Cherry adalah seorang gadis yang beruntung, ia memiliki keluarga yang hangat dan sangat menyayanginya, hidupnya seperti impian banyak gadis seusianya terlebih ia memiliki Kakak Laki laki yang selalu melindunginya Kevin, di sekolah berpacaran dengan pria paling populer sekaligus ketua OSIS Dion Prince, namun setelah kehadiran dua Pria bernama Bumi dan Langit hidupnya berubah, masa lalu yang selama ini ia cari kebenarannya perlahan mulai terungkap. Akankah Cherry berhasil mengetahui masa lalunya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YirumaNitya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cinta terpendam
Disebuah mini market yang terletak di kompleks perumahan Villa Villa elite bernama Burgundy, Riana sedang memilih milih aneka camilan malam yang akan ia nikmati sambil menonton netflix.
Hari ini ia menutupi seluruh wajah dan badannya dengan baju tertutup. Alerginya kumat seluruh kulitnya memerah dan bahkan bibirnya membengkak.
"Riana, itu Lo kan?" Ujar sebuah suara dari belakang Riana.
Riana berusaha pura pura tak mendengarnya. Ia pura pura sibuk memilih milih cemilan. Padahal menyadari keberadaan Kevin.
Kevin mendekatinya sambil berkata "Sombong banget ini bocah" Tegurnya.
Riana merasa malu dengan kondisinya saat ini "Kevin apaan sih nyamperin segala, udah sama pergi" Usirnya sambil terus menutupi wajah.
"Kenapa alergi lagi?" Tebak Kevin
"Sana sana" Usirnya lagi.
"Coba mana gue liat, liat...." Pinta Kevin penasaran.
"Gak sopan, sana pergi" Riana mendorong Kevin dengan kedua tangannya.
Tak sengaja Riana melepaskan tangannya dari wajah. Seketika itu juga Kevin tertawa terpingkal pingkal.
Riana kesal sekali mendapati Kevin yang tertawa seperti itu. Pria ini benar benar sangat menyebalkan batinnya.
"Lucu banget sampe bibir Lo jadi kayak Squishy gitu Ri" Ledek Kevin.
Riana melemparkan sekotak biskuit ke badan Kevin "Nyebelin"
"Maaf deh soalnya kan lucu."
"Gak punya empati Lo."
"Iya maaf maaf, terus udah minum obat belum" Tanya Kevin mencoba perhatian.
"Menurut Lo" Jawab Riana masih kesal.
"Iya deh maaf, jutek banget."
"Ngapain Lo ada disini?" Riana malah bertanya soal keberadaan Kevin saat ini.
"Kebetulan aja, abis mampir ke rumahnya temen gue yang ada di komplek ini, terus gak sengaja pas mau beli minuman malah ketemu Lo."
Riana seperti teringat sesuatu ia kemudian bertanya "Temen Lo yang mana?"
"Adalah temen sekelas" Jawab Kevin asal
"Temen sekelas ya mana, serius gue tanya" Riana jadi antusias.
"Ada anak baru namanya Bumi."
Riana terlihat tersenyum kesenengan , membuat Kevin keheranan.
"Kenapa Lo kayak kesenengan gitu?"
"Dia tinggal di kompleks ini? Serius?" Gadis itu seakan lupa akan perasaan malunya karena wajahnya membengkak.
Melihat sikap Riana Kevin malah menjadi tidak nyaman.
"Rumahnya Blok apa" Tanya Riana.
Ada perasaan tak nyaman yg mulai menghampiri Kevin, ia belum tau bahwa itu adalah perasaan cemburu.
"Kenapa Lo jadi lebay gitu sih, emang Lo kenal sama Bumi?" Selidik Kevin.
Mata Riana berbinar "Pengen kenalan, makanya kenalin."
DEG!!! Sesuatu seakan menghantam dada Kevin, ada sedikit rasa sakit yg menusuk di dadanya.
Ia menarik nafas panjang, "Oh jadi temen Cherry yang minta nomer Bumi tuh elo rupanya."
Riana mengangguk cepat.
"Lo suka sama dia?"
"Iya" Jawab Riana Singkat padat jelas.
* * *
Malam itu Cherry sampai dirumah tepat pukul 9 malam, tangan mungilnya menenteng banyak tas belanjaan.
Bik Imas dengan sigap mambawakan barang belanjaan itu ke ruang tengah.
Cherry ngos ngosan, barang barang itu terlalu banyak, seumur hidup dia belum pernah berbelanja sebanyak itu, ia tak tahu sebanyak apa pengeluaran Langit dihari ini.
Ibu turun dari lantai 2 melihat Cherry yang rebahan di Sofa, dikelilingi banyak belanjaan mewah dan mahal.
"Cherry ini semua belanjaan siapa? Tanya ibu penasaran, kaget dan bercampur khawatir.
Ibu menyelidik dan membuka apa saja yang ada di dalam tas belanja itu, ia makin kaget waktu melihat ada satu set perhiasan mewah di dalamnya.
"Kamu gak bobol tabungan untuk beli ini semua kan?" Tanya ibu lagi sebelum Cherry sempat menjawab.
Cherry menggeleng "Enggak Bu, Cherry aja pusing banget sama belanjaan ini."
Ibu makin keheranan dengan jawaban anak perempuannya itu.
"Terus siapa yang kasih kamu barang sebanyak ini?" Selidik ibu.
"Pacar?"
Cherry buru buru menggelang "Bukan lah"
Bik Imas nimbrung "Itu Lo Nyah, ada cowok cakep yang naksir non Cherry, namanya den Langit."
Ibu mengerutkan dahinya "Ini apa gak apa apa Cherry, menurut ibu barang barang ini terlalu mahal dan berlebihan."
"Justru itu bu, Cherry aja ngerasa gitu, tapi anaknya kekeh aja mau beliin ini semua, Cherry sampe capek nolaknya."
"Tandanya itu naksir berat non." Bik Imas menimpali ikut nimbrung lagi.
Ibu tersenyum melihat anak perempuannya kebingungan, "Coba ceritain ke Ibu tentang anak ini."
Cherry menceritakan semua hal tentang Langit ke Ibunya, juga cerita mengapa cowok itu tiba tiba membelikan semua barang barang itu di hari ini.
"Terus kalian udah di panggil ke ruang BK?"
"Belum, tapi kayaknya besok lusa semua itu bakal terjadi, Ibu jangan kecewa ya kalau tiba tiba di panggil Miss Dini ke sekolah."
Ibunya tersenyum simpul "Ya enggak lah itukan cuma salah paham, asal Cherry gak bohong kalau memang kalian itu pelukan tanpa sengaja."
"Iyalah masa iya Cherry peluk pelukan di sekolah, Cherry berani sumpah Bu, itu semua terjadi secara gak sengaja, justru kalau langit gak nolong Cherry, Cherry bisa aja jatuh."
"Iya Ibu percaya sayang."
"Beneran Ibu percaya?" Mata Cherry berbinar senang.
Ibu mengangguk juga tersenyum lega, melihat Cherry bisa terbuka padanya, Ibu bukan ibu ibu kolot yang keras pada anak anak mereka, ia mengerti sekali bahwa wajar anak seumuran Cherry pasti akan mengalami puber dan juga percintaan remaja.
"Tapi lain kali Cherry jangan terima lagi pemberian mahal seperti ini ya, ibu gak mau suatu hari nanti ada salah paham."
"Iya Bu Cherry janji."
"Eh tapi siapa tadi nama anak cowok itu?" Tanya ibu karena lupa.
"Langit" Jawab Cherry "Langit apa gitu tapi marganya Wijaya" Sambung Cherry lagi.
Seketika Ibu merasa lebih lega, "Baguslah kalau mereka sudah saling mengenal" Batinnya.
"Yaudah bik tolong beresin belanjaan ini." Pinta Ibu pada Bik Imas.
"Baik Nyah" Bik Imas dengan sigap langsung membereskan belanjaan itu ke kamar Cherry.
* * *
Malam itu Kevin tak terlihat batang hidungnya, biasanya ia tak pernah absen menengok Cherry sebelum tidur.
Cherry pun merasa keheranan, ia berinisiatif menghampiri kakaknya.
"Kak" Panggil Cherry di depan pintu kamar Kevin.
"Boleh masuk" Pintanya.
"Iya"
Cherry masuk ke kamar kakaknya, lampunya sudah gelap.
Terlihat Kevin sedang merokok di kamar. Cherry melonjak kaget sejak kapan Kevin punya kebiasaan merokok seperti itu batinnya keheranan.
"Kak kok ngerokok sih ?"
"Dada gue sakit"
"Ya kalau sakit ngapain malah ngerokok, matiin." Omel Cherry.
Kevin diam saja lalu berkata "Disini sakit" ia menunjuk jantungnya.
"Kakak Lo abis putus cinta ya?" Selidik Cherry
Kevin menggeleng lemah "Enggak"
"Ya terus kenapa?"
"Cewek yang gue suka tenyata suka sama orang lain." Ucapnya lirih.
"Emang kakak udah pernah ngejar cewek yang kakak suka ini?"
Kevin menggeleng lagi "Gue malu, tau tau dia udah suka sama cowok lain."
Cherry manggut manggut , ternyata cowok sekeren kakaknya itu bisa juga patah hati.
"Terus gue harus gimana?" Tanya Kevin lemas "Disini sakit banget?" tunjuknya lagi ke jantungnya.
"Emang cewek yang kakak suka udah pacaran sama cowok yg dia suka itu?"
Dengan cepat Kevin menjawab "Belum"
Cherry tertawa "Hahahaaaa"
"Kok Lo ketawa de?" Kevin tampak kesal.
"Ya Kalau gitu kejar, sebelum semua terlambat."
Kevin seakan dapat pencerahan, ia mematikan rokoknya, lalu mengobrol panjang lebar dengan adik semata wayangnya itu, isinya obrolan tentang strategi mendekati perempuan yang disukainya itu.
Itu tiap satu bulan, gonta-ganti terus dong?!
Ya Salaam... 🗿🗿🗿