NovelToon NovelToon
(Bukan) Benih Titipan Sang CEO

(Bukan) Benih Titipan Sang CEO

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Janda / Anak Kembar / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:545.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mom Ilaa

"Aku tidak butuh pernikahan. Tak ada satupun wanita yang bisa menggantikan posisi cinta pertamaku.”

Di usianya yang sudah matang, Arsen Winston, pewaris tunggal Winston Group berada di puncak kejayaan. Namun, tekanan keluarga menuntutnya untuk segera berumah tangga. Menolak menyerah pada pendirian sang putra, Adrian, sang ayah, merancang rencana gila dengan menyewa seorang wanita malam demi mendapatkan keturunan.

​Namun, sebuah kesalahan fatal terjadi. Wanita yang menghabiskan malam dengan Arsen bukanlah wanita sewaan sang ayah, melainkan seorang gadis misterius yang menghilang tanpa jejak.

​Lima tahun berlalu…

​Di atas kapal pesiar mewah, sebuah insiden mengerikan hampir merenggut nyawa seorang bocah perempuan. Arsen bertindak cepat untuk menyelamatkannya. Namun, saat tatapan mereka bertemu, jantung Arsen seolah berhenti berdetak.

​Anak menggemaskan itu memiliki garis wajah yang sangat identik dengannya, bahkan punya alergi sepertinya.

“Hai bocah, kamu tidak suka kacang?”

“Ndak cuka, bikin gatal-gatal badan Lupia. Paman Endut ndak cuka kacang juga?”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Ilaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tuan Gigolo

Pesta pernikahan Arshy Winston dan Leon Sanjaya berlangsung sangat megah. Ruang dansa tampak berhiaskan kristal gantung dan ribuan mawar putih itu dipenuhi para petinggi bisnis serta kalangan aristokrat.

"Selamat atas pernikahan Nona Arshy dan Tuan Leon, semoga kalian berdua segera dikaruniai momongan," ujar salah satu dari tiga tamu terpandang yang berdiri menghadap pasangan pengantin baru itu.

"Terima kasih atas doa dan kehadirannya, Paman," balas Leon dengan senyum ramah, menyalami para tamu tersebut satu per satu.

Tak jauh dari sana, sekelompok pengusaha paruh baya mengelilingi Adrian Winston, kepala keluarga Winston Group.

"Tuan Adrian, putri kecilmu sudah sah menjadi istri keluarga Sanjaya. Lalu, kapan kita bisa mendengar kabar baik dari Arsen?" tanya seorang pengusaha dengan nada bergurau namun sarat akan rasa ingin tahu.

Adrian tertawa kecil, menanggapi seperti seorang ayah pada umumnya. "Anak muda jaman sekarang punya jalan pikirannya sendiri. Dia terlalu sibuk mengurus bisnis."

Meski bibirnya tersenyum, iris mata Adrian secara halus melirik ke sudut ruangan yang jauh dari kerumunan. Di sana, seorang pria muda duduk menyendiri dalam kegelapan yang elegan. Meskipun Arsen Winston sengaja mengasingkan diri, puluhan pasang mata wanita konglomerat tak henti-hentinya mencuri pandang ke arahnya. Bagi mereka, pria berusia 25 tahun itu bagaikan dewa yang tak terjangkau.

Di sisi lain, Elena, istri Adrian, tetap mempertahankan senyum anggunnya saat beberapa ibu-ibu pejabat mulai menggodanya.

"Nyonya Elena, putriku baru saja menyelesaikan studinya di Inggris. Dia sangat mengagumi Arsen. Jika ada waktu, bagaimana kalau kita minum teh bersama?" goda seorang wanita bergaun sutra.

Elena hanya membalasnya dengan anggukan halus dan senyuman netral yang menawan. "Putri Anda pasti sangat berbakat, Nyonya. Nanti akan saya pertimbangkan."

Sementara itu, Adrian melangkahkan kakinya mendekati sudut tempat putranya berada. Ia berdiri di samping Arsen yang sedang menyesap minuman anggurnya.

"Arsen, lihatlah sekelilingmu," kata Adrian dengan suara berat yang menekan. "Gadis-gadis terbaik di kota ini ada di sini. Pilih salah satu dari mereka."

Tanpa menatap ayahnya, Arsen menjawab dengan keangkuhan dingin yang menjadi ciri khasnya, "Tidak ada satupun dari mereka yang layak. Tak ada wanita di dunia ini yang lebih baik dari cinta pertamaku."

Sikap sombong dan membangkang itu membuat rahang Adrian mengeras. Ambisi Adrian sangat jelas. Ia menginginkan cucu pertama lahir dari darah daging Arsen, putra tunggalnya, agar takhta dan kekaisaran bisnis Winston Group memiliki pewaris sah. Namun, melihat sikap Arsen yang sama sekali tak berminat pada pernikahan, kesabaran Adrian mencapai batasnya.

Pesta megah itu akhirnya usai menjelang tengah malam. Di dalam ruang kerjanya yang sunyi, Adrian memanggil sekretaris kepercayaannya.

"Jika dia tidak mau melakukannya secara sukarela, maka kita yang akan melakukannya untuk dia," bisik Adrian dingin.

"Susun rencana. Aku harus mendapatkan benihnya."

Tanpa membuang waktu, sang sekretaris mendatangi sebuah klub malam paling eksklusif di kota. Di sana, ia menemui seorang wanita malam perawan dan menyerahkan cek bernominal fantastis. Wanita itu menyetujui kesepakatan rahasia tersebut: mengandung dan melahirkan benih dari penerus keluarga Winston.

Rencana pun dijalankan saat Arsen melakukan perjalanan bisnis beberapa hari kemudian.

Setibanya di hotel berbintang lima untuk beristirahat setelah rapat maraton, Arsen yang lelah meminta segelas air kepada sekretaris ayahnya yang ikut mengawal. Tanpa rasa curiga, Arsen meminum air yang sebelumnya telah dicampurkan obat perang-sang dosis tinggi.

Arsen melangkah masuk ke dalam kamar suite-nya. Namun, baru beberapa menit berlalu, sang sekretaris yang menunggu di luar mulai panik. Ia berulang kali memanggil ponsel wanita malam yang disewa, tapi nomornya tiba-tiba tidak aktif.

Di dalam kamar, hawa panas membakar yang tidak wajar mulai menjalar ke seluruh tubuh Arsen. Napas terengah-engah dan pandangan matanya menajam saat kesadarannya menyenggol kenyataan.

"Sialan..." umpat Arsen dengan suara serak. Ia sadar betul sekretaris ayahnya telah memasukkan sesuatu ke dalam minumannya.

Dengan sisa tenaganya, Arsen mendobrak pintu kamar untuk pergi memberi pelajaran pada sekretaris Ayahnya itu. Namun, baru beberapa langkah menyusuri lorong hotel yang remang, langkahnya terhenti.

Penglihatannya kabur akibat pengaruh obat, namun ia bisa melihat samar-samar sosok seorang gadis yang berdiri di depan salah satu kamar. Meski wajahnya tidak begitu jelas, bentuk tubuhnya tampak sangat seksi dan cara berdirinya memancarkan keanggunan yang alami.

Gadis itu memiringkan kepalanya, menatap Arsen yang berjalan sempoyongan ke arahnya. Ia bergumam pelan dengan nada polos namun sarat akan rasa penasaran, "Apakah ini... gigolo yang disewakan Bibi untukku? Tapi dia kelihatan jauh lebih muda… bukan seperti Sugar Daddy.”

"Mungkin dia hanya terlihat muda tapi usianya sama seperti Bibi?"

Melihat aura berbahaya yang terpancar dari tubuh pria itu, sang gadis mengernyit dan berniat mundur untuk mengunci pintunya kembali.

Namun, sebelum pintu rapat tertutup, Arsen yang telah berada di ambang batas ketahanan tubuhnya, mencengkeram jemari lentik gadis itu dengan ketat. Tatapan matanya liar, tetapi tersirat permohonan yang amat dalam.

"Tolong... tolong aku..." bisik Arsen dengan suara parau yang amat berat.

Gadis itu terpaku seketika. Dari jarak sedekat ini, ia bisa menyaksikan paras Arsen yang terukir sempurna bagai mahakarya, tampak luar biasa tampan meski peluh dingin membasahi pelipisnya. Dadanya bergemuruh, detak jantungnya terakselerasi begitu cepat.

Bukannya memanggil bantuan atau mendorong pria berbahaya itu menjauh, gadis itu justru menarik tubuh kekar Arsen ke dalam kamar dan langsung membanting pintu hingga terkunci rapat.

"K-Kamu... mau apa?" tanya Arsen dengan sisa-sisa kesadaran yang hampir padam sepenuhnya.

"Om, kau kelihatan sangat tersiksa," tutur gadis itu menyunggingkan senyuman tipis yang menggoda. "Aku bisa mengobatimu, tapi jawab dulu... apa Om sudah menikah?"

Arsen hanya sanggup menggelengkan kepalanya lemah. Nalarnya roboh dihantam gelombang panas yang tak tertahankan. Dengan sisa tenaganya, Arsen mencengkram kedua bahu gadis itu, kembali memohon pertolongan.

Sebuah senyuman misterius terbit di bibir sang gadis. Tanpa ragu sedikitpun, ia memangkas jarak dan mendaratkan ciuman manis di atas bibir Arsen.

Tindakan berani itu seketika membuat kedua mata Arsen membelalak. Sesuatu yang terendam jauh di dalam dirinya seolah meledak dahsyat. Ciuman yang bermula dengan sentuhan lembut itu dalam sekejap berubah menjadi lumatan menuntut yang liar, menyulut gairah membakar yang tak lagi bisa dibendung.

Malam itu, di bawah remang lampu kamar hotel, dua jiwa asing saling terjerat dalam gairah one night love yang intens.

____

1
💗 AR Althafunisa 💗
di luar negri kan ya ini posisi kapal lautnya? banyak yang muslim 😁
💗 AR Althafunisa 💗
Ngakakkk, lagi tegang-tegangnya 🤣😅😭
💗 AR Althafunisa 💗
Hahahaha... 🤣🤣🤣😭
💗 AR Althafunisa 💗
masa separah itu gemuknya 😭 jangan bilang dia gemuk karena stress kaya aku 🤣😭
💗 AR Althafunisa 💗
Enak banget bibinya bilang begitu, emang anak kucing 😭😭😭
💗 AR Althafunisa 💗
🤣🤣🤣🤣
lagian dikasih mie, seharusnya ada nasi sebakul pasti kenyang dia 🤣😅
💗 AR Althafunisa 💗
Kata mantan suaminya Adara membawa lari harta, lah mana itu. Buktinya tantenya ketakutan masalah keuangan. Jadi sebenarnya ada apa mereka kabur-kaburan??? bertanya dengan nada lembut 😁
Nok Denok
kaaan,,jatuh jadinya lumpia 😄
Dokkan Battle
hadeuh cerita balikan lagi bucin dah bucin
Weni Kasandra
cerita bagus dan lucu
Ari Sawitri
sdh berlalu 4th masa ngidam itu lemak masih betah nempel diperut Arsen 😅😅😅 kagak olahraga ya jd betah lemaknya 🤣🤣
Omah Tien
kucu sk
A.R
Adara ini umur brpa sih Thor??
Shyfa Andira Rahmi
🤣🤣🤣
Karsa Sanjaya
maaf ya Thor ini hanya sekedar unek unek saya sebagai pembaca kenapa nama nama tokoh nya harus pake nama ke barat2an apakah nama orang2 indo itu jelek jelek misal nama Raihan indra Bagas Ardi atau yg lainya
penulis2 sekarang sudah terkontaminasi budaya barat cerita d indo tpi yg d pake namanya orang barat jdi nuansa indo nya GK dapet beda lagi kalo ceritanya luar negeri atau tokoh nya d jelasin keturunan orang luaran yang
dan saya pernah baca novel salah satu tokoh nya d ceritakan orang kampung dan bahkan terpencil tpi aneh nya namanya nama orang barat selama saya hidup d kampung sampai sekarang belum pernah ada orang pake nama tersebut
maaf ya Thor itu hanya sekedar unek2 karna saya sering k tipu ketika baca novel ini novel ceritanya luar negeri karna nama namanya eh pas bab2 selanjutnya Bru d sebutkan nama2 daerah d indo
Mom Ilaa: Halo Kak Karsa Sanjaya, terima kasih banyak atas masukannya, saya sangat hargai unek-uneknya 🙏

Maaf ya kalau bikin Kakak ketipu di awal dan nggak nyaman. Untuk novel ini tokoh utamanya saya buat keturunan blasteran, jadi saya pakai nama Barat. Bukan karena nama Indo jelek, nama seperti Raihan, Indra, Bagas, Ardi itu bagus-bagus semua.

Kritik Kakak benar, harusnya dari awal saya jelaskan latar belakang tokohnya biar nuansa Indonya tetap dapet dan nggak membingungkan. Terima kasih sudah diingatkan, akan saya perbaiki di novel selanjutnya. Sehat selalu, Kak. 🤗
total 1 replies
Shyfa Andira Rahmi
🤣🤣🤣
Shyfa Andira Rahmi
pantas saja makan habis 5 piring🤣🤣🤣
Cicih Sophiana
Lupia emang gak ada dua nya... kelen pokok nac😂😂😂
Bunda
ijin baca kak🙏
Cicih Sophiana
om Meteol suka yah sama oma Losa...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!