“Ketika aku masih menjadi Tuan Muda, kalian semua menghormatiku. Namun, setelah dantianku hancur, bahkan keluargaku sendiri menganggapku sampah.”
“Aku telah mengorbankan segalanya untuk kalian. Apakah penghinaan dan pengkhianatan ini balasan yang pantas kuterima?”
Dikhianati sekte, dihina keluarga, dan ditinggalkan orang-orang yang dicintainya, Qin Xuan kehilangan segalanya.
Namun, ketika semua orang menganggapnya tidak berguna, sebuah pagoda misterius justru memilihnya sebagai penguasa.
Mereka telah menghancurkan hidupnya. Kini, Qin Xuan akan membuktikan bahwa mereka telah meremehkan orang yang salah.
🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26: Bakat yang Melampaui Batas
Maha Guru Alkimia Taixu masih memandangi Prasasti Penguji Jiwa dengan perasaan campur aduk. Hasil pengujian Qin Xuan benar-benar berada di luar perkiraannya.
Alam Langit Tahap Kesembilan!
Bahkan ketika berada di puncak kejayaannya, kekuatan jiwa Taixu hanya mencapai Alam Bumi Tahap Ketujuh. Namun, pemuda berusia enam belas tahun di hadapannya justru telah melampaui pencapaiannya dengan selisih yang sangat besar.
Hal itu membuat Taixu merasa iri sekaligus penasaran.
“Senior, apakah hasilnya cukup baik?” tanya Qin Xuan setelah melihat lelaki tua tersebut terus terdiam.
Taixu segera berdeham. Ia tidak ingin Qin Xuan mengetahui betapa terkejutnya dirinya.
“Lumayan. Kekuatan jiwa memang penting, tetapi itu bukan satu-satunya syarat untuk menjadi ahli alkimia.”
Qin Xuan mengangguk. Ia tidak terlalu memahami tingkatan kekuatan jiwa sehingga tidak menyadari betapa luar biasanya hasil pengujiannya.
“Lalu apa yang harus diuji berikutnya?”
“Bakat unsurmu,” jawab Taixu.
“Untuk menjadi ahli alkimia, seseorang harus memiliki kemampuan mengendalikan api dan memahami sifat tanaman obat. Karena itu, unsur api dan kayu sangat penting.”
Ia mengangkat tangan, lalu mengeluarkan sebuah benda yang digunakan untuk menguji kesesuaian seseorang terhadap berbagai unsur.
Qin Xuan memperhatikannya dengan penuh minat.
Taixu menjelaskan bahwa bakat unsur umumnya dibagi menjadi sepuluh tingkat. Semakin tinggi tingkatnya, semakin besar pula potensi seseorang dalam mengendalikan unsur tersebut.
Namun, di atas tingkat kesepuluh masih terdapat dua tingkatan yang jauh lebih langka, yaitu Tingkat Suci dan Tingkat Dewa.
“Jangan terlalu berharap,” kata Taixu sambil melirik Qin Xuan. “Kekuatan jiwamu memang cukup baik, tetapi belum tentu bakat unsurmu juga bagus.”
Qin Xuan hanya tersenyum.
Ia sudah mulai memahami sifat lelaki tua tersebut. Setiap kali menemukan sesuatu yang mengejutkan, Taixu justru berusaha mengecilkan pencapaian orang lain.
Meski demikian, Qin Xuan tidak mempermasalahkannya.
“Bagaimana cara mengujinya?”
“Salurkan energimu ke dalam alat ini. Kita mulai dari unsur api.”
Qin Xuan mengikuti petunjuk tersebut.
Begitu energinya memasuki alat penguji, cahaya merah segera muncul.
Taixu memperhatikan perubahan itu dengan saksama.
“Tingkat enam.”
Ia mengangguk kecil. Hasil tersebut sebenarnya sudah cukup baik untuk seorang pemula.
Namun, sebelum Taixu sempat memberikan penilaian, cahaya merah itu kembali menguat.
“Tingkat tujuh?”
Tidak lama kemudian, cahayanya meningkat sekali lagi.
“Tingkat delapan!”
Taixu mulai mengerutkan kening.
Bakat unsur api tingkat delapan sudah termasuk sangat langka. Jika seseorang memiliki kekuatan jiwa yang memadai, ia berpeluang menjadi ahli alkimia yang luar biasa.
Namun, Qin Xuan belum menunjukkan tanda-tanda kesulitan.
Cahaya merah terus meningkat hingga melampaui tingkat kesepuluh.
Ekspresi Taixu berubah.
“Tidak mungkin...”
Seketika, cahaya merah yang menyelimuti alat penguji memancar semakin terang. Di atasnya muncul bayangan matahari yang menyala dengan panas mengerikan.
Taixu membelalakkan mata.
“Tingkat Dewa!”
Ia hampir tidak mampu mempercayai penglihatannya.
Bakat unsur api Qin Xuan ternyata telah mencapai tingkatan tertinggi yang diketahui para ahli alkimia.
Qin Xuan sendiri hanya memperhatikan bayangan matahari tersebut dengan rasa penasaran.
“Apakah itu berarti aku cocok mempelajari alkimia?”
Taixu menatapnya dengan wajah kesal.
“Jangan senang dulu! Kita masih harus menguji unsur kayu!”
Qin Xuan tidak membantah.
Ia kembali menyalurkan energinya sesuai petunjuk Taixu.
Kali ini, cahaya hijau muncul dari alat penguji.
Seperti sebelumnya, tingkat bakatnya meningkat dengan cepat.
Tingkat enam, tujuh, dan delapan terlewati dalam waktu singkat.
Taixu mulai merasa gelisah.
Ketika cahaya hijau itu melampaui tingkat kesepuluh, ia bahkan tidak mampu menyembunyikan keterkejutannya.
Bayangan sebuah pohon raksasa tiba-tiba muncul di udara. Batangnya menjulang tinggi, sementara cabang-cabangnya menyebar luas seolah mampu menutupi langit.
Aura kehidupan yang sangat kuat memenuhi sekeliling mereka.
Bakat unsur kayu Qin Xuan juga mencapai Tingkat Dewa!
Taixu terdiam cukup lama.
Ia telah hidup selama sepuluh ribu tahun dan bertemu banyak ahli alkimia berbakat. Namun, belum pernah ia melihat seseorang yang memiliki kekuatan jiwa Alam Langit Tahap Kesembilan sekaligus bakat api dan kayu Tingkat Dewa.
Jika Qin Xuan mempelajari alkimia dengan sungguh-sungguh, pencapaiannya kelak mungkin akan melampaui seluruh ahli alkimia yang pernah dikenal Taixu.
Pemikiran tersebut membuat lelaki tua itu semakin sulit menerima kenyataan.
“Senior, apakah pengujiannya sudah selesai?” tanya Qin Xuan.
“Belum!”
Taixu segera menggeleng.
“Kita lanjutkan dengan unsur lainnya.”
Ia kemudian meminta Qin Xuan menguji unsur logam, air, dan tanah.
Hasilnya kembali membuatnya terkejut.
Ketiga unsur tersebut mencapai Tingkat Suci!
Taixu merasa kepalanya mulai sakit.
Seorang ahli alkimia yang memiliki bakat api dan kayu Tingkat Dewa saja sudah sangat langka. Namun, Qin Xuan ternyata juga memiliki bakat luar biasa terhadap unsur-unsur lainnya.
Ia tidak ingin percaya bahwa seseorang dapat memiliki begitu banyak kelebihan sekaligus.
Karena itu, Taixu memutuskan melanjutkan pengujian.
Unsur petir, kematian, kehidupan, dan berbagai unsur lainnya diuji satu demi satu.
Hasilnya tidak jauh berbeda.
Sebagian besar bakat Qin Xuan berada di antara tingkat delapan hingga sepuluh.
Bahkan ketika Taixu mencoba menguji unsur-unsur yang jarang dipelajari, Qin Xuan tetap menunjukkan kesesuaian yang sangat tinggi.
Lelaki tua itu akhirnya berhenti.
Ia memandangi Qin Xuan seolah sedang melihat makhluk aneh yang belum pernah ditemuinya.
“Senior, ada yang salah?” tanya Qin Xuan.
Taixu menarik napas panjang.
“Tidak. Hanya saja... bakatmu memang sedikit berbeda dari orang biasa.”
Qin Xuan mengangguk, tetapi tidak merasa terlalu bangga.
Ia tahu bahwa bakat yang tinggi tidak otomatis menjadikan seseorang kuat. Tanpa latihan dan pengalaman, kemampuan sebesar apa pun tidak akan berguna.
Sementara itu, sosok misterius yang sejak tadi memperhatikan pengujian tersebut akhirnya berbicara.
“Sepertinya Tubuh Dewa Segala Hukum miliknya sudah mulai menunjukkan kemampuan sebenarnya.”
Taixu segera menoleh.
“Tubuh Dewa Segala Hukum?”
Sosok misterius itu tidak menjelaskan lebih jauh.
Qin Xuan sendiri mengetahui bahwa tubuh istimewa tersebut merupakan salah satu warisan terpenting yang diperolehnya setelah memasuki Pagoda Pemakaman Langit.
Namun, ia belum sepenuhnya memahami seluruh kemampuan yang tersembunyi di dalamnya.
Sosok misterius juga menyadari bahwa kekuatan jiwa Qin Xuan mungkin menyimpan rahasia lain yang belum terungkap.
Terutama setelah menyaksikan bagaimana kekuatan jiwa Taixu sebelumnya terserap tanpa bekas.
Meski demikian, ia tidak membicarakan dugaan tersebut.
Taixu kembali menatap Qin Xuan.
Setelah melihat hasil pengujian itu, ia tidak lagi memiliki alasan untuk meragukan kelayakan pemuda tersebut mempelajari alkimia.
“Baiklah. Aku akan memberikan sebagian warisanku kepadamu.”
Ia mengangkat tangan.
Sebuah batu giok yang memancarkan cahaya lembut muncul di hadapan Qin Xuan.
Di dalamnya tersimpan pengetahuan alkimia yang telah dikumpulkan Taixu selama bertahun-tahun.
Qin Xuan memperhatikan batu giok tersebut, tetapi tidak langsung menerimanya.
Ia masih mengingat bagaimana lelaki tua itu sebelumnya mencoba menanamkan Segel Jiwa untuk memperbudaknya.
“Senior, apakah benda ini aman?”
Taixu langsung tersinggung.
“Bocah! Kau masih mencurigaiku?”
Qin Xuan tidak menjawab. Ia hanya menatap lelaki tua itu dengan tenang.
Taixu akhirnya mengalihkan pandangan.
Sosok misterius kemudian berkata, “Terimalah. Kali ini dia tidak berani melakukan sesuatu yang tidak baik.”
Setelah mendapatkan kepastian tersebut, Qin Xuan mengambil batu giok itu.
Begitu menyentuhnya, sejumlah besar informasi langsung memasuki pikirannya.
Teknik Alkimia Pemurnian Langit!
Qin Xuan segera menyadari bahwa warisan tersebut bukan sekadar kumpulan resep pil.
Di dalamnya terdapat pengetahuan tentang pengendalian api, pemurnian bahan obat, penggabungan berbagai unsur, serta metode pembuatan pil yang sangat rumit.
Semakin banyak informasi yang dipelajarinya, semakin Qin Xuan memahami betapa luasnya ilmu alkimia.
Ia akhirnya duduk bersila dan memusatkan seluruh perhatian pada warisan tersebut.
Waktu berlalu tanpa terasa.
Lebih dari setengah hari kemudian, Qin Xuan perlahan membuka mata.
Ia telah berhasil memahami garis besar pengetahuan yang terkandung dalam batu giok itu.
Namun, ia segera menyadari bahwa warisan yang diterimanya belum lengkap.
“Senior, kenapa hanya ada tiga bagian pertama?”
Taixu tersenyum licik.
“Tentu saja aku harus menyimpan sisanya. Bagaimana kalau setelah mendapatkan seluruh warisanku, kau tidak mau lagi membantuku?”
Qin Xuan memandangnya tanpa berkata-kata.
Lelaki tua itu ternyata masih berusaha mencari keuntungan meskipun sebelumnya hampir kehilangan nyawa.
Namun, Qin Xuan tidak memaksanya.
Tiga bagian pertama Teknik Alkimia Pemurnian Langit sudah cukup untuk membuatnya mempelajari dasar-dasar alkimia dalam waktu lama.
Ia juga tidak terburu-buru menguasai semuanya.
Bagaimanapun, besok merupakan hari penting bagi Keluarga Qin.
Qin Xuan harus menghadiri Upacara Besar Klan untuk menyelesaikan persoalan yang selama ini membebaninya.
Setelah mengucapkan terima kasih kepada sosok misterius, Qin Xuan bersiap meninggalkan lantai kedua.
Taixu masih memandanginya dengan perasaan rumit.
Ia tidak pernah membayangkan bahwa pemuda yang semula ingin dijadikannya budak justru memiliki bakat yang jauh melampaui dirinya.
Lebih menyebalkan lagi, sekarang ia harus berharap Qin Xuan bersedia kembali mempelajari alkimia darinya.
Sementara itu, Qin Xuan telah mengambil keputusan.
Setelah urusan Keluarga Qin selesai, ia akan meluangkan waktu untuk mempelajari warisan alkimia tersebut dengan lebih serius.
......................
Bersambung...