NovelToon NovelToon
Rindu Terlarang Pada Bosku (Bos Adalah Mantan Guruku)

Rindu Terlarang Pada Bosku (Bos Adalah Mantan Guruku)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: winda siregar

Aleena Keisha(24), desainer interior KALA JIVA Singapura. Kemenangan lomba desain hotel Bandung membawanya promosi ke Jakarta, kota yang menyimpan luka masa lalunya.

Hari pertama kerja, ia menabrak pintu kaca lobi. CEO KALA JIVA, Keanu Zayn Malik(30) terpaku. Gadis itu adalah Aleena, murid olimpiade matematika yang 7 tahun lalu pernah ia bimbing dan hilang kontak.

Gosip guru-murid dulu telah menghancurkan beasiswa Aleena. Zayn memberontak orang tuanya dan membangun KALA JIVA dari nol. Kini takdir mempertemukan mereka sebagai Bos dan Bawahan. Aleena tak mengenalinya sama sekali, malah mengira Zayn sudah beristri dan punya anak. Mampukah Zayn meluruskan semuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon winda siregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RTPB - 9

Pagi-pagi sekali, sebelum azan subuh berkumandang, Aleena sudah sibuk di dapur petak mereka yang sempit. Aroma coklat memenuhi seluruh rumah.

Dia akan membuat brownies. Bukan untuk dijual. Tapi untuk Zayn.

Sebagai permintaan maaf. Sekaligus ucapan terima kasih yang terakhir.

Semangat Aleena pagi ini sudah kembali, meski matanya masih sembab bekas menangis semalaman. Kata-kata Ibunya terngiang: "Jangan benci Pak Keanu, dia orang baik." Aleena sadar, dia sudah keterlaluan kemarin.

Tekadnya juga sudah bulat. Masalah beasiswa sekolah yang dicabut Pak Mahendra tidak akan membuatnya berhenti. Beasiswa hadiah olimpiade masih ada, itu cukup untuk daftar kuliah kedokteran. Untuk uang sekolah 3 bulan terakhir yang harus dia bayar karena beasiswanya dicabut, dia akan kejar dengan jualan kue dan les tambahan. Dia tidak akan menyerah.

Brownies sudah matang dan dingin. Dengan hati-hati Aleena memasukkannya ke dalam kotak kue mika yang bersih, lalu membungkusnya dengan pita coklat. Sederhana, tapi tulus.

Sesampainya di sekolah, Aleena langsung mencari sosok itu. Zayn sedang berdiri di parkiran guru, hendak masuk ke ruang guru.

"Pak Keanu!" panggil Aleena dengan suara agak keras, mengumpulkan semua keberaniannya.

Zayn yang sangat mengenal suara itu langsung memutar badan. Matanya sedikit kaget melihat Aleena.

Aleena berjalan mendekat sambil membawa bungkusan itu. Jantungnya berdegup sangat kencang.

"Ini, Pak," Aleena memberikan bungkusan itu dengan kedua tangan, menunduk dalam.

"Apa ini?" tanya Zayn, bungkusan itu berpindah ke tangannya. Tangannya yang besar bersentuhan sekilas dengan tangan Aleena yang dingin.

"Sebagai permintaan maaf saya, Pak. Kemarin kata-kata saya sudah sangat lancang. Saya kecewa beasiswa saya dicabut dan saya malah menyalahkan Bapak. Padahal itu bukan salah Bapak, saya juga salah tidak menjaga sikap. Saya minta maaf, Pak," Aleena menarik napas panjang.

"Dan ini juga sebagai terima kasih, Pak, sudah membimbing saya selama ini. Akhirnya saya menang olimpiade. Saya akan tetap belajar sungguh-sungguh untuk mewujudkan cita-cita saya jadi dokter."

Aleena menundukkan kepalanya memberi hormat yang dalam. Air matanya hampir tumpah lagi, tapi dia tahan.

Dari kejauhan, beberapa siswi yang melihat langsung berbisik-bisik.

"Lihat, dia cari perhatian lagi. Aleena memberikan sesuatu pada Pak Keanu. Gak kapok ya habis beasiswanya dicabut!"

"Cieee modus minta balikan beasiswa kali..."

Aleena mendengarnya. Dulu mungkin dia akan menangis dan lari. Tapi sekarang tidak. Tekad Aleena sudah bulat, dia akan menghadapi masalah ini dengan senyuman dan penuh semangat. Dia tidak peduli.

"Kamu tidak perlu melakukan semua ini, Kei," Zayn merasa bersalah dan berat menerima pemberian itu. Kotak brownies itu terasa berat. Bukan karena kuenya, tapi karena ketulusan di dalamnya.

"Harusnya Bapak yang minta maaf. Bapak yang buat beasiswa kamu..."

"Jangan ditolak, Pak. Niat saya tulus tidak ada niat lain. Anggap saja ini ucapan terima kasih dari murid ke guru. Kalau begitu saya pamit ya, Pak," potong Aleena cepat, tidak mau Zayn merasa lebih bersalah. Dia langsung balik badan dan pergi meninggalkan Zayn yang masih mematung dengan kotak brownies di tangan.

Sejak saat itu, Aleena benar-benar menjaga jarak dengan Zayn di sekolah. Janji itu dia tepati. Mereka hanya bertemu di kelas saat Zayn mengajar matematika. Selebihnya mereka kembali asing, hanya sebatas guru dan murid. Tidak ada lagi ngobrol di perpustakaan, tidak ada lagi boncengan motor. Aleena duduk paling depan, mencatat dengan serius, tapi tidak pernah lagi bertatapan lama dengan Zayn.

Satu bulan berlalu dengan cepat. Aleena fokus belajar mempersiapkan diri untuk menghadapi Ujian Akhir Sekolah. Dia belajar seperti orang kesetanan, seolah ingin membuktikan pada Pak Mahendra bahwa tanpa beasiswanya pun, dia tetap bisa jadi yang terbaik.

Dan tibalah saat-saat terakhir di sekolah. Ujian sudah selesai. Aleena optimis bisa menyelesaikannya dengan baik. Setelah ini dia akan segera meninggalkan sekolah yang banyak meninggalkan kenangan indah dan pahit secara bersamaan ini.

Seperti biasa, jika ujian akhir selesai, sekolah akan mengadakan upacara perpisahan untuk anak kelas dua belas. Semua murid sangat antusias. Begitu juga dengan Shila, sahabatnya Aleena.

"Al, kamu sudah nyiapin gaun gak buat perpisahan nanti? Kita harus cantik! Ini malam terakhir kita pakai seragam!" tanya Shila heboh di kantin.

"Aku gak datang, Shil," jawab Aleena pelan sambil mengaduk es tehnya.

"Lho gak bisa gitu dong! Kamu itu murid berprestasi di sekolah ini. Juara olimpiade! Aku yakin malam perpisahan nanti kamu akan mendapatkan penghargaan dari sekolah. Masa bintang utamanya gak datang?"

Aleena tersenyum kecut. Penghargaan yang dulu dia harapkan kini memuai seperti embun pagi. Setelah pemilik sekolah yang tak lain Papanya Zayn mencabut beasiswa sekolahnya, Aleena yakin tidak akan ada penghargaan untuknya. Dia hanya murid bermasalah sekarang.

"Itu tidak akan terjadi, Shil," gumam Aleena.

"Aleena!" panggil Bu Siti, wali kelas mereka.

Aleena menatap wali kelasnya dan menghampirinya.

"Ya, Bu?"

"Kamu dipanggil ke ruang Kepala Sekolah sekarang," bisik Bu Siti.

Dengan langkah berat, Aleena berjalan menuju ruang Kepala Sekolah. Dia takut akan dimarahi lagi.

"Masuk, Al," sambut Kepala Sekolah dengan senyum hangat, berbeda dari kemarin.

Aleena duduk dengan sopan.

"Apa ini, Pak?" tanya Aleena bingung melihat amplop emas di meja. Kepala Sekolah menyodorkan amplop itu.

"Buka."

Aleena membukanya. Ternyata itu adalah surat undangan khusus berlogo emas.

"Bapak yakin kamu tidak akan datang saat malam perpisahan. Makanya Bapak memberikan undangan khusus pada kamu. Bapak dengar kamu mau jaga jarak, itu bagus. Tapi malam perpisahan itu penutup masa SMA kamu," jelas Kepala Sekolah.

"Nanti di acara perpisahan akan diumumkan penghargaan siswa-siswi berprestasi. Walau pemenangnya belum ditentukan karena masih menunggu hasil ujian kalian. Tapi Bapak sangat yakin kamu lah yang akan mendapatkan penghargaan itu. Nilai ujian kamu kemarin sempurna."

Tubuh Aleena bergetar, dia merasa begitu tersanjung.

"Ta... tapi Pak, bukannya saya sedang dihukum? Beasiswa saya..."

"Penghargaan tidak ada hubungannya dengan hukuman kamu. Mengenai beasiswa yang dicabut dan kamu harus membayar uang sekolah, semua akan terbantu dengan hadiah penghargaan nanti. Hadiahnya cukup besar, setidaknya cukup membantu kamu, Al."

"Apakah pemilik sekolah akan setuju, Pak?" tanya Aleena takut.

"Kamu sudah menunjukkan sikap kamu dan menjaga jarak dengan Pak Keanu selama sebulan ini. Bapak percaya pada kalian, tidak ada hubungan di antara kalian selain hubungan guru dan murid. Papanya Pak Keanu pun pasti akan luluh melihat ketulusan kamu. Kamu harus datang di malam perpisahan ya."

Hati Aleena sakit, karena perkataan Kepala Sekolah salah. Dia diam-diam masih menyukai gurunya itu. Sekuat apapun Aleena berusaha menguburnya dengan menjaga jarak, perasaan itu tidak hilang malah tumbuh subur.

"Baik, Pak," akhirnya dia menerimanya.

Begitu sampai di kelas, Shila langsung menyambutnya heboh.

"Gimana Al, ngapain kamu ke ruangan Kepala Sekolah?"

"Bapak Kepala Sekolah memberikan undangan perpisahan kepadaku, Shil. Dia memintaku datang."

"Waaaow kamu hebat! Tidak ada murid yang menerima undangan langsung dari Kepala Sekolah! Berarti tebakan aku benar, kamu pasti dapat penghargaan!"

"Tapi aku bingung, Shil," Aleena menunduk.

"Aku tidak punya baju yang pantas untuk aku pakai di malam perpisahan sekolah. Gaun ku yang dulu sudah kekecilan."

Shila tersenyum lega, ternyata itu masalahnya.

"Tenaaang, nanti kita belanja ya. Kita cari gaun yang cantik untuk kita pakai saat perpisahan!" Shila langsung merangkul bahu Aleena.

Pulang sekolah, Aleena dan Shila berbelanja ke salah satu Mall besar di Jakarta. Mereka diantar supir pribadi Shila.

"Shil jangan ke sini. Aku tidak punya uang untuk membeli apapun di tempat ini. Mahal semua," Aleena menarik tangan Shila saat melihat butik gaun mahal.

"Kamu tenang saja, aku yang bayar semuanya untuk kamu. Anggap hadiah kelulusan dari aku," kata Shila tulus.

"Ng.. gak.. Nggak Shil, aku gak mau. Gak enak."

"Al hargai persahabatan kita selama tiga tahun ini. Please... Jangan tolak pemberian aku ya. Selama kita berteman, kamu sudah banyak membantu aku ngerjain PR, kamu ajari aku matematika. Sekarang giliran aku," Shila memohon.

Aleena akhirnya luluh. Shila langsung memilih sebuah gaun satin sederhana warna dusty pink yang sangat pas dengan karakter Aleena yang kalem. Pasti sangat cantik jika dipakai Aleena.

"Coba yang ini!" Shila mendorong Aleena masuk ke ruang ganti.

Saat Aleena keluar, Shila ternganga.

"Aku gak salah, kamu sangat cantik memakai gaun ini! Kamu pasti akan jadi pusat perhatian malam itu! Kamu kayak Cinderella!"

Aleena melihat pantulan tubuhnya di cermin. Gaun itu memang sangat pas dan bagus di tubuhnya. Untuk pertama kalinya setelah sebulan penuh masalah, Aleena tersenyum bahagia melihat dirinya sendiri.

.

.

BERSAMBUNG

1
Eva Karmita
kalau memang cinta dan sayang harusnya kamu perjuangkan Zayn bukan hanya menambah luka untuk Ale 💔🥺 , kalau memang kamu sudah berkeluarga jauhi Ale jgn kamu suka berbohong Zayn... kasihan Ale selalu diingatkan dgn masa lalu nya 💔 , ayo Ale move on dari Zayn kalau kamu sadar kamu bagai langit dan bumi Ale 🥺 jauhi pak Zayn
Deswita
terimakasih up nya Thor 🙏
🥺🥺🥺🥺 sesulit itu untuk mereka meraih bahagia 💪💪💪💪
Nabila hasir
KK author tak sabar flashback crita Zayn bisa nikah waktu Aleena berangkat ke singapore
Nabila hasir
ahhhh🥺🥺🥺 sedih .
Nabila hasir
masih penasaran dan kepo ma Zayn dng pernikahannya.
kenapa masih mencuri lihat ke Keisha aleena
Nabila hasir
jalan di bandung semoga Aleena kenalan ma cowok ya Kaka author
Nabila hasir
Aleena gak inget ma wajahnya pak keanu yaa.
sdah pangling Aleena ma Zayn Keanu.
Eva Karmita
otor kasih pendatang baru dong cowok yang cool berani ngejar Ale..., mau tau seperti apa reaksi Zayn melihat Ale dekat sama cowok yang ngejar alee
Deswita
terimakasih up nya Thor
ikutan sedih dengan kisah kalian,semoga cepat bersama Pak KEANU dan KEISHA 💪
Deswita
terimakasih up nya Thor 🥰
akhirnya pak Keanu memanggil KEISHA Nama panggilan sayang terucap juga💃💃💃💃
Nabila hasir
ahhh masih penasaran kenapa Zayn bisa menikah Sampek punya anak.sedangkan hati masih mikirin Aleena.
kasihan ma Aleena hatinya tertahan 6 THN yg lalu ma Zayn keanu
Nabila hasir
zyandra anaknya Zayn.
tapi penasaran ma hidup Zayn 6 THN yg lalu kenapa Sampek bisa dan menikah .mana manggil sayang lagi pas di bandara.tapi sekarang hatinya katanya masih memikirkan Aleena.
tambah kepo ma penasaran baca lanjutannya
Nabila hasir
masih penasaran ma pak zayn
Nabila hasir
kenapa kamu nyari Alena Zayn?
bukannya kamu sdah nikah yaaa
Wanda
semangat kak, aku tunggu tiap saat pokoknya, 🌹🌹
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🏻🥰
Eva Karmita
Andai kamu tau Ale orang yang selama ini kamu kagumi adalah mantan guru yg kamu cintai apa yg bakal kamu lakukan Ale ... berhenti atau terus lanjut bekerja di perusahaan itu .. semangat ya Ale jgn terkurung di masa lalu tapi teruslah melangkah maju demi masa depan...buka lembaran baru move on dari masa kelam melangkah untuk kehidupan yang lebih baik, buka hatimu jgn memikirkan mantan guru yang sudah bahagia dgn wanita pilihan keluarga nya laki" seperti itu tidak pantas kamu cintai ibarat kata dia langit kamu bumi tidak akan pernah bisa bersatu apalagi pak guru tidak ada pendirian yg masih bernaung di ketiak orang tua nya
yumi chan
thor bt ale bisa mut on dr zaey thor..dn bt zaey tdk bisa mlpkn ale lg..
Deswita
terimakasih up nya Thor 🙏
💃💃💃 liburan diBandung Allena 💪
Eva Karmita
otor please jgn buat Al seperti kecintaan sama Zayn... Ale jgn baper ya , ingat Ale perjuangan mu sampai di titik ini ngk usah ingat mantan guru mu fokus ke masa depan aja Ale
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!