NovelToon NovelToon
Wanita Yang Kubuat Janda

Wanita Yang Kubuat Janda

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Angst / Amnesia
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora.playgame

Bagaimana rasanya dicintai oleh orang yang telah merenggut kebahagiaan keluarga kecilnya? Dan bagaimana jika ia juga terlanjur mencintai pria yang telah menghilangkan nyawa suaminya?
Dalam keadaan amnesia total, Raya menjalani hidupnya dalam ketidaktahuan akan siapa dirinya yang sebenarnya. Di balik kehangatan dan kemewahan hidup yang diberikan oleh pria di sisinya, tersembunyi kebohongan besar yang merenggut masa lalunya.
Ketika benih cinta mulai tumbuh di atas tanah kebohongan dan rasa bersalah, kenyataan kelam perlahan terkuak. Bisakah cinta bertahan saat fakta terungkap bahwa pria yang dipujanya adalah dalang di balik kehancuran hidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora.playgame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3: Malam kelam

Gerimis yang tadinya tipis perlahan berubah menjadi hujan deras. Angin malam bertiup kencang, menyapu dedaunan di sepanjang jalan raya utama.

Di sisi lain kota, mobil sports hitam milik Aris melaju dengan kecepatan tinggi. Efek alkohol kini benar-benar telah menguasai motorik dan persepsi Aris.

Pandangannya terhadap garis jalan menjadi kabur dan bergoyang. Musik di dalam mobil sports nya berdentum keras, namun suara itu terdengar seperti bergema jauh di dalam kepalanya.

"Sial... kenapa kepalaku pusing sekali?" umpat Aris seraya memijit pelipisnya dengan tangan kiri, sementara tangan kanannya menggenggam erat kemudi.

Ia mencoba fokus menatap jalanan di depannya, namun bayangan wajah Raya, wanita yang ia temui di hotel, tiba-tiba kembali terngiang di benaknya.

Rasa frustrasi, kelelahan, dan pengaruh alkohol bercampur menjadi satu, membuat Aris menginjak pedal gas lebih dalam tanpa menyadari kecepatannya telah melampaui batas aman di jalan yang licin.

Jalanan utama menuju persimpangan jalan lingkar malam itu cukup lengang. Lampu lalu lintas di persimpangan utama berkedip warna kuning sebagai tanda hati-hati karena sudah larut malam.

Mobil sedan putih yang dikendarai Ardi bergerak perlahan memasuki area persimpangan dari arah timur. Ardi mengemudikan mobilnya dengan sangat hati-hati mengingat kondisi jalanan yang basah dan licin akibat hujan deras.

"Mas, hujannya makin deras ya," ujar Raya sambil melihat ke luar jendela yang buram oleh titik-titik air.

"Iya, Sayang. Kita pelan-pelan saja ya, yang penting selamat sampai—"

Kalimat Ardi tak pernah tuntas.

Dari arah utara, melaju kencang mobil sports hitam milik Aris tanpa menampakkan tanda-tanda akan memperlambat laju kendaraan. Aris yang mengantuk dan berada di bawah pengaruh alkohol baru menyadari ada mobil lain di depannya ketika jarak mereka hanya tinggal belasan meter.

Mata Aris membelalak lebar secara mendadak. Alkohol dalam darahnya membubarkan refleksnya. "Gawat!" jerit Aris panik seraya membanting kemudi ke kiri dan menginjak rem setajam mungkin.

Namun semuanya sudah terlambat.

Di dalam sedan putih, Ardi yang melihat kilatan lampu tembak dari arah samping kanan secara refleks berteriak histeris, "RAYA! CYLA!"

Dengan sisa refleks seorang suami dan ayah, Ardi secara insting membanting setir agar bagian kanan mobilnya, sisi pengemudi, menahan benturan utama demi melindungi Raya di sisi kiri dan Cyla di kursi belakang.

BRAAAAKKKKKKKKK!

Suara benturan logam bergema dahsyat memecah kesunyian malam yang diguyur hujan.

Mobil sports hitam milik Aris menghantam sisi kanan sedan putih dengan kecepatan tinggi. Kekuatan benturan yang begitu hebat membuat sedan putih itu terseret puluhan meter di atas aspal basah, berputar tragis sebelum akhirnya terhempas keras menghantam tiang listrik beton di tepi jalan.

Cekitttt!!!

Trangggg!!

Suara kaca pecah, besi yang terpelintir, dan dentuman keras membahana di udara.

Mobil sports Aris terpelanting ke tepi jalan lawan arah, bagian depannya hancur berantakan dan mengeluarkan asap tebal. Airbag di dalam mobil Aris mengembang seketika, menahan dada dan kepala Aris dari benturan fatal.

Hening seketika merayap setelah dentuman dahsyat itu berakhir. Hanya ada suara guyuran hujan deras yang menimpa atap mobil yang telah remuk, serta desisan asap panas dari mesin yang hancur.

Di dalam mobil sports, Aris tergeletak tak berdaya di balik airbag. Kepalanya membentur keras, menyebabkan luka robek di dahi yang mengalirkan darah segar ke wajahnya.

Kesadarannya samar-samar, telinganya berdenging hebat, dan dadanya terasa sesak luar biasa. Dengan kesadaran yang tersisa antara mual dan pusing akibat alkohol serta trauma benturan, Aris berusaha menggerakkan tangannya.

Ia mendorong airbag yang mengempis, lalu dengan susah payah membuka pintu mobilnya yang sudah penyok. Aris terjatuh ke atas aspal yang dingin dan basah, terbatuk-batuk hebat menghirup udara malam yang pekat akan bau bensin dan bahan bakar terbakar.

"Uhukk... uhuk! Apa... apa yang terjadi?" bisik Aris gagap. Pandangannya yang samar-samar mencoba mencerna situasi di sekitarnya.

Beberapa meter di depannya, tampak sebuah mobil sedan putih dalam kondisi hancur lebur. Bagian kanannya ringsek parah tak berbentuk akibat hantaman langsung mobilnya dan tiang listrik.

Aris memegang kepalanya yang berdarah dan berusaha berdiri dengan kaki yang gemetaran. Pengaruh alkohol perlahan luntur, digantikan oleh rasa panik luar biasa yang menjalar ke seluruh pembuluh darahnya saat ia menyadari apa yang baru saja ia perbuat.

"Tidak... Tidak, tidak!" jerit Aris panik. Ia menyeret kakinya yang terjalak mendekati puing-puing sedan putih tersebut.

Saat Aris mendekati jendela mengemudi yang hancur, pemandangan tragis menyapa matanya.

Ardi, pengemudi mobil itu, terkulai lemas di atas roda kemudi. Tubuhnya tertimpa kabin mobil yang remuk. Darah segar mengalir deras dari kepala dan dadanya.

Ardi sudah tidak bernapas. Matanya terpejam rapat, nyawanya telah melayang seketika di tempat kejadian akibat benturan fatal pada bagian tubuh vitalnya. Pria itu telah mengorbankan dirinya demi menjadi tameng bagi anak dan istrinya.

"P-Pak... Pak! Bangun, Pak!" panggil Aris dengan suara bergetar ketakutan. Ia mencoba memeriksa denyut nadi di leher Ardi dengan jemarinya yang gemetar, namun tak ada denyutan sedikit pun karena Ardi telah meninggal dunia.

Tiba-tiba, dari dalam bagian kiri mobil yang ringsek, terdengar tangisan kecil yang melengking di antara deru hujan.

"Oeaakkk! Oeaakkk!... Mami!"

Tangisan balita!

Jantung Aris serasa berhenti berdetak. Dengan panik, ia mengitari mobil dan melihat ke dalam kaca jendela sebelah kiri yang pecah berantakan.

Di kursi belakang, seorang anak balita perempuan bergaun merah muda menangis histeris. Car seat yang terpasang dengan kuat telah menyelamatkan nyawanya. Balita itu hanya mengalami luka gores ringan di lengan dan dahi akibat serpihan kaca, namun ia ketakutan luar biasa.

Dan di kursi penumpang depan... tergeletak seorang wanita.

Tubuh wanita itu terkulai lemah dengan posisi miring, kepalanya bersandar di dasbor yang retak. Rambut hitamnya yang indah kini ternoda oleh darah yang mengalir dari pelipisnya. Gaun pastel yang tadi malam terlihat begitu anggun kini tercabik dan ternoda bercak merah pekat.

Aris membelalakkan matanya saat mengenali wajah wanita itu di bawah pendar lampu jalan yang remang.

"Kamu... Wan-wanita yang di hotel...?" bisik Aris terperanjat, suaranya tercekat di tenggorokan.

Rasa bersalah yang teramat sangat menghantam dada Aris bak pukulan palu godam. Pria yang baru beberapa jam lalu ia cemburui kebahagiaannya, kini tewas tak bernyawa di depan matanya sendiri.

Dan wanita cantik yang sempat mencuri hatinya pada pandangan pertama, kini terbaring sekarat akibat kecerobohannya mengemudi dalam keadaan mabuk.

"Tolong... To... long..." suara bisikan yang sangat lemah terdengar dari bibir Raya yang pucat. Matanya terbuka sangat sedikit, tak fokus, dan menyiratkan rasa sakit yang luar biasa sebelum akhirnya terkulai tak sadarkan diri sepenuhnya.

"Bertahanlah! Tolong, bertahanlah!" jerit Aris histeris.

Aris menarik paksa pintu penumpang yang terperangkap besinya. Dengan seluruh tenaga yang tersisa, ia menghentakkan pintu tersebut hingga terbuka.

Tanpa memedulikan rasa sakit di kepalanya sendiri, Aris merengkuh tubuh Raya yang dingin dan tak berdaya keluar dari dalam mobil, lalu membawanya ke tepi jalan.

Ia kemudian kembali berlari kecil ke dalam mobil, melepaskan sabuk pengaman Cyla dengan cermat, dan menggendong balita yang sedang menangis histeris itu ke dalam pelukannya.

Wiu wiu wiuuuu...!!

Suara sirine mobil polisi dan ambulans mulai terdengar samar-samar dari kejauhan, memecah kegelapan malam yang dingin. Aris berlutut di atas aspal yang basah di samping tubuh Raya yang tak sadarkan diri, sambil memeluk Cyla yang menangis di dadanya.

Darah dari kepala Aris menetes membentur aspal, bercampur dengan air hujan dan air mata penyesalan yang mulai mengalir di pipinya.

Malam itu, dalam hitungan detik, Aris tidak hanya telah merenggut nyawa seorang suami dan ayah yang penuh kasih, tetapi juga telah menghancurkan sebuah keluarga kecil yang sempurna, sebuah takdir kelam berdarah yang akan mengikat hidupnya dengan Raya selamanya.

"Ya Tuhan..."

Bersambung...

1
YuWie
aris jg menderita..klo mental raya sdh kuat..jujur saja pak aris.. drpada broken semuanya
YuWie
masih di kota yg sama mana bisa sembunyi terus menerus pak aris..pindah gih ke luar negri
YuWie
lhaa gimn.. katanya semua sdh dijauhkan..kok malah terbaca tuh berita
YuWie
Luar biasa
YuWie
dang nikahi raya nya pak aris.
YuWie
klo ingatan raya kembali, apa jadinya pak aris
Aurora: kita cari tau jawaban di next episode-episode berikutnya...😃🤗
total 1 replies
YuWie
kebetulan ya ris..cintamu kau dptkan 😁
Aurora: Xixixi... hanya terbalut banyak boong 😅😅
total 1 replies
YuWie
pandangan pertama langsung jatuh cinta, suami nya pas is death..mmg jodohmu si raya ini pak arus..tapi sayang nya..jalannya tragis.
Aurora: yup, cinta pada pandangan pertama tak jarang terjadi 🤗
total 1 replies
YuWie
mabuk kok nyopir sendiri pak aris...
YuWie
secantik apa wanita itu aris..sehingga membuatmu falling inlove in first moment
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!