Bagaimana bisa seorang agen rahasia berdarah dingin yang ditakuti dunia mafia mati mengenaskan di rumahnya sendiri... hanya karena tersedak air putih?
Takdir bercanda saat jiwanya terlempar ke tubuh seorang gadis kaya yang terkenal pendiam, lambat, dan selalu ditindas. Lebih parah lagi, gadis itu terikat pernikahan dingin dengan seorang CEO kejam yang diam-diam memimpin sindikat mafia paling berpengaruh.seorang CEO kejam yang diam-diam memimpin sindikat mafia paling berpeSang CEO berdarah dingin dibuat pusing setengah mati melihat istrinya yang dulu pemalu kini berubah menjadi wanita impulsif yang dengan santainya melumpuhkan puluhan penjahat, walau uniknya masih sering tersandung kaki sendiri saat berjalan.
Di tengah kecamuk perang antar-mafia, intrik bisnis triliunan rupiah, dan tingkah konyol yang tak terduga, mampukah sang Raja Mafia menundukkan jiwa liar di tubuh istrinya, atau justru dialah yang akan berlutut di hadapan sang istri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAYAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23
Kegelapan malam di jalan bebas hambatan menuju perbukitan Mansion Vane terasa semakin pekat. Hujan gerimis baru saja membasa jembatan beton yang sepi, membuat pantulan lampu jalanan berkilau samar di atas aspal yang basah.
Di dalam kabin Rolls-Royce hitam yang melaju tenang, suasana hangat baru saja tercipta antara Adrian dan Aura. Namun, ketenangan itu tidak bertahan lama.
"Adrian," bisik Aura mendadak. Intonasi suaranya yang tadinya santai berubah drastis menjadi dingin dan penuh kewaspadaan. Matanya menatap tajam ke arah kaca spion samping.
Adrian melirik istrinya, lalu mengikuti arah pandangan Aura. "Tiga SUV hitam tanpa pelat nomor."
"Bukan tiga," koreksi Aura cepat. "Dua di belakang, satu lagi sudah mengintai di atas jembatan layang di depan kita. Pola *sandwich interception*. Mereka bukan penjahat amatir."
Ponsel rahasia Adrian bergetar hebat. Asisten pribadinya berteriak panik di balik telepon, *"Tuan Besar! Lukas menyewa tentara bayaran profesional dari kelompok Black Viper! Mereka membawa perlengkapan taktis berat dan—"*
*Brak!*
Sebelum asisten itu selesai berbicara, SUV pertama di belakang mereka menabrak bumper belakang Rolls-Royce dengan benturan keras! Dentuman logam beradu menggema di sepanjang jalanan sepi tersebut.
Sopir pribadi Adrian berusaha menjaga kestabilan kemudi, namun SUV kedua melesat dari sisi kiri, mencoba mempet kendaraan mereka hingga mendekati pembatas jalan beton!
"Tuan Besar, Nyonya, pegangan!" teriak sopir sambil memutar kemudi sekuat tenaga.
"Lukas benar-benar tidak sabar ingin masuk neraka," desis Adrian dingin. Pria itu merogoh bagian bawah jok dan menarik dua pucuk senjata taktis berperedam suara. Ia menyerahkan satu ke tangan Aura.
Aura menerima senjata itu dengan gerakan refleks yang sangat mahir. Jarinya secara otomatis memeriksa magazin dan pengunci keselamatan dalam waktu kurang dari satu detik.
"Senjata kustom 9mm dengan peluru berlapis baja?" Aura mengangkat sebelah alisnya, mengulas senyum tipis yang menantang. "Ternyata selera senjatamu lumayan juga, Tuan CEO."
"Khusus untuk melindungimu, Istriku," balas Adrian dengan kilatan mata membunuh yang pekat.
Dari jendela SUV di samping mereka, dua anggota *Black Viper* berseragam taktis serba hitam dan berhelem rapat keluar setengah badan, mengarahkan laras senjata ke ban mobil Rolls-Royce!
"Aura, merunduk!" gertak Adrian sambil membuka sedikit kaca jendela dan melepaskan tembakan presisi yang menembus kaca depan SUV musuh.
*Pfft! Pfft!*
Mobil musuh di samping hilang kendali dan membentur pembatas jalan hingga mengeluarkan percikan api besar!
Namun, ancaman sebenarnya muncul dari depan. SUV ketiga yang menanti di atas jembatan meluncur turun dan melintang di tengah jalan, memblokir seluruh jalur evakuasi!
"Sopir, rem mendadak!" perintah Aura secepat senapan mesin. "Adrian, tembak ban kanan mobil depan saat kita berputar!"
Sopir mematuhi perintah Aura tanpa ragu. Ia menginjak rem dalam-dalam sambil membanting setir ke kanan. Mobil Rolls-Royce itu melakukan manuver *drifting* 180 derajat yang ekstrem di atas aspal basah!
*Ckiieeeek!*
Di tengah putaran mobil yang mengerikan itu, Aura dan Adrian bergerak secara bersamaan dengan sinkronisasi yang sempurna. Melalui kaca jendela yang terbuka, keduanya melepaskan tembakan beruntun yang menyasar ban dan bagian mesin mobil pemblokir!
*Brak! Boom!*
SUV pembatas itu meledak dan terbalik, menciptakan barikade api yang menghalangi kejaran sisa-sisa anggota *Black Viper* dari belakang.
Mobil Rolls-Royce mendarat mulus kembali di jalurnya dan melesat cepat menembus kegelapan malam menuju arah Mansion Vane. Seluruh aksi baku tembak berkecepatan tinggi itu berlangsung tidak lebih dari empat puluh detik!
Di dalam kabin yang kini kembali hening, napas Aura sedikit memburu. Adrenalin mantan agen elit di dalam jiwanya terpompa penuh, membuatnya tampak sangat menawan di bawah pendar lampu interior mobil.
Adrian menatap istrinya dari dekat. Pria itu tidak terkejut lagi dengan ketangkasan Aura, melainkan dipenuhi oleh rasa takjub dan kepemilikan yang semakin dalam.
"Taktik *drifting interception* yang luar biasa, Nyonya Vane," bisik Adrian dengan suara rendah yang seksi, mengambil kembali senjata dari tangan Aura dan mengusap helai rambut istrinya yang sedikit berantakan.
Aura yang baru saja keluar dari mode bertarung penuh mendadak tersadar. Melihat wajah Adrian yang menatapnya begitu intens dari jarak beberapa sentimeter, rasa canggung dan panik khas jiwanya kembali menyerang secepat kilat!
"I-itu taktik dasar di buku panduan pertahanan diri!" elak Aura secepat kilat, bicaranya menyambar secepat peluru untuk menutup malu. "Lagipula kamu ngapain menatapku seperti itu?! Senjatamu itu hampir mengenai gaun malamku tahu!"
Adrian terkekeh renyah—sebuah suara rendah dari dalam dada yang terdengar sangat hangat di tengah ketegangan malam. Pria itu melingkarkan lengannya di pinggang Aura, menarik wanita itu rapat ke dekapannya.
"Setiap kali kita berada di dalam bahaya," bisik Adrian lembut di dekat earlobe Aura, "kamu selalu membuktikan bahwa kamu bukan cuma iatrikku... tapi rekan bertarung paling mematikan yang pernah ada."
Wajah Aura seketika membara panas sampai ke leher!
"T-terserah kamu lah! Aku mau merapikan gaunku!" dorong Aura pada dada bidang Adrian secepat kilat, berniat menggeser duduknya ke sisi jendela.
Namun... sifat ceroboh bawaan jiwanya yang selalu kumat setiap kali ia merasa malu atau panik kembali berulah di saat yang paling konyol!
Saat Aura mencoba menggeser tubuhnya di atas jok kulit yang licin, ujung hak sepatu *heels*-nya tersangkut di sabuk pengaman!
"Aah, aduh—!"
Aura hilang keseimbangan total dan tubuhnya meluncur jatuh ke samping!
*Greb!*
Tentu saja, lengan kokoh Adrian menyambar pinggang Aura dalam pecahan detik, membuat Aura kembali mendarat mulus dan pas tepat di atas pangkuan sang CEO Mafia!
Aura berkedip konyol di atas pangkuan Adrian, dengan satu tangannya merangkul leher suaminya demi menyelamatkan diri.
Adrian menatap wajah merona Aura yang kini berjarak hanya dua sentimeter dari bibirnya, lalu sebuah tawa bahagia dan posesif bergema halus dari dadanya.
"Meskipun kamu baru saja melumpuhkan pasukan bayaran terbaik di dunia," bisik Adrian lembut sambil membelai pipi Aura, "pada akhirnya... kamu selalu kembali jatuh tepat di atas pangkuanku, Aura."
"I-itu karena jok mobilmu terlalu licin!" cerocos Aura secepat kilat dengan wajah yang merah padam. "Cepat turunkan aku, Tuan CEO konyol!"
Adrian tidak menurunkan Aura. Sebaliknya, pria itu justru mempererat dekapannya dan mendaratkan ciuman hangat di bibir Aura sepanjang sisa perjalanan menuju mansion.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
TBC ❤️🥰😘