Novel ini mengisahkan tentang seorang gadis muda yang mempunyai impian dan cita - cita besar akan masa depannya. Harus terlibat dalam hubungan cinta bersama atasannya. Candy Florensia namanya dan nama atasannya Lukas Wibowo.
Apakah Candy akan tetap diterima di perusahaan Manunggal Perkasa itu??
Apakah ada cinta diantara mereka???
Novel dengan tema Romantis dikemas dengan ada nya cinta segitiga dan perselingkuhan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pemabuk Amatiran
"Sayang kamu hebat."
"Benar bu."
"Iya sayang, Big bos sangat puas dengan presentasi kamu tadi."
"Aku senang bu."
"Masa di tempat ini, masih memanggil aku Ibu."
"Kan kak Yumi bos di kantor ini. Sebagai pegawai baru aku ngak boleh kurang ajar."
"Kalau banyak orang baru panggil aku ibu seperti yang biasa kamu lakukan, kalau berdua seperti ini panggil aku kak Yumi." Candy tersenyum dan langsung memeluk Kak Yumi sangat erat.
Karena Rancangan proyek mereka disukai oleh konsumen. Lukas selaku bos di devisinya mengundang semua stafnya acara ke sebuah cate dan bar di kota ini. Namun sayangnya Candy tidak bisa ikut karena tadi dia ijin lebih dahulu pulang, karena saat ini sahabat - sahabatnya lagi ada di kota ini. Oleh teman - temannya Candy di ajak nongkrong ke sebuah cafe dan bar. Candy tidak tahu, bahwa rekan - rekan kerjanya dari devisi perencanaan program juga ada di tempat yang sama.
Ini kali pertama bagi seorang Candy Florensia menikmati wine. Semua ini karena keisengan dari sahabat - sahabatnya. Mukanya sudah sangat merah.
Ternyata apa yang dilakukan oleh Candy diperhatikan oleh Lukas, waktu dia masuk ketempat ini. Matanya tetap tertuju kepada meja nomor lima di pojok sana. Gerakan Candy berpindah ke arah lain. Lukas menebak bahwa gadis itu mau ke toilet. Pasti sudah mabuk. Teman- temannya di meja itu pun sudah terlihat mabuk. Lukas dengan cepat langsung ke meja di pojok itu mengambil tas Candy dan menyusulnya ke toilet.
"Bos ngapain ke sini? Ngikuti aku ya." Dalam keadaan sedikit tidak sadar. Lukas hanya memandang gadis itu. Dia tersenyum sinis. Kemudian dia kembali merasa mual dan muntah di toilet. Selesai Candy membersihkan bekas muntah di mulutnya.
Lukas langsung mengendong gadis itu keluar dari bar dan cafe. Di bawa ke unit apartemennya. Dan langsung dibaringkan di sofa. Sayangnya naas bagi Lukas, gadis yang baru berusia dua puluh satu tahun kembali muntah dan membuat bajunya dan baju Lukas penuh dengan kotoran itu.
"sssssttt, kalau ngak bisa mabuk jangan nakal." langsung Lukas menyentil kening gadis itu. Akhirnya dia membuka bajunya dan juga bajunya Candy dan di ganti dengan kemejanya. Dengan terpaksa tubuh indah gadis itu dilihat oleh Lukas.
"Ini ulah kamu, jadi maaf ya saya melihat tubuh indahmu." Lukas mengelap seluruh tubuhnya. Sebagai laki - laki dewasa dan normal, tentu hal seperti ini membuat napsunya meningkat. Sesuatu yang dia kontrol terlepas, tiba - tiba mengeras dan membesar. Selesai mengurus perempuan mabuk dia pun membersihkan diri dan menyelesaikan sesuatu yang tertahan tadi.
Kemudian dia menyiapkan sup panas buat Candy, dia yakin jika perempuan mabuk ini bangun pasti lapar. Efek mabuk minuman keras sudah mulai berangsur - angsur hilang. Lukas yang sedang bekerja hanya memperhatikannya dari meja makan.
Candy mulai sadar, betapa kagetnya atas tempat asing ini. Di tambah dia melihat dirinya yang hanya mengenakan baju kemeja besar. Seketika Candy langsung menangis. Karena dia tidak tahu dimana dia berada dan apa yang terjadi dengan dirinya. Lukas berdiri didepannya. Candy pun mengangkat mukanya. Langsung di peluk bosnya.
"Sudah sadar." Candy langsung didudukan lagi.
"Candy Florensia sudah sadar kamu."
"Maaf bos."
"Kamu tahu kenapa sampai kamu saya kenakan kemeja saya. Karena kamu muntah di tubuh saya dan kamu."
"Jadi bos..... Lihat......"
"Lihat.... Badan kamu. Jelas, kamu kira saya pesulap yang hanya mengatakan sim salabim baju terpasang di tubuhmu."
"Saya malu bos."
"Malu?? Saya mau tanya, apakah kata - kata kamu tadi benar."
"Kata - kata apa bos?"
"Kamu bilang, kalau saya ini idola kamu. Laki - laki impian kamu. Kamu suka sama saya karena tubuh saya manly dan saya ganteng. Benar itu?" Lukas sedang ngerjain Candy, yang sebenarnya perkataan itu adalah darinya. Karena waktu Candy mabuk tadi, dia tidur tenang.
"Itu bukan saya bos, itu Candy pemabuk."
"Benar bukan kamu, atau saya perlihatkan vidio itu."
"Jangan bos, saya malu." Raut wajah Candy sudah memerah, ini karena dia malu. Tubuh Lukas semakin mendekat ke Candy, kemudian dengan suara yang seksi dia membisikan
"Kalau itu benar, aku juga mencintaimu rubah kecilku." Ciuman mesra mendarat di leher Candy. Tanda cinta sudah tercipta.
"Bos....."
"Di kantor kamu bisa memanggil saya bos tetapi disini, panggil aku mas." Kali ini bibir Candy yang dilahap oleh Lukas. Semua sudah tidak tertahan lagi. Dan sentuhan - sentuhan seperti ini, adalah kali pertama bagi Candy. Dan dia terbuai dengan sentuhan - sentuhan Lukas. Awalnya Candy tidak merespon, namun ketika sentuhan - sentuhan itu terus dilakukan oleh Lukas, Candy pun merespon.
Lukas mengendong Candy dibawa ke kamarnya, sentuhan mereka semakin intens. Hanya bunyi nafas yang memburu dan suara mulut yang menyatu. Semakin panas suhu tubuh mereka, padahal ruangan kamar Lukas sangat dingin. Candy merintih saat sesuatu yang tumpul berusaha membobol pertahanannya. Lukas sadar bahwa Candy masih perawan dan dia orang pertama yang membobol pertahanan itu.
"Sakit mas." Air mata Candy mengalir keluar di pelupuk matanya. Lukas mencium kedua mata itu.
"Jika sakit sekali mas kekuarkan lagi ya."
"Jangan mas." Candy yang penasaran dengan rasanya menyatu dengan laki - laki, saat ini dia rasakan bersama bosnya sendiri.
"Jika sakit kamu boleh mengigit tubuh mas." Benda tumpul itu semakin menerobos masuk. Dan Candy hanya bisa mengigit badan bosnya. Gerakan - gerakan pinggul Lukas semakin tak berirama lagi. Candy merasa ingin pipis, disaat - saat tubuhnya bersama Lukas Wibowo bosnya menyatu.
"Mas, aku mau pipis."
"Pipis lah." Lukas tetap bergerak cepat. Dan desahan panjang keluar dari mulut Candy. Dia baru selesai pipis. Seketika dia lemas. Lukas memberikan stimulasi lagi di tubuh Candy karena dia belum tuntas, serumnya belum keluar. Ketika dirasa tubuh itu siap. Lukas pun bergerak cepat, suara tubuh beradu terdengar nyaring. Dan Lukas sampai pada puncaknya, serumnya dilepaskan didalam tubuh Candy.
"Terima kasih sayang. Malam ini dan seterusnya kamu milik saya Candy. I love you." Lalu dicium kening dan bibirnya.
Candy sudah lemas dalam pelukan Lukas. Lima menit mereka ada dalan aksi peluk memeluk. Tiba - tiba dari perut Candy terdengar suara alam yang menandakan bahwa perempuan ini lapar. Lukas tersenyum. Dia langsing membawa kimono dan mengendong Candy ke meja makan yang dekat dapur.
"Duduk disini, mas siapkan makan buat kamu." Benar Lukas sudah menyiapkan makan buatnya. Sementara Candy makan. Lukas ke kamar membersihkan kamarnya. Sprei putihnya ada noda merah. Itu menandakan bahwa keperawanan Candy pecah oleh perbuatannya. Lukas tersenyum, karena dia dari awal sudah suka dan cinta sama perempuan ini.