NovelToon NovelToon
CEO Tengil VS Sekertaris Bar-bar

CEO Tengil VS Sekertaris Bar-bar

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Mafia / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Memasuki bangku kuliah dengan penampilan cupunya, membuat Ananda Ayunindia menjadi target empuk perundungan oleh Tristan Bratadikara dan komplotannya. Tak sekadar dibully, Ananda bahkan dijadikan bahan taruhan hingga berujung kehamilan. Hancur dan trauma, ia terpaksa melepas beasiswanya dan pergi menghilang.

Enam tahun berlalu. Ananda yang kini telah lulus kuliah dan menetap di Bandung, berhasil diterima bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan raksasa di Jakarta. Demi masa depan putra kecilnya dan sang ibu yang sudah renta, Ananda terpaksa kembali ke kota penuh memori kelam tersebut.

Siapa sangka, pimpinan tertinggi di perusahaan baru tempatnya bekerja adalah Tristan Bratadikara, pria yang dahulu menghancurkan hidupnya. Namun, Ananda yang sekarang bukan lagi gadis cupu yang bisa ditindas, ia telah bermetamorfosis menjadi wanita yang cantik, energik, dan pemberani. Akankah Tristan mengenali korbannya di masa lalu, atau justru bertekuk lutut pada sosok Ananda yang baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 22

Tristan akhirnya melangkah pergi menuju ruang kerjanya tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Sebelum mendorong pintu besar itu, ia sempat menoleh sekilas dan melemparkan seulas senyum penuh arti yang teramat manis ke arah Ananda. Sikap tak biasa itu sukses meninggalkan tanda tanya besar di kepala Ananda dan Kevin yang masih mematung di tempat.

Saat sudah berada di dalam ruangannya, Tristan langsung berjalan menuju kursi kebesaran miliknya. Ia mendudukkan diri, lalu menyandarkan punggungnya dengan santai. Perlahan, ia memejamkan matanya sambil mengulas senyum lebar seorang diri, persis seperti pria yang sedang mabuk asmara atau kehilangan kewarasannya.

Di sudut ruangan, Kevin yang baru saja masuk meletakkan berkas kembali menyaksikan sikap aneh tuannya itu dengan bulu kuduk yang sedikit meremang.

"Kevin," panggil Tristan tiba-tiba, membuka matanya dengan binar yang cerah.

"I...iya, Tuan?" sahut Kevin sigap namun ragu.

"Pesankan makan siang untuk seluruh karyawan kantor ini di restoran terbaik dan terenak di kota ini. Gunakan kartu kreditku. Awas, ya, jangan sampai ada satu karyawan pun yang tidak mendapatkan jatah makan siangnya... terutama sekretarisku!" perintah Tristan dengan nada suara yang teramat renyah dan bersemangat.

Mendengar perintah itu, Kevin seketika melongo. Kedua matanya melotot tak percaya. Merasa telinganya salah dengar, ia memberanikan diri untuk bertanya kembali. "Maaf, Tuan... Anda serius? Makan siang gratis untuk seluruh karyawan di lantai ini? Termasuk... Nyonya Ananda?"

Tristan mendecak kesal, senyumnya sedikit memudar digantikan tatapan tajam yang dibuat-buat. "Kau itu telmi sekali, Kevin! Cepat lakukan saja dan jangan merusak suasana hatiku yang sedang sangat bagus hari ini!"

"B... baik, Tuan! Maafkan saya. Akan saya pesankan sekarang juga lewat layanan online agar nanti siang makanannya bisa secepatnya tiba!" jawab Kevin terbata-bata, ia buru-buru membalikkan badannya karena takut sang bos berubah pikiran menjadi mode monster lagi.

Tristan mengibaskan tangannya ke udara, mengisyaratkan agar asisten pribadinya itu segera keluar dari ruangannya.

Dengan langkah seribu, Kevin bergegas menuju pintu keluar. Namun, tepat saat ia membuka pintu, ia berpapasan dengan Ananda yang hendak masuk membawa agenda harian. Ananda langsung menahan lengan Kevin, berbisik dengan raut wajah penuh selidiki.

"Pak Kevin, tunggu sebentar. Sebenarnya ada apa dengan Tuan Tristan? Kok hari ini sikapnya aneh sekali, ya? Jujur, saya agak ngeri melihatnya," tanya Ananda cemas.

Kevin menghela napas panjang, lalu menggelengkan kepalanya pasrah. "Entahlah, Nanda. Mungkin Tuan kita itu sedang mengigau dan belum sepenuhnya bangun dari mimpinya. Nikmati saja kegilaannya selagi dia tidak mengamuk."

Jawaban absurd dari Kevin spontan membuat Ananda menepuk jidatnya sendiri. ‘Sama saja, bos dan asistennya sama-sama tidak waras,’ batin Ananda jengkel.

Sementara itu, di dalam ruangan, Tristan yang melihat siluet tubuh Ananda dari balik pintu langsung panik seketika. Pria berwibawa itu buru-buru berdiri dari kursinya. Dengan gerakan kikuk yang sangat langka, ia merapikan jas kerjanya, membetulkan letak dasinya yang sebenarnya sudah sangat rapi, dan menyisir rambutnya asal menggunakan jari-jari tangannya.

Rasa gugup yang luar biasa mendadak menjalar di sekujur tubuh sang CEO raksasa Bratadikara Group, hanya karena seorang wanita bernama Ananda bersiap melangkah masuk ke dalam ruang pribadinya.

Ananda melangkah masuk dengan anggun, memeluk map agenda kerja di dadanya. Begitu menyadari langkah kaki sekretarisnya semakin dekat, Tristan dengan gerakan kilat mengalihkan pandangannya ke layar laptop yang menyala. Ia langsung memasang mode serius, jemarinya bergerak mengetik asal di atas papan ketik, berpura-pura sangat sibuk dengan tumpukan pekerjaannya. Itu adalah satu-satunya benteng pertahanan Tristan untuk menyembunyikan rasa gugup yang luar biasa di hadapan wanita yang sangat dicintainya itu.

Ananda menghentikan langkahnya tepat di depan meja kerja jati yang besar. "Maaf Tuan, saya ingin memberikan informasi tentang agenda Tuan hari ini."

"Baiklah, kau sebutkan agenda apa saja untuk hari ini," jawab Tristan dengan nada suara yang diusahakan sedatar mungkin.

Pria itu sama sekali tidak berani mendongak menatap wajah Ananda. Saat ini, di balik setelan jas mahalnya, Tristan sedang berjuang mati-matian mengendalikan debaran jantungnya yang berdegup kencang, seolah-olah ingin melompat keluar dari rongga dadanya.

Ananda kemudian mulai membacakan rentetan jadwal dengan suara yang profesional. Mulai dari pertemuan penting dengan klien utama pada jam sepuluh pagi, makan siang bisnis, hingga beberapa agenda penandatanganan berkas lainnya.

Mendengar suara merdu yang dirindukannya itu selesai berbicara, Tristan mengulas senyum tipis. Ia memberanikan diri melirik sekilas ke arah Ananda melalui sudut matanya. "Sudah? Hanya itu saja yang ingin kau sampaikan padaku? Apakah tidak ada hal lainnya?"

Ananda mengerutkan keningnya sedikit, merasa pertanyaan itu agak aneh. "Tidak ada lagi, Tuan. Agenda hari ini hanya itu."

Ananda pun membungkuk sopan, bersiap untuk pamit undur diri kembali ke ruangannya. Namun, tepat sebelum wanita itu membalikkan badan, suara Tristan kembali memerintah. Untuk pertama kalinya selama Ananda bekerja di sana, Tristan meminta sesuatu yang bersifat pribadi.

"Nanda, tunggu. Buatkan aku secangkir kopi."

Langkah Ananda seketika terhenti. Ia menatap Tristan dengan tatapan tidak percaya. "K... kopi, Tuan? Anda yakin ingin dibuatkan kopi oleh saya?" tanya Ananda memastikan. Selama ini, urusan konsumsi Tristan selalu diurus oleh pelayan khusus atau Kevin.

Tristan yang masih larut dalam kebahagiaan karena baru mengetahui identitas asli si itik, tiba-tiba menjawab tanpa saringan, "Tentu saja. Bukankah sebagai seorang istri itu harus bisa membuatkan kopi untuk suaminya?"

Deg!

Kata-kata itu meluncur begitu saja dari bibir Tristan, membuat atmosfor ruangan seketika hening mencekam. Ananda mematung dengan mata membulat sempurna.

‘Jawaban macam apa ini?! Siapa yang jadi istri? Siapa pula yang jadi suami? Benar kata Pak Kevin, Tuan Tristan ini sedang mengigau dan belum terbangun dari mimpinya. Atau jangan-jangan... pria ini memang sudah mulai tidak waras!’ batin Ananda menjerit jengkel sekaligus merinding.

Menyadari perubahan ekspresi Ananda yang syok berat, Tristan seketika tersadar dari lamunannya. Ia berdehem salah tingkah dan buru-buru meralat ucapannya sebelum rahasianya terbongkar.

"Maksudku... maksudnya bukan begitu, Nanda! Ah, sudahlah, cepat kau buatkan aku kopi ke di pantry. Jangan terlalu banyak memakai gula, aku tidak begitu suka dengan yang manis-manis," ucap Tristan ketus, mencoba mengembalikan wibawanya yang sempat runtuh.

‘Terkecuali wanita manis sepertimu, Itik...’

sambung Tristan dalam hati. Sepeninggal Ananda, senyumnya kembali merekah, mengagumi betapa menggemaskannya wajah sekretarisnya saat sedang kebingungan.

"Baik, Tuan. Permisi," sahut Ananda cepat-cepat.

Tanpa membuang waktu lagi, Ananda langsung membalikkan badan dan melangkah seribu keluar dari ruangan Tristan. Ia benar-benar takut kegilaan bosnya itu menular jika ia bertahan di sana sedetik lebih lama.

Bersambung...

1
JR Rhna
kalau aku punya bos begitu,sudah lama angkat kaki
Inooy
iih Tristan bikin aq meleleh aj niih,,dulu waktu masih jaman nya kuliah..kamu terkenal dengan kejam nya mem-bully,,skarang malah perlakuan romantis pake bangeeet..bikin siapa pun langsung menghalu dapet cowo modelan kamuuu 😊
Inooy: dn haluan ka El tuh Masya Allah bagus2, sering2 lah menghalu kaa biar para pembaca terhibur dengan kehaluan ka El 🤭
total 4 replies
Inooy
akhiir nyaaaa,,emosi ku bisa mereda hanya dengan meliat nyonya Mutia yg menyayangi Elvano...
emg sih yaaaa,,segarang garang nya nenek dn kakek ketika mempunyai cucu yg menggemaskan..akan luruh jg keangkuhan dn keegoisan nya,,dn ini fakta!!!
Inooy: liat nya adem ka El...
total 2 replies
Inooy
👏👏👏👏 hebat kamu Tris, kamu benar2 seorang pria gentleman..kamu berani mengesampingkan ego mu demi restu orangtua utk menikahi Ananda...👍👍
Inooy
ka Eeell, maafin aq klo aq bisa typo jg..itu Bianca siapa ituuu 🤣🤣🤣
aq malu ihh ma ka El, bisa2 nya aq nyebutin Bianca bukan nya Bella..ini niih gara2 nyonya Mutia yg bikin aq emosi, jd aj tangan ku kepeleset,,mana jauh lg kepeleset nya 🙈🙏🙏😂
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Good//Good//Good//Kiss//Kiss/
total 3 replies
Inooy
duuuhh,,ka El bikin situasi tegang makin tegang ini mah..d saat Tristan dn Ananda lg membahas masalah yg cukup pelik, tiba2 s nyonya besar muncul d waktu yg g tepat..apalagi s nyonya Mutia masih memandang sinis k Ananda, bikin aq pengen nyeleding nih nyonya sok berkuasa dn sok kaya ini...
padahal klo bukan Ananda siapa lg coba yg mo melahirkan keturunan Bratadikara?? Bianca yg suka gonta ganti laki?
ckckck..klo iya, makin tercoreng nama baik Bratadikara karena kelakuan Bianca..nyonya Mutia aj yg belum tau kebenaran nya, coba klo tau..aq yakin bakalan d depak jg tuh Bianca...

sabaaaarr,,sabaar..gara2 nyonya Mutia aq bawaan nya pengen ngomel mulu jd nyaaa /Facepalm/
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: kadang aku juga suka salah menuliskan nama pemeran karyaku sendiri, karena aku nulis lebih dari satu buku🤭
total 3 replies
Teh Yen
cie yg lagi jatuh cinta udh ganti aj panggilannya jd sayang cie cie engg berbunga bunga gmn tuh c ananda hihii
Teh Yen
smoga kamu berhasil meyakinkan kedua orang tua mu d bisa menerima ananda d elvano sebagai menantu d cucu mereka yah
Teh Yen
apakah orang tua Tristan dapat menerima ananda d elvano?
Teh Yen
ih mulutnya tetanggamu Nanda pedes banget ky bubuk.cabe level tertinggi
Teh Yen
engg nyangka ananda akan secepat itu memaafkan Tristan tp.kalau d hati nya masih ada cinta yah mau blng apa yah hehe 😁 selamat kembali merajut kasih untuk kalian berdua siap siap lah menghadapi keluarga mu Tristan mereka pasti akan Dnegan keras menolak Nanda karena perbedaan kasta
Teh Yen
wah jd Bella otak dari semua kejadian ini yah pantas kau d sebut wanita ular Bella Karenna kau licik
Teh Yen
apakah nanda akan memberikan maaf dan menerima Tristan ?
Teh Yen
siapa siapa.lagi yg terlibat Andre ?
Teh Yen
minta maaf dulu Tristan d ceritkan kejadian sebenarnya pada ananda yah smoga ananda memberikan maaf padamu
Teh Yen
perlihatkan fotonya indra ,,dan perasaan kamu juga pernah ketemu sekali kan saat nganterin hp Nanda yg tertinggal kala itu ank kecil yg panggil kamu om tampan itu adalah ank kandung mu Tristan
Teh Yen
bagaimana yah tanggapan Tristan saat tau punya ank dari ananda
Inooy
untung ada Indra s intelejen,,ayooo Ndraaa bantu Tristan dn Ananda jangan sampe lampir2 bersekongkol memisahkan Tristan dn Ananda..apalagi masa lalu Tristan ada campur tangan kamu jg, Ndraa...
Teh Yen
nah loh udh main nyosor aj awalnya nolak ananda eeh terbuai jg bergelora lah itu cinta kalian Kemabli bersemi d masa lalu melupakan benci berubah jd kerinduan yg mendalam
Teh Yen
rasain tuh hajar trus ananda biar tau rasa itu wanita jalang seklain balas dendam atas kejadian dulu yah 😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!