NovelToon NovelToon
Gadis Dalam Lukisan

Gadis Dalam Lukisan

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Janda / Romansa
Popularitas:27.7k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Alethea adalah seorang kurator museum yang bekerja di museum national gallery art di Washington. Dia sudah dua tahun ditingga! suaminya yang meninggal akibat kecelakaan ski. Suatu hari, dia mendapatkan kiriman lukisan wajahnya. Pengirimnya tertanda dari kota kecil di Irlandia. Alethea diutus oleh bossnya untuk mencari pelukisnya. Tidak mudah untuk mencari hingga dia tiba di desa kecil bernama Cedliff. Di sebuah hotel desa dia bertemu dengan Satoru Shinoda yang terkejut melihatnya. Tanpa Alethea tahu, Satoru adalah pelukisnya. Satu pertanyaan. Mereka belum pernah bertemu sebelumnya tapi bagaimana Satoru bisa melukis wajah Alethea?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

The Secret Continue

Ketiganya pun masuk ke dalam halaman yang penuh dengan berbagai bentuk kayu di sana. Suara mesin gergaji terdengar di area belakang hingga mereka memutuskan untuk kesana.

"JACK! JACK JUNIOR!" panggil Henry dan tampak seorang pria berusia sekitar empat puluhan, mendongak dan melihat Henri bersama dengan Satoru dan Alethea.

Pria yang bernama Jack Junior itu terkejut saat melihat Alethea berdiri di hadapannya. Dia pun melepaskan headsetnya.

"Demi semua elf di bumi ... Dia sangat nyata!" seru Jack. Mata birunya tampak terbelalak tidak percaya. "Ya Tuhan. Kalian menemukan di mana?"

Henry menatap malas. "Dia bukan Peri. Dia manusia biasa dan datang dari Washington DC, Amerika."

Jack bergegas menghampiri ketiga orang itu dan melepaskan sarung tangannya. Dia pun mengulurkan tangannya ke Alethea.

"Jack Junior. Boleh saya tahu siapa nama Anda?" tanya Jack.

"Alethea Ashford," jawab Alethea sambil menyalami tangan Jack.

Jack melihat jari manis Alethea. "Married?"

"Iya," jawab Alethea tanpa ada keinginan untuk memberitahukan apapun.

"Bagaimana bisa aku melihat lukisan yang ternyata menjadi nyata ... Sungguh. Aku tidak pernah menduganya," ucap Jack bingung.

"Jack, boleh aku tanya sesuatu?" Mata biru Alethea menatap wajah Jack Junior.

"Apa itu?"

"Dimana kamu menemukan lukisan aku? Maksud aku, bagaimana bisa mendapatkan lukisan wajahku?" tanya Alethea.

"Memangnya lukisan itu kemana terjualnya?" balas Jack Junior bingung.

"Lukisan itu tiba di museum tempat aku bekerja," jawab Alethea.

Jack semakin bingung. "Lukisan kamu nyasar ke Washington DC?"

"Iya. Justru karena itu boss aku meminta agar mencari tahu berdasarkan dengan alamat yang ada di bungkusnya," jawab Alethea.

Jack Junior menatap Henry dan Satoru. "Kok bisa nyasar ke Washington?"

"Mana kita tahu?" jawab Satoru dan Henry kompak.

Jack menggelengkan kepalanya. "Okay, Miss Ashford. Apa yang ingin Anda ketahui?"

"Bagaimana Anda bisa mendapatkan lukisan itu dan darimana?" Alethea menatap Jack Junior.

***

Jack Junior mempersilakan semua orang duduk di teras dan mulai bercerita. Dia tahu ketiganya sangat penasaran.

"Jadi saat itu ayahku membersihkan hotel Susan dan ada lukisan itu diantara barang-barang di sana. Susan tidak tahu kalau ada lukisan itu dan mengira bahwa koleksi dari kakeknya dulu karena hotel itu kan warisan," ucap Jack Junior.

"Terus Susan memberikan lukisan itu ke ayahmu?" tanya Satoru.

"Iya. Karena dikira lukisan jaman dulu. Jadinya diberikan pada ayahku. Dan oleh ayahku, disimpan cukup lama. Lalu ayahku meninggal dan aku melihat lukisan itu. Aku jual ke pasar loak. Dan itu sudah kejadian setengah tahun lalu. Tapi kenapa baru sampai ke Washington...."

"Hampir tiga Minggu lalu," ucap Alethea.

"Apakah saat itu ... maksud aku, saat dijual itu ada yang beli dan dibawa ke Amerika? Tapi kenapa kamu sampai kemari?" tanya Jack Junior.

"Makanya aku bingung karena saat lukisan itu tiba di museum aku, masih ada kertas bungkusan dari sini. Itu yang membuat aku bisa kemari," jawab Alethea.

"Apa si pembeli itu masih menyimpannya ya?" tanya Satoru.

"Kalau masih menyimpannya, bisa jadi karena tidak mau kehilangan kenangan?" gumam Henry.

Alethea menatap ketiga pria itu. "Apakah ... Kalian tahu siapa pelukisnya?"

Ketiganya menggelengkan kepalanya. "Bisa jadi itu lukisan lama jadi kami tidak tahu kan siapa?" ucap Satoru.

"Aku harus tanya Susan," putus Alethea.

***

Satoru menoleh ke arah Alethea yang berjalan di sampingnya usai berpamitan dengan Jack Junior. Henry juga tampak penasaran karena ekspresi wanita itu seperti menyimpan banyak pertanyaan di kepalanya.

"Apa kamu yakin Susan tahu?" tanya Henry.

"Seharusnya Susan tahu karena lukisan itu ditemukan di hotelnya. Wajar bukan?" jawab Alethea.

"Jika kamu bertanya, aku mohon dengan nada lembut." Satoru mengangguk. "Susan baik tapi juga sensitif."

"Terima kasih atas pemberitahuannya," ucap Alethea.

Satoru terkejut. "What's that supposed to mean?"

"Karena aku cukup frustasi dengan si pelukis ini! Aku tidak pernah merasa dilukis, aku tidak pernah menjadi model ... tapi pelukis ini tahu detail wajahku!Sungguh! Aku merasa kesal! Aku seperti ... Kena stalking!" Alethea merasa gusar. "It's not fair, you know?"

"Lebih baik kita kembali ke hotel Susan. Aku rasa kejadian ini membuat Thea merasa tidak nyaman," celetuk Henry.

"Tentu saja!" balas Alethea pedas. "I'm sorry Henry. Aku tidak bermaksud berkata pedas seperti itu tapi kamu bisa paham kan?"

"Tenang saja Thea, aku bisa mengerti." Henry mengangguk.

Satoru lalu mengajak semua masuk ke dalam mobil dan mereka kembali ke kantor pos milik keluarga Henry baru ke hotel Susan. Tidak ada pembicaraan antara Satoru dan Alethea karena pria itu memberikan kesempatan agar wanita itu tenang.

***

Malam itu, suasana di ruang kerja Susan terasa jauh lebih sunyi dari biasanya. Kedua tamunya sudah makan malam dalam suasana tegang dan Susan bisa menebak jika Alethea tidak mendapatkan jawaban yang jelas.

Hanya suara hujan yang terdengar samar dari balik jendela. Sebuah lampu meja menerangi ruangan, sementara sebagian besar sudut lainnya tenggelam dalam bayangan. Dan kini, wanita itu berada dalam ruang kerja Susan.

Alethea duduk berhadapan dengan Susan. Di atas meja di antara mereka terdapat sebuah foto lukisan.

Lukisan dirinya.

Wajah Alethea dalam lukisan itu digambarkan dengan sangat detail. Bahkan tatapan matanya terasa begitu hidup, seolah sang pelukis mengenalnya secara pribadi.

Alethea menatap Susan dengan serius. "Jadi, lukisan ini ditemukan di hotel milikmu?"

Susan mengangguk pelan. "Ya."

"Dan kamu tidak tahu siapa yang membuatnya?"

"Aku sudah bilang. Aku tidak tahu."

Alethea mengambil foto itu dan mengamatinya sekali lagi. "Pelukisnya pasti pernah melihatku secara langsung."

Susan terdiam. Alethea mengangkat wajahnya. "Atau mengenalku."

Susan menarik napas panjang. "Alethea, hotelku menerima banyak tamu. Ada seniman, kolektor, fotografer, bahkan orang-orang yang hanya datang untuk menginap beberapa malam. Aku tidak mungkin mengingat semuanya."

"Tapi lukisan ini bukan lukisan biasa." Nada suara Alethea tetap tenang. "Pelukisnya tahu detail wajahku. Cara mataku melihat. Bahkan ekspresi kecil di wajahku."

Susan menatap foto tersebut beberapa detik sebelum kembali menatap Alethea. "Aku benar-benar tidak tahu siapa pelukisnya."

Alethea bersandar. "Baik."

Hanya satu kata. Namun Susan bisa merasakan bahwa Alethea belum percaya sepenuhnya.

Alethea kemudian bertanya, "Kapan lukisan itu ditemukan?"

"Cukup lama," jawab Susan.

"Di kamar?"

Susan menggeleng. "Di salah satu ruangan penyimpanan lama."

"Siapa yang menemukannya?"

"Jack Senior," jawab Susan.

"Dan sebelum itu, ruangan tersebut terakhir kali digunakan oleh siapa?"

Susan terdiam. Untuk pertama kalinya, ekspresinya berubah.Hanya sesaat. Tetapi Alethea melihatnya.

"Kenapa kau diam?" tanya Alethea bingung.

"Tidak ada apa-apa."

"Aku tidak bertanya tentang sesuatu yang tidak ada."

Susan menghela napas. "Alethea, aku sudah mengatakan apa yang aku tahu."

Alethea menatapnya lama. "Justru itu yang membuatku penasaran."

"Apa maksudmu?"

"Orang yang tidak tahu biasanya akan berkata, 'Aku tidak tahu.' Lalu selesai." Alethea menunjuk foto di meja. "Tapi kau terus berusaha menjelaskan."

Susan tidak menjawab. Dia tahu untuk tetap menyimpan rahasia meskipun sulit.

Hujan di luar semakin deras.

Alethea berdiri dan memasukkan foto tersebut ke dalam map. "Susan."

"Ya?"

"Kalau suatu hari aku menemukan bahwa kau sebenarnya tahu siapa pelukis ini..." Alethea berhenti sejenak di depan pintu. "...aku ingin mendengarnya langsung darimu."

Susan menatap punggung Alethea. "Aku tidak menyembunyikan apa pun."

Alethea menoleh sedikit. "Semoga begitu."

Pintu tertutup.

Susan tetap duduk sendirian di ruangan itu. Beberapa detik kemudian, wajahnya yang semula tenang berubah. Dia membuka laci meja.

Dari dalamnya, Susan mengambil sebuah foto lama. Foto seorang pria berdiri di depan sebuah kanvas.

Susan menatap foto itu dengan gelisah. Di belakang foto tersebut terdapat tulisan tangan yang sudah mulai pudar:

"Jangan ada yang tahu bahwa aku adalah pelukisnya. - S."

***

Yuhuuu up malam yaaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

1
Teuing Saha🙃
🤣🤣🤣 Gemesin banget sih kalian berdua
Elsa Fanie
🤣🤣🤣🤣🤣 yakin Nina kram itu pipi karena ketawa terus gara gara satoru🤣🤣🤣🤦🤦,tapi y MW gimana lagi mang seperti itulah Satoru,,dan y bener Thea kamu yg pertama buat Satoru dan semoga kalian jodoh aamiin 🤲
amilia amel
gapapa.... sekali-kali nepo memang diperlukan
D_wiwied
nepo dikit gpp lah wong kamunya udah cantik spektakuler gini.. pdhl biasanya seniman tu rata2 romantis lho koq yg ini oraaa,,, gpp wong masih dalam tahap belajar romantis ya Toru kencan berjalan lancar aja udah bagus bgt itu 🤭😆
Sayem Sayem
yakin tu Toru dah mentok cinta ny sama gadis dlm lukisan ny...jika ia d tunggu rostingan ala pria Pratomo
Elsa Fanie
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 maaf Satoru y Thea tapi yakin , Toru pria baik kok cuma y gen Pratomo ny masih ada JD y begitu 🤣🤣🤣
Kaylaa
lha wes piye....emang modelnya gitu...gak suka basa basi....🤭
D_wiwied
setidaknya hargai kejujuran Satoru, The.. itu udah ajakan paling romantis menurut dia 🤭
ayo kita ke pojokan Nin, kita ketawa bareng 🤣🤣🤣🤣
Sayem Sayem
mb hana visual e makin imut walau mode anime tp lucu bikin gemes🥰🥰
Sayem Sayem
TTS d mulai y toru..
Marsiyah Minardi
Maafkan aku ya Thea ,aku pun ikut ketawa sama kaya Nina
Duh moga kalian akan terus bersama hingga menua hingga ujung usia
Teuing Saha🙃
Berhenti ngakak kamu, Nina🤣🤣🤣 takutnya ngompol 🤭
amilia amel
Thea belum tau kalo "unromantic" adalah nama tengah para lelaki Pratomo 🤭🤭🤭
Nuraisah Aisah
sangat sangat luar biasa, tidak perlu diragukan lagi kalo karyanya Mbak Hana memang the best, tetap semangat dalam membuat karya-karya yang luar biasa kapanpun akan selalu ditunggu
Hana Reeves: mamaciih 🙏🙏🙏
total 1 replies
Elsa Fanie
🤣🤣🤣🤣 biasanya kalo seniman romantis y Thea tapi maaf Satoru masih keturunan Pratomo kok JD y g2, ngajak nikah kaya orang ngajak beli cilok 😁😁😁,tapi nti pas udah nikah pasti romantis kok🤭
Elsa Fanie
nah bener kan blm ketemu j pusing apalagi kalo udah ketemu smw 🤣🤣🤣🤣,
Elsa Fanie
Masyaa Allah cantik ny anak pak Ben dan Bu Joy,,,g sabar y Thea pengen ketemu m yg lain tapi nti kalo udah ketemu jgn pening y 😁😁😁
D_wiwied
jujur aja ya The, cowok2 di klan Pratomo tu hampir semua ga ada yg romantis.. nglamar anak gadis orang ky ngjakain beli bakso 🤭😆😆
Teuing Saha🙃
Tarik terus sampai copot tu kuping, Thea... Ampun deh🤣🤣🤣
Mira Hastati
bagus
Hana Reeves: mamaciih 🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!