NovelToon NovelToon
Salah Balas Dendam

Salah Balas Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Pengantin Pengganti
Popularitas:23.6k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Dea, alias Althea Twina Darmawan, tumbuh sebagai anak angkat yang kehilangan kasih sayang setelah ibu angkatnya melahirkan anak kandung. Terbiasa disalahkan, ia memilih mengabdikan hidupnya sebagai dokter.

Namun, hidupnya berubah ketika Linjaryani, calon istri Elden Zarreti, seorang tuan tanah kaya raya yang dingin dan berkuasa, meninggal secara misterius. Dea dijadikan kambing hitam, sementara Elden, dibutakan dendam, menghukumnya tanpa mencari kebenaran.

Pernikahan paksa dan perlakuan kejam Elden meninggalkan luka mendalam dalam diri Dea. Ketika bukti baru mengungkap pengkhianatan di balik kematian Linjaryani, Elden menyadari kesalahannya.

Mampukah ia menebus kehancuran yang diciptakannya, atau kebencian Dea telah menutup pintu maaf selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 4. Ibu yang Tidak Berpihak

Perempuan itu melirik Elden, lalu merapikan ujung kebayanya sendiri seolah obrolan mereka hanya merusak penampilannya.

“Sudahlah. Dia suamimu sekarang. Daripada kamu dipenjara, lebih baik kamu terima saja. Setidaknya keluarga kita tidak perlu ikut menanggung malu lebih jauh lagi”

Dea mematung mendengar sesuatu yang keluar dari bibir ibunya.

Bukan karena ia tidak memahami ucapan perempuan itu. Hal ini karena ia begitu memahami sesuatu yang selama ini berusaha ia sangkal. Bagi perempuan yang selalu dipanggil dengan 'ibu' itu, dirinya bukan anak yang harus dilindungi.

Ia hanyalah masalah yang harus disingkirkan sebelum mempermalukan keluarga lebih jauh.

“Ibu....”

Namun, ibunya sudah berbalik.

Tak ada pelukan perpisahan. Tak ada ucapan agar ia harus berhati-hati dalam mengurus rumah tangga. Bahkan tak ada satu pun gerakan yang menunjukkan bahwa perempuan itu merasa kehilangan seorang anak.

Dea berdiri dengan mata kosong, menyaksikan punggung ibunya menjauh.

“Berhenti membuang-buang waktu,” bentak Elden.

Cengkeraman tangannya kembali menguat.

Dea tersentak ketika tubuhnya ditarik menuju pintu keluar. Kali ini, ia tak lagi mencoba mencari pertolongan.

Sebab, ahirnya ia mengerti bahwa tidak semua orang yang disebut dengan keluarga akan memilih untuk menyelamatkannya.

.

.

Mobil hitam milik Elden berhenti di depan sebuah hotel mewah. Lampu-lampu keemasan menyinari halaman luas, sementara petugas keamanan bergegas membukakan pintu.

Dea tetap duduk di dalam mobil.

Tangannya menggenggam ujung kebaya, sementara matanya menatap pintu masuk hotel yang menjulang di hadapannya.

“Turun!”

Dea menoleh perlahan. “Biarkan aku pulang.”

Elden tertawa pendek, tanpa ada rasa geli. “Pulang ke mana? Kepada keluarga yang bahkan tidak menginginkanmu?”

Kalimat itu menusuk tepat ke bagian dirinya yang paling rapuh.

Dea tak mampu menjawab. “Turun, Dea. Jangan sampai aku mengatakan hal yang sama untuk ketiga kalinya!”

Kali ini, nada suara Elden terdengar lebih rendah. Bukan terasa lebih lembut, melainkan lebih mengancam.

Dengan kaki gemetar, Dea akhirnya turun.

Sesampainya di kamar suite, ia berhenti tepat di ambang pintu. Ruangan itu luas dan mewah, dengan lampu gantung berkilauan serta jendela besar yang memperlihatkan gemerlap kota. Segalanya tampak sempurna, kecuali perasaan takut yang membuat dadanya sesak.

“Aku tidak mau masuk.”

Elden berbalik. “Apa?”

“Aku tidak melakukan apa yang kamu tuduhkan. Tolong, biarkan aku pergi.”

Tatapan Elden mengeras. “Berhenti bersandiwara, Pembunuh.”

“AKU BUKAN PEMBUNUH!!!” Dea meninggikan suaranya.

Air mata menggenang dan perlahan jatuh membasahi pipi, tetapi ia berusaha tetap berdiri tegak.

“Aku sudah berusaha bekerja dengan baik! Tapi aku tak bisa mengendalikan sesuatu yang ada di luar jangkauanku."

Dea mengusap air mata yang membasahi pipinya dengan lengan kebaya. Ternyata, rasanya cukup kasar hingga terasa perih di pipinya. Namun, Dea mengabaikan rasa sakit itu karena ada yang lebih menyakitkan dibanding itu.

"Aku tidak tahu apa yang terjadi pada Linjaryani. Aku tidak tahu siapa yang menulis resep obat itu. Aku hanya menjalankan tugasku berdasarkan informasi yang diberikan kepadaku!”

Elden melangkah mendekat. “Dan kau pikir, aku harus mempercayai ucapanmu begitu saja?”

“Aku hanya meminta waktu agar kamu bisa menyelidikinya terlebih dahulu!”

“Cukup!” Elden mencengkeram dagu Dea, memaksanya mendongak menatap lurus ke matanya.

“Aku akan memastikan kamu menyesal telah lahir ke dunia ini.”

Dea berusaha melepaskan diri. “Lepaskan aku!”

Namun, Elden tak mengindahkannya.

Apa yang terjadi setelah itu menjadi mimpi buruk yang tak pernah bisa dihapus Dea dari ingatannya.

Ia didorong dengan kasar hingga jatuh di atas kasur king size kamar itu. Ketika ia berusaha melawan dan memohon agar Elden berhenti, pria itu justru mengabaikan ketakutannya.

Elden menggunakan kekuatan dan kedudukannya untuk memaksakan kehendak, seolah kebencian memberinya hak atas tubuh perempuan yang kini berstatus sebagai istrinya.

Dea menangis, memohon, dan berusaha melindungi dirinya sendiri.

Tak ada yang mendengarkan. Tak ada yang datang menyelamatkannya.

Malam itu, di balik pintu kamar hotel yang tertutup rapat, Dea mengalami kekerasan yang merenggut rasa aman dan kendali atas tubuhnya sendiri.

Bukan karena ia mencintai Elden. Bukan karena ia memilih berada di sana.

Melainkan karena seorang pria yang dibutakan dendam telah memutuskan bahwa penderitaan orang lain adalah harga yang pantas dibayar atas kehilangan yang dialaminya.

Dan Dea menjadi korban diketidaktahuan sabotase yang dilakukan oleh seseorang.

.

.

Kejadian Lanjutan Usai Prolog

Dea berdiri di dekat pembatas, memandang ke bawah dengan pikiran yang tak lagi mampu menyusun harapan.

Ia teringat surat beasiswa yang dahulu digenggamnya dengan rasa bangga yang luar biasa.

Ia menunjukkan kepada dunia bahwa eorang anak petani miskin juga memiliki kesempatan untuk meraih impian yang setinggi bintang.

Ia teringat malam-malam ketika ia harus tetap belajar meski dengan perut kosong.

Ia teringat janjinya kepada diri sendiri bahwa suatu hari nanti, ia akan hidup tanpa harus memohon kasih sayang kepada siapa pun.

Namun, malam ini, semua janji itu terasa semakin jauh.

“Untuk apa aku bertahan?” bisiknya.

Air matanya kembali jatuh.

“Aku sudah berusaha.... Aku sudah melakukan semuanya dengan benar....”

Suaranya tenggelam oleh angin.

“Kenapa tidak ada yang percaya kepadaku?”

Ia memejamkan mata, diliputi keputusasaan yang membuatnya sulit melihat jalan keluar.

'Kalau aku jatuh sekarang, semuanya akan selesai. Tak ada lagi yang bisa menyakitiku.'

*bersambung*

1
Mia Camelia
lanjut thor😁
MomyWa
udah aku kasih thor ttp smngay
Safira Aurora
ellea ttp lah membuat elden pusing 😂
Aku Rajin Membaca: karena kepusingan elden adalah hiburan buat kita 🤭
total 1 replies
Safira Aurora
oke, nanti aku tontonin
Safira Aurora
dipikir2 dulu yah
MomyWa
pusing kan elden, mau bersama dia aja terasa sulit
Aku Rajin Membaca
walah, syukurlaaah
Aku Rajin Membaca
hmmmm gimana ni aksi anak buah alvara
Sri Widiyarti
dah dkasih vote semangat up-nya...
Aku Rajin Membaca
nah loh, gak bisa mereka
Dini Anggraini
Kakak tolong jangan buat pembaca bingung dea bilang dea bila alvara bilang alvara jadi bisa di bedakan kenapa dea gak langsung di ajak alvara kembali ke rumahnya ya takutnya Stella nanti operasi plastik wajahnya semirip mungkin dea dan ngaku2 anak orang kaya kembaran alvara q gak suka kak kasihan dari kecil dea sudah menderita sejak ortu angkatnya punya anak kandung dea di telantarkan. 😡
SoVay: maksudnya kak? 🤣
total 1 replies
Esther
Ayo Elden selamatkan Dea.
Ingat Dea sedang mengandung anakmu
mery harwati
Alvara tidak menyediakan bodyguard bayangan bwt saudara kembarnya kah?
Aneh klo tidak dipantau & dilindungi bodyguard bayangan keluarga, ceroboh !!
Aku Rajin Membaca: harusnya biarin authornya dulu, kan suka2 author mau nulis
total 1 replies
Esther
Ternyata Stella keponakan Josep.
Dan Josep berusaha melindungi Stella.
Yang pasti...kali ini Dea tidak akan tinggal diam.
Esther
lho lho....mencurigakan nih direktur Josep.
Jangan2 ada main dia dengan Stella
MomyWa
kalau bagian ini kangen sama naga dan bonar eta teh 🤣
Safira Aurora
buruan up lg
Safira Aurora
berhasil marathon aku thor
Aidil Kenzie Zie
nggak sadar juga si jalang 😡😡😡😡
Haryanti10
dikit amat sih thor KLO up,☹️☹️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!