NovelToon NovelToon
Terjerat Suami Orang

Terjerat Suami Orang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika
Popularitas:36.5k
Nilai: 5
Nama Author: Eouny Jeje

Azalae Djadmika, gadis 22 tahun. Dia berpikir telah menikah dengan seorang pria lajang berstatus duda. Ternyata tidak. Syafira Bella, isteri Zayn Putra Maliq yang di beritakan telah meninggal Dunia satu tahun yang lalu. Tiba-tiba kembali dan mengambil semua cinta yang singgah pada Lea.

Apalagi Zayn merasakan cintanya pada Bella tidak pernah memudar seiring waktu hilangnya isterinya. Kehadiran istrinya kembali, membuat Zayn kembali seperti pria muda yang sedang kasmaran dan jatuh cinta sekali lagi pada Bella.

Oleh karena itu, sikap Zayn mulai berubah, dia mulai mengabaikan kehadiran Lea. Apalagi bisikan Bella menuntut agar Zayn segera menceraikan Lea.

***
Karya ini menggunakan nama tokoh yang di usulkan oleh teman baikku, Lele. Alur cerita dan pokok pikirannya pun di sumbangkan oleh temanku yang comel itu.

Selamat membaca 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eouny Jeje, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TSO-7

"Kau yakin tidak menjualnya padaku?"

Lea menggelengkan kepalanya. "Lagipula, ini kalung yang cocok untuk anak-anak."

"Apa kau lupa?"

Lea mengerutkan kening. Lupa tentang apa?

"Kau cantik seperti itu."

Lea melenyapkan kerutan keningnya kembali. Karena, pujian itu datang setiap dirinya mengerutkan keningnya.

"Aku memiliki dua anak kembar."

Deg! Jantung Lea berhenti sesaat. Mengapa dia baru mengetahui bagian hal ini? Memiliki anak.

Lea menatap dengan tatapan terlihat sangat terkejut telah melupakan perkataan pria itu, atau dia baru saja mendengarnya. "Yang ... aku ingat, kau hanya berkata, kau pernah menikah. Tidak lebih dari itu. Kau tidak pernah mengatakan padaku, jika kau memiliki anak."

Zayn mengulurkan tangannya, menggenggam tangan kecil Lea.

Tiba-tiba saja jari-jari Lea bergetar ketika Zayn merangkumnya bersama dalam jemari tangannya yang besar.

"Aku memiliki dua anak. Namanya Lie-Lie dan Lin-Lin. Kelak, mereka akan memanggilmu mama, dan kau menyebut mereka sebagai anak kita."

Mama ... anak kita!

Lea mengerjapkan matanya. Dia tidak pernah terpikir akan menjalani rumah tangga. Tepatnya, dia belum terpikir untuk menikah secepatnya, apalagi membayangkan Zayn akan menjadi suaminya.

"Jadi, kau bisa menjual kalung ini untuk anak kita."

Lea kaku sesaat. Mendapatkan tawaran jual beli pria tersebut. Suaranya lembut, dan tangan pria itu terasa hangat dalam genggaman. Namun, pengakuan dirinya memiliki dua anak, membuat Lea cukup merasa sulit menerimanya. Bagaimana, dia bisa menerima stastus menjadi seorang ibu sambung. Rasanya sangat mustahil. Membesarka anak orang lain, pasti hal itu sangat sulit.

"Kalungnya hanya satu. Namun, anakmu—"

"Anak kita." Zayn meralat.

Lea makin canggung akan penyebutan 'anak kita,' dan dia segera mengalihkan matanya menghindari pria yang terlihat menuntut hubungan lebih jauh.

"Aku akan tetap menjualnya ke toko emas. Tidak padamu."

Kau tidak akan bisa menjualnya pada orang lain. Kau hanya bisa menjualnya padaku, dan bergantung padaku. Di saat itu, kau akan menyerahkan dirimu padaku.

Zayn tersenyum dengan sepasang mata yang berkilat menyembunyikan seribu cara menundukkan Lea dalam waktu singkat.

Sedangkan, Lea terus membuang wajahnya, menatap keluar jendela mobilnya. Namun, hatinya terus berdebar akan setiap arah pembicaraan pria ini.

Anak kita. Aku menjadi mama dari anak-anaknya. Ah, aku tidak ingin menikah. Lagipula, aku belum mencintaimu dengan sepenuh hatiku.

Zayn melepaskan tangannya dari tangan Lea. Kembali, memegang kemudi mobil dan menginjak gas mobil perlahan.

Dalam perjalanan tiga puluh menit. Mereka telah mencapai deretan toko perhiasan. Lea turun sendiri, dan membiarkan Zayn menunggu dalam mobil.

Lea berkeliling dari satu toko perhiasan ke toko perhiasan lainnya. Namun, semua toko memberikan penawaran harga yang sangat rendah, bahkan sebagian pemilik toko perhiasan, terlihat tidak berminat membelinya.

Lea melambatkan kakinya. Dia lelah berkeliling. Dia telah berkeliling dari utara ke selatan, dan barat ke timur. Namun, tidak satu tokopun memberikan harga yang bagus. Akhirnya, dia berhenti pada satu toko yang merupakan toko terakhir untuk dia coba tawarkan lagi.

"Aku ingin menjual ini." Lea menyodorkan kotak perhiasannya.

"Tidak. Kami tidak membeli perhiasan lama."

Lea tersenyum miris. Menarik kembali kotak perhiasannya. Kembali pada mobil Zayn.

Blam! Lea menutup pintu mobil.

"Kau lama menunggu?"

"Hanya dua jam." Zayn meluruskan kursi mobilnya.

"Apakah sudah menjualnya?"

Lea menggelengkan kepalanya.

"Mengapa?"

"Sebagian menawar murah. Sebagian menyebutnya perhiasan usang." Lea menyandarkan kepalanya menyentuh jendela mobil. Sinar matanya terlihat redup, lelash dan kecewa.

"Jual padaku."

Lea meluruskan punggungnya. Merogoh kembali kotak perhiasan dari dalam tasnya.

"Kau yakin ingin membelinya?" tanya Lea sembari membuka kotak perhiasan tersebut.

"Iya."

"Berapa kau memberi harga? Jika itu sesuai, aku akan menjualnya untukmu."

Zayn tersenyum. Namun, juga mengerutkan sepasang alisnya bertemu di atas ujung hidungnya, dengan mata yang terlihat menyipit menilai kalung tersebut.

"Kau sebut saja harga yang kau butuhkan?"

"Harga yang aku butuhkan?"

"Bukankah kau perlu uang?"

"Ehh!" Sekejap raut wajah menjadi kaku dan canggung berkata nominal yang dia butuhkan.

"Sebutkan saja yang kau butuhkan. Jangan khawatir soal uang."

"A-aku ...," Lea gagap dan bingung menjawabnya. Dia butuh uang, dan pria ini menawarkan uangnya. Haruskah dia menolak?

"Sayang," sebut Zayn lembut mengejutkan Lea. Membuat Lea makin canggung berkata.

Aku butuh Lima belas juta. Tetapi, aku tidak yakin bisa membayarnya dalam waktu dekat.

"Ya."

"Berapa kau butuhkan?"

"Lima belas juta."

"Baik, akan ku transfer sekarang."

Lea mengerutkan keningnya. Dia menjual kalung dengan mode usang. Bahkan, banyak toko yang menolak membelinya. Tetapi, Zayn tidak keberatan akan harga lima belas juta tersebut.

"Apa kau yakin? membelinya dengan lima belas juta." Lea melorotkan matanya, merasa kecemasan hilang, namun hanya memindahkan utangnya pada orang lain.

"Bagaimana bisa aku keberatan dengan calon istri sendiri. Harga itu, hanya nilai kecil."

Lea mengedipkan matanya. Jantungnya seakan memompa lebih cepat akan dua kata predikat baru untuknya.

Calon istri.

"Pak Zayn, sepertinya--"

Lea menghentikan kalimatnya. Kala, mata Zayn terlihat menyipit tidak senang.

"Bisakah, sebutan 'Pak' itu di hilangkan."

"Maaf." Lea menunduk malu.

"Zayn. Kalung ini tidak pantas di sebut lima belas juta."

Zayn mengulurkan tangannya, mengambil punggung tangan Lea. Mencium punggung tangan gadis itu.

"Kalung itu tidak seberapa harganya. Namun, pemiliknya bahkan lebih pantas mendapatkan harga yang lebih tinggi. Apakah kau ingin aku membelinya dengan harga yang lebih besar. Seratus lima puluh juta, apa kau setuju?"

"Hah?" Lea mengerutkan keningnya. Seratus lima puluh juta untuk sebuah kalung usang. Mengejutkan, dan juga menakutkan.

"Setuju?"

Lea menggeleng kuat. Dia segera menarik tangannya. Deg! Lea ingin segera memeriksa pendengarannya. Apa dia tidak salah dengar? Lalu, mengapa pria yang baru saja dia kenal dari sebuah akun media sosial, memilki kekayaan yang begitu banyak. Atau ....

"Zayn, aku tidak menjual diri. Tolong!"

Zayn terlihat cemberut sesaat. "Aku tidak membeli dirimu, sayang. Aku hanya ingin menolongmu. Apakah kau ingin semua hartaku? Baru kau percaya ... aku benar-benar jatuh cinta padamu."

Lea tersipu malu. Wajahnya merona merah sesaat. Dia kehilangan seluruh panca inderanya, apalagi kala Zayn mencodongkan tubuhnya, membuag jarak antar wajah mereka, terlihat sangat dekat.

"Jangan menolak bantuanku. Aku tidak ingin kau menderita."

Deg! Lea kehabisan napas untuk beberapa detik. Apalagi, napas pria itu terasa menyapu seluruh wajahnya, dan membuat jantungnya berdegup keras.

"Jangan tolak aku ...," mohon Zayn lirih, dengan suara terdengar rendah sekaligus basah.

Lea kaku, dan bibirnya hanya terbuka sedikit, dan berkata seakan berbisik, "Iya."

Cup! Setelah kata persetujuan itu. Bibir Zayn menempel sesaat pada bibir Lea.

Deg! Walau ciuman itu sesaat. Namun, debaran jantungnya terus melompat seperti berusaha menembus daging. Zayn, bukan ciuman pertamanya. Tetapi, rasa yang membekas, melebihi ciuman dari kekasih pertamanya.

......................

Bersambung ....

Jangan lupa dukung selalu tulisan ini yah.

Vote, Coment dan Like yang berkenan.

Moodboster this part : Ciuman pertama By. Ungu

1
Si Penjahat
wah.. pedahal bagus ceritanya thor, tapi berhenti ya, pedahal mau aku subscribe, gak jadi deh
Senik Dewi Ningrum
ini bagaimana ini Thor.. kenapa terhenti sekian lama.. dan sy masih menunggu sebuah cerita ttg keadilan buat Lea.. bisa kah d lanjutkan Thorrr
BabyRin
bella terlalu keenakan thorr, kasian Lea kebahagiaan gak pernah dia rasakan terus dirampas
Hanny'76
jangan kelamaan ga Up thor....takut lupa jalan ceritanya,juga jangan lama lama terbongkarnya kebusukan Bella dan penyesalan lakinya yg oneng
Hanny'76
mbok ya jadi cewek juga jangan bego bego amat....masa ga curiga sama obat obat atau suruhan orang suruh minum ini itu,kan bella bukan dokter😏
Mega Ackerman
Nyicil bacanya thor
Mega Ackerman
Jejak
Mega Ackerman
Nyicil kak baca nya 👍
Mega Ackerman
kirain visualnya pake Zayn malik thor
Esther
Hadir nya diriku 💕💕💕💕💕memberikan like pada mu 👍👍👍👍
Hamdan Ni'am
buat zayn mwnyeaal seumur hidup
Senik Dewi Ningrum
author.. smpai kapan begini 😌😌 tanpa kabar diri mu dan si Lea..😩

setiap hari selalu mengecek kelanjutan cerita TSO..

Up dunk Thor.. plisssss
Jeje: nnti malam yag
total 1 replies
Jeje
saya akan lanjutkan terjerat suami orang setelah Minggu ketiga yah bulan April 2021. Maaf kelamaan. Jangan hapus dari favorit yah.. author lagi sibuk real. cari cuan 🏃‍♀️
Senik Dewi Ningrum: belum up Thor . smpai skg msh setia menanti up up up dari mu Thor😪
total 1 replies
Senik Dewi Ningrum
lanjut Author.. Lea jgn di buat lemah terus Author.. kasian
Nia jeje
like lanjut
off total
kadang ku berfikir😔

kapan terungkapnya sih😭😂
Jeje: terungkap apaaan sih 🤣🤣 baru setengah jalan
Ayo sogok aku dlu 🤣🤣 baru aku tamatin
total 1 replies
🤪
thor😭😭😭😭
Jeje: author lagi bad sad day 🤣 nggak moood nulis neng
total 1 replies
Senik Dewi Ningrum
up lagi y author.. semangat.. ak menunggu karya mu up lagi Author..
Jeje
Saya akan menulis kelanjutan ini dalam bbrp hari,semoga bisa di tamatkan segera yah
Mifta°^BY^°🖤
kak Jeje aku mamper
Jeje: mksh budi
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!