NovelToon NovelToon
Gadis Desa Diremehkan Ternyata Tabib Legendaris

Gadis Desa Diremehkan Ternyata Tabib Legendaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyelamat / Mengubah Takdir
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Astiana Larasati turun ke ibu kota dengan ilmu bela diri kuno, pengobatan ajaib, dan kemampuan mendengar niat jahat untuk mencari orang tua kandungnya. Berpandukan liontin yang bisa menyala hijau, Astiana menavigasi intrik para elit kota sambil mati-matian menekan kekuatannya demi mematuhi amanat kakek angkatnya untuk hidup rendah hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Mobil sedan perak itu meluncur perlahan memasuki gerbang utama kediaman Keluarga Darma.

Langit sore sudah mulai berubah gelap menyambut datangnya malam.

Raka menghentikan mobilnya tepat di teras utama rumah mewah tersebut.

Cittt.

"Ayo turun, kakek pasti sudah menunggu laporan dari kita."

Raka mematikan mesin mobil dan melepaskan sabuk pengamannya.

Astiana mengangguk pelan dan membuka pintu mobil dengan tubuh yang masih sedikit basah.

Ceklek.

Mereka berdua berjalan masuk ke dalam ruang tamu utama yang terasa sangat hangat.

Di sana, Pak Darma sedang duduk di sofa kulit sambil menyesap teh herbalnya.

"Kalian sudah pulang, bagaimana hasil penyelidikan di pelabuhan tadi."

Pak Darma meletakkan cangkir tehnya dan menatap Astiana dengan dahi berkerut.

"Astaga, Nak Astiana, kenapa pakaianmu basah kuyup seperti itu."

Pak Darma langsung berdiri dengan raut wajah yang sangat cemas.

"Ceritanya sangat panjang dan rumit, Kakek Darma."

Astiana tersenyum tipis untuk menenangkan pria tua yang sudah menganggapnya cucu sendiri itu.

"Kami tidak hanya pergi ke pelabuhan, Kakek."

Raka ikut duduk di sofa seberang kakeknya sambil mengusap wajahnya yang lelah.

"Kami baru saja menyusup ke sarang utama Nyonya Besar Keluarga Adibrata di Bukit Hijau."

Pak Darma terbelalak kaget mendengar nama tempat yang sangat tabu itu disebutkan.

"Apa kau sudah gila, Raka."

Pak Darma menepuk meja kacanya dengan cukup keras.

Brak.

"Kalian bisa mati dibunuh di sana dan mayat kalian tidak akan pernah ditemukan orang."

Pak Darma menghela nafas panjang mencoba meredakan detak jantungnya yang berpacu.

"Kami berhasil selamat, Kakek, dan kami menemukan fakta yang jauh lebih gila lagi."

Raka menoleh ke arah Astiana memberikan isyarat agar gadis itu yang bercerita.

Astiana mengambil tempat duduk di sebelah Raka dan menatap mata Pak Darma dengan tenang.

"Nyonya Besar Miranda Adibrata itu adalah bibi kandung saya, Kek."

Kalimat itu meluncur begitu saja dari mulut Astiana tanpa basa-basi.

Pak Darma terdiam mematung seolah waktu di sekitarnya mendadak berhenti.

Dia menatap wajah Astiana lekat-lekat mencoba mencari kebohongan di sana.

"Jadi kau adalah anak dari pewaris utama yang dikabarkan tewas kecelakaan itu."

Suara Pak Darma bergetar hebat saat menyadari skala bahaya yang sedang mereka hadapi.

"Benar, Kek, Bibi Miranda yang mengirim pembunuh bayaran untuk menghabisi orang tuaku."

Astiana meremas ujung jasnya yang masih lembap.

"Dia mencuri hak waris ibuku dan membuangku ke hutan sembilan belas tahun yang lalu."

Ruang tamu besar itu mendadak terasa sangat sunyi dan mencekam.

Pak Darma menyandarkan punggung tuanya ke sofa dengan tatapan kosong.

"Keluarga Darma kita sekarang resmi berhadapan dengan monster paling menakutkan di negara ini."

Pak Darma menggumamkan kenyataan pahit itu dengan suara yang sangat pelan.

"Kalau Kakek takut, saya akan segera angkat kaki dari rumah ini malam ini juga."

Astiana berdiri dari sofanya tidak ingin merepotkan orang baik ini lebih jauh.

"Saya tidak akan membiarkan Keluarga Darma hancur karena menampung buronan Keluarga Adibrata."

Grep.

Pak Darma menahan pergelangan tangan Astiana dengan cepat.

"Duduklah kembali, Nak, kakek tidak pernah mengatakan kakek takut."

Mata pria tua itu kembali memancarkan ketegasan seorang pengusaha yang tangguh.

"Kakek berhutang nyawa padamu, dan Keluarga Darma tidak pernah membuang penyelamatnya ke kandang singa."

"Mulai malam ini, kakek akan melipatgandakan jumlah pengawal bersenjata di seluruh sudut rumah ini."

Pak Darma menatap Raka yang langsung mengangguk setuju dengan keputusan kakeknya.

"Terima kasih banyak, Kakek Darma, saya tidak akan melupakan kebaikan ini."

Astiana menundukkan kepalanya sedikit sebagai tanda hormat yang sangat dalam.

"Sekarang pergilah mandi dan istirahat di paviliunmu, kau pasti sangat kelelahan."

Pak Darma tersenyum hangat mencoba mencairkan suasana yang kaku.

Astiana mengangguk pamit dan berjalan keluar menuju paviliun belakang.

Di dalam paviliun, Nadin sudah menunggu dengan wajah panik dan membawa handuk kering.

"Ya ampun, Nona Astiana, Nona habis berenang di sungai mana pakai jas begini."

Nadin langsung mengoceh tanpa henti sambil mengeringkan rambut Astiana dengan handuk.

"Nona ini perempuan loh, masa keluyuran sampai basah kuyup begini."

"Nanti kalau Nona masuk angin terus demam bagaimana, saya yang dimarahi Tuan Muda nanti."

Nadin terus merepet panjang lebar khas pelayan yang sangat cerewet dan peduli.

"Aku hanya tidak sengaja tercebur ke kolam ikan, Nadin, kau tidak perlu seheboh ini."

Astiana menjawab dengan alasan asal-asalan sambil mengambil piyama gantinya.

"Kolam ikan mana yang airnya bau kaporit begini, Nona pasti bohong."

Nadin mengerucutkan bibirnya merasa tidak puas dengan jawaban majikannya itu.

"Sudahlah, aku mau mandi air hangat sekarang, kau kembalilah ke dapur."

Astiana segera masuk ke kamar mandi dan mengunci pintunya rapat-rapat.

Ceklek.

Guyuran air hangat dari pancuran perlahan merilekskan otot-otot Astiana yang tegang.

Syuuuur.

Malam semakin larut dan rumah utama Keluarga Darma kini sudah dijaga ketat oleh puluhan satpam tambahan.

Namun Astiana tahu, satpam biasa tidak akan bisa menghentikan anjing pemburu milik Miranda Adibrata.

Jam dinding di kamar Astiana menunjukkan pukul dua dini hari.

Astiana sama sekali belum memejamkan matanya di atas ranjang empuk itu.

Dia sedang duduk bersila di tengah kegelapan memusatkan seluruh energi tenaga dalamnya.

Tiba-tiba, telinga Astiana menangkap suara yang sangat halus dari arah atap paviliun.

Srek srek.

Suara itu lebih pelan dari langkah kucing, namun sangat jelas bagi pendengaran Astiana.

"Mereka menemukan tempat ini jauh lebih cepat dari dugaanku."

Astiana tersenyum dingin di dalam hatinya dan perlahan turun dari ranjang tanpa suara.

Di luar paviliun, lima sosok berpakaian serba hitam sedang bergerak menempel di dinding.

Mereka memakai penutup wajah dan membawa senjata tajam yang tidak memantulkan cahaya.

"Satpam di depan itu hanya boneka pajangan, mereka bahkan tidak menyadari kita melompat pagar."

Suara hati salah satu penyusup itu langsung tertangkap oleh frekuensi pikiran Astiana.

"Nyonya Besar bilang bunuh gadis itu dalam tidurnya, potong kepalanya, dan bawa ke markas."

Pikiran kejam dari pemimpin kelompok pembunuh itu bergema dengan sangat jelas.

Astiana mengambil posisi di sudut ruangan yang paling gelap tepat di samping jendela kaca.

1
Was pray
ngapainn membocorkan identitasmu pada tuan Kusuma sih astiana? kan itu beresiko buat keluarga darma... jamu gak berbakat jadi agen rahasia/ intelijen. kemampuanotakmu gak memenuhi syarat
Was pray
yeee ... jangan samakan kita metropolitan dengan kampung di puncak gunung yg primitif astiana... makanya punya HP gunakan untuk update pengetahuan bukan cuma buat ngisi kantong bututmu.... biar kuoeng... 🤣
Was pray: kampung it's oke.... tapi jangan sampai rampungan... malu maluin orang asal pedesaan .
total 4 replies
kiyoe
okeii Kaka terima kasih yaaa 🥰
Diana Lely
lanjut thor...makin rame aja...
Was pray
ternyata astiana benar-benar bodoh... seharusnya jam tangan bima jangan dia yang ambil .. bisa minta agar Raka yg mengambil jam itu dari semak2, kalau jam itu ditangan astiana ya otomatis menjadi bukti bahwa astiana benar2 mencuri .. dan bima juga tolol, udah jelas barang bukti ada ditangan astiana seharusnya itu jadi bukti kalau tuduhan mencuri itu benar..ha... ga... ga.... alur ceritanya jadi aneh.
Was pray
buat masalah tapi gak becus menyelesaikan masalah yg ditimbulkannya, idan menyeret orang lain dalam lingkaran permasalahan itu ciri-ciri pengecat
Was pray
hatimu penuh empati tapi otakmu tebal astiana
Was pray
astiana terlalu berani apa bodoh sih sebenarnyar? keberanian tanpa berpikir panjang bukan menyelesaikan masalah , tapi memicu permasalahan yg lebih besar resikonya, tujuan utama dikesampingkan cuma gara sok bijak dengan ikut campur urusan yg bukan urusannya
Was pray
emang burung elangnya terbuat dari karet?, kok bisa melilit ? kecuali kalau burung elang ya lagi lapar ... terus perut elang melilit .. karena perut si elang lapar. .🤭🤭🤣
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
rasakan, akhirnya tempat kasino itu hancur 🤣

selamat untuk memperbaiki semua kerusakannya pak manajer 🤣🤣
Anisa
gila² thor😄
kiyoe: Hehehe 🤭
total 1 replies
Was pray
jakarta jadi surga buat orang kaya, tapi neraka bagi orang miskin
kiyoe: heheheh iyaa bener Kak
total 3 replies
Was pray
hati manusia bisa sekeras baja jika privasinya terusik, tapi bisa jadi selembut salju jika hatinya tersentuh oleh hutang Budi / nyawa
kiyoe: iyaa bener kak 🤭
total 1 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
Astiana yang menyamar, tapi, aku malah ikut deg degan /Scream/
kiyoe: wkwkw tembak tembak dor dor dor
total 5 replies
Was pray
gak sekolah dari SD - SMA langsung kuliah..... wao... amazing... gak sekalian ambil gelar doktor tuh astiana....? 🤣🤣🤣
Was pray
Adrian cuma lulus TK doang Raka... 🤣🤣
Was pray
baru tau dan nyadar ya astiana?
Was pray
mencari seseorang /keluarga di jakarta tanpa alamat yg pasti kayak mencari jarum di lapangan sepakbola... hadeh... capek deh Nemu orang kayak model astiana ini
kiyoe: heheheh iyaa kak untung gak jadi gembel
total 5 replies
Anisa
wihh deg-degan thor😄
kiyoe: hehehe tunggu bab selanjutnya kak pasti deg-degan juga 🤭
total 1 replies
Siskasuryaningsih
knpa bibi nya gk di hajar tadi sebentar, kan enak tu
kiyoe: kan Astiana di suruh baik hati sama alm kakek yang merawat Astiana dari kecil kak hehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!