NovelToon NovelToon
Kontrak Dua Minggu

Kontrak Dua Minggu

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Wanita Karir
Popularitas:119
Nilai: 5
Nama Author: kikyoooo

Marisa Sartika Asih sedang berada di titik terendah hidupnya. Dalan satu hari, ia kehilangan pekerjaan dan batal menikah karena tunangannya, Bara, berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Ditengah keputusasaan dan jeratan kebutuhan biaya rumah sakit ibunya di kampung, Marisa bertemu dengan Dalend, seorang Pria asing yang misterius.

Dalend menawarkan sebuah kesepakatan tak terduga. Marisa cukup berpura-pura menjadi pasangannya di depan keluarganya selama dua minggu hingga satu bulan. Imbalannya adalah uang tunai sebesar 50 juta rupiah. Terdesak oleh gengsi dan kebutuhan ekonomi, Marisa pun dihadapkan pada pilihan sulit antara harga diri atau jalan keluar instan dari keterpurukannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikyoooo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 (Part 2)

Malam itu, Marisa duduk di teras apartemen,  memijat kakinya yang bengkak. Dalend datang membawa segelas air mineral dan handuk hangat. Ia berlutut di depan Marisa, meletakkan handuk itu di kaki Marisa.

"Bima yang melakukannya, kan?" Tanya Dalend pelan.

"Dia mendatangi supplier-ku, Dalend. Dia mencoba meracuni reputasiku dengan memberikan bahan busuk," jawab Marisa, suaranya terdengar lelah. "Hari ini aku merugi jutaan rupiah karena harus beli bahan baru secara eceran."

Dalend mendongak, matanya penuh rasa bersalah. "Maafkan aku, Marisa. Karena aku, kamu harus menghadapi semua kotoran ini."

Marisa membelai rambut Dalend. "Jangan minta maaf. Ini adalah bagian dari harga yang harus kita bayar untuk bebas. Bima mengira aku akan menyerah hanya karena bahan baku busuk. Dia lupa bahwa aku memulai semua ini dari nol."

"Aku akan memecatnya besok," tegas Dalend.

"Jangan," cegah Marisa. "Jika kamu memecatnya tanpa bukti yang tak terbantahkan, Nyonya Elvira akan ounya alasan untuk menyerangmu lagi. Biarkan dia terus mencoba. Setiap kali dia kesempatan untuk menunjukkan betapa tangguhnya 'Dapur Sejati'."

Dalend terdiam, mengagumi keteguhan hati Marisa. Ia menarik tangan Marisa, mencium punggung tangannya yang kini memiliki sedikit bekas luka bakar kecil akibat cipratan minyak.

"Kamu adalah Wanita terkuat yang pernah aku kenal, Marisa Sartika Asih," bisik Dalend. "Kadang aku merasa tidak pantas memilikimu."

"Kamu pantas, Dalend. Karena kamu satu-satunya orang yang mau mengupas bawang putih bersamaku jam empat pagi tadi," balas Marisa dengan senyum lelah namun bahagia.

...

Keesokan harinya, Marisa tidak langsung memasak.  Ia memasang kamera kecil yang tersembunyi di area penerimaan barang apartemennya dan mengganti supplier-nya ke jaringan yang lebih kecil dan tertutup yang ia kenal melalui teman lamanya.

Ia juga mulai menyewa dua orang asisten yang sangat ia percayai-mantan rekan kerjanya di kafe dulu yang kehilangan pekerjaan. Ia membangun bentengnya sendiri.

Sementara itu, Dalend mulai melakukan investigasi internal secara diam-diam terhadapnya aliran dana di bagian logistik yang di Bima. Ia tahu, Bima pasti menggunakan dana perusahaan untuk menyuap orang-orang yang mencoba menjatuhkan Marisa.

Perang ini bukan lagi tentang nasi goreng atau kontrak katering.  Ini adalah perang tentang siapa yang lebih dulu kehilangan kesabaran.

"Aku punya rencana," ujar Marisa saat meraka makan malam sederhana dengan mie instan malam itu. "Bjma ingin aku terlihat tidak profesional. Bagaimana kalau kita berikan dia apa yang dia inginkan, tapi dengan jebakan?"

Dalend mengangkat alisnya. "Jebakan seperti apa?"

"Besok adalah acara syukuran selesainya fondasi proyek. Akan ada banyak direksi yang datang, termaksuk Papamu. Bima pasti akan mencoba melakukan sesuatu yang besar pada makanan tamu VVIP," Marisa tersenyum licik, sebuah senyum yang dulu sering dipakai Dalend. "Kita akan biarkan dia merasa berhasil menyabotase, tapi kita akan menyiapkan rekaman dan bukti di saat yang bersamaan."

Dalend tersenyum lebar. "Aku suka sisi dirimu yang ini, Tunangan. "

"Emm..." balas Marisa sambil tersenyum.  Matanya memancarkan rasa cinta yang dalam.

Malam itu, di bawah lampu kota Jakarta yang tidak pernah padam, mereka menyusun strategi. Alur hidup mereka mungkin melambat oleh rintangan, namun setiap detiknya kini diisi oleh kepastian bahwa mereka tidak lagi berjalan sendiri.

Bima mungkin kuasa dan uang keluarga Angkasa Raya, tapi Marisa dan Dalend punya sesuatu yang jauh lebih berbahaya: Mereka punya satu sama lain dan tidak punya rasa takut untuk kehilangan segalanya.

1
Sherlys01
Semangat yaa😁💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!