love

First Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:315k
Nilai: 5
Nama Author: Vie

Menceritakan dua kisah, antara Gibran anak broken home yang bertemu dengan Caramel. Dari pertemuan yang tak terduga, membuat Gibran merubah sikapnya secara perlahan demi mempertahankan hubungannya. Disisi lain dirinya juga harus mengalami penderitaan selama berada di rumahnya.

Selamat membaca:)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Surat

...Selamat Membaca📖...

...🎨🎨🎨...

Naura sampai di rumah Jenny, Ia masuk hingga ke ruang tamu. Di sana sudah ada Jenny dan Roy, dihadapan Jenny terdapat kue yang berlapis perpaduan pelangi, dengan lilin berangka 44 diatasnya. Jenny menyuruh Naura untuk duduk di sampingnya, Naura mengangguk.

"Tinggal nunggu Gibran, paling sebentar lagi dateng. Terus kita tiup lilin." Ucap Jenny penuh harapan dan kegembiraan.

"Kamu nggak sama Gibran, kenapa?"

"Ng-nggak tante," Naura ingin memberitahu jika Gibran tidak akan datang, tapi Ia takut akan reaksi wajah tantenya ini.

"Ya sudah kita tunggu aja sebentar lagi paling sampe."

Naura menghela nafas. Dia harus mengatakan jika Gibran nggak akan datang dan dia harus memberikan paper bag ini.

"Ini tante," Naura memberikan paper bag yang Gibran titipkan tadi siang, Jenny menerimanya dengan ragu. Kan dia belum tiup lili, kenapa Naura memberikan kadonya sekarang?

"Ini dari Gibran tante, Gibran nggak bisa dateng."

Naura menunduk dalam-dalam, ia nggak berani menatap wajah tantenya ini. Pasti sekarang sudah berubah menjadi murung.

Jenny mencengkram air matanya, agar tidak jatuh dihari bahagianya. Dia juga nggak mau kelihatan sedih dihadapan anak sulungnya dan keponakannya ini.

Roy ingin sekali memaki Gibran, karna dia sudah melanggar perjanjiannya. Seharusnya dia kesini. Namun Roy berusaha menenangkan dirinya, dia tidak mau menambah beban lagi buat ibunya.

"Ouh ya, tante. Gibran juga ngucapin selamat ulang tahun buat tante."

Jenny mengangguk dan tersenyum.

"Ya udah, ma. Kita tiup lilin sekarng aja ya."

"Iya."

...🎨🎨🎨...

"Lo kenapa nggak ngasih kado buat nyokap lo sendiri aja?"

Setelah selesai makan, mereka beejalan menyusuri taman. Dari tadi Gibran hanya diam, memasang wajah datarnya. Kalo kaya gini kan Caramel jadi canggung, makannya dia mencari topik pembicaraan.

"Nggak pa-pa kok."

Caramel menoleh kearah cowok disampingnya, yang lebih tinggi darinya. Tingga Caramel hanya sepundaknya saja.

"Nggak usah bahas itu." Gibran menoleh ke Caramel, yang masih memperhatikan wajahnya.

Caramel mengangguk, mungkin ini privasi. Terus dia harus bicara tentang apa? apakah dia harus diam sepanjang jalan?

handphone milik Caramel berbunyi, Ia mengambilnya dan ternayata ada panggilan masuk dari bundanya.

"Gue ngangkat telfon dulu, bentar."

Caramel berjalan beberapa langkah kebelakang, kemudian mengangkat telfonnya.

"Hallo bun, ada apa?"

"Kamu udah makan?"

"Udah kok, barusaja. Bunda sama ayah udah jalan pulang?"

"Iya, ini bunda sama ayah lagi dijalan pulang. Kamu mau bunda beliin apa?"

Caramel mikir sejenak, enaknya apa ya buat malem malem gini. Ah, setelah dipiki-pikir dirinya sudah kenyang.

"Nggak usah deh bun, bunda hati-hati ya di jalan."

"Ya udah, bay sayang."

Hati Gibran sedikit tersentuh, jelas dia mendengar semua perkataan Caramel dengan Alana. Karna jarak mereka tak terlalu jauh, hanya sekitar tiga meter saja. Caramel juga me-lose speaker, walaupun samar-samar tetapi dia bisa memahami dari jawaban yang terlontar dari mulut Caramel.

Sudah lama dirinya tidak mendapatkan perhatian sekecil itu dari Jenny.

Setelah menutup panggilan dari Ibunya, Caramel kembali lagi menghampiri Gibran. Dia harus pulang, sebelum kedua orang tuanya sampai dirumah.

"Gue harus pulang."

"Gue anterin."

"Hah?"

"Lo punya telinga kan? nggak budek juga kan?"

Caramel mendengus kesal. Ingin sekali Ia memaki dan memukul cowok di sampingnya ini, tapi dia sadar siapa cowok disampingnya.

Gibran melepas jaketnya, kemudian memberikannya kepada Caramel. Agar dia bisa memakainya.

Caramel menerimanya ragu, buat apa? apa dia disuruh membawa jaket ini? Caramel tidak mengerti maksudnya.

"Pakai! dingin dijalan."

Caramel mengangguk, lalu memakai jaket milik Gibran.

Gibran mengegas motornya kencang dan mengeremnya secara tiba-tiba. Membuat Caramel refleks memeluknya dari belakang.

"Makanya pegangan!" bisik Gibran. Cowok ini tersenyum dibalik helemnya.

Caramel berusaha meneteralkan detak jantungnya. Yang berdetak sangat kencang. Dia berharap Gibran tidak merasakan detak jantungnya, karna dadanya sekarang menempel punggung Gibran.

Ini kali kedua Caramel membonceng Gibran, setelah dia mengantarnya pulang dari sekolah.

"Lo nggak ngumpul sama temen lo?" Caramel berusaha mencari topik pembicaraan, agar tidak canggung kembali.

"Udah tadi, sebelum kesini."

"Kenapa nggak langsung pulang?"

"Bosen sama suasana rumah,"

Caramel tak mendengar jelas jawaban Gibran, karna suaranya yang terbawa angin dan wajahnya tertutup helem.

Tapi dia tau, mungkin sedang ada malasah dirumahnya. Terlihat dari raut wajahnya dari tadi dia selalu melamun dan tatapannya kosong saat di taman.

Sesampainya didepan gerbang rumah, Caramel turun. Barusaja ia ingin membuka pintu gerbang, Gibran memanggilnya.

"Jaket,"

"Jaket?"

"Iya, itu jaket gue. Balikin!"

"Ouh," Caramel melepas jaketnya, kemudian dia kasih kepada Gibran. Gibran melepas helemnya, sebelum ia memakai jaket.

...🎨🎨🎨...

Pagi ini Caramel berangkat terlalu pagi, karna Satria yang memintanya terburu-buru. Ia lebih baik berangkat sepagi ini, dari pada menunggu taxi atau angkot.

Namun dikelasnya sudah ada beberapa murid yang sudah datang. Caramel duduk, tanganya mereba laci mejanya, mencari sampah. Namu yang dia dapat adalah selembar kertas.

Lo dateng ke gudang belakang sekolah, nanti jam istirahat!

Gue tunggu.

"Dari siapa ya?"

Tak ada nama penulisnya, dari siapa ini?

"Tar-Tari, lo tadi liat ada sessorang yang naroh sesuatuh di meja gue nggak?" Caramel bertanya kepada Tari, yang mungkin dia sudah berasa di sini dari tadi.

"Nggak tu, kenapa?"

"Nggak kok, nggak pa-pa. Makasih ya."

"Iya,"

Caramel meraba dan menerawang kertas putih tersebut. Dia masih penasaran siapa yang menulis ini, apakah selama ini dirinya memiliki musuh? ah tidak, selama ini Caramel selalu ramah dengan semua orang, apalagi dia adalah mantan wakil ketos disini.

"WOY!" teriak Putri membuat Caramel sadar dari lamunannya.

"Tumben udah dateng?"

"Apaan tu?"

"Hemm....nggak tau ini, tiba-tiba ada di laci gue." Caramel memberikan kertas itu pada Jihan, kemudian di ambil oleh Putri paksa.

"Hih," Jihan memukul tangan Putri, kemudian mengambil lagi kertas putih tersebut. "Gue belum selesai baca, begok!"

"Gila ini, lebih baik lo jangan kesana!" ucap Jihan kesal.

"Apaan si?" Putri kembali mengambil kertas itu dari tangan Jihan.

"Gue juga nggak tau si,"

"Siapa yang ngasih surat ini ke lo? nggak ada nama pengirimnya."

"Nggak tau-

"Tapi buat apa ya?"

Mereka bertiga menebak-nebak motiv dari surat itu.

Bersambung.....

1
Dini Angraini
Wah2 jahat banget sih pacaran sama caramel kok tunangannya sama mona thor.Caramel semoga bila kamu tahu gibran segeralah pergi sejauh mungkin dan cepat move on ya jangan nangis.
Eneng Sutirah
matak tong buka hpnya kasep hahaaa
Eneng Sutirah
aduh gelis...yg baca serasa muda lagi..hatur nuhun neng vie novelmu keren" semua.
baru netass nih
lanjut dongg thorrr, lmaa bngd ga up
Ai laelasari
Hai kak aku mampir membawa like jangan lupa mampir di novel aku ya "MY TROUBLE MAKER SECRET HUSBAND"
Fingky Yufimila
udah gak lanjut lagi kah??
SyaSyi
mampir aku thor
salam my Kids My Hero
kisah Aluna
kanjengprewty_
Baperrr
kanjengprewty_
Cemburu ya babang gibran
kanjengprewty_
Kamu manisss banget si gibran jadi tambah syg
Dhina ♑
Ya Allah Vie, apa kabar, niat hati ingin dukung tuntas, tapi aku tersesat
NURHAYATI NUR
gagalin pertunangannya toorr aaahhh ga seru dh
Sumariyasih
q baca novel ini ko kasihan sama caramelnya ya, dibohongin, tpi, tetap semangat n sehat selalu.
Buana
Apa yg terjadi dgnmu, Thor...😩
Aq msh setia..
Tiara
kok g dilanjutin thor
Buana
kok blm up sich Thor...
aq msh setia lh nungguin....
Linda Yogya
kok blm up Thor..msh setia nungguin kelanjutannya
Rina SahaRa Budiarti
mampir lagi
Ernis Widayanti
like
Umi Zahwa
cerita tentang remaja gini emang sedikit pembacanya di platform ini krn kebanyakan pembaca tu emak2 yg sukanya cerita yg ada adegan iya2nya 😅😅😅
semangat terus berkarya ya thor.. ceritamu bagus.. aku suka 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!