"Jangaaaaan, jangan bunuh aku! "
Ardian berlari kencang di tengah Desa ketika dia melihat sesuatu yang sangat mengerikan mengejar dirinya malam ini, tidak ada yang mendengar suara jeritan pria itu sehingga sosok yang menyerang dia dengan leluasa memberikan serangan.
Kematian secara misterius datang di Desa ini karena mereka semua telah melakukan perbuatan yang sangat buruk di Malam Satu Suro, dendam yang sangat membara karena ketidakadilan yang telah dia terima sehingga membuat para pelaku harus menebus dengan derita yang begitu besar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14. Korban pertama
Doni berjalan pulang sendirian ketika tadi dia usai menemui sang kekasih di tempat biasa, rasanya kali ini tidak ada kebahagiaan yang terpancar di wajah pemuda itu karena dia merasa ini sangat tidak aman dan dia harus segera mencari cara untuk membuat masalah ini selesai, dapat dia bayangkan sendiri ketika nanti Sarah akhirnya tahu apa yang telah dia lakukan terhadap Yayuk.
Dia sudah ngeri membayangkan Bagaimana respon dari orang-orang Ketika nanti akhirnya semua tahu bahwa dia adalah pelaku, Pak Retno Pasti akan sangat mengamuk karena ayah tiri dia itu tidak pernah bisa bersikap baik kepada Doni dan pasti akan terus membuat masalah.
Kalau sudah seperti ini maka baru timbul rasa penyesalan di dalam hati Doni, meski awal mula dia melakukan itu karena terpaksa dan dia tidak akan pernah bisa selamat ketika tidak melakukan hal itu terhadap Yayuk, Sebab Dia pasti akan terus kena amuk oleh Ardian yang memegang kendali atas ini semua.
Ardian memang memegang penuh kendali atas mereka semua sehingga tidak ada yang berani melawan, selain Dia yang memiliki banyak harta dia juga adalah anak kepala desa di kampung itu sendiri sehingga sudah pasti banyak yang menaruh rasa sungkan terhadap pemuda itu, terlebih lagi dia juga memiliki sifat bengis dan juga sangat kasar.
Krosaaak.
"Hah!" Doni mendadak saja kaget ketika sedang termenung dalam perjalanan ini.
Dari arah semak belukar sebelah kanan yang tumbuh pohon pisang itu menimbulkan suara yang cukup intens, mendadak saja langkah Doni juga terhenti karena dia merasa seperti ada sesuatu yang memanggil dirinya untuk melihat ke arah sana, padahal saat ini ada rasa takut juga di dalam hati dia.
"Siapa?" Doni Masih sempat bertanya dan mendekati semak belukar itu.
"Mas, sepertinya aku terkena jerat babi ini." suara Sarah terdengar dari balik pohon itu.
"Sarah!" Doni kaget sekali karena mendengar suara sang kekasih dari dalam sana.
"Tolong aku, kaki kanan ini terjerat oleh jerat dan sangat sakit sekali." Sarah kembali merintih.
Doni tanpa pikir panjang segera mendatangi tempat itu dan dia berpikir bahwa bisa saja Sarah memang terjebak di balik pohon pisang itu, padahal bila dia berpikir dengan jernih maka itu jelas tidak mungkin karena arah rumah Sarah saja berlawanan.
"Sarah?!" Doni berhenti beberapa langkah ketika melihat punggung Gadis itu dari arah belakang.
Tampak gadis berambut panjang itu duduk dengan keadaan sedikit bersandar pada pohon pisang, tapi yang membuat Doni berhenti adalah gadis itu sama sekali tidak memakai baju sehingga dia merasa heran dengan Sarah yang mendadak saja telanjang bulat di kawasan tersebut.
"Kau harus mempertanggungjawabkan atas apa yang telah kau lakukan kepada diriku!" Gadis itu menggeram dan Doni menjadi mundur perlahan.
"Yayuk!" Doni berkata dengan lirih setelah menyadari.
"Apa salahku kepada dirimu? Aku tidak pernah menyakiti orang namun kau dengan tega membunuh aku seperti ini." Yayuk berbalik menatap Doni.
"Aaakkk!" Doni tanpa sadar menjerit keras setelah melihat keadaan tubuh Yayuk.
Gadis itu sama sekali tidak memakai baju sehingga menampakkan payudara dia yang menonjol, namun kali ini sungguh sangat berbeda karena payudara Yayuk telah berubah menjadi dua moncong babi dan juga taring yang begitu panjang sehingga wajar bila Doni merasa sangat kaget.
Bahkan pada kemaluan itu juga terlihat darah yang terus mengalir, bola mata milik Yayuk sudah tidak ada sehingga dia pasti tidak bisa melihat. semua itu sama persis ketika dia meninggal dunia di tangan para pria bejat itu, kaki Doni seketika lemas karena dia tidak sanggup melihat pemandangan yang ada di depan mata ini.
"Maafkan aku, Aku sungguh meminta maaf atas apa yang telah terjadi." Doni memohon kepada Yayuk.
"Aku juga memohon seperti itu kepada kalian kan." Yayuk mengelus lembut wajah Doni menggunakan tangan yang terasa begitu dingin dan berbau amis.
"Aku sungguh terpaksa karena dia pasti akan menyakiti aku bila aku tidak menuruti permintaan dia." Doni berusaha mencari pembelaan.
"Lakukan lah, aku ada di sini sehingga kau bisa melakukan hal itu lagi kepada diriku." Yayuk tersenyum dan membuka lebar kaki dia sehingga menampakkan kemaluan yang telah membusuk itu.
"Ayooooo.... Ayo lakukan sekali lagi kepada diriku." Yayuk Melambaikan tangan kepada Doni.
Doni rasa menggigil seluruh tubuh karena dia sungguh tidak sanggup dan ingin kabur dari tempat itu, namun apa daya karena saat ini tubuh dia terasa kaku dan lemah sehingga tidak mungkin bisa berlari cepat meninggalkan kawasan tersebut dan meminta bantuan kepada para warga yang ada di sekitar sana.
"Ku Mohon tolong beri aku maaf sekali ini saja." Doni menangis karena dia sungguh ketakutan.
"Tidak, Aku tidak akan pernah memberikan itu." Yayuk tersenyum namun kali ini tidak seperti dulu lagi.
Senyum yang dulu terlihat sangat menawan dipandang mata namun kali ini berbeda, Doni malah merasa senyum itu adalah senyum yang sangat membawa musibah besar karena dia tahu Yayuk Datang kali ini untuk menuntut balas atas perbuatan buruk dia, hanya bisa memohon dan memelas agar bisa terlepas dari arwah Yayuk yang siap menuntut balas atas perbuatan kejam mereka yang tidak manusiawi itu.
"Tidak, Tolong sekali ini saja beri aku maaf." Doni menggeleng dan dia mulai Menangis Karena rasa takut itu.
Weuuussshh.
Crasssh.
"Aaaaahhhh!" Doni menjerit keras dan menutup erat leher yang kaya itu.
Sleruuup.
"Aaah manis sekali darah seperti ini." Yayuk menjilat tangan yang sudah terkena darah milik Doni.
"Eeeeggkk, jangan bunuh aku." wajah Doni sampai memerah karena menahan rasa sakit itu.
Tapi senyum Yayuk sungguh menawan sehingga dia segera mendekati tubuh Doni itu kembali, kuku yang berwarna hitam itu dengan lincah mencabik apa yang ada di depan mata sehingga Doni pun tidak sempat menjerit karena telah terbungkam oleh sesuatu yang basah dan juga berbau amis itu.
"Uhuuuk.... a.. amp...
"Tidak usah repot meminta ampun seperti itu karena aku tidak akan peduli." Yayuk berjongkok tepat di hadapan wajah Doni yang sudah berlumuran darah.
Jleeeep.
"Aaaaaahhh!" jerit pakai Kembali keluar dari mulut Doni ketika kuku panjang mengambil bola mata milik dia.
Kletuuusss.
"Hihihiiii enak sekali." Yayuk tertawa bahagia karena mendapat makanan lezat seperti itu.
Tidak ada yang mengetahui tentang kematian Doni kali ini karena dia pun juga melakukan hal seperti itu terhadap Yayuk, malam yang dingin itu menjadi saksi betapa kejamnya pembalasan ketika hati sudah terlanjur sakit dan tidak ada keadilan yang datang dalam hidup ini, tubuh Doni sudah tidak bergerak karena dari ujung kepala hingga kaki berlumuran darah.
Selamat sore, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.
masaf. irya seorang ratu ular. yang di takuti seluruh iblis malah jatuh dari . atas pohon kelapa... 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
awass ya Ran kamu jangan macam2
trs mo di kemanain itu jasad istri nya ❓🤔
ayo Yuk siksa dan bantai para pelakunya saja jangan warga yang ta tau apa2 juga kau bantai...
semangat mak ku...
selalu ku tinggalkna jejak setip abis baca ko mak...
yang Jerat Pikat aja dulu mak..
Akankah dia jadi semacam sundel bolong kah?
yg penting Ada purnama the gang