NovelToon NovelToon
Pernikahan Sendiri

Pernikahan Sendiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: ginevra

Di usia pernikahan yang baru dua bulan seharusnya pasangan suami sedang hangat-hangatnya memadu kasih. Namun tidak begitu dengan pernikahan Rana dan Jax. Meskipun mereka adalah pengantin baru, tapi tidak ada api cinta diantara keduanya, dingin, kaku, tanpa suara. Apakah ada cinta diantara mereka? atau mungkin semua hanyalah rumah tangga kosong?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ginevra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ajakan Untuk.....

---Happy Reading---

Setelah enam hari dipenuhi pekerjaan yang menumpuk, akhirnya hari libur menyapa. Sabtu pagi yang indah dan cerah, tidak afdol kalau belum menikmati hangatnya teh melati yang wangi dan pekat. Ditemani biskuit manis, Dania menyesap tehnya sembari menikmati udara pagi yang tenang di belakang rumah.

Mumpung suaminya masih bermalas-malasan di kamar, Dania memanfaatkan waktu berharganya untuk membaca tumpukan novel yang sudah tidak tersentuh seminggu ini.

"Ah... Betapa damainya pagi ini. Aku nggak harus bangunin si tukang tidur itu."

Dania meletakkan kedua kalinya berselonjor di kursi panjang dan ia sandarkan kepalanya di punggung kursi. Alunan angin yang bersiul menjadi soundtrack alami yang menenangkan kalbu.

Semua terasa damai dan tenang.... Sampai Jax datang.

"Mana sarapannya? Aku lapar!"

Jax menghampiri Dania dengan penampilan paling malasnya, kaos oblong kebesaran dan rambut acak-acakan. Mending bibirnya tidak ileran.

"Mana sarapannya?"

Jax berulangkali mengusap perut dan dadanyanya seperti ada yang gatal, sampai tidak sengaja kaosnya terangkat dan memamerkan enam bagian tegas perutnya.

"Idih!!!! Aurot!!!!"

Secepat kilat Dania menarik kaos Jax kebawah untuk menjaga kesucian matanya, namun dia tidak menyangka akan melihat sesuatu yang lain.

Mata hitam berkilau tajam menatapnya dengan sorot mata menghujam seolah mampu melihat bagian terdalam Dania.

Semakin lama dan semakin dalam tatapan mereka, mengikis jarak diantara keduanya hingga hanya menyisakan sejengkal telapak tangan.

"Ada apa? Kamu mau menciumku?" Ucap Jax dengan nada datar, tak berkedip siap melahap wajah Dania hidup-hidup.

"Jangan mimpi!" Dania melepaskan tangannya dari kaos Jax dan mundur satu langkah menjauh.

Namun Jax malah mencengkram kedua bahu Dania sampai ia terdorong kebelakang menyentuh pinggir pintu.

"Kenapa nggak dilanjutin? Sepertinya kamu benar-benar menginginkannya," suara lembut sedikit rendah membuat Jax terdengar sangat menggoda. Ia memiringkan wajahnya dan mendekatkan bibirnya hampir menyentuh bibir basah Dania. Sedangkan dirinya tidak bisa melarikan diri dari suami yang kelaparan itu.

"Mmm... Kamu bau mulut! Sikat gigi dulu sana!"

Jax dibuat tertegun dengan hantaman fakta menyakitkan sampai tak menyadari kalau istrinya sudah berhasil mendorongnya menjauh.

"Akan aku buatkan omelette, kamu ke kamar mandi dulu, sikat gigi!" Teriak Dania pada suaminya yang masih mematung seolah mengalami serangan jantung mendadak.

"HAH!!!!!" Bentak Jax langsung pergi menyikat giginya.

"Sial!!! Bau mulut??? HAH!!!

Jax menyikat giginya dengan kuat.

"Awas aja nanti!!!"

Ia memastikan tidak ada bagian giginya yang terlewat. Dengan mata membara, ia menggosok giginya lagi dan lagi.

Sedangkan Dania malah tertawa puas sambil membalik omelette-nya.

.

.

.

Di meja makan,

Dania tidak bisa menutupi tawanya. Dia menutup mulutnya rapat-rapat tapi tidak bisa menghentikan suara kecil yang membuat Jax tersinggung.

Melihat suami kecilnya yang tampak jengkel itu adalah hiburan tersendiri bagi Dania. Seolah menyaksikan adiknya yang merajuk minta dibelikan permen.

"Gimana? enak?"

Biasanya dania tidak pernah menanyakan hal klise itu. Tapi sepertinya kejadian beberapa menit yang lalu membuat hati Dania sedikit melumer.

"Biasa aja! Kayak masakan yang lain!" Gerutu Jax.

"Pftt..."

Dania benar-benar tidak bisa menutupi kegemasannya.

"Ketawa aja terus!" Jax mengacak-ngacak makanannya dengan wajah cemberut, memanyunkan bibirnya.

"Hahaha..." Akhirnya Dania melepaskannya.

Sementara jax melirik istrinya tajam seolah ada listrik yang siap menyetrum.

"Oh ya, hari ini aku mau berkunjung ke nenek. Kamu mau ikut?" Tanya Dania membuat Jax menghentikan gerakan garpunya.

"Tidak, aku tidak mau menemuinya!"

"Tapi, sudah lama kamu tidak berkunjung. Bahkan dari awal kita menikah."

"Aku tidak akan pernah mengunjunginya. Tidak akan!"

"Kenapa? Nenek pasti sangat merindukanmu."

"Darimana kamu bisa tahu? Jangan membohongiku dengan hal-hal yang nggak berguna!

Jax melempar garpunya dan meninggalkan omelette yang telah setengah habis. Langkah beratnya menandakan jelas emosi yang dirasakannya. Tanpa kata tanpa suara, lagi-lagi Dania tertinggal di sana sendirian.

.

.

.

Amarah bergejolak telah menguasainya. Kilasan memori yang menyakitkan terlintas sejalan dengan kendaraan yang berlalu lalang di sampingnya. Suara keras dari mobil yang saling menyalip sama sekali tak menghentikan langkah kakinya hingga ia lupa sedang berada dimana sekarang.

Saat ia mulai bangun ke realita, barulah ia merasa kebingungan.

"Ah..." Jax meraup wajahnya dan memilih untuk duduk di kursi pinggir jalan. Tatapannya masih nanar melihat jalanan yang ramai. Kendaraan yang melintas terlihat seperti pita-pita yang memanjang sedangkan dirinya hanya mematung berbeda dengan sekelilingnya yang bergerak cepat.

Setelah berlama-lama pada posisi duduknya, kemudian Jax bangkit untuk meneruskan perjalanannya menuju tempat biasa dia nongkrong dengan kedua teman tampannya.

Ruangan itu tidak terlalu luas. Dengan patung-patung manekin dan baju-baju setengah jadi, membuatnya tampak seperti instalasi fashion. Apalagi dengan sudut penuh kanvas dan cat berserakan menambah kesan seni yang kental.

Sudah dari awal mereka kuliah, ruang kerja James yang merupakan anak konglomerat itu menjadi basecamp Trio J.

Hampir setiap hari mereka datang, meski sendirian, berdua, maupun full member. Untuk sekedar mengerjakan tugas, membuat karya, bahkan hanya tiduran.

Brakk!!!

Jax membanting dirinya ke sofa merah yang sudutnya penuh warna kena percikan cat minyak.

Ia menekan kerutan keningnya sambil berusaha menghilangkan memori kejam itu meskipun tidak akan pernah berhasil.

"Oy... Tumben liburan lu kesini."

Ternyata James sudah berada di basecamp sebelum Jax. Tangannya dipenuhi dengan kuas dan palet kayu.

"Jangan ajak ngomong dulu!" Ucap Jax masih dengan matanya yang tertutup.

James mengangguk dan tetap melanjutkan aktivitas melukisnya. Setelah beberapa saat, lukisan James menampakkan wujud yang bisa dimengerti oleh orang lain. Terlihat siluet bayangan anak laki-laki yang berwarna-warni menghadap kesamping dan menunduk seperti sedang meratap.

"Apa yang kamu lukis?" Tanya Jax yang perlahan mulai menjadi dirinya yang semula.

"Aku?" Jawab James.

"Mmmm....." Jax menyentuh dagunya, memiringkan kepalanya sambil menatap lekat lukisan James.

"Tapi kayaknya itu bukan kamu deh. Hidungmu nggak semancung itu," ucap Jax menghakimi lukisan James yang terlihat melebih-lebihkan beberapa fitur wajahnya agar terlihat sangat tampan dan anggun.

Sindiran Jax tampaknya menyentil ego James. Dia melirik tajam ke arah Jax, siap melayangkan beberapa tinju di wajah tampan paripurnanya.

"Wkwkkwk... Selow selow.. mirip kok wkwkwk," goda Jax. "Btw, mana Jason?" Tambahnya.

"Ada apa panggil -panggil."

Jason yang tidak tahu datang dari mana atau memang dari awal dia sudah ada di basecamp tanpa ada yang tahu karena tumpukan kain yang mengubur dirinya, muncul tiba-tiba dengan kacamata tebal melebihi milik James.

"Hah hah hah...Ada apa?" Jason akhirnya bisa meloloskan dirinya dari jeratan kain-kain yang melilitnya.

"Ini ...ambil!!!"

Jax melempar sesuatu berwarna putih berbentuk tube dengan tulisan balsem di atasnya, ke arah Jason yang langsung menangkapnya

"Apa ini?"

"Jangan lagi-lagi kamu membawa barang seperti itu di hadapan Dania !!!"

1
Miu.Nuha
Liam, I love you 😚
wkwkwk... jax minggir dulu yess...
Miu.Nuha
kasihan kamu jax, loyo deh...
Miu.Nuha
agak kaget kok tiba2 mau ehem2 😖
Miu.Nuha
memangnya sebelumny pernah menyentuh 😏
-Thiea-
wkwkwk. . kamu ketahuan lagi cemburu jax.. emang wajib dipanaskan biar makin menyala..😁
-Thiea-
ada kenangan apa sih sebenarnya. kayaknya berat banget masalahnya. 🤔
-Thiea-
kasihan lu jax, tertampar kenyataan. jual mahal terus Dania, sampe dia yang mohon-mohon sama kamu. 🤭
mama Al
hmmm ... Apa neneknya meninggal dunia? dan menitipkan jax pada Dania.
mama Al
hmmm jadi penasaran apa sih yang membuat jax agak jaga jarak sama neneknya
mama Al
muncul sosok liam yang punya masa lalu dengan Dania. apakah kira-kira bakal menjadi saingan jax?
Xlyzy
ternyata itu yg ada dalam fikiran nya jax
Xlyzy
ini si jax mau ngapain mau bundir ya
Myz Pena
kenapa.daniaah ? apa sebenarnya terjadi dengan mu saat dulu ? 🤧
Myz Pena
aku makin penasaran.apa.yang sebenarnya terjadi
Myz Pena
jax mode lagi puber 🤭🤣
Myz Pena
liam meskipun kamu tahu sesuatu di kehdiupan pribadi daniah . please stop mencari dan mengorek luka lama itu 🤧
Myz Pena
hmmmmmm jadi jax dari panti asuhan 🫣
Myz Pena
apa yanb sebenarnya terjadi penasaran
Myz Pena
rahasia apa itu daniah ?? 🫣
Myz Pena
berarti liam ini juga tahu 🫣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!